Rabu, 19 Januari 2022

Kamu Adalah Subjek Dalam Pendidikan

 


Yang dididik oleh Raudhah adalah subjek bukan objek. Dan KAMU adalah SUBJEK dalam pendidikan. Seyogyanya subjek itu harus memberikan perubahan. Dengan alasan itulah kamu diturunkan langsung ke rayon-rayon, ke organinasi-organisasi, bahkan terjun dalam setiap kegiatan pondok, dengan tujuan menguasai permasalahan. Sebab kamu adalah orang penting, dididik untuk menjadi calon pendidik dan pemimpin masa depan, dididik untuk menjadi singa-singa jantan bukan kambing; dididik untuk mengaum bukan mengembek.

 

Dalam satu pepatah berbunyai “seorang pendidik sudah pasti seorang pemimpin, tapi seorang pemimpin belum tentu seorang pendidik” maka mendidik santri/santriwati adalah suatu kesungguhan, mengorbankan lebih dari 60 kelas ditiketkan, karena ini adalah kegiatan sakral, ini adalah puncak pembekalan penting bagi santri dan santri/wati akhir. Maka mendidiknyapun dengan penuh kesungguhan. Agar kelak menjadi seorang pendidik yang benar-benar tahu cara mendidik.

Mendidikmu agar menjadi seorang pendidik, sama halnya mendidik rangkap, seni kepemimpinan ada didalamnya, osean keislaman menjadi dasarnya, wawasan pengajaran dan pendidikan kaya amsilahnya, maka dari itu jangan salah niat, jangan salah kaprah, orientasinya adalah apa yang dapat kamu sedekahkan kepada masyarakatmu.

 

Jika uang yang kamu miliki maka sedekahkanlah itu di masyarakat; jika ilmu yang kamu miliki, maka sedekahkanlah itu di masyarakatmu; jika amal (kekuatan/tenaga) yang kamu miliki maka kerahkanlah itu sebagai ladang sedekahmu. Dengan semangat bersedekah itulah bekal kepemimpinan sebenarnya yang pondok ajarkan kepadamu.

 

Berevolusilah menjadi sosok yang dermawan, berinteraksilah dengan lingkungan, seraplah ilmu disana, sebab jika sekedar teori sebentar lagi teori itu akan kami cukupkan untukmu, namun untuk praktek, kamu harus belajar dari awal lagi, banyak hal yang belum kamu ketahui, maka belajarlah lagi, banyak hal yang perlu kamu jelajahi maka jangan berhenti disini, sedikit yang kamu lakukan namun istiqomah jauh lebih baik dari pada banyak namun hanya sekali saja. Maka sedekahkanlah yang kamu miliki, sebesar yang kamu mampu secara berkala, semoga kamu beruntung.

 

*Nasehat Pembukaan Amaliyah Tadris di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan. Rabu, 19 Januari 2022 oleh Ust. Miftakhuddin, MM. disarikan oleh Ust. Irwan Haryono Sirait, S.Fil.I

 

 

 

0 komentar :

Posting Komentar