Kamis, 08 November 2012

Keputusan terakhir

Dalam kehidupan semuanya silih berganti. Selalu ada kesenangan dan kesedihan. 

         Senang berubah sedih berubah kembali menjadi senang. Kenangan menjadi realita kembali lagi menjadi kenangan. Ada sebuah torehan masa depan kalut pada masa peralihan; seakan benang pintal yang kusut terus di gulung dalam ketidak pastian kapan benang ini akan lurus kembali.


Keputusan harus benar-benar di ambil jika seorang individu ingin di katakan sebagai sosok yang benar-benar memiliki pendirian dan prinsip. Tapi terkadang kedua hal tersebut melemah ketika keputusan benar-benar telah di utarakan. Banyak hal yang menjadi perdebatan dan pertimbangan setelah itu. Sampai saat ini aku mengerti keputusan untuk meninggalkan adalah keputusan terpahit yang pernah aku utarakan dan I’tiqodkan.

Akhir dari pada keputusan emas seseorang itu adalah yang terbaik. Yakinilah semua yang kau ambil. Dimulai dari keputusan akan membawamu ketitik puncak keberhasilan. Mungkin orang beranggapan keputusanmu salah, mungkin orang beranggapan keputusanmu; keliru, tapi keputusan adalah keputusan. Semua itu akan terbukti rasio dan realita ke sakralannya ketika kau mampu mempertahankannya dengan argumentasi yang benar-benar kau yakini kebenarannya.

Keputusan akhir dari yang kau ambil adalah segalanya. Jangan relakan segalanya hanya demi nafsu semata. Jangan pertaruhkan semuanya jika kelak kau yang akan celaka. Usikum waiyya nafsi….

ISID.Gontor.Ponorogo
08 November 2012-11-08
11.46 WIB


0 komentar :

Posting Komentar