Selasa, 26 Januari 2021

Jemput Aku di Jogja

Di Jogja bersamanya

 

"Hai cinta, aku rindu denganmu, apakah kita bisa bertemu? 

Aku beranikan diri menemui disini, saat ini aku di Malioboro, jemput aku ya,.. Jangan lama-lama, bila tiba malam, aku bingung harus kemana." Sepucuk pesan terkirim dan centang biru di layar hp penerima.

 

Kenekatan wanita remaja sumatera memang tidak ada yang menandingi, pergi bukan untuk tujuan studi, hanya pergi mengikuti kata hati, seketika pesanpun berbalas "dasar wong edan, tunggu aku disana, jangan kemana-mana tunggu aku di sana ya." Singkat jawaban terkirim lewat udara yang kini terasa semakin dekat jaraknya.

 

Radenpun bergegas, membereskan seluruh perkakas lukisannya, mencuci kuas yang telah terpakai, menggulung kanvas yang belum terpakai, dan menitipkan seluruhnya di rumah temannya, hari itu dia sedang menginap di kos-kosan temannya, 

 

Siapakah Raden? Dia adalah remaja yang tumbuh kembang di lingkungan seni, darah seninya mengalir begitu deras di atas kanvas, sesulit apapun objek yang ada di depan, selama itu cantik menurutnya, menarik perhatiannya maka hanya dengan sekali pandang dia mampu menjelaskan guratan detailnya hingga benar-benar mirip tanpa tapi. 

Belum lagi saat diminta bersenandung nanyian jawa, tanpa ragu semua cengkokannya pas, memang anak kelahiran Denpasar ini memang multi talenta.

 

Pertanyaannya, siapakah wanita yang mengirimkan pesan singkat itu? Apakah itu pacarnya atau teman lamanya? Atau juga saudaranya? Apapun itu, bacalah kelanjutan kisah anak sumatera bertemu putra bali di Jogya. Semoga Anda suka.

.

.

.

Bersambung.

0 komentar :

Posting Komentar