Rabu, 20 Januari 2021

UNIDA Gontor Adalah Gus Hamid Fahmy Zarkasyi

UNIDA Gontor Adalah Gus Hamid Fahmy Zarkasyi                               

Edisi 2.

Bercerita pengalaman 2014

 

Jeda dari masa belajar ke mengajar, dan dari mengajar ke belajar kembali adalah jeda ideal menurut pengalamanku. Proses refresh otak memberikan penyegaran baru terhadap tradisi pembelajaran dan keilmuan apalagi kajian. Selalu ada hal baru yang bisa ditawarkan. 

 

Saat itu, saat dinyatakan diri ini alumni Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Angkatan ke-18 tepat di tahun 2009 lalu, di tahun yang sama juga mendapatkan kesempatan mengabdikan diri di pondok tercinta kurang lebih 1 tahun. Usai itu cuti 4 tahun menempuh pendidikan strata 1 di UNIDA Gontor dan kemudian kembali lagi ke pangkuan pondok tercinta. Tanya rasa, sudah sangat berbeda, tanya ilmu dan pengetahuan, masih terus menggali dan terus berproses untuk terus bertumbuh. 

 

Saya adalah Irwan Haryono Sirait, alumni Fakultas Ushuluddin, Prodi Aqidah Filsafat kampus yang saat itu dikenal ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor, saya ingat sekali saat kami sedang sibuk menulis skripsi di bulan Ramadhan di tahun 2014, saat itu juga izin universitas turun, dan alhamdulillah pada 17 Ramadhan 1435H bertepatan dengan 15 Juli 2014 sah lah ISID berubah nama menjadi UNIDA, kami adalah generasi ISID semester akhir yang menyaksikan momentum itu, alhamdulillah.

 

Unida memiliki sistem menarik yang diterapkan dengan pola hidup dinamis, agamis, dan inovatif sistematis, bagaimana tidak, di saat beberapa perguruan tinggi menerapkan sistem asrama hanya di semester 1 dan 2, tapi disini dari s1, hingga S2 tinggal di dalam pondok dengan sistem asrama full 24 jam. Fasilitas yang paling nyata adalah kesempatan bertemu dosen saat shalat berjamaah di masjid, sebab dosen 24 jam berada di pondok. Perpustakaan S1 dan perpusatakan S2 CIOS (Centre of Islamic and Sccidental Studies) yang buka 24 jam. Teman kajian yang berada di samping kamar, tinggal ketuk, keluar si teman jadilah diskusi depan teras kamar. Pola kajian keilmuan subuh di surau seminggu 2 kali, setiap hari senin dan kamis, yang telah berjalan mahasiswa s2 bertindak sebagai pemateri, mengkaji sesuai kajian yang ada dan mahasiswa s1 sebagai peserta, yang bebas bertanya sesukanya tentang materi yang telah tersaji.

 

Bercerita mahasiswa, bercerita unida seperti berbicara pertumbuhan diri. Kamu kok bisa besar makan apa selama ini? Nasi jawab kita, lah kamu kok lancar berbicara bahasa Indonesia, belajar dimana selama ini? Indonesia jawabnya, mau tahu di belahan bumi Indonesia bagian mana yang mewajibkan skripsi mahasiswanya bertuliskan bahasa Arab dan dan Inggris?

“Hemmm….. Emang dimana?”

Heheheh….. (tertawa sambil senyum simpul).


Tidak penasaran mau tahu lebih lanjutkah?

UNIDA Gontor ada di Ponorogo, jangan lupa ya. 

 

 


Emang kamu berjabat tangan dengan siapa itu?

 

Beliau adalah Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil di zamanku menjadi mahasiswa 2010-2104 lalu, beliau adalah PUREK III ISID, namun saat ini beliau adalah Rektor UNIDA Gontor. 

 

Banyak hal yang kami dapatkan dari beliau, hal yang sangat kami ingat, beliau adalah dosen yang sangat dinamis cara berpikirnya, sistematis dalam berbicara, dan bernas jika ingin memberikan kuliah, ditambah dengan sengenap pengalamannya di negara poundsterling membuat kami; mahasiswanya terkesima dengan kecerdasan beliau.

 

Saat memberikan arahan, bimbingan dan nasehat, tidak muluk yang beliau sampaikan, semuanya seirama antara kata dan dunia nyata, seakan gambaran dunia itu benar-benar seperti yang beliau sampaikan. 

 

Saat beretorika, beliau sangat tahu kondisi kami yang tak tahan lama duduk mendengar ceramah serius, selalu ada saja jok-jok ringan pemecah suasa membuat kami tak terasa berjam-jam mendengarkan kuliah.

 

Apa saja karya beliau? 

 

Bercerita karya yang kami ingin tanyakan Kembali, apa arti karya menurut Anda? Jika karya adalah semua tulisan yang terpublikasikan, link di bawah ini jawabannya.

https://scholar.google.com/citations?hl=id&authuser=1&user=m-8GUUAAAAAJ

 

Jika karya adalah bentukan organisasi: Mungkin bisa melihat-lihat profil PKU (Program Kaderisasi Ulama) Gontor, INSITS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations), MIUMI (Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia), beliau menjabat sebagai apa di sana.


Jika karya adalah kiprah, karya ilmiah, mengisi seminar, menjadi pembicara, atau apalah itu menurut Anda, saya hanya bisa menjawab, stop. Jangan bertanya lagi, silahkan berkunjung ke kampus tengah sawah UNIDA Gontor, kan Anda temui jawaban karya menurut versinya Anda, dan kelak kalau sudah ketemu jawabannya, tolong kabarin saya tentang arti karya yang Anda maksudkan ya.

 

Banyak kesan lain yang sangat luar biasa seputar beliau, senang pernah menimba ilmu di UNIDA. Jazakumullah khoir ustadzi. 

 

Lumut, Rabu, 20 Januari 2021

0 komentar :

Posting Komentar