Rabu, 26 Juni 2019

Pondok Hantu


Maghrib baru saja hengkang dari rutinitas sadar
Mulailah kegelapan malam mencekam mecusuar
Deru suara kereta dan mobil terasa begitu samar
Angin malam mulai menyapa menyibak tirai kamar

Di sebuah pondok kecil, Gelap, Sunyi, redup dan kosong
Lampu tiada, jalanan sunyi, tanah becek, dataran berlobang
Syaitan keluar dari jiwa penasaran dibalik sela-sela kosong
Syaitan mulai mengganggu dan terus menghantui pikiran kopong

Aku sadar atas kedatangannya
Tiba-tiba ada disampingku berdendang bergaya
Menyamarkan mataku yang tlah rabun tak berdaya
Terpejam di taburi serbuk siraman kencing celaka di plupuk mata

Ku ingin mohon perlindungan, tapi aku telah kafir bukan kepalang
Ku ingin meminta ampunan, tapi ku bisu berbalut topeng setan jalang
Diri terus  dihantui meskipun kini pondok telah terang
Merasa takut meski hari telah siang

Penyesalan datang sebagai satu buah pesan
Bercerita hangat dalam balutan dingin kehidupan
Sembunyi merasa aman dari amukan badai topan
Tak sadar ia telah masuk dikubangan lumpur hidup yang siap menelan.

0 komentar :

Posting Komentar