Rabu, 12 Maret 2014

Bantu Aku Menjemput Syurga



Kali ini kubiarkan cintaku bersedih diri
Menangis darah di dalam hati
Mendung menyelimuti hari-hari
Sungguh terpaksa ku harus mengambil sikap ini

Ku lemparkan nyawaku terpisah menjerit lirih
Tidak mampu menahan ombak ngamuk bergemuruh
Tingginya gelombang memaksaku untuk siaga pada setiap arah
Tinggalkan daratan karena mancari kehidupan yang berpetuah

Tetesan darah mengucur deras dalam semangat juangku
Keringat banjiri rompi perangku
Di tengah ku berdiri kokoh; ku bayangkan serapan do’a semangatmu
Kutinggalkan kau dalam bersedih; kan ku jumpai saat kau merindu

Hatiku kacau, logika hancur, jantung berdegup tak beraturan
Mungkin imbas dari amukan petir yang di tahan awan
Menggelegar bunyinya, mengkilat cahanya, menggetarkan hati yang tak berkawan
Tapi ku harap bumi tetap kokoh untuk satu pijakan demi meraih beribu impian

Ragaku seperti kehilangan ruh sehingga tak berdaya
Ruhku seperti kehilangan raga sehingga tak mengerti dunia
Kaulah penyempurna ragaku yang ku cinta alami bentuk aslinya
Kaulah pendamping ruhku yang mencari-cari arah pintu syurga bersama

 Maret 2014
Bengkel kreatif, 17.10WIB.

0 komentar :

Posting Komentar