Kamis, 13 Juni 2013

Alam Memiliki banyak ARTI

Pesta Malam


Angin berhembus lambat......
Udara menghujam tajam......
Suhu menusuk tulang.........
Sisa rintik di loteng masih terdengar..

Gelap dunia mulai menyelimuti......
Embun malam mulai melapisi.......
Rumputpun terlihat tunduk patuh...
Seakan dipakaikan mahkota embun di ubun-ubunnya....

Disela-sela angin yang menerpa rumput.....
Airpun bergoyang membentuk tetesan..........
Sebuah lingkaran mulai terbentuk di atas permukaan....
Tergoyang seluruh benda yang ada disekitar........

Lubang-lubang dinding bumi mulai dipenuhi suara......
Sebuah ungkapan bahagia seekor serangga....
Menjerit....Melengking..... Bernyanyi dan Berpesta pora......
Seakan keheningan malam hanya miliknya semata......

Tak lama sahutanpun mulai muncul.....
Datang.....Bersuara.....Membahana dan semakin ria....
Seekor menjadi dua, dua ekor menjadi tiga, tiga ekor.....
Empat ekor,...Hingga tiada bisa dihitung asal muasal suara....

Berbagai nyanyian tambahanpun mulai bermunculan...
Sebuah ungkapan kegembiraan atas turunnya hujan...
Sorak-sorai bersahutan, menjadi sebuah keceriaan.....
Terakhir kami pun bertanya??????


SIAPAKAH KAMI?????




Traffic light


Lintasan hitam legam kulalui.......
Terlihatlah Belalang, kuda, Kalajengking, Macan, terbang melayang......
Laju..... Melepaskan diri dari kandang.......
Mengundang rasa takut bagi sirambut hitam yang menyebrang.....

kulihat lama ke arah depan..................
Ternyata Belalang, kuda, Kalajengking, dan Macan ada disini....
Berpapasan denganku pada satu pojok lintasan.....
Mengapa mereka berhenti,?? aku heran............

Kulayangkan pandangan ke kanan..................
Terlihat kerlingan kilau taring macan......
Kuputar bola mata kebelakang....
Terlihat muncung kalajengking yang begitu dekat dengan bebekku......
Kubalik pandang kedepan.........
Ekor kudapun menari-nari di hadapan bebekku....
Greng......greng....reng...reng......greng....greng......
Suara bisingpun keluar dari Belalang, tepat disamping kananku....

Tak lama, berbagai mesin terbang pun berhenti disekelilingku....
Terasa panas mencekam dari ubun-ubun hingga ujung jari kaki.....
Fatamorgana dari kejauhan telah membentuk bayang-bayang air...
Memberi kesan panas yang sangat menyengat.......

Akhirnya semua sorotan tajam, tertuju pada satu tiang....
Yang hanya memiliki 3 warna: Merah, Kuning, Hijau.....
Sungguh memiliki kharisma serta wibawa yang tinggi.....
Merahmu..... merah merngangah.......
Hijaumu...... hijau kedamaian.......

SELAMAT BERTUGAS wahai Traffic light


Sinar yang telah lama hilang


Kilawanmu selalu kunantikan
Sinarmu selalu ku harapkan 
Pancaranmu selalu menghadirkan kedamaian
Kerlap-kerliplah yang membuatmu istimewa

Star……
Aku ridukanmu selalu dalam malam-malam ku di kota
Dan sekarang….
Barulah kau benar-benar teman yang setia
Dalam malam yang gelap gulita



Star….
Kau berikan cahaya putihmu padaku
Kau berikan hiasan indah pada kegelapan langit tanpa awan
Kau lengkapi semua kekurangan
Menjadi satu tatanan alam yang cemerlang

Star……
Satu pertanyaanku……
Mengapa engkau enggan tampakkan wajahmu dikota?



Kau terlihat sombong pada kami yang berada di kota
Dan kau begitu ramah pada masyarakat pedesaan
Mengapa kau berbuat demikian?


Apa karena kota telah lama menyakitimu?
Ataukah kota telah dibalut keangkuhan diri?
Atau kota telah merusak tatanan indah gugusanmu?





Beri kami penjelasan bintang!!!!
Aku…….. dan terkhusus jiwaku ini…….
Mengiginkan kau selalu ada ….
Dalam setiap malam yang kelam…..

0 komentar :

Posting Komentar