1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Minggu, 23 Desember 2018

BUKIT TINGGI PENUH ARTI

Perjalanan Mencari Hidayah dan Petunjuk

Jika langkah kaki kesana merupakan awal dari hidayah, keinginganku hidayah itu tidak selesai hanya sekedar kehangatan namun juga berakhir dengan sebuah kebahagiaan. 

Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya, sama halnya juga aku, sampai pada ujungnya kita menyimpulkan bahwa dunia ini tidak terlepas dari hal-hal yang sifatnya materi dan secret, apa yang di yakini belum tentu itu terjadi, bisa saja yang tak terpikirkan itu yang terealisasi, atau bahkan sebaliknya, atau juga mungkin semakin parah, semua memiliki porsinya masing-masing.

“Jika mentok dalam satu urusan maka bergeraklah, jika mentok dalam satu tempat maka berpindahlah, jika mentok pada satu permasalahan maka diskusikanlah, jika telah terang jalanmu, tidak ada lagi yang mampu menolongmu selain usahamu.”

Dukungan eksternal akan selalu ada di luar, datang dari luar, bersifat luar dan berbanding terbalik dengan semangat internal. Maka dari itu, mulai saat ini datangkan semangat itu dari dalam diri, yakini semua niat baik adalah aplikasi dari wahyu ilahi, tidak ada ujung dari dunia ini selain keinginan mencapai tujuan suci, bersama mimpi, mati menghadap ilahi dan di dampingi bidadari, aku mencintai bukit tinggi yang penuh arti.

Irwan Haryono S
BackpackerIndonesia
16 Desember 2018 (06.00.34)

Kamis, 06 Desember 2018

Manusia Minus 3


Manusia adalah makhluk kompleks yang memiliki daya pilh dan daya fikir. Kebebasannya memilih menentukan nilai dirinya, sebab hanya orang penting yang tahu akan kepentingan dan hanya orang bernilai yang menghargai nilai dari satu pilihan, apapun pilihannya manusia benar-benar bebas untuk memilih jalan hidup terbaiknya. 

jika sekedar menentukan pilihan manusia bisa mendapat gelar bijaksana mungkin tidak akan ada kata ‘bingung’, di kamus besar Bahasa Indonesia, dan mungkin tidak akan ada ajaran shalat Istigharah dalam Islam, namun sayangnya untuk menjadi bijaksana manusia harus menggunakan akalnya untuk berfikir. 

Hanya pola pikir yang benar yang dapat menghasilkan pilihan yang benar, dan pilihan yang benar tentu saja belum tentu lulus dari ujian, keseimbangan melewati penilaian miring, kemampuan menghadapi ujaran sinis dan sambutan sadis adalah ujian pertama yang harus di lewati, oleh sebab itu berfikir sebelum memilih, berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara adalah cara tepat mempertanggungjawabkan pilihan. Sebab hasil akhir pilihan terbaik adalah ketika manusia mampu mempertahankan pilihannya dengan sekian alasan tulus dan realistis dari hatinya.

Kini telah hadir transformasi manusia baru, sebut saja Manusia Minus 3, sebuah upaya besar menciptakan generasi bijaksana. Dengan adanya manusia minus 3 semua pekerjaan dapat terkondisikan dengan maksimal, jika berhasil menjadi manusia minus 3 keuntungan kontan yan di dapatkannya adalah pikiran yang selalu tenang, diri yang tidak terikat waktu dan jiwa yang terbebas dari ikatan janji, dealine dan tagihan oknum.

Pertanyaannya, siapakah manusia minus 3 itu? 

Dia adalah manusia yang selalu menuntaskan pekerjaannya 3 hari sebelum deadline waktu di tentukan tiba. 

Bayangkan jika manusia minus 3 ada di dalam satu perusahaan? Jika ia hidup di lembaga pendidikan? Jika dia berkembang di dalam satu komunitas? Jika ia tumbuh dari rahim organisasi kepemudaan? Bukankah ia anak emas yang merupakan aset alam paling alami yang pernah terlahirkan?

Dengan keputusannya memilih untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggungjawab 3 Hari sebelum deadline, bukankah ia memakai akal untuk berfikir? Jika satu-satunya alasan pilihan adalah demi kemaslahatan apakah itu satu kebijaksanaan?

Kini bijaksana bukan hanya pilihan semata, bukan juga pilihan mata buta, namun bijaksana satu pilihan dari manusia yang selalu berfikir untuk kebahagiaan bersama. Jika tidak untuk bahagia untuk apa kita hidup berjama’ah?


Have fun for your choice

By: Irhas el fata

Sabtu, 01 Desember 2018

Sirait Pulang Kampung

Pulang kampung itu nikmat tak terkira. Dikala semangat diri redup - distrum kembali oleh orang tua. ketika semangat Juang menurun kembali di pompa oleh sanak-saudara. Bercerita masa kecil hingga tukar pikiran menyambut masa depån. Kemajuan mereka menjadi tolak ukur bersama, bahwa kita juga harus berhasil bersama meski dengan bidang yang berbeda. Berguna dengan sekian skill yang ada. Bukankah begitu tujuan hidup kita? Bukankah menyebar manfaat di Bumi Allah ini goal dari kehidupan sebenarnya?

Nikmatnya pulang kampung ketika mampu berbagi keceriaan, mendermakan sebagian rizki, menjenguk sesama dan memperkuat ukhuwah.

Terkadang orang yang jauh di rantau, lama meninggalkan kampung halaman lupa akan niat awal keberangkatan. Hiruk pikuk persaingan melupakan nilai dari kejujuran dan ketulusan, dinamka persaingan melupakan identitas diri yang sebenarnya, untuk itu pulang kampung penting sebagai 'tajdid ruh'.


Rasakan perasaan haru anak kecil saat berlari ke arah Ibu, mengadu atas masalahnya. Tataplah gadis tanggung menangis di pangkuan Ibu seraya bercurah hati pada sang bunda, tétang perasaan yang berkecamuk di pikirannya. Perhatikanlah remaja muda ketika menjumpai ayah, memohon do'a seraya menunggu nasehat berharga sebagai pompaan semangat demi perjuangan yang lebih prima. Adakah ketulusan di sana? Jika ada, itu satu dari sekian banyak defenisi tulus yang kaya akan makna.

Tanah ini tanah batak, Tanah ini tanah kelahiranmu, di bumi ini kamu dibesarkan, setelah dewasa besarkan jugalah kampungmu, binalah wargamu dan rawatlah orang lemah diantara mereka. Jangan seperti kacang lupa akan kulitnya, jangan juga seperti ilalang yang lupa akan tanahnya. Kamu adalah adalah sosok yang tak lupa asal dan muasal diri 'Insya Allah'.

Semangat Putra Tanah air tidak mengenal waktu, kinerja putra bangsa tidak sekedar lisan saja, pergerakan anak negeri tak kenal harı tanpa visi dan misi.

Selama kaki masih berpijak di bumi, di situ juga ladang amal di gali.

Selama nafasmu masih berhembus, semangat tak boleh mati. Selama nyawa masih bersanding dengan jasad upaya tidak boleh surut. Harus terus berinovasi! Kembangkan daya, upaya dan inovasi menuju improvisasi. Yakinlah... Jika mampu berimprovisasi, cita-citamu bukan mimpi.

Kamu adalah apa yang kamu perjuangkan harı ini!

Waktumu sempit, kesempatanmu sedikit. Jika suatu saat kamu merasa sempit, ingatlah kampung halaman, pulangkan pikiranmu sejenak, ingat tujuan perjuangan awal, jangan pulang jika tidak berhasil tapi pulanglah jika keberhasilanmu mampu menginspirasi.

by: Irhas El Fata