Minggu, 04 Oktober 2020

Jika Melihatmu Rasul Pasti Mencintaimu

Jika Melihatmu Rasul Pasti Mencintaimu

***

لو رآك لأحبك

“Seandainya dia melihatmu, pasti dia mencintaimu!” (Ibn Mas’ud)




Untuk kesekian kalinya Aku mendapatkan buku-buku yang sangat luar biasa dari Ust. H. Qosim Nursheha Dzulhadi, Lc., M.Ud. Buku terakhir yang beliau hadiahkan berjudul: “Menulis Rindu Untuk Nabi” tebalnya 200 halaman, ditulis oleh beliau sendiri, diterbitkan oleh: Rawda Publishing, cetakan pertama, pada Agustus 2020.

 

Sesuai yang tertulis dalam cover belakang. Buku: “Menulis Rindu Untuk Nabi” adalah catatan tentang kerinduan Ust. Qosim kepada Sang Nabi Agung: Muhammad saw, isinya berbicara tentang multidimensi keagungan Sang Nabi: Mulai akhlaq, kepemimpinannya, orasinya, hingga keselamatan kedua orangtuanya di Akhirat ini.

 

Sebagai penikmat buku, Aku rasa tahapan membaca epilog dan kata pengantar adalah tahapan awal yang alhamdulillah telah kulalui, lanjut kubuka daftar isi untuk melihat semua judul yang tertera, terlihat ada 40 judul tulisan yang ada di dalam buku ini, 13 judulnya memicu andrenalin penasaranku untuk melahab judul-judul bahasan tersebut. Bergerak lebih cepat dari rasa lapar, seakan kaingintahuan ini menaiki kereta super cepat Arab Saudi, tidak banyak berhenti, hingga sampai pada halte tujuan, yaitu selesainya rasa penesaran tersebut.

 

Untuk coretan singkat kali ini, Aku mencoba untuk menceritakan pengalaman membaca pada judul: “Jika Melihatmu, Rasul Pasti Mencintaimu”, judul kedua dalam buku ini, benar-benar membuatku bertanya-tanya sebelum membacanya, Apa yang membuat Rasul mencintai umatnya jika beliau melihatnya? Apakah Rasul menghampiri umatnya meski mereka jarang bersalawat kepadanya? Begitu ikhlasnyakah beliau terhadapat umatnya? Atau apakah tips agar Rasul mencintai kita saat diberikan waktu untuk berjumpa nantinya? Berbagai pertanyaan berseliweran dibenakku sebelum judul ini kubaca.

 

Tahukah teman-teman apa poin berharga dari judul ini? (berikut beberapa petikan isi, dari buku yang sangat luar biasa ini)

·      Ibnu Masud adalah Sahabat Rasulullah selama 23 tahun. Jadi dia tahu betul apa yang disukai Rasulullah dan apa yang dibencinya. Dia juga tahu akhlak yang baik dari manusia, kelembutan sikapnya, kebaikan pergaulannya. Karena Rasulullah adalah baik, dan hanya cinta kepada yang baik-baik. Sehingga sangat wajar jika para sahabat berusaha meraih cinta Rasulullah.

·      Siapakah orang -orang yang paling dicintai Rasul?

“Orang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku nanti di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi).

·      Dalam satu Riwayat Rasulullah berkata kepada Asyaj ibn ‘Abd Qais: “Dalam dirimu ada dua perkara yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya.” Asyaj begitu sangat gembira, lalu bertanya: “Apakah itu, hai Rasulullah?” Rasulullah kemudian menjawab: Lemah Lembut dan kehati-hatian (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).

·      Di lain kesempatan Rasulullah ditanya tentang hakikat kebaikan, (beliau menawab): “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik”

·      Juga ketika Rasulullah ditanya tentang apa saja yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik” (HR. At-Tirmidzi).

·      Dalam Riwayat Imam at-Tirmidzi yang lain, Rasulullah saw bersabda:

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah: yang paling baik akhlaknya dan membuat nyaman orang yang berada disekitarnya. Yaitu mereka yang: Menyatukan persaudaraan dan dipersatukan. Maka, tidak ada kebaikan bagi orang yang tak menyatukan dan tak disatukan hatinya.” (HR. At-Tirmidzi)

·      Dalam kitab al-Adab al-Mufrad Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya di hari kiamat dari akhlak yang baik.”

·      Bahkan orang yang berakhlak baik itu, kata Rasulullah: “Sungguh, dengan keindahan akhlaknya, seseorang dapat mencapai derajat orang yang senantiasa qiyamul-lail dan puasa sunnah di siang hari.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

·      Dalam sekali waktu ibunda kita, Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah: “Hai Rasulullah, ada seorang wanita yang ketika hidup di dunia punya dua suami (menikah dua kali). Lalu, mereka meninggal dan semua masuk surga, perempuan tadi jadi milik siapa?” Apa jawaban Rasulullah? Untuk yang lebih tinggi? Untuk yang lebih banyak puasa? Atau untuk yang ilmunya lebih luas? Ternyata tidak. Rasulullah menjawab: “Untuk yang akhlaknya lebih baik” Ummu salamah terkejut. Ketika menyaksikan hal itu, Rasulullahpun bersabda,: “Hai Ummu Salamah, sungguh akhlak yang baik itu meraup semua kebaikan dunia dan akhirat.”

·      Sahabatku, yang menjadikan kita dicintai Rasulullah adalah: Keindahan perangai kita, kemuliaan akhlak kita, dan bukan yang lainnya. Karena risalah puncak Rasulullah adalah ‘Menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.’Untuk itu, mari kita berusaha membersihkan lisan kita dari dusta, dari sumpah serapah, dari caci-maki, dari kata kasar, dan yang lainnya. Bukankah Allah mengajarkan tiga tingkatan teknik dakwah kepada kita, yaitu dengan cara: hikmah (bijaksana), mau’izah hasanah (nasihat yang baik), dan adu-argumen, bukan sentiment (QS. 16:125)

·      Dengan begitu semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad yang dicintainya, dan kelak:

لو رآك لأحبك

“Seandainya dia melihatmu, pasti dia mencintaimu!” (Ibn Mas’ud)



Ingin rasanya menuliskan teks hadist dan pesan ini dengan tulisan arab sebagai mana yang tertulis dalam buku ini, akan tetapi rasaku tidak salah juga aku melewatkan teks arabnya, karena dengan demikian teman-teman akan penasaran dan rasa ingin memilikinya juga menggebu-gebu bukan? Hehehehe…. (semoga saja

 

Selanjutnya untuk memiliki buku tersebut dengan dibubuhi tanda tangan penulisnya, teman-teman bisa menghubungi penulis langsung: Ust. Qosim Nursehaha, melalui akun instagram beliau @qosimnursheha_dzulhadi, karena buku ini dihadiahkan untukku, maka kurang tahu tentang harga. J Betapa bersyukurnya Aku, alhamdulillah...., kepada al-Ustadz, terima kasih atas hadiah bukunya semoga menjadi pahala jariah untuk Antum dan keluarga, aamiin. J


Selanjutnya selamat membaca teman-teman… 


Selain itu beliau juga memiliki buku baru yang masih diterbitkan di tahun yang sama, hanya berbeda bulan, yaitu terbit di bulan Juni 2020, dengan Judul: “Fiqih Peradaban (Upaya Membangun Kembali Peradaban Islam).” Jika teman-teman ingin saya mereviewnya bolehlah tinggalkan komen di kolom komentar, terima kasih.


Contact Me:

FB: @irwanharyonos

IG: @irwanharyonos

Twitter: @irwanharyonos

Linkedin: @irwanharyonos


0 komentar :

Posting Komentar