Selasa, 16 Oktober 2018

Di Balik Kata Belajar

Ketika upaya belajar menurun ada saja hal merubah kebiasaan, ada saja yang merubah fokus bahkan ada juga yang terang-terangan menghancurkan arah pandang keseriusan, begitulah alasan dibalık semua yang tampak.

Dari ketidak pastian seluruh orang terus dipaksa untuk memiliki sebuah keputusan. Dari keputusan itulah mereka biasa mengambil sikap dan tujuan arah jangka pendek dan panjang. Tidak peduli bagaimana mata memandang tidak peduli bagaimana orang-orang melihat, hanya satu ungkapan yang harus yakini, teruslah bertahan dan fokus pada tujuan yang sebenarnya.

Ada sosok penyokong dan pendukung, ada sosok pendukung sebatas pagar di depan rumah, ada juga sosok tidak hadir depan mata namun mendukung sepanjang kaki melangkah, saat ini kemana arah kakiku melangkah ku sampaikan terang-terangan padamu, aku melangkah ke arahmu, kearah yang kau tuju dan ke arah yang kau sendiri mendukungku untuk itu.

Tak mampu seutas kata terucap jika itu bukan ungkapan pelajar, tak mampu menilai jika itu bukan hasil diskusi kaum pintar terpelajar. 


Saat ini Aku dan kata belajar, Aku dan kau yang cinta belajar, aku dan kita sang pelajar, sepakat jika itu belajar dan untuk kepentingan belajar, tidak ada yang mampu menghalangi sampai kapanpun dan bagaimanapun, Karena sifat belajar tidak akan pernah berujung.

Terima kasih sang pelajar, terima kasih sang pengajar, semoga niat baikmu, upaya kerja kerasmu, semangat juangmu selalu membawamu kearah terbaik dalam hidupmu. Kamu satu tapi nilaimu 1000.

0 komentar :

Posting Komentar