Jumat, 02 Januari 2015

Boneka dan Aurora


Hai... Bayang-Bayang Boneka.
Malam ini cerah, berseri menyiratkan suka.
Tak yakin pikirku menghabiskan malam bersama berdua.
Melintasi ruang tanpa duka menyusuri jalanan tanpa dilema.


Perbincangan menempel di atas bangku dan meja
Sepucuk pipet menyedot air menghilangkan dahaga
Seketika pita suara terbuka menghasilkan suara
Suara menyusun kata-kata indah akrab dalam suasana sederhana.



Bukan kuda putih sebagai tunggangan boneka dan aurora.
Bukan juga kuda plana yang siap mengantar kemana saja.
Hanya tumpukan plastik, besi dan bensin yang bertumpuk bekerja sama.
Menyusuri keramaian, melewati kebisingan hingga sampai di jantung utama

Jantung reog bergetar dengan percikan warna-warni bintang buatan
Tepat diatas kepala; pecah, menyebar bak bunga mekar di atas awan.
Sahutan bintang buatan bersenada dalam irama koor perkotaan
Ramai, ribut dan berlang berbenturan menciptakan, kejaiban perputaran dentuman

Terpaan menatap indah dunia diakhir penghujung masa.
Terpesona di lirik waktu yang tak sabar berkenalan bersama.
Boneka, aurora... sambutlah pergantian hari dengan senyum gembira.
Nikmatilah... karena belum tentu masa depan akan sama seperti saat setahun bersama.

Boneka ku punya satu tanya untukmu.
Maukah kau menjadi teman setia bagiku?
Aurora ku punya pertanyaan juga untukku.
Jika aku selalu setia di sampingmu, mungkinkah kau meninggalkanku?

 Kamis, 01 Januari 2015. Pukul: 20.10 WIB

*Sumber Foto: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Aurora_Borealis_and_Australis_Poster.jpg/400px-Aurora_Borealis_and_Australis_Poster.jpg

0 komentar :

Posting Komentar