Sabtu, 22 Januari 2022

Lahirnya Orang Besar



Orang besar tidak akan pernah lahir tanpa landansan filosif hidup yang kuat. Jika mengira orang besar adalah orang yang tiba-tiba mendadak tenar, mendadak viral atau terlahir sebagai orang yang ditakdirkan untuk menjadi orang besar; tidak demikian adanya. Sebab semua yang terjadi itu tidak lain adalah tumpukan dari hal-hal kecil, terbentuk lewat pengulangan-pengulangan kecil yang berulang, dan ini sudah merupakan suatu keniscayaan, tidak akan pernah usai sampai kapanpun, itulah yang biasa orang sebut dengan sebutan sebuah proses.

 

Orang besar yang sesungguhnya sudah tidak lagi mengejar ketenaran atau kegemilangan namun yang ia kejar adalah kebermanfaatan. Dia dapat merasakan nikmatnya kenyamanan dan kebahagiaan ketika dapat melakukan kebermanfaat buat orang lain. Sehingga membuatnya konsisten, sebab dia yakin yang dilakukannya adalah hal yang benar. Maka hidupnya selalu ada di waktu dan tempat dia hidup; selalu dapat mengartikan waktu sekarang dalam kebermanfaatan hari ini, selalu sadar dalam setiap langkah untuk kemajuan hari ini dan keputusan yang diambil tidak berkepanjangan dalam bentuk pengandaian dan pengandaian akan masa depan, sebab masa yang terbaik adalah saat ini, masa depan akan terbentuk sesuai bagaimana diri hari ini.

 

Dalam kamus orang besar tidak ada kata ‘andai’ yang ada kata ‘istimewa’. Dalam kamusnya hari ini adalah hari baru yang harus ada perubahan ke arah lebih baik, hari ini adalah anugrah harus berusaha semaksimal yang diri bisa, harus menjadi sosok yang luar biasa, tidak terlalu jauh berandai, tapi berpikir keras untuk merealisasikan mimpi yang telah dibangunnya sungguh-sungguh, mereka percaya bahkan yakin atas apa yang mereka pikirkan, dan berusaha untuk meraihnya. Sedaya upaya tenaga yang mampu dilakukannya.

 

Sampai di sini aku paham sekarang. Mengapa kita diharuskan meninggalkan pengandaian, dan beralih untuk melakukan yang terbaik. Dalam rumus Islam, hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin agar termasuk orang-orang beruntung, sebab jika hari ini sama seperti hari kemarin sama seperti orang merugi, dan sangat ironis jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, bisa tergolong orang yang terlaknat. Untuk itu solusinya adalah kembalilah kepada realita kehidupan. Ada proses yang harus dilewati, ada duka yang harus dirasakan, ada kesedihan yang harus diderita, ada keputusasaan yang terkadang datang menghampiri, itu semua adalah bagian untuk terbentuknya rasa bangga dan kebagiaan bagi diri sendiri, suatu saat nanti.

 

Sebab realita saat ini detik ini adalah miliki kita, namun kedepannya adalah milik sang kuasa, dan masa lalu adalah masa yang telah jauh berlalu, tidak mampu mengembalikannya, walau barang sedetikpun. Namun untuk satu keinginan yang luar biasa di masa depan, itu bukan pengandaian, namun itu bagian dari intuisi yang harus diwujudkan, karena mungkin tidak banyak orang yang terpikir untuk itu, maka realisasikanlah agar kamu menjadi salah satu dari yang terabadikan namanya dengan keringatmu.

 

Jadi, orang istimewa adalah orang yang dapat mewujudkan apa yang ada di dirinya, meskipun orang lain belum paham maksudnya, itulah tugasnya, sebab bagiku orang istimewa adalah orang yang mendahului pemikiran orang-orang di zamannya. Ketika ia mampu mendemokan apa yang ada dalam pikirannya untuk bisa diterima orang lain, bahkan masuk dalam pola pikir orang lain; sehingga yang lainnya juga mampu mengikutinya. Dan pada saat itu, dia bukanlah orang terkekang, sebab ia mengikuti hati nuraninya, dia adalah orang paling besar yang pernah ada dilahirkan di dunia.

 

0 komentar :

Posting Komentar