Minggu, 10 Oktober 2021

Hanya Ingin Menulis


Ahad, 10 Oktober 2021


 


Pagi.

Gemericik air kran membawaku berkhawal akan pagi buta beberapa tahun lalu, dengan setengah mata terbuka, berderu pukulan gagang kayu di depan pintu, membuatku harus bergegas memakai sarung sambil terus mengembalikan nyawa yang belum Kembali sempurna. Sayup-sayup mata terbuka tertutup, langkah kakipun terus melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga satu persatu dan berjalan menuju kran air, sedikit putaran kekanan mengeluarkan hembusan air kencang, hawa air segar deras mengalir masuk kedalam paru-paruku, basuhan pertama, mata mulai terbuka, basuhan ke dua badan mulai merasa dingin, basuhan ketiga ingin segera menyudahi wudhu,… ‘piyuuuuuhh’…. Semburan angin dingin serasa menusuk tulang sum-sum membuat sekejap mengingil kedinginan.

Ceritaku dulu; ketika berwudhu hampir setiap subuh ketika masih menjadi santri.

.

Banyak hal ingin diceritakan sebenarnya, namun apakah itu terkesan biasa, atau menjadi kesan luar biasa, tidak ada yang tahu benar adanya, yang ada hanya kisah berbeda selalu memberikan hikmah yang berbeda pula.

.

Sama seperti hari ini, persis seperti pagi ini, semua memiliki nama hari yang sama, memiliki matahari yang sama, dan memiliki jatah waktu yang sama, hanya dengan sedikit aktifitas yang berbeda membuatnya menjadi beraneka rasa. 

.

Kamu yang sedang berusaha; semoga usahamu tidak sia-sia

Kamu yang sedang menderita; semoga penawarnya segera datang menghapus lara

Kamu yang saat ini sedang sakit; semoga cepat disembuhkan Allah swt

Kamu yang saat ini sedang kehilangan; semoga digantikan orang lain yang bisa menghidupkan senyummu kembali.

Kamu yang saat ini sedang berjuang; yakinilah diujung jalan panjang ada keberhasilan yang akan kamu raih.

Kamu yang sekarang sedang mengejar mimpi-mimpimu, jangan ragu kamu sangat luar biasa untuk itu.

.

Semoga pagi ini menjadi pagi yang berkah dan cerah gembira bagi kita semua.

.

Tidak ada inti dalam tulisan ini, hanya ingin menulis saja.

.

Terima kasih banyak sudah mau membaca 

Jazakumullah khoir 

 

0 komentar :

Posting Komentar