Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Monday, August 21, 2023

Pengalaman Nyantri: Hidup yang Baik adalah Hidup yang Dijalani Bukan yang Disesali

Hidup yang Baik adalah Hidup yang Dijalani Bukan yang Disesali

 

Menulis adalah hidupku. Banyak keluhan mengeluhkan tentang menulis, tapi itu tidak menarik, karena bagiku menulis itu adalah kehidupan. Memberi satu energi positif, untuk menghadapi apa yang di depan mata. Layaknya hidup yang tidak perlu dikeluhkan cukup disyukuri, begitu juga menulis, tidak perlu dikeluhkan cukup dicoretkan saja. Secara otomatis akan menambahkan rasa abadi dalam kehidupan selanjutnya. Bukankah tulisan lebih bertahan lama dari umur yang tidak tahu kapan akan berakhir?

 

Jika tidak ingin menulis jangan hidup, jika tidak ingin hidup namun sudah terlanjur diberikan kehidupan, maka hiduplah dengan penuh kehormatan. Berikan yang terbaik bagi keluargamu, lingkaran sahabat terbaikmu, umat manusia, bangsa dan negerimu, syukur-syukur seluruh makhluk di alam semesta dapat merasakannya juga.

 

Dalam teori menulis, apa yang kamu tulis itu semua penting, ntah tulisan itu tentang hidupmu, kisahmu, masa depan atau masa lalumu, atau aktivitas saat ini yang sedang kamu jalani, atau tentang ide masa depan yang kamu inginkan, yang terpenting adalah bagaimana kamu merekam detik demi detik perjalanan hidupmu di balik sebuah kata, menjalani hari ini dengan penuh kesyukuran bahwasannya hari ini adalah hadiah hidup yang sangat berarti, Itu saja cukup untuk menjadi topik ringan dalam sebuah tulisan.

 

Selalu ada saja deskripsi berbeda mengenai arti dari sebuah tulisan, atau aktivitas menulis, atau untuk menjadikan itu hoby, sebagaimana kesenangan, sebenarnya bukan kunjungan ke tempat baru yang membuatmu senang, tapi dirimu dengan rasa senangmu yang menjadikannya tampak menyenangkan. 

 

Tanpa kesenangan yang terlahir dari dalam dirimu sendiri, liburan tidak akan menyenangkan. Berliburpun dari ujung Aceh hingga Papua, semuanya akan tetap sama, hampa. Maka jalan terbaiknya adalah tersenyum dan bahagialah, bersenang-senanglah. Tenangkan dirimu setelahnya dan yakinilah bahwa seluruhnya adalah kehidupan yang berproses menjadi lebih baik dari hari ke hari.

 

Apa hal yang lebih menyenangkan dari pada ketenangan hati?

Adakah suatu aktivitas yang mampu memberikan rasa kedamaian bagi yang melakukannya?

Menulislah jawabannya kawan. Seperti layaknya obat pahit ketika ingin diminum namun begitu tertelan ada rasa tenang tiba-tiba muncul, agaknya demikian dengan menulis, susah ketika awal duduk menuliskan satu kata, namun begitu mencoba tidak satu halaman yang tertulis, berlembar-lembar tertulis melaju berlomba-lomba dengan ombak yang ingin ketepian.

 

 Untuk itu ada 4 hal dasar yang perlu aku terangkan di sini, seputar menulis.

 

  • Pertama, kosongkan pikiranmu dari perspektif buruk terhadap orang lain. Meskipun putusan, penilaian, dan hukuman orang lain terlihat kejam terhadapmu, biarkan saja, ambil hikmahnya dan teruslah berjalan. Akan ada satu masa, dia akan bungkam, terdiam, tak mampu menatapmu bukan karena kau lebih hebat, tapi karena dia salah terhadap putusannya dan dia malu berpapasan denganmu.
  • Kedua, tidak usah keluhkan apa yang belum kamu dapatkan. Dalam teori rizki tidak akan ada rezeki yang salah alamat, yang ada adalah rizki yang belum saatnya, maka jika itu tidak didapatkan jangan dikeluhkan, ada banyak bagian menarik lainnya dari hidup ini yang mampu kamu kembangkan, maka jangan ‘stag’ di satu posisi, bergeraklah bumi Allah ini luas.
  • Ketiga, jika bergantung pada putusan manusia kamu akan kecewa. Dulu aku belum terlalu memahami kata-kata ini, sampai akhirnya aku paham, bahwa manusia adalah kumpulan dari kebutuhan, kepentingan, dan kemenarikan. Jika tidak termasuk dalam tiga kategori ini, maka jangan berharap banyak, hanya satu dzat yang menerimamu apa adanya, sekotor apapun dirimu, seterjatuh apapun dirimu, seterpuruk apapun dirimu kembalilah pada tuhanmu, ialah Allah swt. Ia akan menerima taubatmu, maka jangan takut dan jangan bersedih. Tuhanmu menciptakanmu bukan tanpa alasan dan tujuan: “Supaya kamu menjalani hidup dengan penuh ketakwaan dan kesabaran.” Kebutuhan, kepentingan dan kemenarikan tidak ada dalam kamus-Nya, yang ada hanya ketaatan dan keistiqomahan melaksanakan kebaikan semaksimal yang kamu mampu, selanjutnya berpasrahlah. Karena itu juga bagian dari ibadah. 
  • Keempat, berproseslah pada apa yang kamu bisa saat ini. Seiring berjalannya waktu seluruhnya akan berproses menjadi sesuatu yang lebih besar, lebih menarik, dan lebih hebat dari masa ke masa. Jangan berharap malam akan dipercepat, siang akan diperlama agar waktu berkerjamu panjang. Bukan itu, semua faktor eksternal akan tetap begitu adanya, bersifat luaran, dan diluar dari kendali kita, maka sebenarnya yang terpenting adalah jiwamu yang ikhlas dan semua hal baik yang ada dalam dirimu. Itu berlian, jaga itu, rawat itu sebab itulah alasanmu kembali kehadibaan Allah dengan penuh keyakinan dan kecintaan.. 

Seni menulis pada akhirnya adalah seni berkata lewat kata. Bisa itu mengobati diri dari luka, atau bahkan bangga pada satu situasi yang tak terduga. Karena menulis adalah faktor internal yang telah kita maknai sebagai bentuk kehidupan. Maka hiduplah dalam faktor internalmu dalam versi terbaikmu, selama kamu bertanggungjawab untuk hidupmu. Maka hidupalah dengan tenang.

 

Monday, August 7, 2023

Pengalaman Nyantri Unik: Aku Santri Yang Awalnya Terpaksa Tapi Akhirnya Betah.

Aku Santri Yang Awalnya Terpaksa Tapi Akhirnya Aku Betah.

Namaku marvin, aku anak kampung ini asli, masuk ke pesantren ini karena mamakku memaksa, kalau aku tak masuk pesantren ini, sama saja, mau pulang ke mana aku, pulang ke rumah juga nggak diterima. 

 

Kata mamak, kalau tidak masuk ke pesantren ini, mamak nggak jamin pergaulanku dengan teman-temanku, yang rokoknyalah, yang kereta-keretaannyalah, dan banyak alasan lain yang dikhawatirkan mamakku, karena itu aku terpaksa masuk pesantren.

 

Tapi sampai sejauh ini aku masih betah, semuanya masih terasa enak. Semua masih terasa nyaman begitu, tidak ada alasan membuatku tidak betah di pesantren ini.

 

Bercerita sejenak tentang pesantrenku ya, nama pesantrenku: Pondok Pesantren Darul Khoir, beralamatkan: Huta I Bandar Malela Kec. Gunung Maligas, Kab. Simalungun. Pesantren ini sangat dekat dengan rumah, jalan kaki juga sampai, tapi seperti yang kuceritakan di awal tadi, aku tak berani pulang ke rumah, karena mamak melarang. Sampai kapan aku di sini? Semuanya terserah mamak, sampai kapan mamak maunya, aku ikhlas ngikuti keinginan mamak.

 

Di pesantren ini, aku adalah santri perdananya, awalnya kami berjumlah 9 orang, 5 orang putri dan 4 orang putra, tapi karena ada seorang tidak betah jadi berkurang satu, jadi santri yang putra tinggal 3 orang.

 

Aktivitas kami di sini belajar, dari makan pagi seperti biasa sebelum jam setengah 8, setelah itu masuk kelas hingga pukul 10.00 wib, lalu kami istirahat sejenak, dengan shalat dhuha dan persiapan untuk makan siang sebelum shalat dhuhur sekitar 12.00 wib, memasuki waktu dhuhur kami shalat lalu lanjut lagi belajar hingga pukul 16.00 wib, dilanjutkan shalat ashar. Setelah shalat ashar kami istirahat dan berkegiatan bebas, mulai masuk lagi pukul 18.00 sampai isya’ setelah itu makan, dan lalu belajar ceramah hingga pukul 22.00, ini adalah agenda terakhir, setelah itu kamipun istirahat malam.

Itu kegiatan harian kami selain hari jum’at, sebab hari Jum’at adalah hari libur, maka kami belajar hanya di pagi hari dari jam setengah 8 hingga jam sepuluh pagi, Selanjutnya istirahat, dan masuk untuk belajar lagi sore menjelang magrib pukul 18.00 wib sampai selesai.

 

Itu sekilas tentang kegiatanku bersama dengan teman-temanku, banyak hal yang kami pelajari, berhubung jumlah kami sedikit, jadi sangat bisa intensif kami belajarnya, maka setelah belajar pagi bersama abi (sebutan untuk ustadz pimpinan pondok), kami ada sistem les lagi ke kakak senior, melancarkan pelajaran sebelumnya, agar bisa diajari olehnya, sehingga jika telah paham dan mampu menghafalnya, kami akan setorkan hafalan kami kepada abi, baru kemudian belajar lagi dengan abi salam (pimpinan pondok.) untuk pelajaran yang baru lagi.

 

Pesantren kami ini, selain bersistemkan pesantren yang 24 jam, setiap sore juga membuka kelas untuk anak-anak kampung ini sekolah ngaji, belajar mengaji iqro’ dan al-qur’an, dan apa muatan pelajaran agama lainnya, dan alhamdulillah respon warga sekitar kampung ini sangat positif, buktinya anak MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah)nya sangat banyak.

 

Oh iya hampir lupa, pesantren kami ini juga membina anak-anak sekitar kampung ini, untuk sekolah sore, biasa diistilahkan sekolah ngaji, atau ada juga bilang anak MDA (Madarasah Diniyah Awaliyah), di sini mereka belajar dengan guru yang memang piawai mengajarkan ngaji iqro’ dan al-Qur’an. 

 

Mereka memiliki guru ngaji khusus, jadi pada saat mereka mengaji kami yang di pesantren juga belajar dengan ust. Salam. 

 

Sebelum terakhir, aku ingin menginformasikan juga untuk buku-buku pelajaran yang kami gunakan. Uniknya buku kami penjelasannya masih memakai ejaan arab melayu, terdiri dari buku-buku yang sangat menarik: Ada buku shorof, buku bahasa arab, akidah akhlak, sejarah nabi, nahwu, ibadah, bintang lima, buku kultum. 

 

Beberapa buku, ada yang membutuhkan pemahaman dan pelaksanaan, dan lainnya membutuhkan keistiqomahan untuk menghafalkannya. Seperti buku bahasa arab, jika telah distorkan hafalan ‘mufrodat’nya hingga habis satu buku, maka bisa lah berganti dengan buku yang baru. 

 

Pada intinya saya sebagai santri perdana yang saat ini sedang mondok dengan rasa suka cita, memohon kepada para pembaca untuk bisa mendo’akan saya, dan juga teman-teman, serta pondok dan seluruh guru-guru kami, semoga kami semua dalam keadaan sehat, dan istiqomah untuk menjaga niat agar bisa belajar di pondok ini hingga dinyatakan lulus oleh pimpinan pondok.



Oh ya Mohon do'anya juga bapak/ibu untuk pembangunan ruangan baru di pondok kami juga, sebagai sarana yang menunjang pendidikan kami kedepannya.

 

 

*Disarikan dari kisah perjalanan seorang marvin, santri pondok pesantren tersebut.


 

 

 

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi