Rabu, 06 Januari 2021

Tiga ‘kejahatan’ yang tidak layak dilakukan mahasiswa!

 


Tiga ‘kejahatan’ yang tidak layak dilakukan mahasiswa!

Judul         : Menembus KORAN Cara Jitu Menulis Artikel Layak Jual

Penulis      : Bramma Aji Putra

Penerbit    : Leutika

Cetakan     : Pertama, Juni 2010

Tebal         : xiv + 208 hlm; 12 x19 cm

Toko          : Selemba Sri Ratu Madiun- Jawa Timur

Harga        : Rp. 35.000,- (03/04/11. 15:12 wib)

 

 

Almarhum Zainal Arifin Thoha (Gus Inal) juga menasehati. “Jika Anda ingin mengerti dan dimengerti, menulislah. Jika Anda bukan anak seorang raja atau pembesar, menulislah. Jika Anda ingin menghormati dan dihormati, menulislah. Jika Anda ingin menghargai dan dihargai, menulislah. Jika Anda ingin dikenang dalam keabadian, menulislah. Dan masih banyak “jika-jika” lainnya, yang semuanya bermuara pada menulis.”

 

Mengapa harus menulis? (P. 1)

 

Seorang teman menyebut bahwa ada tiga ‘kejahatan’ utama yang tidak layak dilakukan kalangan mahasiswa, atau siapapun yang mengaku dirinya makhluk intelektual bernama mahasiswa.

 

Dengan mimik serius kawan tadi berujar, tiga kejahatan yang tak layak dilakukan mahasiswa adalah: Tidak suka membaca, tidak senang berdiskusi, dan tidak hobi menulis.

 

Pertanyaan pertama, kenapa tidak suka membaca merupakan kejahatan intelektual? Karena membaca adalah kunci membuka tabir rahasia semesta. Membaca apa saja, surat kabar, tabloid, majalah, buletin, buku dan lain sebagainya.

 

Pertanyaan kedua, mengapa tidak senang berdiskusi termasuk kejahatan intelektual yang tidak layak dilakukan kalangan mahasiswa?

Begini kawan-kawan yang saya hormati. Anda sekarang kuliah di bangku pendidikan tinggi. Saya jamin, kebanyakan teman-teman Anda berasal dari beragam daerah. Bahkan, bisa dari Sabang sampai Merauke. Persis miniatur Indonesia. Mumpung masih punya teman yang beraneka ragam puspa warna seperti itu. Sering-seringlah Anda berdiskusi. Anda akan semakin paham dengan karakteristik dan tabiat orang-orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Termasuk berbeda dengan diri Anda. Berbeda dalam segalanya.

 

Pertanyaan ketiga, mengapa mahasiswa yang tidak hobi menulis dianggap telah melakukan tindakan kejahatan intelektual? 

Akan banyak sekali alasan yang mengapung kepermukaan menjawab soal tersebut, diantaranya, menulis adalah sarana aktualisasi diri. Anda akan di cap makhluk yang sombong nan angkuh jika tidak pernah berbagi ilmu atau pengetahuan Anda kepada orang lain. Sebagai seorang mahasiswa, tentu saja, Anda memiliki pengetahuan lebih ketimbang kawan-kawan Anda yang tidak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

 

Demikian ulasan singkat buku diatas.

 

Dari buku ini, jika Anda tertarik untuk belajar menulis, bacalah buku ini. Tak perlu rampung semua, jika keinginan menulis telah muncul menggebu-gebu, langsung tuangkan saja. Setuju?

 

Semoga sedikit menginspirasi.

0 komentar :

Posting Komentar