1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Rabu, 26 Juni 2019

Pondok Hantu


Maghrib baru saja hengkang dari rutinitas sadar
Mulailah kegelapan malam mencekam mecusuar
Deru suara kereta dan mobil terasa begitu samar
Angin malam mulai menyapa menyibak tirai kamar

Di sebuah pondok kecil, Gelap, Sunyi, redup dan kosong
Lampu tiada, jalanan sunyi, tanah becek, dataran berlobang
Syaitan keluar dari jiwa penasaran dibalik sela-sela kosong
Syaitan mulai mengganggu dan terus menghantui pikiran kopong

Aku sadar atas kedatangannya
Tiba-tiba ada disampingku berdendang bergaya
Menyamarkan mataku yang tlah rabun tak berdaya
Terpejam di taburi serbuk siraman kencing celaka di plupuk mata

Ku ingin mohon perlindungan, tapi aku telah kafir bukan kepalang
Ku ingin meminta ampunan, tapi ku bisu berbalut topeng setan jalang
Diri terus  dihantui meskipun kini pondok telah terang
Merasa takut meski hari telah siang

Penyesalan datang sebagai satu buah pesan
Bercerita hangat dalam balutan dingin kehidupan
Sembunyi merasa aman dari amukan badai topan
Tak sadar ia telah masuk dikubangan lumpur hidup yang siap menelan.

Selasa, 25 Juni 2019

Sadarlah Kita Sedang Berjuang





Terbuai aku dalam tebal kabut fatamorgana
Menyilaukan mata, menyihir semuanya menjadi indah
Nyanyian merdu mendayu-dayu di telinga
Menghilangkan sadar, menggantikannya dengan buaian manja

Aku sadar tapi aku tidak melihat
Aku hidup, tapi aku tidak bernafas
Aku berjalan tapi kaki tidak menapaki
Apakah aku masih hidup atau telah mati?!!

Dibalik tirani putih ku coba tata ulang diri
Mengingat titah awal pengabdian diri
Tak henti ku benturkan ingatan tuk lepaskan segala mimpi
Hingga bayang-bayang redup menyempurnakan cahaya putih

Aku tidak bisa katakan pedihnya ditusuk onak duri kawan
Aku juga tidak mampu bayangkan digilas waktu yang bergulir
Yang ku yakin akhir dari semua itu adalah penyesalan

Buka matamu kawan,
Derapkan langkah melaju diatas kesuksesan
Singsingkan lengan bajumu, tunjukkan taringmu
Ku yakin kau, kita semua mampu


Garis masa depanmu, kita,…… ada di depan
Silahkan susuri tuk temukan keajaibanmu
Yang perlu kau dan aku camkan, semua itu nihil tanpa ilmu dan pengetahuan
Sadarlah kawan……..sadar……..sadar………
Kita sedang berjuang………..



Senin, 24 Juni 2019

Pesta Malam



Angin berhembus lambat......

Udara menghujam tajam......
Suhu menusuk tulang.........
Sisa rintik di loteng masih terdengar..

Gelap dunia mulai menyelimuti......
Embun malam mulai melapisi.......
Rumputpun terlihat tunduk patuh...
Seakan dipakaikan mahkota embun di ubun-ubunnya....

Disela-sela angin yang menerpa rumput.....
Airpun bergoyang membentuk tetesan..........
Sebuah lingkaran mulai terbentuk di atas permukaan....
Tergoyang seluruh benda yang ada disekitar........

Lubang-lubang dinding bumi mulai dipenuhi suara......
Sebuah ungkapan bahagia seekor serangga....
Menjerit....Melengking..... Bernyanyi dan Berpesta pora......
Seakan keheningan malam hanya miliknya semata......

Tak lama sahutanpun mulai muncul.....
Datang... Bersuara... Membahana dan semakin ria...
Seekor menjadi dua, dua ekor menjadi tiga, tiga ekor.....
Empat ekor,...Hingga tiada bisa dihitung asal muasal suara....

Berbagai nyanyian tambahanpun mulai bermunculan...
Sebuah ungkapan kegembiraan atas turunnya hujan...
Sorak-sorai bersahutan, menjadi sebuah keceriaan.....
Terakhir kami pun bertanya??????


SIAPAKAH KAMI?????




Minggu, 23 Juni 2019

Traffic Light


Lintasan hitam legam kulalui.......
Terlihatku belalang, kuda, kalajengking, macan, terbang melayang......
Laju..... Melepaskan diri dari kandang.......
Mengundang rasa takut bagi si rambut hitam yang menyebrang.....

Bola mata fokus memperhatikan sekitaran jalan..
Ternyata belalang, kuda, kalajengking, dan macan ada disini...
Berpapasan denganku pada satu pojok lintasan.....
Mengapa mereka berhenti? Aku terheran...

Ku layangkan pandang ke kanan...
Terlihat kilauan taring macan...
Ku putar bola mata ke belakang...
Terdapat muncung kalajengking begitu dekat dengan bebek kampuang......

Ku balik pandang ke depan.........
Ekor kuda pun asyik menari-nari di paruh bebekku....
Greng......greng....
bruumm... brumm...

preng... preng...... 
nduk.... duk... duk... duk...
ndok.. dok...dok...dok.
Alunan bising meramaikan suana terik matahari...

Tak lama, aneka ragam satwa liar hinggap di garis lintasan....
Terasa panas mencekam dari ubun-ubun hingga ujung kuku kaki.....
Fatamorgana membentuk bayang-bayang air menjadikan tenggorokan makin dahaga...
Panas menyengat kepala, silau menusuk mata, panas aspal menembuh baju, aroma knalpot menyusupi hidung, semuanya menyengat...

Akhirnya... Seluruh sorotan tajam, tertuju pada satu tiang....
Hitam menjulang tinggi memiliki 3 warna: Merah, kuning, hijau...
Sungguh memiliki kharisma, wibawa serta otoritas yang tinggi...

Tanpa bersuara, hanya mengisyaratkan warna, semuanya terpana...

Merahnya... Merah mernganga...
Kuningnya... Kuning waspada...
Hijaunya... Hijau senyum gembira...

Kepadanya ku tersenyum...
Sambil lalu ku beri salam...

Hai kamu si Traffic Light..
Selamat bertugas, jasamu sungguh tak terbatas...

Sabtu, 22 Juni 2019

The Next Karate Kid


It’s was very Wonderfull can watch the best movie in 1994, they are two person so special teaching me about great thing to know life and to deal with life in my future day. Mr. Miyagi and his kid Julie Pierce.

I watch this around 1:43:58 hours, but I have got more knowledge and everything more than just movie. 

The are a lot of thing I can learn, such as advises me to become strong, great, and patient in every problem I have meet.

  • Sometimes when we in cage so long; all world seems like very big place, you strong…. You strong… you are really strong, I know who you really you are …. 
  • Ambition without knowledge its like a boat on dry land
  • You know what? I should ask you for answer, I personally don’t want to understand…
  • Answer only important, when you ask the great question
  • You are good, when you can respect your self and you can respect the others 
  • Not stupid to respect all living things
  • I tried its thousands times
  • You know you are good it’s more important 
  • If master small thing, anything become possible
  • Fighting not good, but if must fight, win 
I should remember it  along my life, because that the reason why I life till today,  to become me my self, not other and not force me to become something or other thing or someone else. 

Me…, I am special with all of what in my self right now.