Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Monday, January 31, 2022

Wawancara Eksklusif Dengan Blogger

  


Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikum'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Saya Hemalia Putri dari Fakultas Manajemen Pendidikan ingin memberikan beberapa pertanyaan kepada Bapak Irwan Haryono Sirait, S.Fil.I yang memiliki blog, yang bertujuan untuk memenuhi tugas dari dosen saya.


Ada pun pertanyaannya adalah sebagai berikut:

1.     Sejak kapan Bapak mulai membuat blog?


Jawab: Saya mulai membuat blog di tahun 2009. Berawal memposting tulisan dari blog gratis yang disediakan google, dengan nama domain: irwanharyono.blogspot.com. Namun setelah memasuki dunia perkuliahan bertemu juga dengan teman blogger di kampus, disarankannya untuk merubah domain gratis menjadi berbayar (komersial) sehingga di tahun 2014 blognya dari (dot)blogspot.com menjadi (dot)com, domain lengkapnya: irwanharyono.com (akunnya berbayar setiap tahun hingga kini).

 

 

2.     Apa yang melatar belakangi Bapak menuangkan opini atau olah pikir ke dalam blog?

Jawab: Karena tertarik dan ingin berbagi saja awalnya. Sejak tahun 2009 sudah mulai mengotak-atik blog, awalnya masih tertarik dengan tamplate dan kode html, sehingga mulai membangunnya terlebih dahulu, kemudian setelah tampilan sesuai dengan keinginan barulah mulai menuliskannya di tahun 2010 namun semangat posting naik turun hingga 2020, dan kini alhamdulillah mulai tanggal 01 Januari 2021 hingga kini tulisannya terposting setiap harinya 1 tulisan. (sedang berusaha untuk bisa diistiqomahkan)

 

3.     Selama pembuatan blog, bagaimanakah suka duka yang Bapak alami?


Jawab: Dukanya saya rasa ketika keinginan menulis di blog menggebu-gebu namun terbatasi dengan fasilitas ketika itu, sebab pada saat membangun blog saya belum punya laptop, belum punya handphone canggih yang bisa hotspotan, sehingga masih mengandalkan pinjam laptop kawan dan juga wifi sekolah. Disana yang membuat proses membangun dan posting tulisannya di blog menjadi sering terkendala.


Sedangkan sukanya ketika ada yang ngebaca blognya dan ada yang suka, bahkan punya pembaca setia yang sedia memberi komentar dan masukan dari tulisan saya, di sana saya merasa senang sekali, karena bisa berbagi dan berdiskusi, sekaligus juga bisa saling bertukar pikiran dan sekaligus belajar menulis. 

 

4.     Sejak aktif di dunia blogging, apa saja manfaat yang Bapak peroleh?

Jawab: Dapat berbagi dengan tulisan dengan teman-teman blogger yang lain, mengikuti perlombaan perpustakaan yang bertema “blog”, orang dapat mengenal kita lebih dekat dengan mengunjungi blog kita, sehingga dengan membaca tulisan kita, pembaca dapat tahu kita siapa dan apa yang kita pikirkan.

 

 

5.     Selama menjadi blogger, siapa kah blogger atau penulis yang menjadi inspirasi Bapak dan apa alasannya?


Jawab: Ada dulu abangan kelas saya, yang menjadi panutan saya, dengan semangat menulisnya sayapun bertekad menjadi penulis, karena beliau aktif di blog pribadinya ketika itu, maka saya kira, jejak pertama yang harus saya ikuti adalah  Saya harus punya blog terlebih dahulu, agar menjadi setahap mengikuti jejak beliau.

 

6.     Selama Bapak menulis blog, tema apa yang sering Bapak angkat?

Jawab: Menulis blog bagi saya adalah menuangkan inpirasi yang terlintas di kepala saya, jadi karena saya memulai menulis dari apa yang paling terdekat dengan diri saya, jadi kiranya temanya tentang pemuda, sebab saat ini saya seorang pemuda; baik itu tentang pengalaman pemuda, kegelisahannya, kiprahnya, cita-citanya, keinginannya, puisi cintanya dan banyak lagi terkait tentang urusan pemudalah. Kalau ingin tahu, bisa kunjungi blog saya sendiri ya, buka google, cari: irwanharyono.com

 

Atas waktu dan partisipasi Bapak yang sudah membantu saya, saya ucapkan banyak terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sunday, January 30, 2022

Pembacaan Awal Buku Prolegomena Prof. Naquib Al-Attas

**

Judul Buku      : Prolegomena To The Metaphysics Of Islam

Penulis             : Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Penerbit          : International Institute Of Islamic Thought And Civilization (ISTAC)

Tempat            : Kuala Lumpur, Malaysia.

Cetakan           : pertama, 5 September 1995/ 9 Rabi al-Akhir 1416

Tebal               : 358 hlm

ISBN                : 983-99002-3-4

Genre              : Philosophy Book

Resensator      : Irwan Haryono S., S.Fil.I

 

**

 

This is a very important book. No book of its kind, in profundity as well as magnitude of scope and comprehensive grasp of modern intellectual challenges facing the contemporary Muslim World. Appeared in the last century. The book deals with the fundamental question of the nature of “worldview” according to Islam, a question that has never really been raised in our time. The author proposes that the nature of the worldview of Islam is not merely the mind’s view of the physical world and of man’s historical, social, political, and cultural involvement in it, as has been misunderstood in the minds of secular, contemporary Muslim scholars generally, and particularly those preoccupied with the social and political sciences, but it should bear upon the Muslims ideas about “change”, “development”, and “Progress”.

 

Buku ini bertuliskan bahasa Inggris, untuk memahaminya butuh waktu sedikit lebih lama dari membaca tulisan ringan seperti biasa kita nikmati, dan tantangannya adalah buku ini bertuliskan bahasa Inggris. Jika tujuannya memahami buku ini sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya maka buku ini adalah pilihan yang tepat, namun jika tujuannya untuk mengetahui isinya, yah.. begitulah, harus memiliki usaha ekstra untuk bisa memahaminya, menantang bukan?

 

Secara bebas kita coba artikan kalimat berbahasa Inggris di atas yang itu di ambil dari synopsis di cover belakan buku prolegomena. Kira-kira beginilah artinya:

 

Ini adalah buku yang sangat penting. Tidak ada buku sejenis, dalam kedalaman serta cakupan dan pemahaman yang komprehensif tentang tantangan intelektual modern yang dihadapi Dunia Muslim kontemporer. Muncul di abad terakhir. Buku ini membahas pertanyaan mendasar tentang sifat "pandangan dunia" menurut Islam, sebuah pertanyaan yang belum pernah benar-benar diangkat di zaman kita. Penulis mengusulkan bahwa sifat pandangan dunia Islam bukan hanya pandangan pikiran tentang dunia fisik dan keterlibatan sejarah, sosial, politik, dan budaya manusia di dalamnya, seperti yang telah disalahpahami di benak para sarjana Muslim sekuler dan kontemporer pada umumnya. , dan khususnya mereka yang disibukkan dengan ilmu-ilmu sosial dan politik, tetapi itu harus mengandung ide-ide Muslim tentang "perubahan", "pembangunan", dan "Kemajuan".

 

 Dari penjelasan di atas, sedikit jelas arah pembahasan buku ini, harapannya setelah membaca buku ini, kita menjadi lebih paham betul apa sebenarnya tantangan-tantangan yang harus dihadapi kedepan, sebab dunia selalu berubah, sekecil apapun itu harus dipersiapkan dengan sangat matang, sebab perubahan adalah sunnatullah, maka tidak ada yang tidak berubah, kecuai perubahan itu sendiri, selamat berubah, selamat membaca, semoga bermanfaat.

 

 

Saturday, January 29, 2022

Q & A Filsafat Dasar



1.              Pengertian Filsafat: 

Kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang berarti philosophia, secara harfiah bermakna "pecinta kebijaksanaan"adalah kajian masalah mendasar dan umum tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran dan bahasa.

 

2.              Pengertian Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. 

 

3.              Pengertian Pengetahuan dan Agama dan contohnya

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan juga tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara probabilitas adalah benar atau berguna. Contohnya adalah ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut, seperti itulah namanya pengetahuan. Sedangkan agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa, serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, serta pandangan dunia yang menghubungkan antara manusia dengan tatanan kehidupan. Dalam hal ini sistem dan tatanan kehidupan yang dibangun sesuai dengan agama yang diimani, sebab antara agama-agama itu sendiri memiliki ritual, kepercayaan dan bentuk pribadatan yang tidak sama antara satu dan lainnya. Adapun negara yang diakui di Indonesia adalah: Agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu.

 

4.              Pengertian dari Ontologi dan contohnya

Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Contohnya seperti yang sempat dikatakan oleh Thales sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu.

 

 

5.              Pengertian dari Epistemologi dan contohnya

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, epistēmē, artinya "pengetahuan", dan logos artinya "diskursus", adalah cabang dari filsafat yang berkaitan dengan teori pengetahuan.

Yaitu mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan. Sebagai contohnya dalam matematika, diketahui bahwa 2 + 2 = 4, (tradisi meyakinkan dan melogikakan orang-orang tentang jawaban diatas adalah tepat dan benar secara empiris adalah contoh dari tradisi epistemologi).

 

6.              Yang dimaksud: 

·      Rasionalisme: Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman inderawi.

·      Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang mental dan ideasional sebagai kunci menuju hakikat/realitas sesuatu.

·      Empirisisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia.

·      Naturalisme adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Yaitu melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan panca indra kita.

 

7.              3 Ayat Al-Qur’an tentang Filsafat:

·      Tentang manusia adalah makhluk yang paling mulia di alam ini, terdapat pada (Q.S. al-Isra’ [17]:70)

·      Kemuliaan manusia dibandingkan makhluk Allah yang lainnya, dimana manusia diciptakan sebagai khalifah, diangkat derajatnya dan bertujuan hidup diatas muka bumi ini untuk mensejahterakan umat manusia dan isinya dengan penuh ketakwaan. Hal ini terdapat dalam (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)

·      Sedangkan ayat al-qur’an yang menerangkan tentang filosofi alam, adalah sebagai mana yang termaktub di dalam Q.S. al-Fushilaat [41]:53. 

Thursday, January 27, 2022

IDE



Kawula muda, bangsa muda, para anak muda pada dasarnya semua pola yang dimilikinya tidak boleh dianggap biasa. Sebab bisa jadi pola yang sering dia dapatkan berupa nasehat orang tua di aplikasikan kembali menjadi lebih muda, bisa juga idenya di formulasikannya menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan zamannya sekarang, pada intinya, ide pemuda tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus di sambut, sebab satu ide menelurkan ide lainnya, dan keberhasilan mengerjakan ide yang pertama dapat membangkitkannya untuk melakukan langkah berikutnya.


Sedikit ulasan sederhana menerangkan tentang 7 hal gratis yang mungkin terlewatkan namun sangat berefek besar bagi saya pribadi dan mungkin juga bagi para pembaca sekalian, apa itu, yaitu: Ide, kesempatan, cita-cita, rencana, semangat, mental, dan sahabat.


Sedikit ulasan singkat mengenai ide. Ide adalah sesuatu yang dahsayat, bernilai, dan sekaligus menentukan kesuksesan Anda. Jika anda melakukan sesuatu dengan ide-ide baru maka Anda mendapatkan hasil-hasil yang tidak bisa Anda prediksi sebelumnya. Bagi ide, menunggu bukanlah solusi, namun tidak lebih dari wujud dari pasif, maka dari itu, harus di balik menjadi menggunakan berbagai teknik berpikir kreatif. Ide baru bisa di dapatkan secara gratis, yang di perlukan hanya kemauan untuk berusaha, berusaha dan berusaha! Dengan kata lain, setiap orang mempunyai kebebasan untuk mengumpulkan ide baru sebanyak-banyak yang diperlukannya. Akhirnya agar sebuah ide bisa bermanfaat, maka ide tersebut harus bisa di wujudkan menjadi tindakan yang nyata.


Wednesday, January 26, 2022

Resensi dan Ringkasan

Secara bebas Aku simpulkan bahwa meresensi buku adalah seni bagaimana membaca buku dengan lebih teliti dan kritis. Kemudian menuliskan hasil bacaannya dengan bahasa yang membangun, lugas, singkat, padat dan bermutu. Yang dibaca bisa berupa buku, novel atau catatan tertulis seperti surat kabar, majalah dan lain sebagainya, tetap saja dalam mendeskripsikannya harus dengan baik dan menarik.

 

Manfaat & Tujuan Dari Resensi Buku:

Dalam hal memberikan manfaat atau mendapatkan manfaat, dari setiap resensi ada 3 pihak yang saling diuntungkan:

a.     Sisi Penulis Buku

1.  Senang karena bukunya diminati pembaca, sampai-sampai bukunya diulas kembali dari sudut pandang pembaca.

2.     Membantu menyemangati penulis agar terus produktif melahirkan karya baru.

3.     Merasa terbantu untuk mempopulerkan karya barunya di banyak kalangan pembaca di berbagai media sosial online maupun offline.

 

b.      Sisi Peresensi/Resensator Buku

1.     Dari setiap buku yang dibaca peresensi/resensator dapat menambah wawasan keilmuannya secara otomatis, juga bisa mengetahui latar belakang penulisan karya tersebut sampai pada mengetahui alasan mengapa karya tersebut dibuat.

2.     Bebas mengeluarkan pendapatnya tentang apapun; mengenai buku yang barusan tuntas ia nikmati. Baik itu berupa kritikan ataupun saran.

3.     Mengembangkan kreativitas peresensi dalam setiap gaya penulisan resensinya di beragam buku yang memiliki aneka genre yang berbeda. 

 

c.     Sisi Pembaca Resensi

1.     Pembaca mendapatkan gambaran isi buku secara ringkas yang akan dibaca sebelum memilikinya.

2.     Lewat kelebihan dan kekurangan buku yang diresensi, pembaca bisa dengan lapang menimbang hingga memutuskan dengan yakin bahwa buku ini adalah buku yang dibutuhkan untuk dibeli;  jika untuk pribadi, maka usai dibaca menjadi koleksi. Jika cocok buat orang lain, akan dibeli dan dihadiahkan untuknya.

3.     Selalu dapat membaca ulasan isi buku-buku terbaru,  di setiap tahun, bulan, bahkan setiap minggunya.  


Kalau pembaca berminat juga ingin mencoba meresensi seluruh buku, majalah, novel, koran atau apa saja yang barusan dibaca, disini kucoba tuliskan tahapan penting yang mesti tercantum di dalam tulisan kamu, menjadikan tulisanmu enak dibaca orang lain. Dan hal ini aku mengistilahkannya “bangunan rumah resensi”


Bagunan rumah resensi:

Sama seperti sub judul di atas, ibaratkan rumah, resensi tidak akan terbangun jika tidak ada komponen-komponen dasar yang menopang hingga terbangunlah rumah yang utuh. Agar dapat menjadi sebuah rumah resensi yang sempurna. Sedikitnya ada 9 hal penting yang ingin kusajikan bagi teman-teman pembaca:


1.     Cari buku yang kamu suka membacanya. Untuk suka, dengan cara mencari buku yang kamu butuhkan untuk supleman akalmu dan vitamin hati dan jiwamu.

2.     Setelah dapat buku yang kamu butuhkan, kemudian bacalah bukunya senyaman mungkin dan senikmat mungkin. 

3.     Di sela-sela itu, bisa mulai mengumpulkan data identitas buku yang akan diresensi. Biasanya terdiri dari judul buku, penulis/pengarang buku, penerbitnya, cetakan ke berapa, tempat penerbit, tahun terbitnya, ketebalan bukunya, ukurannya, dan terakhir resensatornya/nama peresensinya. Butuh contoh? Clik link ini ya kawan-kawan J

4.     Setelah kepala dipenuhi isi buku dan mulai bercampur dengan pendapat pribadi maka selanjutnya, buatlah judul resensi semenarik mungkin agar membuat pembaca penasaran. Judul yang unik, menarik, biasanya yang dapat merangkum keseluruhan isi resensi buku tersebut.

5.     Buatlah kalimat pembuka sesempurna yang kamu bisa; guna mengikat pembaca bahwa buku ini sesuai ekspektasinya sehingga membuatnya penasaran untuk membaca paragraf selanjutnya. (hal ini biasanya menjadi patokan banyak pembaca). Caranya dimulai dengan mengungkapkan kesan terhadap buku. Bisa juga dengan memaparkan keunikan buku, dan lain sebagainya.

6.     Dari sisi konten/isi resensi, hadirkanlah sebuah informasi yang berbobot agar pembaca mengetahui garis besar isi buku yang diulas. Biasanya berisi sinopsis dari cover belakang buku, ulasan singkat isi buku, melampirkan petikan isi buku (secukupnya), menerangkan kelebihan dan kekurangan buku, penilaian secara tata bahasa, sampai kepada kritikan dari kesalahan cetakan buku, cover dan tata letak dalam bukunya (jika ada). Bahkan jika berkesempatan mendiskusikan isi buku tersebut dengan penulisnya langsung, itu menjadi nilai plus yang sangat luar biasa.

7.     Memberikan satu pesan dan kesan dari hasil bacaan kamu, agar menjadi wawasan, dan ilmu buat orang lain, dari tulisan singkatmu ini.

8.     Buatlah kesimpulan menurut versimu tentang buku ini. Dan terakhir

9.     Tutuplah resensimu dengan penutup yang mengugah jiwa pembaca untuk segera membaca bukunya. Jika sudah punya, menjadi segera ingin membacanya; namun jika belum punya, segera ingin membelinya via online atau langsung ke Gramedia terdekat, atau juga bisa mengunjungi toko-toko buku kesayangannya.



Q & A  Seputar Resensi.


  • Ada berapakah jenis resensi?

JB: Secara garis besar terbagi menjadi dua macam. Pertama resensi informatif-evaluatif dan kedua resensi Kritis dengn menerangkan landasan teori dan metodologinya.

 

  •  Apa perbedaan mendasar antara resensi dan review?

JB: Resensi sebagaimana yang kujelaskan di atas, sedangkan review biasanya upaya mengkritisi suatu penelitian/penampilan yang sedang dilakukan/dipertunjukkan dengan ketentuan tema tertentu secara khusus, baik itu dalam bentuk hard file maupun soft file. 

 

  •  Apakah saya bisa menulis resensi dan bagaimana caranya?

JB: Ya Anda pasti bisa, tanpa ragu kukatakan Anda mampu dan pasti bisa! Titik (.) tidak ada koma. Caranya: Ikuti saja arahan di atas dan percayalah pada dirimu sendiri bahwasannya kamu bisa. Selamat mencoba. J

Monday, January 24, 2022

Pendidikan Adalah Mantra Masa Depan

Banyak kasus dikatakan bahwa pendidikan adalah politik tertinggi dalam suatu negara, selain itu pendidikan juga dibeberapa tempat menjadi faktor pembeda  dalam proses pengklasifikasian masyrakat, antara masyarakat terdidik dan terlatih. Di mana masyarakat terdidik lebih tinggi derajatnya dari pada terlatih, sebab pola pendidikan menggunakan akal dan rasa untuk membentuknya sedangkan terlatih lebih mendominasi tenaga dan kekuatan untuk membiasakannya. Selain itu juga, banyak kasus di lapangan orang berpendidikan dianggap lebih siap dan mampu diterjunkan ke lahan perjuangan dari pada orang yang sama sekali tidak ada pendidikannya. Namun tidak mesti demikian sebenarnya yang terjadi di lapangan, terkadang kebalikannya juga malah yang terjadi. Namun pada intinya pendidikan saat ini menjadi tolak ukur akan keberlangsungan kemajuan atau kemerosotan dalam sumber daya mansuia di dalam suatu negara. 

Dalam proses pendidikan langsung di keluarga misalnya. Bermula dari tujuan bekeluarga untuk menjaga diri, menyempurnakan ibadah, dan mengikuti sunnah nabi menyempurnakan ajaran agama, maka seterusnya akan berpikir untuk meneruskan garis keturunan dengan memiliki anak, dan berubah status menjadi orang tua. Membesarkan anaknya tidak lain adalah untuk menciptakan generasi terdidik. Upayanya Bergam macam.

 

Dalam usia perkembangan, pedidikan fisik mulai dilatih. Dari mulai berbalik badan,  mengangkat leher dan kepala, bertahan lama dalam tengkurap (berbalik badan), kemudian mengesot, setelahnya merangkat, merambat, dan selanjutnya berdiri, berlari, dan disisipi itu, ada juga yang telah mahir berbicara, ada juga yang masih terbata-bata, semua itu adalah bagian dalam pendidikan fisik, namun yang lebih besar dari itu adalah pendidikan ruhani, yang akan ditampilkan seiring perkembangan otaknya yang semakin berkembang, dan dirinya yang telah mulai bisa memahami terhadap semua yang diajarkan, biasanya hal mula-mula yang ditanamkan adalah  adab, sopan santun, cara berbahasa, cara bersikap, cara berdo’a, menghafalkan do’a-do’a ringan, dan lain sebagainya. itu semua adalah pendidikan dini dalam dunia masyarakat terkecil. Yaitu pendidikan, jasmani, ruhani, aqli dan qalbi dengan upaya menciptakan gerasi unggul sedari ini, sedini mungkin.

 

Kemudian memasuki dunia pendidikan sekolah dasar, selanjutnya memasuki pola pendidikan madrasah tsanawiyah, madrasah Aliah, yang dalam proses yang lebih spesifik dalam bidang agama adalah pendidikan KMI Pesantren, sedang pesantren itu berdasarkan sistemnya sendiri secara garis besar pembagiannya ada 2 macam, pesantren bersistem salafiah dan bersistem  Modern. Telepas dari dua sistem yang berbeda dalam pelaksanaannya, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu keduanya berokuskan pada hal yang paling prioritas, yaitu mencetak generasi bangsa yang islami, tarbawi dan adabi. Untuk menghidupkan minimal 3 hal tersebut, diperlukan pola  pendidikan matang itu sendiri, diantaranya: Dibutuhkan banyak instrument di dalamnya; guru, murid, sarana-prasarana, dan seterusnya.  Sedang dari proses penanaman karakternya berjalan selama 24 jam sedemikian rupa. Di dalamnya banyak nilai yang perlu guru tanamkan pada muridnya, sehingga terciptalah anak dididik yang siap dididik, organisasi-oraganisasi yang siap terjun dalam pola pendidikan secara menyeluruh, dalam jiwa murid/santri yang siap hidup dan menghidupkan kebaikan dan kebermanfaat dalam masyarakatnya.

 

Mantra keyakinan bahwa apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasakan di pesantren keseluruhannya adalah bagian terpadu dalam pendidikan. Menjadi mantra ampuh pencegah dari pada ketakutan, keraguan sehingga yang tercipta adalah keterpaduan dan keajaiban, untuk menciptakan pola pendidikan luar biasa untuk masa depan.

 

Baru sampai sini dulu catatan kita, semoga nanti bisa melanjutkan pola pendidikan di dunia kampus. Dunia baru yang memberikan banyak dinamika ideologi, pola pengkajian lintas pemikiran, dengan beragam kekayaan literasi yang tak terhingga. Begitu luasnya lautan, lebih luas lagi ilmu yang dibicarakan oleh para mahasiswa pencinta ilmu dan pendidikan, untuk itu. Di lain sesi nampaknya perlu kita bahas tentang luar biasanya dunia pendidikan ini di ranah mahasiswa. 

 

Terima kasih kakak, sudah membaca sejauh ini,

Semoga harinya cerah, dan sehat selalu ya.

Sunday, January 23, 2022

Kamu Berbohong?



Judul Buku : Bohong Di Dunia

Penulis       : Prof. Dr. HAMKA

Penerbit     : Gema Insani

Cetakan     : Kedua, Syawwal 1438 H/ Juli 2017 M

Tebal : xvi + 128 hlm; 18,3 cm

ISBN           : 978-602-250-383-5

Resensator : Irwan Haryono S., S.Fil.I

 

**

“Orang yang berani berkata terus terang adalah orang yang mendidik jiwanya untuk merdeka. Orang yang berani menerima perkataan orang yang berterus terang adalah orang yang membimbing jiwanya kepada kemerdekaan. Oleh sebab itu, kebenaran adalah kemerdekaan.” [HAMKA]

**

 

 

Sebelum mengulas mendalam tentang judul ini, mari kita cari tahu dulu apakah yang dimasudkan dengan bohong itu sendiri?

 

Berbohong atau berdusta adalah berkata tidak jujur atau tidak berdasarkan fakta sebenarnya. Orang yang berbohong akan melontarkan kata-kata yang tidak benar, perkataannya sudah pasti tidak sesuai atau berlawanan dengan fakta dan realitas. 

 

Jika bohong itu adalah tradisi anak muda, mungkin hampir setiap hari remaja ibu pertiwi mempraktikkan tradisi ini, sebab kita adalah bangsa yang taat akan budaya dan tradisi leluhur nenek moyang. Akan tetapi nyatanya tidak. Hal ini bukan identitas remaja Indonesia, bukan juga tradisi leluhur, apalagi menjadi warisan turun temurun bangsa. Ajaran terpenting dari bangsa ini. Adalah ajaran bekerja keras, berjuang keras, kuat silaturrahim dan membumikan kejujuran dari seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari tradisi jujur pada lingkungan keluarga internal, keluarga di lingkungan, hingga menjadi tradisi dari satu negara. Untuk itu bohong bukan tradisi kita, bohong adalah penyakit yang harus diberantas habis hingga keakar-akarnya, namun jika itu berat, maka sebelum membumi hanguskan kebohongan dari dunia fana ini, hilangkan terlebih dahulu bohong dalam dirimu sendiri, selanjutnya biarkan bohong dunia akan hilang dengan sendirinya karena lewat jujurmu; lewat kejujuran saudaramu yang lebih mendominasi populasi dunia ini yang datang dari dasar hati masing-masing diri.

 

Bercerita tradisi bangsa, ternyata dibelahan dunia sisi lain, kebohongan ini menjadi sebuah tradisi; di belahan dunia barat, ada satu kebiasaan senda gurau atau canda yang telah lazim di Benua  Eropa dan menjalar kepada bangsa kita agaknya, yaitu kebohongan atau dusta 1 April. Begitu mereka menyebutnya. Orang Inggris menamakannya “April Fool”, orang Prancis “Poisson d’avril” orang Jerman menamai “Der Aprilnarr”. Pada setiap tanggal 1 (satu) April, biasanya surat-surat kabar menerbitkan atau menyiarkan kabar berita yang ganjil dan bohong, tetapi bohong yang tidak merusak. Pada 1 (satu) April 1846, surat kabar The Evening Star di London memberitakan bahwa di kebun percobaan akan diadakan satu pertunjukkan keledai yang baru didatangkan dari benua Afrika. Datanglah orang berduyun-duyun ke tempat itu hendak menontonya. Namun, tidak ada seekor keledaipun yang muncul. Ternyata, orang-orang yang datang menonton “acara” itulah yang jadi “keledai” nya. Menjadi tontonan orang lain karena lupa serta dikerjai bahwa hari itu adalah 1 (satu) April,“April Fool”.

 

Disisi yang sama, plato di dalam bukunya yang terkenal, Republik, Plato mengatakan pada suatu masa, bohong tidak lagi merupakan perbuatan tercela, alasan Plato: “… Kata-kata bohong (dusta kadang-kadang ada juga manfaatnya dan tidak tercela, misalnya ketika berhadapan dengan musuh, pada waktu teman kita sangat marah, atau ketika seseorang sedang tertekan karena kesalahan pendapatnya sendiri, hingga nyaris jatuh ke dalam suatu perbuatan yang sia-sia. Maka, perbuatan bohong pada waktu itu menjadi berguna, seakan-akan seperti obat dan penangkal. Demikian juga dengan cerita-cerita dongeng yang kita bicarakans sekarang, oleh karena kita tahu hakikat zaman yang telah lampau itu, kita menggambarkan dusta seolah-olah hampir mirip dengan kebenaran.”

 

Lain plato lain pula dengan Aristoteles, menurutnya orang yang mengatakan kebenaran (jujur) yang sejati ialah yang berkata benar dan meninggalkan dusta, bukan karena mengharapkan keuntungan, tetapi dia cinta kebenaran dan merasa puas telah berkata benar. Sebaliknya, dia menjauhi dusta karena memang hatinya benci dengan dusta, dan tidak mengharapkan keuntungan apa-apa. Dalam hal ini Aristo membagi dusta menjadi beberapa tingkat, ada yang sangat berbahaya dan ada yang kurang bahaya. Kalau kita berdusta karena ingin martabat tinggi atau karena ingin masyhur (popular), maka “dicampur” sedikit dengan dusta, tidak mengapa. Begitu pendapat beliau. Namun, jika dusta digunakan untuk mengejar harta, inilah dusta yang paling buruk dan hina.

 

Lain dari kedua tokoh filsuf di atas, Nabi Muhammad saw sebagai rasul dalam agama Islam menjelaskan bahwa maksud hadirnya agama Islam sebagai penyempurna adalah untuk menimbulkan keteguhan jiwa manusia, keteguhan menimbulkan kejujuran dan tidak mengenal bohong. Sebab bohong adalah hasil dari jiwa yang lemah. Allah swt berfirman dalam surat Al-Ahzaab:70 yang artinya:

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

 

Dalam surat At-Taubah: 119 Allah kembali berfirman yang berarti:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

 

Dan terakhir firman Allah swt dalam surat an-Nahl: 105, yang artinya:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.”

 

Berdasarkan isi dari ketiga ayat itu, bahwa hidup yang dianjurkan oleh Islam adalah hidup yang mempunyai kepercayaan (iman) kepada Allah. Iman menimbulkan takwa, yaitu memelihara jiwa dari pengaruh-pengaruh perbuatan jahat yang akan menjatuhkan martabat manusia. Iman juga menjaga manusia agar senantiasa berhubungan dengan Allah swt. 

Keduanya, iman dan takwa akan rusak dan binasa apabila seseorang telah berani berdusta. Ditegaskan kembali bahwa dusta hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah.

 

Buku saku ini mengulas ringkas, namun mendalam tentang Bohong. Di antara 11 daftar isinya adalah: 1. Bohong (Bohong dan benar, bohong diam dan bohong samar, bohong dalam perbuatan, bohong dan serba-serbi bentuknya). 2. Terus Terang (Bohong menumbangkan masyarakat, khianat, senda gurau, benar lebih tenang, basa-basi, sunnah nabi). 3. Agama Menyikapi Bohong (Agama Yahudi, Agama Nasrani, Agama Islam, beberapa bimbingan Nabi Muhammad saw, pintu kekayaan batin). 4. Bohong yang Diperbolehkan(Antara terus terang dan bohong, bagaimana jika terjadi? Pandangan Islam, Kata-kata yang disamarkan, cerita gembira, teka-teki, dongong, April fool (April mop) pandangan plato), 5. Bohong dalam Ilmu Jiwa(anak-anak dan kebenaran, apa penyebab anak-anak berbohong, bohong karena takut, bohong yang disengaja). 6. Pendapat Aristoteles. 7. Pendapat J.J. Rousseau (Pembagian bohong, penyebab anak-anak berdusta, kesalaahn guru). 8. Pendapat Granville Standley Hall (sayang dan benci, karena mementingkan diri sendiri, dusta keberanian, dusta penyakit, dusta karena sombong), 9. Penelitian Ferriani. 10. Penutupdan 11. Filsafat Bohong.

 

Tertarik saya ingin membacanya lebih lanjut seusai membaca sinopsis judul ini, pada kalimat: “Berbohong atau dusta adalah berkata tidak jujur atau tidak berdasarkan fakta sebenarnya. Orang yang berbohong akan melontarkan kata-kata yang tidak benar, perkataannya sudah pasti tidak sesuai atau berlawanan dengan fakta dan realitas.”

 

Dalam bukunya ini Prof. Dr. Hamka mengupas dan mengkaji secara detail bahasan tentang kebohongan. Pembahasan ulasannya mengulas-kaji bohong dari perspektif Islam. Beliau juga membahasnya dari sudut pandang ahli ilmu kejiwaan, seperti Aristoteles, J.J. Rousseau, Stanley Hall, dan lainnya sebagaimana terangkum pada bait di atas; dimana intisari fenomenalnya adalah: “Sikap kejujuran dan keberanian mempertahankan kebenaran adalah intisari dari jiwa yang merdeka. Sementara itu, kebohongan atau kemunafikan adalah gejala dari jiwa budak!” (HAMKA)

 

Pada halaman akhir, sebelum mengakhiri isi buku ini beliau menuliskan pesan bahwa: “Bohong satu kali adalah laksana nila setitik dimasukkan ke dalam susu sebelanga. Bohong satu kali kerap menjatuhkan harga seseorang di hadapan sesama manusia untuk selama-lamanya. Jujur dan benar adalah sifat semula jadi mansuia. Setara hati yang asli adalah jujur dan tidak mau berhohong.

 

Waallahu a’alam.


Terima Kasih sudah mau membaca hingga sejauh ini.

 

Ahad, 23 Januari 2022

Medan. Sumut. Indonesia

 

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi