1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Kamis, 12 Februari 2015

Ada Apa dengan Rasa?

Ku tak berani berbicara tentang cinta, sebab cinta tidak pernah bersuara dengan kata
Ku terkadang tak berani mengambil sikap, karena aku tak mengerti apa sebenarnya merana.
Sampai saat ini, sampai saat tinta saja tak berubah warna, Sampai ketika awan juga tidak berubah rupa
Aku masih terus bertanya-tanya sampai kapan keyakinan benar-benar ada,menghentikan segala keraguan yang pernah ada
Tak tau kapan, apakah sampai mentari berubah wajah. Atau sampai hujan air berubah emas. Aku tersenyum dengan segala kemungkinan yang mengada-ada

Ada rasa tak biasa tapi ku usahakan menjadi hal biasa.
Ada rasa aneh, berbalut canggung yang merana mengelana
Tak penting siapa dan bagaimana, tapi itulah pertanyaan yang liar berkelana
Tak mengerti kapan semua drama akan berakhir dari semua kata fana

Ku berharap rembulan bersedia bercerita jika telah tiba masanya.
Matahari berkenan berbincang jika telah lengkap dan sempurna sinarnya
Bahwa kebingungan, keresahan, ketakutan, keragu-raguan ini tidak akan lama
Setangkai bunga sebagai tanda sempurna sebuah rasa.



Asrama Haji Sukolilo Surabaya, 12 Februari 2015. 01.23 WIB

Sumber Foto:http://i.ytimg.com/vi/56Sx2I1SRfA/hqdefault.jpg

Sabtu, 07 Februari 2015

Awal Keberangkatan

Juma’t, 06 Februari 2015

Pelepasanan adalah tradisi pondok setiap kali ada keberangkatan romobongan. Salah satunya rombongan PKU yang dipimpin langsung dengan Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi. Dalam pesannya beliau mengatakan: “Jangan mudah-mudah emosi ketika persentasi, sebab  jika tidak emosi logika akan kuat;  sedang jika tidak ia akan menjadi ngadat/terhenti. Ketika persentasi, pembicara harus menyesuaikan dengan keadaan audiens jika audiensnya anak-anak bagaimana, jika anak pondok bagimana, jika menghadapi orang luar bagaimana. Dengan pesan itu kami mengetahui kapan sekedar hikayah bisa menjadi lebih bermakna, dan kapan isu pemikiran menjadi isu pembicaraan yang menarik dan kapan juga   Dilanjutkan 2 pesan penting dari Dr. Dihyatun Masyqon: “Pertama. Harus meluruskan niat. Kedua. Anggap semua yang akan terjadi nanti adalah sebuah perjuangan.” Dan sebagai penutup. Ust. Khoriul Umam.menambahkan bahwa “saat ini adalah titik puncak kedekatan antar antum akan benar-benar terjalin, jika dulu hanya sekedar dekat saat seperti ini akan menjadi lebih dekat” dan terkhir beliau menambahkan dalam hal teknis seperti: keharusan moderator adalah dari rombongan kita. Dengan tujuan kitalah nanti yang akan menguasai panggung. Begitulah nasehat awal keberangkatan. Dari 3 fungsionaris aktif pascasarjana Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor .Jum’at, 06/02.

Makan malam kami adalah makanan yang sederhana. Sebuah warung pinggir jalan “Pecel Lele “Putri Pertama” Jl. Raya No. 159 Kd. Mulyo Nganjuk. Tlp. 0358-551022” memberikan menu biasa yang cukup nikmat di lidah. Nasi putih, daging bebek goreng dan ayam goreng diletakkan di atas piring bata tradisionil yang di penuhi sambal ulek, dan 3 potong timun seger, tak lupa pula apapun makanannya minumnya tetap es jeruk. Namun disini bukan makanannya yang jadi inti tapi keserasian makanannya itu yang unik. Intruksi Bana (Koordinator rombongan) “ust. Kita makannya harus muttafaq tidak boleh ada ikhtilaf” hehehe... nampaknya perkara qoth’i dan tsubut bakal bertambah nie.

Perjalanan kami hari ini cukup panjang. Berangkat dari jam 15.30WIB. sampai ke tujuan tepat pukul 00.08WIB. perjalanan sekitar 8 ½ jam lebih. Bercerita tentang perjalanan tadi selaku penikmat jalanan yang di dalam bus, kami hanya mampu menyaksikan suasanan lalu lintas yang terkadang macet, awan mendung, di beberapa tempat turun hujan. Hingga awan gelap menguasai langit; matahari hilang terbitlah rembulan. Perjalanan panjang yang cukup mengasikkan. Dan Alhamdulillah kami semua saat ini telah sampai di tujuan.

Hikmah perjalan hari ini: “Kebersamaan akan semakin kental, ketika kita merasa sama sepenanggungan; senang kita gembira, sedih kita saling menghibur sesama”. “Amiin... Allahumma amin, Mudah-mudahan langkah perjalanan ini menjadi langkah awal kalian menjadi orang yang besar” mengutip pesan Dr. Dihyatun saat pembekalan.