1. Islamic Philosopher

Philosophy - Education - Pesantren - Psychology - Leadership - Journal.

2. My Books

Biography - Novel - Poetry - Motivation and Reflection - Contemporary Scientific - Compilation and Collective - Da'wah - Philosophy - Textbook

3. Podcasts

ku.isikata - Nilai Pengembara

4. Professor

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. and Prof. Dr. Irwan Haryono Sirait, M.Pd.

5. Writerpreneur

Real Writer - Writer's home school - Research home school - Poetry house school - Autism home school - Build an international library - Trillionaire

Minggu, 31 Januari 2021

Mencintai Buku

 

Buku adalah bagian terindah dalam hidupku, dia tidak berbicara tapi terus memberi tanpa henti, nampaknya aku telah jatuh cinta dengannya. Saat ini dan nanti kamu akan selalu tersimpan di lubuk hati ini, kau cinta sejati.

 

Sabtu, 30 Januari 2021

Pengalaman Perdana Menjadi Narasumber Zoom

 Alhamdulillah seminar berjalan lancer, sekelumit kesanku: “Ya agak sedikit heran saja, suara senyap, tak ada respon, hening, nggak liat mimik orangnya.. hanya berbicara didepan layar laptop dengan beberapa jendela yang terbuka, yang lainnya hanya bertulis nama.  Jadi kerasa aneh.. Lebih enek live memang, hehehehe 👍🏻 over all thank ya panitia penyelenggara.. Tuk semuanya 👍🏻 Jazakumullah khoir”



(FREE & TERBUKA UNTUK UMUM)

“Pemuda Hebat: Menjadi Produktif dan bermanfaat.”

 

(Sabtu, 30/01/2021 (Pukul 16.30 WIB)

 

Pendaftaran di: 

👇🏻

rebrand.ly/daftardulu 

CP : 082276534946 (Zakwani)

 

📩E-sertifikat 



📸 archive and documentation

(c) Irhas (Irwan Haryono Sirait)

(c) design by:  @zakwani(c) traveler(c) mahasiswa

~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~

* Contact me here:*

 

💎 FB: Irwan Haryono Sirait

💎 IG: @irwanharyonos

💎 IN: @irwanharyonos

💎 TW: @irwanharyonos

💎 BLOG: irwanharyono.com

 

#nilaipengembara #podcastnilaipengembara #kuisikata #podcastkuisikata #diri #self #bertumbuh #viralindonesia #viralpost @initapteng #sibolga #pandan #tapanulitengah

Jumat, 29 Januari 2021

Prof. Wan titisan Prof. Syed Naquib Al Attas

Edisi 4

Bercerita pengalaman 2017

 

 

           Belajar 5 jam sehari, 5 hari seminggu untuk bisa buat diri integral keilmuannya.

 

           Filsafat yang aku pelajari itu untuk kehidupanku hingga matiku “Worldview Islam”

 

           Tahapan transfer ilmu itu: pertama ajarkan Adab, kedua, perbaiki akhlaknya, Ketiga, biasakan dengan ibadah yang istiqomah setelah itu  baru di kasih ilmu, (bertujuan melahirkan generasi yang cerdas dan beradab)

 

Nasehat Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud sebelum kembali ke Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia.

 

📸 archive and documentation

(c) Irhas (Irwan Haryono Sirait)

(c) traveler

~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~

* Contact me here:*

 

💎 FB: Irwan Haryono Sirait

💎 IG: @irwanharyonos @ku.isikata @saf_dinar @nilaipengembara

💎 IN: @irwanharyonos

💎 TW: @irwanharyonos

💎 BLOG: irwanharyono.com

 

 

 

* Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud *

 

Ketua Pemikiran Islam SMN Al-Attas, Pusat Studi Lanjutan dalam Islam, Sains dan Peradaban (CASIS), Universiti Teknologi Malaysia.

 

Kamis, 28 Januari 2021

Mulai Saja Dulu.


 

……

Every beginning is difficult

……

Just write to became a great man

……

“Nun. Demi Pena dan apa yang mereka tuliskan.” QS. Al-Qalam (68): 1

……

Enjoy: Itulah yang perlu Anda lakukan. Tak usah terlalu terobsesi menjadi penulis hebat. Sebab sering kali obsesi berubah menjadi ambisi. Dan ambisi dekat sekali dengan rasa frustasi.

…….

Keajaiban itu ‘maunah’, dan ‘ma’unah’ itu pertolongan allah.

 

 

Rabu, 27 Januari 2021

Memerangi Kebodohan dan Kemiskinan

  

 

Caranya memerangi kebodohan adalah dengan belajar sungguh-sungguh. Cara memerangi kemiskinan adalah dengan usaha mandiri meraup untung dari berniaga dengan ilahi rabbi.

 

Orientasinya berbisnis sedari awal hendaknya bertujuan menyelamatkan ekonomi umat. Dengan demikian walaupun kamu bergerak sendiri berasa seperti bergerak seribu, jika bergerak Seribu berasa sepert berjuta, jika sudah sejuta kamu berasa bekerja demi jagad raya, jika sudah sejagad raya rasanya seperti Allah Ridho untuk setiap pekerjaan yang kamu kerjakan. 

Jihad saat ini bukanlah jihad menyabut pedang dari sarungnya, tapi jihad saat ini adalah jihad memerangi kebodohan dan kemiskinan. Pertanyaannya, jika ada orang bodoh yang tidak mau diajari tapi selalu membuat onar, bolehkah diperangi? Atau biarkan saja berlaku sesuka hatinya karena sudah jelas keterangan kebodohannya? 

 

Selasa, 26 Januari 2021

Jemput Aku di Jogja

Di Jogja bersamanya

 

"Hai cinta, aku rindu denganmu, apakah kita bisa bertemu? 

Aku beranikan diri menemui disini, saat ini aku di Malioboro, jemput aku ya,.. Jangan lama-lama, bila tiba malam, aku bingung harus kemana." Sepucuk pesan terkirim dan centang biru di layar hp penerima.

 

Kenekatan wanita remaja sumatera memang tidak ada yang menandingi, pergi bukan untuk tujuan studi, hanya pergi mengikuti kata hati, seketika pesanpun berbalas "dasar wong edan, tunggu aku disana, jangan kemana-mana tunggu aku di sana ya." Singkat jawaban terkirim lewat udara yang kini terasa semakin dekat jaraknya.

 

Radenpun bergegas, membereskan seluruh perkakas lukisannya, mencuci kuas yang telah terpakai, menggulung kanvas yang belum terpakai, dan menitipkan seluruhnya di rumah temannya, hari itu dia sedang menginap di kos-kosan temannya, 

 

Siapakah Raden? Dia adalah remaja yang tumbuh kembang di lingkungan seni, darah seninya mengalir begitu deras di atas kanvas, sesulit apapun objek yang ada di depan, selama itu cantik menurutnya, menarik perhatiannya maka hanya dengan sekali pandang dia mampu menjelaskan guratan detailnya hingga benar-benar mirip tanpa tapi. 

Belum lagi saat diminta bersenandung nanyian jawa, tanpa ragu semua cengkokannya pas, memang anak kelahiran Denpasar ini memang multi talenta.

 

Pertanyaannya, siapakah wanita yang mengirimkan pesan singkat itu? Apakah itu pacarnya atau teman lamanya? Atau juga saudaranya? Apapun itu, bacalah kelanjutan kisah anak sumatera bertemu putra bali di Jogya. Semoga Anda suka.

.

.

.

Bersambung.

Senin, 25 Januari 2021

Ma'mun Affany; Seorang Novelis Romantis Lahir Dari Rahim Gontor Tulen


Edisi 3.

Bercerita pengalaman 2012

 


Ada tradisi yang agak di luar dari kebiasaan ketika melihat seorang mahasiswa pascasarjana yang setiap usai shalat selalu asik dengan buku tulis dan pulpennya. Seusai shalat sering menuliskan catatan-catatan ringan, pernah satu kali karena penasaran, aku beranikan diri mengganggu aktifitas beliau, Aku sampaikan beberapa pertanyaanku, di antara pertanyaan yang masih ku ingat, mengapa kisah di novel Azan Subuh Menghempas Cinta harus berakhir tragis? Mengapa sepanjang isi ceritanya sedih? Mengapa endingnya juga demikian? Jawabnya ringan, “Saat penulis menulis maka saat itu juga dia adalah tuhan di dalam tulisannya.” Sebuah jawaban singkat, filosofis dan masuk di akal menurutku. Dengan skenario buatannya dia bebas memainkan peran, dan lewat kepiawannya merangkai kata, dengan mudahnya mengatur alur cerita sesuai imajinasinya.


Singkat jawabannya, singkat juga perbincanganku dengannya, setelah itu Aku berpamitan pergi meninggalkan beliau sendiri, dari kejauhan ku perhatikan beliau, dan ternyata ia kembali menulis lagi sambil merebahkan tubuhnya di atas ambal masjid tepat di shaf kedua pojok kanan masjid ketika itu.


Percakapan singkat membuat rasa penasaranku menggelora, dalam waktu singkat aku coba cari tahu informasi seputar beliau, terutama yang paling ku kejar adalah seluruh karya beliau, maka dalam waktu terhitung singkat, ku kumpulkan seluruh karya beliau, dan ku lahap satu persatu tanpa sisa, di antara judul buku yang telah ku khatamkan sekaligus ku narasikan dalam bentuk komentar pembaca lalu ku posting di blogku, namun satu yang kusayangkan kemarin-kemarin membuat narasinya di selebaran kertas yang agaknya sebagian ada yang tercecer, hanya sebagian lagi sempat terposting. Berikut daftar buku-buku dan linknya: 


Adzan Subuh Menghempas Cinta (novel), Kehormatan di Balik Kerudung (novel), 29 Juz Harga Wanita (novel), Satu Wasiat Istri Untuk Lelaki (novel), Cemburu di Hati Penjara Suci (novel), Do’a Anak Jalanan (novel), Resep Ajaib Menulis Novel (buku kepenulisan), Catatan Muslimah Sebelum MenikahSatu Jodoh Dua Iktikharah (Novel), Penghasilan Jutaan Dari Menulis (Buku Kepenulisan). Gadis 12 Raka'at (novel)


Sekilas tentang beliau, bernama lengkap Ma'mun Affanysosok bayi kecil yang dilahirkan ibundanya 34 tahun silam, di Tegal, Jawa Tengah, tepat pada tanggal 21 September 1986seiring bertambahnya usia bertambah juga pengetahuan tentang dirinya sendiri sehingga dengan sabar mulai menekuni dunia tulis menulisnya hingga dikenal sebagai seorang novelis romantika remaja dan penulis muda energik. Di samping itu juga, usai menyelesaikan sarjananya di Fakultas Syariah, beliau aktif terjun menjadi tenaga pendidik dalam bidang agama dan sosial. 


Sempat berjumpa dengan beliau pada saat beliau menjalani aktivitas Program Kaderisasi Ulamanya, yang bertepatan Aku juga sedang menempuh program strata 1 di kampus yang sama,  usai pendadaran di PKU selama 6 bulan, lalu bang Affany melanjutkan pendidikan Pascasarjananya di UNIDA Gontor hingga selesai mengambil bidang Aqidah dan Filsafat. Hal yang paling ku ingat saat itu adalah beliaulah yang terpilih mewakili mahasiswa pascasarjana untuk membacakan pidato wisudawan pascasarjananya, sungguh sangat memukau, menarik, terkesan sekaligus ada lucunya juga, sayang sekali aku lupa meminta teks pidatonya dulu… Dan informasi teranyar yang Aku baca di Wikipedia, beliau termaktub sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, jika ini benar, mabruk ustadzi, barakallah fikum.


Selanjutnya dalam bekarya, imanjinasi beliau sering menyajikan suguhan cinta remaja, khususnya remaja putri, agaknya dakwah beliau ditujukan pada kaum wanita muda; apakah karena sekalian dakwah untuk kemajuan umat, sebab jika baik generasi wanitanya, baik jugalah suatu bangsa, tebakanku sih ke arah sana.


Selain itu, santri novelis ini juga biasa mengisi seminar-seminar seputar bedah novelnya dan sesekali juga mengadakan pelatihan tulis menulis, baik bersifat viksi: cerpen, dan novel maupun non viksi, cara penulisan paragraph, kalimat, artikel, paper hingga penulisan karya tulis ilmiah. Pokoknya beliau mah kreen pisan oi.


Dalam aktivitasnya yang terus dinamis dan produktif, bak kata pepatah, pucuk di cinta ulampun tiba, karya yang saat itu dilahirkan dan disebarkan di sumur pembaca, eh tiba-tiba gayung bersambut, alhamdulillah salah satu karya epik beliau, dipinang hingga diangkat ke layar lebar pada judul: “Kehormatan di Balik Kerudung.” (novel tahun 2010)


Di tengah-tengah kesibukannya itu, saat ini beliau aktif menulis di website-website yang dibangunnya,  salah satunya website: https://panduanterbaik.id yang kini alhamdulillah telah mencapai 2400 viewer perhari, targetnya mendapatkan kunjungan 5000 viewer perhari. Aamiin, karena tujuan menebar kebermanfaatan bagi sesama, Ana yakin target Antum akan kesampaian sesegera mungkin dengan sangat mudah Insya Allah ust. Semoga… Aamiin.


Tetap semangat ust, Ana menunggu karya fenomenal Antum yang berikutnya. 

 

Senin, 25 Januari 2020. 05.00wib

 

Minggu, 24 Januari 2021

Menulis Itu Memiliki Aturan

  

Judul         : Panduan Rahasia Edit Naskah 

Penulis : www.editnaskah.com

Penerbit        : CV. Rasi Terbit

Cetakan         : -

Tebal    : 263

Toko     : -
Harga   : Rp. 165.000,- (20/09/17)

 

Daftar Isi

Bagian 1 Dasar Pengetahuan Tentang Edit Naskah (p. 8)

Bagian 2 Pedoman Lengkap EYD (p.28)

Bagian 3 Kesalahan-Kesalahan yang biasa ada pada Naskah (p.157)

Bagian 4 Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku (p.210)

Bagian 5 Teknik Rahasia Edit Naskah (p.215)

Penutup

Cara Mendapatkan dan Menggunakan Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Secara Gratis

Sabtu, 23 Januari 2021

Tulislah Apa Saja Selama Itu Bermanfaat


 Tulislah apa saja selama itu bermanfaat, dengan sendirinya kamu akan menebar kebaikan. Jangan biarkan surut semangatmu karena mencapai keberhasilan jalannya selalu tidak mudah, terkadang kamu gusar, terkadang kamu bingung dan terkadang kamu juga hilang fokus, seluruhnya hanya melatihmu agar bisa menjadi lebih kuat dari hari ke hari.

 

Hari esok lebih baik dari hari kemarin, motivasi jika hari ini terasa buruk waktu dijalani, ada ungkapan kebalikannya, hari ini lebih baik dari hari esok, adalah ungkapan positif agar semangat hari ini terus tumbuh tanpa henti.

 

Begitulah seharusnya untuk seterusnya.

 

Jangan takut berkarya, ada masanya karyamu akan membumbung, ada masanya karyamu akan naik ke permukaan, jangan terburu-buru, semuanya ada waktunya, ibarat malam yang tak akan muncul selama matahari masih dalam waktu dinasnya, dan begitu juga sebaliknya matahari tidak akan muncul jika masih melihat bulan menerangi malamnya, semua memiliki aturan waktu predarannya, jika telah tiba masa keemasan, dengan sendirinya pancaran kebahagiaan akan tergambar jelas, namun jika belum juga, sabarlah untuk terus berproses dan bertumbuh, tidak ada yang sulit, semuanya pasti akan baik-baik saja.

 

Apapun hobi dan cita-citamu, jalankan itu sebagai prioritas baru kemudian istiqomahkan. Tidak ada yang melihat, tidak penting, hidupmu bukan untuk dilihat orang, tidak dimotivasi orang lain, tidak penting. Motivasi dalam dirimu jauh lebih besar dari fator eksternal, jadi tetap istiqomahlah dengan hobi dan impianmu. Kelak jika keduanya telah menjadi sesuatu dan bermanfaat, dengan sendirinya semua yang menjauhimu akan mulai mendekat, semua yang kau inginkan akan terasa begitu bersahabat, hanya saja memang kamu harus melewati fase awal penuh dengan perjuangan hebat.

 

Cukup sekian coretan tintaku hari ini, selanjutnya aku hanya menunggu waktu menunjukkan keajaiban.

 

Jumat, 22 Januari 2021

Maafkan-Maafkan Segala Kesalahan di Saat Kita Latihan

 

“Wahai kawanku semua-semua,

Sudikah Engkau kiranya-kiranya,

Maafkan, maafkan

Segala kesalahan,

Di saat kita Latihan”

 

Lantunan sajak pendek, dilantunkan begitu indah lewat hati yang terus terjaga, tulus ikhlas melepaskan jabatan, mengembalikannya pada pesantren kelak diberikan Kembali kepada pengurus baru.

 

Selamat bertugas, selamat bekerja keras, kamu sekarang adalah cerminan kamu ke depan, apa yang kamu kerjakan hari ini akan menggambarkan siapa kamu di masa akan datang, do what you love, and love what you do, just stay istiqomah you will be success. 

Kamis, 21 Januari 2021

Failosophy (a handbook for when things go wrong)


 


Contents

Introduction (p. 1)

What Is Failure? (p. 13)

“Mistakes are, after all, the foundations of truth and if a man does not know what a thing is, it is at least an increase in knowledge if he knows what is not” (Carl Jungs, Psychoanalyst)

 

The seven Failure Principles (p. 19)

 

“You don’t have to the best, just try your best” Mabel, Pop star

 

“The difference between hope and despair is a different way of relling a story from the same facts” Alain De Botton, Philosopher

 


Book title                    : Failosophy (a handbook for when things fo wrong)

Author                         : Elizabeth Day

Publisher                     : Great Britain, 4 th Estate

Thick                            : 148 pages

Price                            : £ 10 (Rp. 184.000,-) 

Reviewer                     : Irwan Haryono Sirait, S.Fil.I
store                            : Periplus


1. Failure just is (p. 21)

“The fact of worrying about whether it’s all going wrong is pointless. What is should be about is just thinking, “Well, all I can do is the best I can do, in the way I think is the best way, and we’ll see what happens at the end”…

 

Failure is part of the process of getting where you need to be”

- Andy Mcnab, Author and Former Sas Soldier-

 

2. You are not your worst thoughts (p. 31)

“I think every human being has the inalienable right to live and decide what rules work for them” -James Frey, Author-

 

3. Almost everyone feels they’ve failed at their twenties (p. 43)

“I failed many times, massively, in my twenties. Constantly” -Samin Nosrat, Television Chef-

 

“Your twenties is about finding your identity and finding out who you are. For me, I had no clue who I was really. I thought I did. I thought I knew everything about me, but I knew nothing” -Jamie Laing, Entrepreneur and Reality TV Star-

 

4. break-ups are not a tragedy (p. 57)

“Let everything happen to you Beauty and terror Just keep going No feeling is final” -Rainer Maria Rilke, Poet-

 

5. Failure is data acquisition (p. 67)

“Thought failure, if you’re honest and you see where you’ve failed, how you’ve failed, then every time you get a bit stronger” -Gina Miller, Campaigner-

 

6. There is no such thing as a future you (p. 77)

“It’s nice to have plans, but even a plan C,D, and E sometimes doesn’t cover the unexpected. So being open to the opportunities that can come, and to roll with them, is really important” -Meera Syal, Actor, Comedian, Playwright and author-

 

7. Being open about our vulnerabilities is the source of true strength (p. 89)

“It’s OK to say that you’re not OK. And by doing that, it alleviates that pressure and you can actually be you a little bit more” -Dame Kelly Holmes, Olympic Gold Medallist-

 


 

Conclusion or What does failure teach you about success? (p. 119)

 

“Failure continuously teaches us who we are.

It is nothing to be scared of.

Failure has been the making of me.

It might just be the making of you too.”

 

‘Most failures can teach us something meaningful about ourselves if we choose to listen’

Rabu, 20 Januari 2021

UNIDA Gontor Adalah Gus Hamid Fahmy Zarkasyi

UNIDA Gontor Adalah Gus Hamid Fahmy Zarkasyi                               

Edisi 2.

Bercerita pengalaman 2014

 

Jeda dari masa belajar ke mengajar, dan dari mengajar ke belajar kembali adalah jeda ideal menurut pengalamanku. Proses refresh otak memberikan penyegaran baru terhadap tradisi pembelajaran dan keilmuan apalagi kajian. Selalu ada hal baru yang bisa ditawarkan. 

 

Saat itu, saat dinyatakan diri ini alumni Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Angkatan ke-18 tepat di tahun 2009 lalu, di tahun yang sama juga mendapatkan kesempatan mengabdikan diri di pondok tercinta kurang lebih 1 tahun. Usai itu cuti 4 tahun menempuh pendidikan strata 1 di UNIDA Gontor dan kemudian kembali lagi ke pangkuan pondok tercinta. Tanya rasa, sudah sangat berbeda, tanya ilmu dan pengetahuan, masih terus menggali dan terus berproses untuk terus bertumbuh. 

 

Saya adalah Irwan Haryono Sirait, alumni Fakultas Ushuluddin, Prodi Aqidah Filsafat kampus yang saat itu dikenal ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor, saya ingat sekali saat kami sedang sibuk menulis skripsi di bulan Ramadhan di tahun 2014, saat itu juga izin universitas turun, dan alhamdulillah pada 17 Ramadhan 1435H bertepatan dengan 15 Juli 2014 sah lah ISID berubah nama menjadi UNIDA, kami adalah generasi ISID semester akhir yang menyaksikan momentum itu, alhamdulillah.

 

Unida memiliki sistem menarik yang diterapkan dengan pola hidup dinamis, agamis, dan inovatif sistematis, bagaimana tidak, di saat beberapa perguruan tinggi menerapkan sistem asrama hanya di semester 1 dan 2, tapi disini dari s1, hingga S2 tinggal di dalam pondok dengan sistem asrama full 24 jam. Fasilitas yang paling nyata adalah kesempatan bertemu dosen saat shalat berjamaah di masjid, sebab dosen 24 jam berada di pondok. Perpustakaan S1 dan perpusatakan S2 CIOS (Centre of Islamic and Sccidental Studies) yang buka 24 jam. Teman kajian yang berada di samping kamar, tinggal ketuk, keluar si teman jadilah diskusi depan teras kamar. Pola kajian keilmuan subuh di surau seminggu 2 kali, setiap hari senin dan kamis, yang telah berjalan mahasiswa s2 bertindak sebagai pemateri, mengkaji sesuai kajian yang ada dan mahasiswa s1 sebagai peserta, yang bebas bertanya sesukanya tentang materi yang telah tersaji.

 

Bercerita mahasiswa, bercerita unida seperti berbicara pertumbuhan diri. Kamu kok bisa besar makan apa selama ini? Nasi jawab kita, lah kamu kok lancar berbicara bahasa Indonesia, belajar dimana selama ini? Indonesia jawabnya, mau tahu di belahan bumi Indonesia bagian mana yang mewajibkan skripsi mahasiswanya bertuliskan bahasa Arab dan dan Inggris?

“Hemmm….. Emang dimana?”

Heheheh….. (tertawa sambil senyum simpul).


Tidak penasaran mau tahu lebih lanjutkah?

UNIDA Gontor ada di Ponorogo, jangan lupa ya. 

 

 


Emang kamu berjabat tangan dengan siapa itu?

 

Beliau adalah Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil di zamanku menjadi mahasiswa 2010-2104 lalu, beliau adalah PUREK III ISID, namun saat ini beliau adalah Rektor UNIDA Gontor. 

 

Banyak hal yang kami dapatkan dari beliau, hal yang sangat kami ingat, beliau adalah dosen yang sangat dinamis cara berpikirnya, sistematis dalam berbicara, dan bernas jika ingin memberikan kuliah, ditambah dengan sengenap pengalamannya di negara poundsterling membuat kami; mahasiswanya terkesima dengan kecerdasan beliau.

 

Saat memberikan arahan, bimbingan dan nasehat, tidak muluk yang beliau sampaikan, semuanya seirama antara kata dan dunia nyata, seakan gambaran dunia itu benar-benar seperti yang beliau sampaikan. 

 

Saat beretorika, beliau sangat tahu kondisi kami yang tak tahan lama duduk mendengar ceramah serius, selalu ada saja jok-jok ringan pemecah suasa membuat kami tak terasa berjam-jam mendengarkan kuliah.

 

Apa saja karya beliau? 

 

Bercerita karya yang kami ingin tanyakan Kembali, apa arti karya menurut Anda? Jika karya adalah semua tulisan yang terpublikasikan, link di bawah ini jawabannya.

https://scholar.google.com/citations?hl=id&authuser=1&user=m-8GUUAAAAAJ

 

Jika karya adalah bentukan organisasi: Mungkin bisa melihat-lihat profil PKU (Program Kaderisasi Ulama) Gontor, INSITS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations), MIUMI (Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia), beliau menjabat sebagai apa di sana.


Jika karya adalah kiprah, karya ilmiah, mengisi seminar, menjadi pembicara, atau apalah itu menurut Anda, saya hanya bisa menjawab, stop. Jangan bertanya lagi, silahkan berkunjung ke kampus tengah sawah UNIDA Gontor, kan Anda temui jawaban karya menurut versinya Anda, dan kelak kalau sudah ketemu jawabannya, tolong kabarin saya tentang arti karya yang Anda maksudkan ya.

 

Banyak kesan lain yang sangat luar biasa seputar beliau, senang pernah menimba ilmu di UNIDA. Jazakumullah khoir ustadzi. 

 

Lumut, Rabu, 20 Januari 2021

Selasa, 19 Januari 2021

Anak-Anakku Kamu Adalah Generasi Terbaik


Pindidikan pesantren memaksamu dewasa sebelum umurmu tiba.

 

Pendewasaan bukanlah umur, tapi pola pikir yang tergambar dari pola gerak, pola respon hingga pola pengambilan keputusan, jika kamu memiliki pola ini, maka kamu sudah dewasa secara sikap selanjutnya biarkan waktu akan mengajarkanmu tentang makna dan pergerakan ke depannya.

 

Mengedepankan kepentingan umat dari kepentingan pribadi termasuk juga dalam upaya memilah milih mana yang cocok dan tidak cocok, adalah proses fakkir qobla anta’zima (pikirkanlah sebelum kamu berbuat). Jika hal ini sudah diistiqomahkan, yakinlah kedepannya kalian adalah pemimpin yang bertanggungjawab akan putusanmu, dan bernash keputusan yang kamu berikan, tidak terkesan plin-plan, tapi kokoh dengan hasil putusanmu. 

 

Akhir kata selama bertugas, embanlah amanah ini dengan sepenuh hatimu. Baik yang kamu lakukan, maka baik juga yang akan kamu dapatkan, apapun yang kamu keluarkan adalah demi kebaikanmu, apapun yang kamu kerjakan demi kebaikan dirimu.

 

 

Senin, 18 Januari 2021

Selamat Bertugas Wahai Pengurus Baru


OPRH (Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah) adalah organisasi yang dibentuk pesantren untuk santri kelas 5 KMI Ar-Raudlatul Hasanah, bertindak sebagai pengurus Organisasi, namun karena keterbatasan jumlah personil, maka kelas 4 diikut sertakan dalam pembentukan hal ini. 

Seyoyanya orang tua, tidak ada yang tidak bangga melihat anaknya berhasil, tidak terkecuali dengan kami yang menyaksikan pertumbahanmu, kami bangga melihatmu menjadi eksekutif muda. Di usia dini telah menjadi uswah hasanah, notabene bagus bagi tumbuh kembangkanya mental diri, dan juga pengalaman untuk masa depan nanti, dari sini awal kami mendo’akan setiap derap langkahmu.

 

Seperti sajak Chairil Anwar “yang patah tumbuh, yang hilang berganti, yang hancur lebur akan terobati. yang sia-sia akan jadi makna, yang terus berulang suatu saat henti, yang pernah jatuh kan berdiri lagi.”

 

Berani hidup tak takut mati, takut takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.

 

Siap memimpin dan siap dipimpin. Saat ini kamu diamanahkan untuk memimpin tunaikan amanah itu dengan sebaik-baiknya.

 

Kami mengharapkan keistiqomahanmu, kami berharap untuk kemajuanmu, kami berharap proses tumbuh kembangmu.

Minggu, 17 Januari 2021

Salam Sukses Bapak Pangkostrad

  

Edisi 1. 
Bercerita Pengalaman 2016

 

Pada saat itu Aku diamanahkan menjadi bagian Sekretaris Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, tepatnya pada tahun 2015 hingga 2018. Banyak hal yang kudapatkan selama mengemban amanah itu di sana. Ilmu birokrasi, pengalaman ngeblog di website, keberanian menyapa guru-guru senior, kecapakan mengatur timing kerja, cara meyambut tamu menurut skala prioritas, seni berbincang saat menemani tamu, menjemput dan mengantar tamu PP Bandara Kualanamu – Medan; Medan- Bandara Kualanamu. Menjadi ‘tour guide’ saat menemani rombongan study tour dari lembaga lain/pesantren lain dan masih banyak lagi pengalaman mengesankan lainnya.

 


Diantara pengalaman yang banyak itu, selalu yang aku syukuri dapat berkenalan dan bertemu dengan tamu-tamu penting dengan jarak yang sangat dekat. Salah satunya pernah menemani Bapak Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi Pangkostrad (Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat) berkeliling pondok. Pada kesempatan emas itu, alhamdulillah sekali lagi saya berkesempatan mengabadikannya dalam beberapa kali jepretan dan inilah jepretan terbaik yang berhasil diabadikan.

 

Kok bisa bertemu dengan beliau?


Ceritanya saat itu sedang Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Pesantren dan beliau hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus Inspektur Upacara dilapangan hijau pesantren. Hal yang menakjubkan tanpa disangka-sangka, selesai sambutannya beliau turun dari podium dan berjalan cepat ke tengah lapangan seraya menyalami komandan upacara, sontak seluruh hadirin terkejut dan mengikuti derap langkah laju beliau, dalam perjumpaan singkat itu beliau membisikkan kata-kata pada santri yang beruntung itu, apa kata-katanya, beliau dan santri akhir itulah yang tahu. Momen itupun diabadikan tukang jepret, dalam beberapa jepretan kameranya seingatku.

 

Usai pertemuan di lapangan beliau diajak berjalan mengelilingi Pesantren, mengitari sekeliling pondok dari pojok lapangan hingga bagian terdepan pesantren, kebetulan di sana ada bangunan yang sedang masa pengerjaan Gedung Al-Jihad Namanya dirobohkan bangunan kayunya ingin dipermanenkan, Pada saat melihat itu beliau berdiri dan melihat Gedung al-Jihad yang sedang dibangun, dengan ringannya beliau langsung bersedekah semen sekian sak, dan beberapa kalimat singat lainnya yang memiliki efek panjang untuk tabungan ibadahnya, sebagai bekal menuju akhirat nantinya.

 

Sebenarnya ceritanya Panjang, kesannya juga ada,.. Tapi sisanya cukup menjadi konsumsi pribadilah kayaknya.


Syukron teman-teman. Ini ceritaku, mana ceritamu?

 

Salam traveler

 

#traveler #dokumentasi2016 #pangkostrad #bongkar-bongkarfilelama

 

Sabtu, 16 Januari 2021

Ajaran Kiai Gontor (Resensi)


 Ajaran Kiai Gontor (Resensi)

By: Irwan Haryono Sirait

 

“Rindu.”

Apakah ini kata kerja? Atau ini kata benda? Atau ini kata sifat? Tolong bantu aku memaknai kata ini.

Seperti halnya kerinduan yang tak dapat diobati kecuali dengan pertemuan. Tersiksa batin menahan Hasrat perjumpaan. Sangat rindu diri ini, ingin bertemu dengannya, sosok orang tua, guru, uswah dan panutan sepanjang masa, ingin berjumpa wajah dan bertanya tentang hal ahwal dunia, ingin bertukar pikiran tentang menanggapi hal perihal dinamika dunia, ingin meminta nasehat, wejangan dan arahan agar tetap kokoh pijakan kaki ini, agar tidak goyah pendirian hati, agar tetap menjadi manusia dilingkungan manusia, tidak tersesat di jalan domba, tidak salah arah masuk hutan belantara dihuni serigala dan rubah, tidak juga berputar-putar dalam dunia sehingga tak berhasil menemukan jalan lurus menuju syurga. Na'uzubillah.

 

Iri rasanya melihat mereka yang sempat bertemu dengan kyai-kyai trimurti, semangat mereka berbeda dengan semangat yang lainnya, pola kerjanya berbeda dengan pola kerja yang lainnya, apakah yang ditanamkan kyai dulu, hingga nilai hidup begitu terhujam disanubari anak didiknya? Apakah karena kata-katanya yang berapi yang telah terpatri? Atau orasi yang menggelegar yang terus dalam mengakar? Atau keikhlasan mereka yang tak pernah surut walau badai menyerang permukaan, walau gersang mengeringkan daratan? Apapun itu aku iri dengan mereka yang sempat berjumpa dengan panutannya para panutan, ialah kyai trimurti ‘wallahu yarham’. Andai ada kesempatan bertemu, pertanyaan inilah yang ingin kudengar langsung jawabannya dari beliau semua.

 

Ku susuri mencari jejak rinduku, ku kumpulkan semua tulisan yang tersisa untuk mengobati iriku, sampai pada satu titik rindu dan iri, mengantarkanku pada satu titik pengetahuan baru tentang mereka yang sangat luar biasa. Detik ini, “Aku adalah murid mereka” ikrarku saat ini dan untuk kedepannya.

 

Sebuah buku bersampulkan kyai Haji Imam Zarkasyi telah ada digenggamanku, sebuah buku luar biasa yang memberikan arti hidup seharusnya. Dirangkum dalam 72 wejangan, dibuka dengan prolog dan dilanjutkan dengan penjelasan spesifik ke dalam 11 bab.

 

BAB. I 

JANGAN BERKECIL HATI, SONGSONGLAH MASA DEPANMU (p. 1)

“Yang paling utama, jangan kecil hati menghadapi masa depanmu, meskipun kamu akan menghadapi cobaan dan ujian yang berat. Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah.” 

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. II 

LURUSKAN NIAT, BELAJARLAH MENGUASAI DIRI (p. 15)

“Kepintaran itu tidak ada hubungannya dengan kekayaan, maka belajarlah bukan untuk kekayaan tetapi “Lillahi Ta’ala” (Hanya untuk Allah), “Li I’laai kalimatillah” (Untuk menegakkan kalimat Allah).”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. III

JANGAN BERPIKIR SELAMANYA JADI PEGAWAI (p. 35)

“Kalau menjadi buruh, masa depannya gelap, suram, dan itu adalah penyakit.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. IV

HIDUP ITU BISA DI MANA SAJA, BERKARYALAH (p. 63)

“Sesungguhnya semua amal itu harus sampai selesai. Jika suatu perbuatan itu belum selesai, maka artinya dia itu belum beramal.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.V

BEKALI DIRI DENGAN MENTAL JUJUR (p. 91)

“Kamu pulang ke masyarakat harus bermental, bersikap, dan berpikir jujur.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.VI

LAWAN KEMALASANMU, JANGAN BERGANTUNG KEPADA UANG (p. 99)

“Yang paling berbahaya ialah orang yang tidak mau bekerja, tetapi ingin mendapat uang.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.VII

 DUNIA USAHA ITU LUAS, JADILAH PENGUSAHA YANG BERSIH (p. 125)

“Cara menutupi kebutuhan hidup dengan usaha, bukan dengan cara naik pangkat.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. VIII

TATALAH NIAT DALAM MENCARI REZEKI (p. 141)

“Kalau kamu mencari rezeki. Jangan sampai niatmu salah. Niat mencari rezeki adalah mencari alat untuk berdakwah. Rezeki bukan untuk mengumpulkan kekayaan. Cari rezeki sekadar untuk hidup. Jika niat mencari rezeki untuk ibadah dan dakwah, maka pasti Allah akan memberi.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.IX

MENJADI PEDAGANG DENGAN SERIBU OTAK (p. 153)

“Berdagang dapat dilakukan tanpa modal yang penting terorganisir dengan baik.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. X

MEMULAI USAHA, MENCARI KUNCI HIDUP (p. 167)

Niatlah di dalam “rihlah” (economic study tour): “Saya akan mencoba dan membuat seperti itu bahkan lebih.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. XI

 UNTUK APA HARGA BENDAMU? (p. 191)

“Kekayaan harta jangan jadi tujuan, jadilah pemuda pejuang yang punya rasa bertanggungjawab kepada umatnya, bangsanya, keluarganya.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

Apa yang saya tuliskan diatas adalah quote yang terdapat di awal bab dari masing-masing judul besar, masih terdapat banyak pesan-pesan, nasehat-nasehat, dan wejangan beliau yang jauh lebih menembus sanubari. Maka bukalah hati benar-benar, kosongkan sikap gelas penuh, agar ilmu baru dari kyai berkah di hidupmu.

 

Judul buku ini Ajaran kiai Gontor. Kata “Ajaran” di sini dipakai penyusun buku ini, untuk menyebut hal yang lebih spesifik, yaitu filosofi, idealisme, tuntunan, serta wejangan tentang kemandirian dan kewiraswastaan yang diajarkan oleh pak Zar.

 


Judul Buku      : Ajaran Kiai Gontor (72 Wejangan Hidup KH. Imam Zarkasyi)

Penulis             : Muhammad Ridlo Zarkasyi

Penerbit          : Rene Islam

Tahun Terbit   : Oktober 2019

Tebal               : 14x21 cm, 248 Halaman

Harga              : Rp. -

Dapat dicari di : Gramedia & atau toko buku kesayangan Anda

 

Buku ini sangat cocok bagi entrepreneur muda, penggiat ekonomi zaman 4.0, santri pengusaha, dan bagi siapa-siapa saja yang rindu alunan tutur bahasa kyai dalam memberikan nasehat.


Buku ini dapat menjadi buku panduan semangat yang berlandaskan nilai-nilai filosofis dalam langkah pasti setiap usahanya. Semoga kita semua dijauhkan dari pengalaman pahit orang-orang sebelum kita yang timbul sejenak dan karam selamanya. jika tidak kokoh terkadang terpaan ombak yang sedikit besar, membuat perahu terombang-ambing, rusak dan nahkodapun kebingungan. Namun jika kokoh landasannya jangankan ombak, badaipun tetap akan diterjang, sebab sudah bulat tekat, sekali layar terkembang pantang laki berbalik arah, pesan Buya Hamka dalam beberapa literasinya.

 

Akhir kata, sebagaimana yang tertulis dalam sampul belakang buku: Membaca buku ini dapat meningkatkan “mindset” hidup dan meruntuhkan “mental block” Anda - untuk menjadi pribadi yang sukses, berani, dan bermanfaat untuk umat.

 

Catatan ini saya dedikasikan bagi kamu; ya kamu mahasiswa yang tak putus asa meraih mimpi bahagianya dengan belajar. Buat kamu yang doyan belajar, ini hadiah untukmu. Buat kamu yang doyan membaca ini daging lezat siap santap. Buat kamu yang selalu rindu dan iri, aku menawarkan ramuan obat untuk itu: Baca fenomena, tulis apa yang dirasa, dan share dalam bentuk karya. Kan kau temukan penawar mujarab disana. Percayalah.

 

Good morning all 

J

 

 

Jumat, 15 Januari 2021

Hidup Hanya Soal Menjalani


Setiap kepala memiliki logika, setiap logika memiliki polanya, dan sebaik-baik pola jika semuanya kembali kepada Allah swt semata. Ada hal menarik terkait hidup. Berseliweran suara konten kreator menjelaskan tentang hidup, bisnis, pengembangan, produktivitas dan kemajuan manusia. Hampir semuanya mengerucut pada 9 inti pokok, hampir selalu diulang-ulang diperdengarkan bahwa kita harus meluruskan niat, ikhtiar yang serius, pahami sumber uang masuk dan keluar sera pastikan alurnya halal, perbaiki ibadah shalat, sedekah subuh, shalawat, selanjutnya banyak-banyak istighfar, ikhlas, sabar dan tawakkal kepada Allah swt. 

 

Merasa butuh tambahan referensi, mulai kubrowsing berbagai kajian di youtube, beragam sumber kajian keislaman kusimak baik-baik penjelasannya. Dari kajian serius sampai kajian yang ada candanya, dan ternyata sepakat menyimpulkan hal yang sama seperti halnya poin tersebut di atas. Dari sana, aku juga semakin yakin pada ungkapan: “Jika manusia hanya mengejar dunia, maka Allah hanya akan memberikan dunia yang dicarinya. Namun jika akhirat yang dikejar, Allah bukan hanya memberikan akhirat, tapi juga dunia beserta isi-isinya.”  So, pembaca ingin memilih yang mana?

 

Meskipun tidak mendalam kajiannya, tapi izinkan saya sekedar menceritakan kembali tentang apa yang telah saya dengarkan dari kajian-kajian lalu, tidak lain sebagai pengingat bagi saya pribadi, berharap jika suatu saat nanti lalai, lupa, dan khilaf, cepat-cept tersadar akan esensi hidup yang sebenarnya dan dapat terbuka hati untuk Kembali lagi ke jalan yang semestinya. Wallahu musta’aan.

 

Sedikitnya ada 9 point penting, berikut poinnya:

 

1. Niat, tidak banyak yang dibahas dari sini, analogi sederhananya analogi niat pangkas, jika kita niat ingin potong rambut di tempat yang nyaman. Pasti telah kita siapkan anggaran untuk membayarnya yang mungkin harganya lebih mahal, dengan fasilitas tempat yang baik, full ac, pelayanan terbaik. Meski lokasinya jauh dari tempat tinggal, tetap akan dicari dan dikejar, itulah namanya kalau sudah niat. Nah, begitulah kira-kira mengejar ridho dan rahmat Allah itu, meskipun sulit, jalan menempuh tujuannya terjal, tapi karena sudah niat, pasti akan ditempuh. Sehingga hilanglah kata mustahil, terbitlah kemungkinan dan kepastian. Apa memang benar begitukah pembaca?

 

2. Ikhtiar, beberapa inisiator UMKM (usaka mikro kecil menengah), selalu mengulang kata bahwa manusia hanya mampu berikhtiar dan berprasangka baik pada Allah swt, manusia tidak boleh mengejar sukses, sebab hasil bukan kita yang menentukan tapi Allah swt, jadi urusan sukses adalah kehendak Allah bukan kehendak manusia, tapi jangan ragukan kuasa Allah, Dialah yang maha adil dari seluruh apa yang ada di jagad raya ini. Tugas kita cukup sederhana, hanya bekerja maksimal, bekerja habis-habisan, dengan cara halal, sumbernya halal dan diperuntukkan yang halal. Allah maha kaya, dan tidak sulit bagi Allah untuk mengkayakan hambanya, jika Allah berkehendak, jadi, maka jadilah.

 

 

3. Pahami sumber uang masuk dan keluar, pastikan alurnya halal. Tidak sekali kata-kata ini diperdengarkan ditelingaku, entah itu adalah sebuah sinyal hidayah, atau intuisi yang terus mengingatkanku agar selalu dapat bersikap lurus pada aktifitas hidup di dunia. Apapun itu bentuknya, setiap yang kita kerjakan pasti akan dimintai pertanggungjawabannya,  jangan lupa bahwa pertanggungjawaban hamba pada Allah itu besar. Ingat-ingat kembali fasilitas oksigen dari Allah. Apakah ini gratis? Atau ini berbayar dengan ketaatan? Mari kita diskusikan.


 Maka dengan Batasan hidup yang benar-benar terbatas kudu hati-hati melangkah. Sebab banyak pertanyan yang harus kita persiapkan untuk dijawab nantinya. Hidup di masa muda, dihabiskan untuk apa? Memiliki harta, didapatkan dari mana dan dibelanjakan ke mana? Jabatan digunakan untuk apa? Apakah benar-benar amanah atau khianat dalam kepemimpinannya? Dan lain sebagainya terkait hak dan kewajiban. 

 

 

4. Perbaiki ibadah shalat. Orang yang tidak makan, tidak akan pernah merasa nikmatnya kenyang; sebaliknya, hanya orang yang dahaga yang akan merasa nikmatnya tegukan air pertamanya di tenggorokannya. Nah, begitu jugalah dengan shalat menurutku, indahnya tidak untuk dituliskan tapi untuk dirasakan sendiri. Lebih terasa jika langsung dilaksanakan orangnya.  Bukan saya yang akan menjelaskan, tapi pengalaman spiritual pribadi Adalah yang akan memberikan pencerahan dalam diri dan kelapangan dalam hati.

 

5. Sedekah subuh, hal ini belum terlau familiar bagi saya pribadi, belum pernah menerapkannya juga, namun sejauh ini masih meyakini bahwa yang namanya orang bersedakah, pasti akan berkah rizkinya, serta dimudahkan urusan orangnya. Jika teman-teman pembaca punya pengalaman dalam hal ini, mungkin bisa berbagi di kolom komentar, saya pasti akan sangat senang sekali. J

 

6. Shalawat: ……

 

7. Banyak-banyak istighfar: ……

 

8. Ikhlas & Sabar: …..

 

9. Tawakkal: ……

 

Pada point ke 6, 7, 8, dan 9 kiranya teman-teman ada pengalaman pribadi yang bisa dishare? 

 

Sejauh yang Aku pahami belajar dari pengalaman orang lain lebih terasa dekat dari sekedar teori. Sebab, hampir mayoritas muslim/ah telah mengetahui bahwasannya jika kita bershalawat kepada Baginda Rasulullah saw maka akan terasa mudah dalam segala urusan, hingga kelak akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah bi iznillah. 

 

Selanjutnya kita juga mengetahui bahwa tiada manusia yang hidup di dunia ini tanpa dosa. Aku yakin tidak ada satu orangpun yang suci di bumi Allah ini, semuanya punya dosa, terkecuali beberapa sosok yang dikehendaki Allah untuk terjaga dari lalai dan maksiat. Maka dengan istighfar (permohonan ampunan) yang tulus ikhlas kepada Allah, semoga dapat menghapuskan dosa kita dan menggantikannya dengan pelipat gandaan pahala, karena telah tobat dengan sebenar-benar tobat lillahi ta’ala. 

 

Terakhir ikhlas, sabar dan tawakkal, hal ini bukan persoalan lisan tapi persoalan rasa. Biasanya terbentuk dari respon pribadi terhadap fenomena yang terjadi. Direspon dengan hati, dipikirkan oleh kepala, hingga terakhir diucapkan melalui lisan, dan ketika ungkapan itu keluar, dapatlah diketahui kadar positif atau negative hatinya, namun ironinya, hal ini akan menjadi pola pikir, yang akan menciptakan mindset baru pada diri seseorang, maka agar semuanya baik mulailah merespon fenomena dengan rasa yang positif, mudah-mudahan hidup menjadi positif. 

 

Pada akhirnya arti kata ikhlas, sabar dan tawakal sangat terpulang pada diri personl manusia.  Sesuai dengan versi dan kadarnya masing-masing. Jika ditanya apa standarnya ikhlas, sabar dan tawakkalnya? 

 

Secara subjektif diri ini menjawab jika telah berikhtiar, ikhlaskan lanjutannya, tawakkalkan (pasrahkan) hasil akhirnya, dengan bersiap sabar; jika hasil tidak sesuai angan, dan harus bersyukur jika hasil sesuai harapan dan impian.  

 

Allah yang maha adil, tahu mana yang baik, terbaik, buruk dan terburuk bagi hambanya, dan yakinilah bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik untuk hambanya. Pada esensinya kukira kita sepakat “Hidup hanya soal Menjalani”.

 

* Mohon maaf jika pembahasaan diri, selalu berganti-ganti, terkadang aku dan terkadang saya, sebab diri pribadi hanya mengikuti alur emosi dalam tulisan, ketika kata “saya” tepat dipakai, maka akan dipakai. Dan ketika harus membahasakan sebagai “Aku” maka memang sedang enaknya begitu. 

 

Tuk segala kekurangan dan kesalahan, kepada pembaca saya memohon maaf, kepada Allah saya memohon ampun. 

 

Wassalamu’alaikum wr wb.

 

_____________
_________________

 

Jum’at, 15-01-2021

Lumut, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara