Senin, 25 Januari 2021

Ma'mun Affany; Seorang Novelis Romantis Lahir Dari Rahim Gontor Tulen


Edisi 3.

Bercerita pengalaman 2012

 


Ada tradisi yang agak di luar dari kebiasaan ketika melihat seorang mahasiswa pascasarjana yang setiap usai shalat selalu asik dengan buku tulis dan pulpennya. Seusai shalat sering menuliskan catatan-catatan ringan, pernah satu kali karena penasaran, aku beranikan diri mengganggu aktifitas beliau, Aku sampaikan beberapa pertanyaanku, di antara pertanyaan yang masih ku ingat, mengapa kisah di novel Azan Subuh Menghempas Cinta harus berakhir tragis? Mengapa sepanjang isi ceritanya sedih? Mengapa endingnya juga demikian? Jawabnya ringan, “Saat penulis menulis maka saat itu juga dia adalah tuhan di dalam tulisannya.” Sebuah jawaban singkat, filosofis dan masuk di akal menurutku. Dengan skenario buatannya dia bebas memainkan peran, dan lewat kepiawannya merangkai kata, dengan mudahnya mengatur alur cerita sesuai imajinasinya.


Singkat jawabannya, singkat juga perbincanganku dengannya, setelah itu Aku berpamitan pergi meninggalkan beliau sendiri, dari kejauhan ku perhatikan beliau, dan ternyata ia kembali menulis lagi sambil merebahkan tubuhnya di atas ambal masjid tepat di shaf kedua pojok kanan masjid ketika itu.


Percakapan singkat membuat rasa penasaranku menggelora, dalam waktu singkat aku coba cari tahu informasi seputar beliau, terutama yang paling ku kejar adalah seluruh karya beliau, maka dalam waktu terhitung singkat, ku kumpulkan seluruh karya beliau, dan ku lahap satu persatu tanpa sisa, di antara judul buku yang telah ku khatamkan sekaligus ku narasikan dalam bentuk komentar pembaca lalu ku posting di blogku, namun satu yang kusayangkan kemarin-kemarin membuat narasinya di selebaran kertas yang agaknya sebagian ada yang tercecer, hanya sebagian lagi sempat terposting. Berikut daftar buku-buku dan linknya: 


Adzan Subuh Menghempas Cinta (novel), Kehormatan di Balik Kerudung (novel), 29 Juz Harga Wanita (novel), Satu Wasiat Istri Untuk Lelaki (novel), Cemburu di Hati Penjara Suci (novel), Do’a Anak Jalanan (novel), Resep Ajaib Menulis Novel (buku kepenulisan), Catatan Muslimah Sebelum MenikahSatu Jodoh Dua Iktikharah (Novel), Penghasilan Jutaan Dari Menulis (Buku Kepenulisan). Gadis 12 Raka'at (novel)


Sekilas tentang beliau, bernama lengkap Ma'mun Affanysosok bayi kecil yang dilahirkan ibundanya 34 tahun silam, di Tegal, Jawa Tengah, tepat pada tanggal 21 September 1986seiring bertambahnya usia bertambah juga pengetahuan tentang dirinya sendiri sehingga dengan sabar mulai menekuni dunia tulis menulisnya hingga dikenal sebagai seorang novelis romantika remaja dan penulis muda energik. Di samping itu juga, usai menyelesaikan sarjananya di Fakultas Syariah, beliau aktif terjun menjadi tenaga pendidik dalam bidang agama dan sosial. 


Sempat berjumpa dengan beliau pada saat beliau menjalani aktivitas Program Kaderisasi Ulamanya, yang bertepatan Aku juga sedang menempuh program strata 1 di kampus yang sama,  usai pendadaran di PKU selama 6 bulan, lalu bang Affany melanjutkan pendidikan Pascasarjananya di UNIDA Gontor hingga selesai mengambil bidang Aqidah dan Filsafat. Hal yang paling ku ingat saat itu adalah beliaulah yang terpilih mewakili mahasiswa pascasarjana untuk membacakan pidato wisudawan pascasarjananya, sungguh sangat memukau, menarik, terkesan sekaligus ada lucunya juga, sayang sekali aku lupa meminta teks pidatonya dulu… Dan informasi teranyar yang Aku baca di Wikipedia, beliau termaktub sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, jika ini benar, mabruk ustadzi, barakallah fikum.


Selanjutnya dalam bekarya, imanjinasi beliau sering menyajikan suguhan cinta remaja, khususnya remaja putri, agaknya dakwah beliau ditujukan pada kaum wanita muda; apakah karena sekalian dakwah untuk kemajuan umat, sebab jika baik generasi wanitanya, baik jugalah suatu bangsa, tebakanku sih ke arah sana.


Selain itu, santri novelis ini juga biasa mengisi seminar-seminar seputar bedah novelnya dan sesekali juga mengadakan pelatihan tulis menulis, baik bersifat viksi: cerpen, dan novel maupun non viksi, cara penulisan paragraph, kalimat, artikel, paper hingga penulisan karya tulis ilmiah. Pokoknya beliau mah kreen pisan oi.


Dalam aktivitasnya yang terus dinamis dan produktif, bak kata pepatah, pucuk di cinta ulampun tiba, karya yang saat itu dilahirkan dan disebarkan di sumur pembaca, eh tiba-tiba gayung bersambut, alhamdulillah salah satu karya epik beliau, dipinang hingga diangkat ke layar lebar pada judul: “Kehormatan di Balik Kerudung.” (novel tahun 2010)


Di tengah-tengah kesibukannya itu, saat ini beliau aktif menulis di website-website yang dibangunnya,  salah satunya website: https://panduanterbaik.id yang kini alhamdulillah telah mencapai 2400 viewer perhari, targetnya mendapatkan kunjungan 5000 viewer perhari. Aamiin, karena tujuan menebar kebermanfaatan bagi sesama, Ana yakin target Antum akan kesampaian sesegera mungkin dengan sangat mudah Insya Allah ust. Semoga… Aamiin.


Tetap semangat ust, Ana menunggu karya fenomenal Antum yang berikutnya. 

 

Senin, 25 Januari 2020. 05.00wib

 

0 komentar :

Posting Komentar