Rabu, 22 Mei 2013

Ketika Qu Memiliki Sayap

Diatas pasir Bumi ku mendongak ke langit
Diatas gumpalan tanah merah ku menengadah ke langit
Di lembah terjal ku menelangsa menatap langit
Di lubang sumur terdalam ku tangkap sinar dari langit
Andaikan langit tahu bahwa aku menyukainya.......

Lambang abadi selalu saja tertata terus menerus dalam keabadian itu sendiri
Lambang berani juga tersimpan dibalik monumen indah di lirik hati
Lambang patriot juga terjaga dalam hari prasasti
Lambang dari setiap liku dan bentuk selalu terbias dalam rambu-rambu ini
Andaikan lambang tahu bahwa aku butuh pahatan abadi wajahnya dalam prasasti hati

Semua terasa hilang,
Semua terasa kosong,
Semua terasa bimbang,
Semua terasa membingungkan,
Dan semua dari semuanya adalah kenangan


Ku coba mengepakkan tungkai siku, tetap tidak dapat terbang.

Ku coba luluh lantakkan semua resah, tetap gundah menghinggap.

Ku pasang sayap permanen di balik punggung meminjam dari Malaikat.

Agar aku bisa terbang melayang; menerjang aral rintang.

Agar aku dapat menatap dunia dengan kaca mata dunia yang tersingkap.

Agar kelak kepak sayap tidak sekedar kepak tanpa Ma’rifat




Selasa, 21 Mei 2013. Posted by Irwan Haryono S









0 komentar :

Posting Komentar