Rabu, 22 Mei 2013

Ketika Qu Memiliki Sayap

Selasa, 21 Mei 2013. Posted by Irwan Haryono S

Diatas pasir Bumi ku mendongak ke langit
Diatas gumpalan tanah merah ku menengadah ke langit
Di lembah terjal ku menelangsa menatap langit
Di lubang sumur terdalam ku tangkap sinar dari langit
Andaikan langit tahu bahwa aku menyukainya.......

Lambang abadi selalu saja tertata terus menerus dalam keabadian itu sendiri
Lambang berani juga tersimpan dibalik monumen indah di lirik hati
Lambang patriot juga terjaga dalam hari prasasti
Lambang dari setiap liku dan bentuk selalu terbias dalam rambu-rambu ini
Andaikan lambang tahu bahwa aku butuh pahatan abadi wajahnya dalam prasasti hati

Semua terasa hilang,
Semua terasa kosong,
Semua terasa bimbang,
Semua terasa membingungkan,
Dan semua dari semuanya adalah kenangan


Ku coba mengepakkan tungkai siku, tetap tidak dapat terbang.

Ku coba luluh lantakkan semua resah, tetap gundah menghinggap.

Ku pasang sayap permanen di balik punggung meminjam dari Malaikat.

Agar aku bisa terbang melayang; menerjang aral rintang.

Agar aku dapat menatap dunia dengan kaca mata dunia yang tersingkap.

Agar kelak kepak sayap tidak sekedar kepak tanpa Ma’rifat



Sayangku buat seorang teman




Aku termenung dalam buaian masa lalu.......
Dalam aliran hari-hari yang selalu berbingkai pesona
Terhanyut dalam buaian indah gelak tawa candanya
Meniadakan jiwa; menghentikan detak jantung yang masih bernyawa

Dari kejauhan jarak, pulau, dan lautan........
Ku mendapatkan kembali sosok dirinya
Melaju cepat menerobos benteng-benteng tinggi hatiku
Menyelusup tepat kedalam inti jiwa kehidupanku

Sayangku bukan hanya sebuah perhatian.........
Simpatiku tidak cukup dikatakan kesediaan........
Empatiku juga tidak layak disebut wujud kasihan.........
Melainkan wujud kasih sayangku buat seorang teman....

Kehadiran jasadku ghoib dalam pandangan mata
Tapi hatiku konkrit hadir dalam batinmu! Tidakkah kau rasakan itu?

Kusadari kesimpang siuran arah mata hati
Karena itu, ku terombang ambing dalam lautan sunyi
Hingga akhirnya ku terdampar pada pulau misteri
Tiada penghuni tiada yang bisa ditanyai,....

Hanyalah hembusan angin sejuk bersahabat menghampiri...



Bunga pesona kuncup nan mekar



Dikala bunga pesona kuncup. 
Sedikit yang perhatian padanya. 
Sedikit yang menjadi teman penghiburnya. 
Sedikit yang mengerti akan keistimewaannya. 

Tapi disaat matahari menyinari………… 
Seakan keajaiban terealisasi……….. 
Kemekaran bunga kemekaran pesona…….. 
Mulai keluar dari kuncup yang menyimpan misteri……...



Kemekaranmu…… 
Membangunkan seluruh anggota tubuhmu. 
Membolak-balikkan poros hatimu. 
Merubah kau menjadi pewangi alam. 

Serbukmu…… 
Menyebarkan bibit-bibit keindahan….. 
Menambahkan bunga pesona yang baru. 
Bukti tanda kepedulianmu pada dunia. 

Bunga pesona terbanglah jauh…………. 
Dan jangan lupa undanglah aku. 
Pada musim kemekaranmu. 
Yang sungguh memberikan sejuta rasa indah….. 
Sejuk dihati….. indah dipandang mata….. 
Harum tercium aroma….. 


Menghadirkan ingatan kuat dalam imajinasiku. 
Bahwa dulu kau bunga pesona yang kuncup. 
Dan sekarang kau adalah bunga pesona yang benar-benar mekar……… 
Bunga pesona ku………


  

0 komentar :

Posting Komentar