Rabu, 20 Juni 2012

Debat Antar Kampus Cabang


Debat Tiga Bahasa
Membuka Cakrawala Ilmu dan Bahasa
Oleh:Irwan Haryono S (Mahasiswa ISID GONTOR Siman)


Bismillahirrohmanirrohim.....
Kamis - jum’at 31-1/06, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) siman terlihat ramai dengan suasana benner yang tertempel di setiap sudut kampus, salah satunya tepat di depan gapura terpampang tulisan “Debat Interaktif Tiga Bahasa Institut Studi Islam Darussalam Gontor, bertema: Membuka Cakrawa Dengan Ilmu dan Bahasa.”  Itulah nama acara sekaligus tema yang mengantarkan suasanan pada hari kamis dan jum’a terlihat begitu ramai dan meriah. Dalam pertandingan debat tersebut, ISID Siman, dimana notabene menjadi kampus pusat, turut mengundang; seluruh mahasiswa kampus ISID diseluruh cabang dari jawa timur hingga jawa tengah. Mencakup kampus ISID Robithoh (mlarak), kampus ISID Gontor Putra 3(Kediri),  Kampus ISID Gontor Putra 6 (Magelang), kampus ISID Gontor Putri 1 (Ngawi), kampus ISID Gontor Putri 2 (Ngawi), dan kampus ISID Gontor Putri 3(karangbanyu), semuanya hadir dengan membawa kontingen masing-masing, terdiri dari 3 regu; bahasa Inggri, Arab dan Indonesia dengan kuota setiap regu 3 orang. 
Pembagian hadiah yang diberikan
oleh ust. Badrun Shahir kepada para finalis debat

                Acara debat kali ini adalah sebuah refleksi aktif melihat animo mahasiswa/i ISID pada lomba debat Olimpiade Ekonomi Syariah akhir bulan April kemarin, sehingga untuk menyikapi hal ini diadakanlah acara debat interaktif dalam skala yang lebih luas lagi, sampai mengundang seluruh kampus ISID cabang dengan tidak dibatasi kategori fakultas dan semester. Acara debat yang di buka oleh Al-Ustadz  Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil. kamis sore tersebut dibagi menjadi empat babak, yaitu; babak penyisihan 1, semi final, hingga berakhir di final. Dalam perjalanan singkat selama 2 hari; maka keluarlah hasil pemenang lomba debat. Tersebut denga Bahasa Indonesia: Juara 1 dari kampus Pusat Siman, juara 2 dari kampus putra gontor 6. Bahasa Inggris:  Juara 1 dari kampus Robithoh, juara 2 dari kampus gontor putri 1. Bahasa Arab:  Juara 1 dari kampus gontor putri 1 dan juara 2 dari kampus gontor putra 3.

Anggota ISID SIMAN el ANDCIS berpose bersama bapak2 Dosen tercinta
Peserta delegasi kampus Gontor 3 Kediri (Daarul Ma'rifat)
“ Acara debat kali ini adalah acara yang benar-benar sangat amazing, fantastik, bombastik and very spekta-spektakuler” tutur Rusdi rasyid (Mahasiswa Gontor 6) dalam menyampaikan kesan dan pesannya.

Selain itu,  Sulthon Assyam Karimoh Al-Masyhida, juga berkomentar: “Acara yang sangat luar biasa, seharusnya acara seperti ini diadakan dan dilaksanakan setiap tahunnya, bagi orang seperti saya, seperti kami yang dari  kediri Gontor 3 Darul Ma’rifat, mahasiswa sekaligus harus menjadi guru, setiap pagi hingga pagi lagi kami di tuntut untuk trus memberi  dan memberi. Padahal disisi lain kami mengakui bahwa untuk memberi kami perlu masukan yang akan terus memberikan nilai kepada pemberian-pemberian kami, dan masukan-masukan seperti ini sangat jarang kami rasakan, acara seperti ini bisa menjadi pelarian kami, yang paling penting bukan sekedar input ilmi akan tetapi input motifasi dan inspirasi kami.”

Delegasi dari kampus Mantingan Putri dalam menghadiri undangan debat
Selain itu Ziana Nur Hida, salah seorang peserta debat dari Kampus ISID Gontor Putri 1, juga berkomentar: TIDAK MUDAH MELANGKAHKAN KAKI KELUAR DARI PONDOK PUTRI MENUJU KE SINI, perjuangan dan kesulitan yang kami temukan tidak lah seberapa, akhirnya dengan kehendak Allahlah kami benar-benar bisa menginjakkan kaki disini. Suatu acara yang sangat spektakuler dengan melibatkan seluruh fakultas: Syari’ah, Ushuluddin dan Tarbiyah, menandakan bahwasannya kita satu, hal ini juga salah satu dari pemersatu dari pada tujuan mahasiswa/i ISID. Dengan melihat karakteristik dari mahasiswa dan mahasiswi ISID, saya optimis bahwa mahasiswa dan mahasiswi ISID, terlahir untuk melewati beberapa tingkatan yang kelak insya Allah pasti bakal sukses. marilah saling mendo’kan untuk terus sukses dan berprestasi lii’lai kalimatillah ALLAHU AKBAR”


Di penghujung acara setelah pembagian hadiah  al-Ustadz Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.M.Phil. (PUREK III), berdiri diatas podium ditengah-tengah para hadirin untuk memberikan sambutan sekaligus menutup acara tersebut, dengan kata-kata: “Ada masukan dari peserta debat agar menjadikan ini kegiatan tahunan, kalau perlu kegiatan ini kita adakan setiap semester. Ini merupakan satu latihan kepemimpinan juga termasuk latihan bagaimana Anda menjual ide, ide itu akan dapat di terima jika Anda memiliki argumentasi yang kuat. Dan yang namanya ide, sangat luar biasa luasnya, sekarang ini diatas(Hall Wisma lt.2) lagi perang ide, bicara undang-undang kita bicara undang-undang, bicara pasal-pasal kita bicara pasal-pasal. Kemudian dalam soal bisnis, kalau nanti ada yang mau berkecimpung di dunia bisnis meyakinkan klien supaya dia membeli produk Anda ataupun berinfestasi itu pakai argumen.  Argumentasi yang bagus, tidak emosional, bisa di terima, apalagi di tambah do’a, hah itu pasti berhasil.

 Ini zamannya adalah zaman berargumentasi. Adab itu adalah ilmu. Makanya, peradaban itu dari kata-kata ‘manduba’, manduba itu adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah ilmu, jadi sebenarnya kata peradaban itu berasal dari kata-kata adab. Kalau bicara adab, adab bukan hanya akhlak, jadi manusia tidak beradab itu manusia Jahiliyyah; manusia yang tidak memiliki ilmu pengetahuan, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang beradab, tidak mungkin orang tahu berprilaku baik dan buruk kecuali dia memiliki ilmu. Prilaku baik dan buruk itu berkaitan dengan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an. Perintah Al-Qur’an itu bukan satu, puluhan, ratusan, dan diantara perintah yang satu dengan yang lainnya tidak boleh bertentanga. Kalau Anda sudah bisa melaksanakan semua perintah ini sesuai dengan fitrah Anda, Anda mencapai dengan apa yang dinamakan hikmat. Anda menjadi orang yang beradab. Jadi orang yang beradab itu orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itu bisa meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Segala sesuatu itu bukan benda, bukan gelas diatas meja, tetapi konsep pada tempatnya. Meletakkan konsep pada tempatnya itu namanya adil, orang yang adil itu kebalikan dari orang yang dzalim, orang yang dzalim adalah orang yang meletakkan sesuatu perbuatan yang tidak layak bagi seorang mu’min, muslim kepada dirinya. Maka orang yang berbuat maksiat itu adalah orang yang ‘zolimun linafsihi’ (zolim terhadap diri sendiri) karena meletakkan sesuatu pada hati yang suci ‘wanafsun wama sawwahaa’ (betapa indahnya jiwa manusia itu kami ciptakan kok tiba-tiba dimasuki oleh jiwa syaitoniyyah, hayawaniyyah, itu namanya zolim. zolim itu tidak adil, sama juga jika Anda meletakkan duit orang lain pada kantong Anda, namanya  mencuri. Mencuri itu bukan hanya zolim kepada orang lain tapi juga zolim terhadap diri Anda sendiri, itu KONSEPnya.) 

 Saat ini dunia benar-benar sangat membutuhkan orang-orang yang dapat menguatkan idenya dengan argumentasi-argumentasi yang kuat. sebab bagus pun ide Anda jika Anda tidak mampu mempertahakannya dan menjelaskannya dengan argumentasi yang kuat itu akan percuma. Tidak akan di terima, bahkan cenderung sering kecewa. Ada beberapa trik yang bisa Anda pakai: untuk dapat menguatkan argumen anda yang pertama Anda harus PD terlebih dahulu, banyak orang pinter, banyak orang cerdas yang nilainya diatas rata-rata tapi tidak menonjol, begitu banyak orang yang pintar tapi tidak berani berbicara. Maka, percaya diri itu perlu. Kedua, perbanyaklah membaca. Sebab,  lewat membaca tanpa Anda sadari anda menyerap  argumentasi-argumentasi  yang tertulis di dalamnya yang kelak menjadi perbendaharaan di memori Anda tanpa sedikitpun disadari. Kembali lagi saya tekankan, argumentasi itu sangat penting; bagaimanapun ceritanya dan  apapun yang ingin Anda lakukan, walaupun itu bernilai baik, jika Anda tidak mampu mempertahankan dengan argumentasi yang kuat maka sangat besar kemungkinan ide, pesan dan masukan Anda akan di tolak. Maka dari itu tidak bosan-bosannya saya mengingatkan. Bahwa  Anda semua sebagai mahasiswa; hidupkanlah tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis. Ini adalah 3 komponen dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Anda tidak mungkin bisa menulis tanpa banyak membaca, tidak dapat berdiskusi tanpa ada bahan bacaan. Dan setelah anda paham serta menguasai pokok bahasan jika Anda tidak menuliskannya berarti sama saja dengan menyembunyikan ilmu untuk dikonsumsi diri sendiri.” Berikut sekelumit sambutan dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil yang berhasil kami tangkap, dengan barakhirnya sambutan tersebut berakhirlah acara Debat Interaktif Tiga Bahasa di kampus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) tersebut.

0 komentar :

Posting Komentar