Jumat, 24 April 2020

Menjenguk Sahabat

Jum’at, 24 April 2020
Medan, 01 Ramadhan 1441 H


***
Setiap kita memiliki jalan hidup yang tidak sama, ada yang jalan hidupnya sejak awal kelahiran begitu sangat mengembirakan hingga tumbuh dewasa serba berkecukupan, berbagai keinginan dapat terpenuhi hingga akhirnya berumah tangga, bahagia hingga tutup usia. Namun ada juga yang kisah hidupnya berbeda. Hidupnya penuh halang-rintang, cobaan dan ujian, Semuanya seakan datang bertubi-tubi, sedang menghadapi satu masalah, belum habis sudah menghadapi masalah yang selanjutnya, dan begitulah seterusnya, yang demikian itulah kemapanan usia di uji, Apakah masih terlalu kekanak-kanakan dalam menyikapi masalah atau sudah cukup dewasa seraya bersyukur terhadap yang ada. Yah begitulah kira-kira kehidupan manusia yang selalu tidak sama antara satu dan lainnya.

Di awal malam Ramadhan kita berkunjung ke salah seorang teman, tujuannya menjenguk anaknya, dimana anak yang terhitung baru bulanan hidupnya telah di uji Allah swt dengan penyakit yang sangat mengerikan bagi yang mendengar, “Tumor”, pada usia belum genap setahun dia sudah 2 kali di operasi, diangkat tumornya hingga 85% dan sisanya di sedot secara bertahap, caranya dengan selang yang bisa menarik cairan dari selah kanan perut si anak. Menurut keterangan hasil tes “Biopsi” (prosedur untuk memastikan adanya kanker, dari semua cara diagnosis, biopsi adalah salah satu yang paling akurat.) menerangkan bahwa tumornya tidak ganas, namun hasil tes CT Scan (Mendeteksi area yang bermasalah) menerangkan bahwa tumornya berpotensi ganas. Ketidak singkronan hasil tes itulah yang membuat sang Ibu dari si dedeknya seketika lemas tak berdaya, sangat jelas ceritanya, sambil menyela air mata dia lanjutkan cerita tentang keadaan buah hatinya, akhir penjelasannya ia memohon do’a untuk kesembuhan buah hatinya, semoga setelah ini si Adek bisa pulih kembali, diangkat sakitnya, di jaga Allah hingga bisa hidup selayaknya bayi seusianya.

Sebuah kunjungan teman akrab yang sangat lama tak pernah berjumpa, sangat menggugah hati, membuat hati bersyukur masih diberi kesehatan dan kelapangan waktu, yang karenanyalah kami bisa bertemu sahabat lama, sambil berbagi cerita, mendo’akan satu sama lainnya dan menghibur satu sama lain. Semoga Allah swt menjaga kesehatan mereka sekeluarga, memurahkan rezeki para pembaca dan menjadikan diri kita semuanya lebih baik dari sebelumnya. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Wallahua’alam, Wallahu’aliimum Bimaa fisshuduur, Wallahu Akbar, Laa haulaa wa laa quwwata illa billahil’aliyyil ‘adziim.
***

0 komentar :

Posting Komentar