Rabu, 12 Juni 2013

PAHLAWAN (PEMUDAKU)



Pahlawanku 

Pahlawanku............       pahlawanmu.............        pahlawan kita semua.............

Telah silam waktu berlalu
Telah lama penjajahan kita tinggalkan
Telah kita hapuskan ROMUSA kerja paksa
Tuk menyongsong satu masa kemerdekaan dunia

Jauh............   khayalku menitik kilas balik sejarah
Seakan bola mata ini menyaksikan pengorbananmu

Gemuruh tabuh kau drumkan MENGGELEGAR
Api semangatpun kau sulutkan MEMBARA

Dengan sepucuk bambu kau teriakkan “Indonesia Merdeka”
Selangkah pasti kau lumuri bambu runcing dengan darah musuh
Tapi tidak.....................
Mengapa pahlawanku ada yang gugur
Wafat sebelum menyaksikan sang merah putih berkibar
Mengapa begitu cepat..... mengapa??
Sedih membahana cair di sanubariku......

Batapa mulia suri tauladan yang kau berikan
Dan kini ....... tibalah saat kami,  generasi penerusmu
Untuk meneruskan tahta kedaulatan dan menjunjung tinggi panji-panjimu

Kami......  pemuda - pemudi Indonesia
Telah mencicipi manisnya hasil perjuanganmu
Sudah menikmati kebebasan sebuah kemerdekaan
Tanpa sedikitpun merasakan kepahitan penindasan serta dahaga perbudakan

Takkanku sia-siakan pengorbananmu wahai pahlawan
Namamu terukir dengan tinta emas dalam sejarah peradaban Indonesia
Patok-patok nisan makammu menembus semangat juang kami
Untuk dapat bersemayam akhir disamping makammu “makam pahlawan”

%%%%%%%%%%%%%%%

Indonesia

Indonesia itu bagaikan masa puber sang kakek tua
Tetapi masih saja di timang oleh musuh besarnya dan Negara adi daya
Seakan Hari-harinya diasuh oleh harapan kemilau
Menit-menitnya diisi oleh mimpi indah
Seakan asa perubahan, asa perkembangan telah berada di depan mata
Tetapi
Tahta pemerintahan masih menjadi masalah utama
Perebutan, perselisihan, kecemburuan bagai bumbu yg telah meresap menjadi kehidupan
Seakan kemerdekaan adalah lorong-lorong masa lalu,
Semboyan masa lalu dan hanya pikiran orang-orang kuno yang telah berlalu
Dan pahlawan hanya sebuah gelar,
Hanyalah materi ujian disekolahan dan hanyalah kenangan yang lelap termakan waktu
Sssttttt.................
Hari-hari peringatan pun berubah menjadi hari-hari liburan
Yang penuh dengan permainan dan sarat dengan rasa dan jiwa perjuangan
........................................................

%%%%%%%%%%%%%%%

 Sejarah

Diam...............
Hei anak muda jangan bicarakan Indonesia
Kalau kamu belum tahu sejarahnya
Kata siapa Indonesia itu kakek tua di masa puber
Aku kakek tuanya memang, tapi kalau Indonesia yang dibilang kakek tua aku gak terima.....
Menangis, merintih, tersedu-sedu indonesiaku.....
Aku yang merasakan memperjuangkan Indonesia....
Tumpah darah sudah biasa.... bahkan nyawapun di pertaruhkan....
Setiap ada bayi-bayi yang lahir di tanah Indonesia
Tertanam pula jiwa-jiwa pejuang
Tanpa tersadar....
Lawan gentar.....
(Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa)
Indonesiaku yang dulu dan sekarang tetap di puja-puja bangsanya
Kalau ada yang menyerang kita, sebagai generasi muda yang membela
Karena budaya-budaya dan kultur Indonesia harus kita jaga
Ingatlah pada Jas Merah, jangan lupakan sejarah
Karena kalau bukan kita yang menjaga sejarah siapa lagi??
Karena kita sebagai generasi harapan bangsa.....
Dan kalau kita tidak menjaga sejarah, maka Indonesia kita akan hancur....................

(Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa)
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata..............
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata...........................................

(Diapresiasikan dalam malam Podjok Bebas Buah Karya Anak Muda Untuk Pahlawan Bangsa di Kintamani Park, Ponorogo)

0 komentar :

Posting Komentar