KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

NILAI-NILAI KEDISIPLINAN

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

HIKMAH DAN KEBERKAHAN

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

AKHBAR AHWAL SEPUTAR PESANTREN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Minggu, 30 November 2014

Tiupan Ruh Semangat tuk Dunia.



Kuliah Umum Tentang
Wawasan kebangsaan & bela Negara
Di Universitas Darussalam
Jum’at, 28 November 2014

Jum’at, 28 November 2014, kembali wajah UNIDA Gontor berseri-seri dengan kedatangan tamu agung Bpk. Jend. Ir. Arif Rahman Hakim, MS. MD, guna bersilaturrahmi, sekaligus memberikan kuliah umum tentang Wawasan kebangsaan & Bela Negara.“Beliau bukan orang lain, baliau adalah bagian dari kita, karena ketika di pakistan kita juga pernah menginap di penginapan militer dipakistan sana. Dulu beliau tidak seseram sekarang” sambil tersenyum Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. memberi sambutan.


Sungguh suatu kesyukuran bagi kita, sekaligus kebanggaan bagi kita ini, dengan berubahnya ISID ke UNIDA, berbagai tamu terus datang ke Kampus ini. wakil menteri luar negeri: Bapak. Denopati Jalal. KEDUBES Swiss: Bapak. Djoko Susilo, dan sekarang ini Bapak Jend. Ir. Arif Rahman Hakim, MS. MD.

Hal yang sangat kita apresiasi disini, bahwa “tidak banyak jenderal2 yang mau membawa keislamannya. Dan beliaulah salah seorang jenderal yang mau menghidupkan dakwah keislaman. Aktifitas beliau selalu dibarengi dengan dakwah; dan angkatan juga bebas berdakwah. Istilahnya kalau Abri yang ngomong kan tidak dicurigai, sedangkan jika yang ngomong kita, seringnya dicurigai.”

Mohon do’anya juga bapak. Mudah-mudahan dengan pengalamnan kami yang masih pemula ini, dapat terus mengembangkan kampus UNIDA ini.
Dan kemudian acara dibuka dengan bacaan “Basmalah”.

Acara yang diikuti hampir 200 peserta itu, tampak begitu berwarna lewat retorika heroic dan super energik dari bapak. Arif Rahman. Guyonannya di sela-sela waktu “siapa yang tidak mengenal dan tak pernah mendengar Gontor, Jangankan manusia, malaikatpun jika ditanya akan bisa menjawab, apa Gontor itu? Dimana itu? Pasti ada Malaikat yang kesasar patroli kesini, apalagi yang kesasar ke Gontor Putri sana”. Seketika suasana hening terpecahkan dengan sedikit tawa dari para peserta.

“Sebagai seorang yang berkecimpung langsung di lapangan. Beliau benar-benar telah mampu mengatasi masa, dan mengetahui bagaimana psikologi masa. Terbukti dari mahasiswa yang hadir nyaris tidak ada yang tidur,.. sebab beliau bicaranya sambil berjalan-jalan mengelilingi hadirin.” Terang hary singkat. Selaku peserta yang duduk terdepan.

Diantara pesan beliau yang terngiang adalah. “Takutlah kepada Allah, maka apa-apa selain Allah akan takut kepadamu. Tapi Jika kau takut dengan selain Allah. Maka yang orang-orang akan menghinakanmu. Selain itu juga beliau mengungkapkan bahwa “betapa takutnya negara-negara asing pada Indonesia kita dulu. Seandainya para tentara musuh berbaris panjang sampai buntut pasukan masih di China, kitapun tidak gentar, kita juga pasti bisa menang. Mengapa? Karena mereka(musuh) meyakini melawan rakyat muslim Indonesia sama dengan berperang melawan Tuhan, dan itu adalah proyek mustahil. Kehebatannya lagi. Mati bagi muslim "dicari" dan "dirindukan". Sedangkan mereka mencari hidup; takut mati. Udah tidak akan pernah ketemu itu. Muslim semakin dekat dengan peperangan semakin mencium wanginya syurga, dan bahkan semakin menjadi kerinduan ingin berjumpa dengan rabbNya”

Jika kita telah menjalankan perintah Allah, dan mengikuti ajaran Rasulullah, inilah yang disebut takwa dengan Allah. Dan kalau sudah demikian. Maka ketika kalian melihat. Mata yang digunakan untuk melihat itu ada campur tangan Allah. Ketika berbicara, disana ada campur tangan Allah. Ketika melangkah, bergerak, berjalan, bekerja, berjuang semuanya ada campur tangan Allah, dan kalau sudah demikian Allah pasti ridho’ dengan kalian. Insya Allah.

Saat ini yang saya harapkan adalah pengakuan dari kalian-kalian semua. Katakan ketika 100 tahun ulang tahun Indonesia. Saya ada di sana, apakah kalian siap?” “siap” jawaban peserta pasti yang menggetarkan suasana hall perkumpulan ketika itu. Kalian itu pantas untuk memimpin. Kenapa? Karena kalian bersama Allah. 2045 (31 tahun lagi waktu kalian untuk memimpin) jika sekarang umur kalian 20an, maka kalian lah tipe ideal pemimpin masa depan. Insya Allah.
katakan: "Laa ilaha illallah." Kamu punya syurga,... Mengapa kamu tidak mengajak orang lain? Ini tugasmu

Kehebatan Pemimpin Muslim adalah ketika Malam ia menangis, seperti tawon menraung-raung; takut karena dosa. Kalau Siang seperti Srigala. Walaupun musuh masuk kedalam lubang, maka akan digali sampai sedalam-dalamnya. Sampai dapat. Dan satu juga kesulitan bagi musuh untuk mengincar dan menyerang pemimpin muslim adalah sebab pemimpin dan rakyat sama persis. Cara berpakaian, bagiaman hidup dan perilaku kesehariannya benar-benar serupa. Sehingga teramat sangat sulit di bedakan. Demikianlah pemimpin yang Rahmatan lil alamain, salah satu juga cirinya. "Siap di tugaskan untuk memimpin dunia."

Sesungguhnya Allah telah mendatangkan orang-orang hebat tidak ada lain selain hanya membawa kepada dakwah. Nabi-nabi mengajak kita bahagia di Dunia dan Akhirat
dan datangnya saya kesini tidak lebih baik dari kalian jika berbicara dalam hal agama, maka dari itu disini kita bertukar pikiran.

            Demikianlah kuliah singkat bersama beliau. Ibarat cabe rawit. Kecil-kecil tapi pedes. kalau yang ini. Walaupun singkat tapi tes-tes-tes. (lansung ke inti). Sangat luar biasa

Sabtu, 29 November 2014

HP Tiba-tiba


Cerita awalnya lagi iseng dengan teman mau lihat-lihat laptop, spesifikasinya, dll. Setelah berselanjar lama di Dunia Maya. Akhirnya, terkumpullah beberapa klasifikasi laptop terbaik yang sesuai dengan kantong yang terbatas.

Nah setelah itu barulah iseng coba lihat hp, awalnya tertarik dengan Himax Polymer Li, dengan segala upaya kami telpon Jatimcell, berkunjung ke web resmi himexnya, ke bhineka, sampai akhirnya pergi ke artomoro ponorogo. Karena memang lokasi itu yang terdekat dari kampus.  Singkat cerita, begitu sampai di toko.

Perbincangan antara aku, temanku dengan penjaga tokopun tercipta.  Yang kami bahas tidak jauh dari “hp bagus dengan harga yang murah”. Dan akhirnya dia menunjukkan Evercoss Elevate Y a66a, dengan sekian jauh perbedaan dari hp pertama, dan selisih harga relative sedikit, tidak terlalu banyak. Aku meminta waktu sedikit untuk diskusi.  Setelah selesai. Akhirnya bulat keputusanku untuk membeli “Elevate Y tipe A66A” dengan taksasi harga asli di internet 2,7. Lalu kemudian harganya turun menjadi 1,7. Dan ternyata masih turun 200rb lagi, menjadi RP.  1.500.000. Awalnya pengen beli himax polymer li
kok tiba-tiba putar balik menjadi evercoss elevate. Yah begitulah adanya.

Mungkin teman-teman banyak yang memandang sebelah mata, hape dengan merek ini. Tapi sebelum itu terjadi aku ingin memberikan data-data elevate tipe a66a ini.

Komponennya: layar IPS 5 Inci resolusi HD 720x1280 pixel. Layar ini dilapisi Rhino Screen. Yaitu layar kategori Hard. Glass level 7 (skala 1-10) menjadi tahan akan goresan dan benturan tanpa harus memakai screen protector. Ketahannya mencapai level Gorilla Glass 2. Layar menggunakan One Glass Solution (OGS) dan full lamination yang menyatukan layar visual. Screen dengan panel touch screen sehingga layar jadi lebih tipis.

Adapun prosesornya yaitu Media Tek Quad-core kecepatan 1,3GHZ. Dengan RAM 1GB dan memori internal 8 GB. Kamera belakang 13 mp (auto-focus), kamera depan 5MP, baterai 1800mAh.


Satu semboyan yang sangat asik untuk di dengar adalah. “See The Inside”  lihat dan fokuslah pada spesifikasi sebelum memastikan ingin membeli smartphone. Karena brand juga terkadang tidak menjamin. Wallahu’alam.

Jumat, 28 November 2014

Berbelas Kasih; Proses Penyatuan Agama Pluralis

resensi compassion photo compassion_zps4b9edd0a.jpgKata bahasa Inggrisnya (copmpassionnate) sering di persamakan dengan “kasihan” dan dikaitkan dengan kebajikan sentimental yang tidak kritis: Oxford English Dictionary, misalnya, mendefenisikan “Compassionate” sebagai “Pritieous” (“memilukan”) atau “Pitiable” (“Menyedihkan”). Persepsi compassion seperti ini tidak hanya meluas, tetapi telah tertanam. Ketika Karen Amstrong memberi kuliah di Belanda baru-baru ini, dia dengan tegas menyatakan bahwa belas kasih tidak berarti merasa kasihan kepada orang lain, tapi terjemahan Belanda atas teks karen disurat kabar De Volkskrant secara konsisten menerjemahkan “compassion” sebagai “Pity”. Tapi, “Compassion” sebagian diturunkan dari parity latin dan pathin Yunani, yang berarti “menderita, menjalani atau mengalami”. Jadi, “Compassion” berarti “menanggungkan [sesuatu] bersama orang lain”, menempatkan diri kita dalam posisi orang lain, untuk merasakan penderitanannya seolah-olah itu adalah penderitaan kita sendiri, dan secara murah hati masuk kedalam sudut pandanganya. Itulah sebabnya belas kash secara tepat diringkas dalam Kaidah Emas, yang meminta kita untuk melihat kedalam hati kita sendiri, menemukan apa yang membuat kita tersakiti, dan kemudian menolak, dalam keadaan apa pun, untuk menimbulkan rasa sakit itu pada orang lain. Belas kasih, oleh karena itu, dapat didefinisikan sebagai sikap altruisme konsisten yang berprinsip. (Lihat hal. 15)
Inti dari hidup dalam setiap agama dapat di saksikan adalah bermuara pada satu titik hati yang tentram, damai dan suka membantu. Mengingat jawaban dari guru bijak cina Konfusius (551-479 SM) ketika di tanya mana diantara ajarannya yang bisa dipraktikkan muridnya “sepanjang hari dan setiap hari” menjawab: “mungkin perkataan tentang shu (‘tenggang rasa’). Jangan pernah melakukan apa-apa kepada orang lain yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan untukmu.” Menurutnya ini adalah inti sari yang terdapat dalam seluruh metode spiritual yang disebutnya jalan (dao). Perbandingannya jika kita lihat dan kita saksikan bersama disana terdapat perbedaan yang luar biasa signifikan dengan pernyataan dari nabi yang meletakkan kata-kata pasti pada setiap umatnya. Jika mengikutinya akan tetap pada jalan yang lurus sedang sebaliknya jika ingkar maka tinggal menunggu waktu kehancuran. Bukankah dalam hal ini seorang muslim mempertaruhkan keimanannya dengan kata-kata pasti’. Dalam hadist, nabi pernah bersabda yang berarti: Tidak beriman seseorang, sebelum kecintaannya terhadap saudaranya seperti kecintaannya terhadap dirinya sendiri.”  
Betapa jelas namanya Islam tidak pernah mengenal kata mungkin’ tapi selalu mengenal kata jaminan “pasti”, sebab sudah terang di jelaskan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Akibatnya juga tidak sembarangan apalagi kebohongan. Akan tetapi kenyataan yang bisa dipertanggungjawabkan. “karena Allah tidak pernah ingkar janji” Maka berbahagialah mereka yang tetap teguh dalam satu ikatan suci dan selalu bertobat dari penyimpangan jalan kebenaran.
Buku ini merupakan salah satu karya Karen Amstrong selain Sejarah Tuhan (kisah 4000 tahun pencarian Tuhan dalam agama-agama manusia), dan Masa Depan Tuhan (sanggahan terhadap Fundamentalisme dan Ateisme). Yang semua buku tersebut adalah hasil buah pikir Karen sendiri. Dia bukanlah seorang peneliti, tapi dia maneliti dengan begitu sangat handal. Sikap ilmuan yang berhasil membentuk dirinya sehingga dapat memaparkan kebenaran dengan begitu sangat objektif. Selalu menjaga keotentikan karya yang akan dituliskannya sehingga di cetak banyak; tanpa dia sadari karyanya menjadi buah tangan yang fenomenal; dengan serta merta dia dinobatkan sebagi penulis best seller dan juga sebagai peneliti yang tidak berat sebelah karena setiap katanya bernash memiliki bukti nyata serta rujukan langsung dari kitab suci tiap agama.
Buku ini juga memiliki ke khasan sendiri yang dapat di nikmati oleh orang banyak. Diantaranya, saran buku rujukan untuk bacaan lebih lanjut (lihat hal 231) Buku ini tidak sekedar buku yang berani menampilkan opini yang kontropersial sehingga menjadi buah bibir banyak orang; tapi juga mengarahkan pembaca untuk menggali informasi lebih lanjut tentang arti belas kasih itu sendiri. Petikan kata yang dapat langsung kita baca “kita tidak akan pernah cukup belajar tentang belas kasih. Disini, Anda akan menemukan beberapa buku yang akan memberikan wawasan dan akan menyemangati Anda sepanjang menjalani program ini. Telisiklah sampai Anda menemukan penulis yang pendekatannya cocok dengan Anda; beberapa di antara buku-buku ini memuat bibliografi yang luas, sehingga Anda dapat menjelajahi ide-ide penulis favorit anda secara lebih mendalam dan melihat apa yang mereka baca.. Anda mungkin ingin memulai dengan mengeksplorasi mitos dan ajaran tradisi Anda sendiri, tapi akan sangat bermanfaat jika Anda juga menemukan wawasan tentang tradisi lain, yang membantu Anda untuk melihat diri Anda sendiri secara berbeda.” (Lihat hal. 231)
Sebagaimana yang tertulis di ‘cover’ buku. Compassion 12 Langkah Menuju Hidup Berbelas Kasih. Adapun pembahasannya lebih mendetail terdapat pada 12 judul didalamnya. Diantaranya: Pertama, Belajar tentang Belas Kasih. Kedua, Lihatlah Dunia Anda Sendiri. Ketiga, Belas Kasih pada Diri Sendiri. Keempat, Empati. Ke lima, Perhatian Penuh. Keenam, Tindakan. Ketujuh, Betapa Sedikitnya yang Kita Ketahui. Kedelapan, Bagaimana Seharusnya Kita Berbicara kepada Sesama. Kesembilan, Kepedulian untuk Semua. Kesepuluh, Pengetahuan. Kesebelas, Pengakuan. Kedua Belas, Cintailah Musuhmu.
            Semakin dibaca lebih mendalam, ternyata 12 judul kecil dalam buku ini menggambarkan poin penting yang hampir di pastikan terdapat di seluruh agama. Dengan ilustrasi ringan ia berusaha menggambarkan teori-teorinya. begitu ringan dan menarik. Seperti halnya ilustrasi tentang kecakapan mengemudi mobil, tidak dapat dipelajari hanya dengan membaca panduan manual mobil; seorang itu harus masuk kedalam kendaraan itu dan latihan menjalankannya sampai keterampilan yang diperoleh dengan susah payah menjadi watak kedua.
            Sama halnya seseorang tidak dapat belajar berenang dengan duduk disamping kolam renang menonton yang lain melompat-lompat di dalam air; orang tersebut harus mencemplungkan diri dan belajar untuk mengapung. Jika ia tekun, ia akan mendapatkan kemampuan yang pada awalnya tampak mustahil. Sama halnya dengan belas kasih: kita bisa belajar tentang susunan saraf otak dan persyaratan tradisi kita tetapi hanya setelah dan kecuali jika, kita benar-benar mengubah perilaku kita dan belajar untuk berpikir serta bertindak terhadap orang lain sesuai dengan Kaidah Emas, barulah kita akan membuat kemajuan. (lihat hal. 34)
            Inilah satu-satunya buku kompleks tentang agama yang berhasil menjadikannya buku bermuatan fakta objektif, dan terpercaya. Ada buku semisal dengannya berjudul “Menuju Kesempurnaan Akhlak” karya Ibn Miskawaih, isinya hampir sama, memiliki pembagian-pembagian beberapa bagian, hanya saja pembagiannya disini hanya sampai enam, berorientasi pada kesempuranaan akhlak yang itu merupakan orientasi tertinggi dari bidang keilmuan dan keimanan yang dimiliki seorang muslim. Dan juga hampir sama dengan buku yang di tulis oleh’Atif Abdul ‘id berjudul “Membuat Orang Jatuh Cinta dalam 1 Detik” dalam buku ini memaparkan dan menuntun pembaca kepada cara berkomunikasi dan berinteraksi syarat saling memahami. Sehingga dapat menimbulkan rasa kecintaan terhadap sesasama, menarik simpati, dan mempengaruhi orang lain. Pada intinya walaupun mirip tapi tidak sama.
            Buku Compassion karya Karen Amstrong ini seakan menyajikan buku karya Ibn Miskawaih dan ‘Atif Abdul ‘id, secara apik bersamaan. Di kolaborasikan menjadi buku yang sangat komplit dan sistematis. Bahkan lebih komplit dengan penambahan kisah, sejarah, pemikiran, fakta dan realita yang tercantum dibuku ini.
            Mencari kelemahan buku ini, terasa sangat sulit, hampir tidak di dapatkan kekurangannya. Sangat layak dibaca untuk semua kalangan tidak terkecuali. Hanya saja satu yang sangat disayangkan mengapa buku berjudul Compassion ini hanya berakhir di halaman 247, mengapa tidak setebal “Masa Depan Tuhan” 609 halaman, atau “Sejarah Tuhan” 676 halaman. Buku ini serasa 3 kali lipat lebih tipis dibandingakan karya-karya Karen yang lainnya, untuk bahasa buku yang mudah dicerna dan di pahami. Buku ini serasa begitu sangat singkat perlu edisi kedua sebagai lanjutannya.

Akhir kata dari peresensi selamat membaca dan menikmati bukunya.


Judul Buku    : COMPASSION
(12 Langkah Menuju Hidup Berbelas Kasih)

Penulis            : Karen Armstrong
Penerbit          : PT. Mizan Pustaka
Tahun Terbit : Cet 1, Maret 2013
Tebal              : 247 hal. 15,5x23,5cm
Resensator     :Irwan Haryono S 

Kamis, 27 November 2014

Debat Antar Kampus Cabang


Debat Tiga Bahasa
Membuka Cakrawala Ilmu dan Bahasa
Oleh:Irwan Haryono S (Mahasiswa ISID GONTOR Siman)


Bismillahirrohmanirrohim.....
Kamis - jum’at 31-1/06, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) siman terlihat ramai dengan suasana benner yang tertempel di setiap sudut kampus, salah satunya tepat di depan gapura terpampang tulisan “Debat Interaktif Tiga Bahasa Institut Studi Islam Darussalam Gontor, bertema: Membuka Cakrawa Dengan Ilmu dan Bahasa.”  Itulah nama acara sekaligus tema yang mengantarkan suasanan pada hari kamis dan jum’a terlihat begitu ramai dan meriah. Dalam pertandingan debat tersebut, ISID Siman, dimana notabene menjadi kampus pusat, turut mengundang; seluruh mahasiswa kampus ISID diseluruh cabang dari jawa timur hingga jawa tengah. Mencakup kampus ISID Robithoh (mlarak), kampus ISID Gontor Putra 3(Kediri),  Kampus ISID Gontor Putra 6 (Magelang), kampus ISID Gontor Putri 1 (Ngawi), kampus ISID Gontor Putri 2 (Ngawi), dan kampus ISID Gontor Putri 3(karangbanyu), semuanya hadir dengan membawa kontingen masing-masing, terdiri dari 3 regu; bahasa Inggri, Arab dan Indonesia dengan kuota setiap regu 3 orang. 
Pembagian hadiah yang diberikan
oleh ust. Badrun Shahir kepada para finalis debat

                Acara debat kali ini adalah sebuah refleksi aktif melihat animo mahasiswa/i ISID pada lomba debat Olimpiade Ekonomi Syariah akhir bulan April kemarin, sehingga untuk menyikapi hal ini diadakanlah acara debat interaktif dalam skala yang lebih luas lagi, sampai mengundang seluruh kampus ISID cabang dengan tidak dibatasi kategori fakultas dan semester. Acara debat yang di buka oleh Al-Ustadz  Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil. kamis sore tersebut dibagi menjadi empat babak, yaitu; babak penyisihan 1, semi final, hingga berakhir di final. Dalam perjalanan singkat selama 2 hari; maka keluarlah hasil pemenang lomba debat. Tersebut denga Bahasa Indonesia: Juara 1 dari kampus Pusat Siman, juara 2 dari kampus putra gontor 6. Bahasa Inggris:  Juara 1 dari kampus Robithoh, juara 2 dari kampus gontor putri 1. Bahasa Arab:  Juara 1 dari kampus gontor putri 1 dan juara 2 dari kampus gontor putra 3.

Anggota ISID SIMAN el ANDCIS berpose bersama bapak2 Dosen tercinta
Peserta delegasi kampus Gontor 3 Kediri (Daarul Ma'rifat)
“ Acara debat kali ini adalah acara yang benar-benar sangat amazing, fantastik, bombastik and very spekta-spektakuler” tutur Rusdi rasyid (Mahasiswa Gontor 6) dalam menyampaikan kesan dan pesannya.

Selain itu,  Sulthon Assyam Karimoh Al-Masyhida, juga berkomentar: “Acara yang sangat luar biasa, seharusnya acara seperti ini diadakan dan dilaksanakan setiap tahunnya, bagi orang seperti saya, seperti kami yang dari  kediri Gontor 3 Darul Ma’rifat, mahasiswa sekaligus harus menjadi guru, setiap pagi hingga pagi lagi kami di tuntut untuk trus memberi  dan memberi. Padahal disisi lain kami mengakui bahwa untuk memberi kami perlu masukan yang akan terus memberikan nilai kepada pemberian-pemberian kami, dan masukan-masukan seperti ini sangat jarang kami rasakan, acara seperti ini bisa menjadi pelarian kami, yang paling penting bukan sekedar input ilmi akan tetapi input motifasi dan inspirasi kami.”

Delegasi dari kampus Mantingan Putri dalam menghadiri undangan debat
Selain itu Ziana Nur Hida, salah seorang peserta debat dari Kampus ISID Gontor Putri 1, juga berkomentar: TIDAK MUDAH MELANGKAHKAN KAKI KELUAR DARI PONDOK PUTRI MENUJU KE SINI, perjuangan dan kesulitan yang kami temukan tidak lah seberapa, akhirnya dengan kehendak Allahlah kami benar-benar bisa menginjakkan kaki disini. Suatu acara yang sangat spektakuler dengan melibatkan seluruh fakultas: Syari’ah, Ushuluddin dan Tarbiyah, menandakan bahwasannya kita satu, hal ini juga salah satu dari pemersatu dari pada tujuan mahasiswa/i ISID. Dengan melihat karakteristik dari mahasiswa dan mahasiswi ISID, saya optimis bahwa mahasiswa dan mahasiswi ISID, terlahir untuk melewati beberapa tingkatan yang kelak insya Allah pasti bakal sukses. marilah saling mendo’kan untuk terus sukses dan berprestasi lii’lai kalimatillah ALLAHU AKBAR”


Di penghujung acara setelah pembagian hadiah  al-Ustadz Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.M.Phil. (PUREK III), berdiri diatas podium ditengah-tengah para hadirin untuk memberikan sambutan sekaligus menutup acara tersebut, dengan kata-kata: “Ada masukan dari peserta debat agar menjadikan ini kegiatan tahunan, kalau perlu kegiatan ini kita adakan setiap semester. Ini merupakan satu latihan kepemimpinan juga termasuk latihan bagaimana Anda menjual ide, ide itu akan dapat di terima jika Anda memiliki argumentasi yang kuat. Dan yang namanya ide, sangat luar biasa luasnya, sekarang ini diatas(Hall Wisma lt.2) lagi perang ide, bicara undang-undang kita bicara undang-undang, bicara pasal-pasal kita bicara pasal-pasal. Kemudian dalam soal bisnis, kalau nanti ada yang mau berkecimpung di dunia bisnis meyakinkan klien supaya dia membeli produk Anda ataupun berinfestasi itu pakai argumen.  Argumentasi yang bagus, tidak emosional, bisa di terima, apalagi di tambah do’a, hah itu pasti berhasil.

 Ini zamannya adalah zaman berargumentasi. Adab itu adalah ilmu. Makanya, peradaban itu dari kata-kata ‘manduba’, manduba itu adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah ilmu, jadi sebenarnya kata peradaban itu berasal dari kata-kata adab. Kalau bicara adab, adab bukan hanya akhlak, jadi manusia tidak beradab itu manusia Jahiliyyah; manusia yang tidak memiliki ilmu pengetahuan, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang beradab, tidak mungkin orang tahu berprilaku baik dan buruk kecuali dia memiliki ilmu. Prilaku baik dan buruk itu berkaitan dengan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an. Perintah Al-Qur’an itu bukan satu, puluhan, ratusan, dan diantara perintah yang satu dengan yang lainnya tidak boleh bertentanga. Kalau Anda sudah bisa melaksanakan semua perintah ini sesuai dengan fitrah Anda, Anda mencapai dengan apa yang dinamakan hikmat. Anda menjadi orang yang beradab. Jadi orang yang beradab itu orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itu bisa meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Segala sesuatu itu bukan benda, bukan gelas diatas meja, tetapi konsep pada tempatnya. Meletakkan konsep pada tempatnya itu namanya adil, orang yang adil itu kebalikan dari orang yang dzalim, orang yang dzalim adalah orang yang meletakkan sesuatu perbuatan yang tidak layak bagi seorang mu’min, muslim kepada dirinya. Maka orang yang berbuat maksiat itu adalah orang yang ‘zolimun linafsihi’ (zolim terhadap diri sendiri) karena meletakkan sesuatu pada hati yang suci ‘wanafsun wama sawwahaa’ (betapa indahnya jiwa manusia itu kami ciptakan kok tiba-tiba dimasuki oleh jiwa syaitoniyyah, hayawaniyyah, itu namanya zolim. zolim itu tidak adil, sama juga jika Anda meletakkan duit orang lain pada kantong Anda, namanya  mencuri. Mencuri itu bukan hanya zolim kepada orang lain tapi juga zolim terhadap diri Anda sendiri, itu KONSEPnya.) 

 Saat ini dunia benar-benar sangat membutuhkan orang-orang yang dapat menguatkan idenya dengan argumentasi-argumentasi yang kuat. sebab bagus pun ide Anda jika Anda tidak mampu mempertahakannya dan menjelaskannya dengan argumentasi yang kuat itu akan percuma. Tidak akan di terima, bahkan cenderung sering kecewa. Ada beberapa trik yang bisa Anda pakai: untuk dapat menguatkan argumen anda yang pertama Anda harus PD terlebih dahulu, banyak orang pinter, banyak orang cerdas yang nilainya diatas rata-rata tapi tidak menonjol, begitu banyak orang yang pintar tapi tidak berani berbicara. Maka, percaya diri itu perlu. Kedua, perbanyaklah membaca. Sebab,  lewat membaca tanpa Anda sadari anda menyerap  argumentasi-argumentasi  yang tertulis di dalamnya yang kelak menjadi perbendaharaan di memori Anda tanpa sedikitpun disadari. Kembali lagi saya tekankan, argumentasi itu sangat penting; bagaimanapun ceritanya dan  apapun yang ingin Anda lakukan, walaupun itu bernilai baik, jika Anda tidak mampu mempertahankan dengan argumentasi yang kuat maka sangat besar kemungkinan ide, pesan dan masukan Anda akan di tolak. Maka dari itu tidak bosan-bosannya saya mengingatkan. Bahwa  Anda semua sebagai mahasiswa; hidupkanlah tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis. Ini adalah 3 komponen dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Anda tidak mungkin bisa menulis tanpa banyak membaca, tidak dapat berdiskusi tanpa ada bahan bacaan. Dan setelah anda paham serta menguasai pokok bahasan jika Anda tidak menuliskannya berarti sama saja dengan menyembunyikan ilmu untuk dikonsumsi diri sendiri.” Berikut sekelumit sambutan dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil yang berhasil kami tangkap, dengan barakhirnya sambutan tersebut berakhirlah acara Debat Interaktif Tiga Bahasa di kampus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) tersebut.

Rabu, 26 November 2014

Masih bolehkah aku berbicara tentang CINTA?


      Semua teman-teman yang membaca catatan ini.  Maaf jika isinya tidak sesuai dengan makna cinta  yang sebenarnya, maaf juga ku daratkan kepada siapa saja yang berpengalaman penuh dalam lika-liku kehidupan sarat penuh percintaan jika ternyata  catatanku bertentangan dengan Anda.
     Dari sebuah pertanyaan sederhana teman ke padaku. “Seberapa besar dampak positif bagi  seorang pria/wanita yang di motivasi oleh sosok yang ia sayangi? Dan juga, pada usia seperti ini (masa kuliah) mana yang lebih baik antara berteman atau ada hubungan?

     Ditanya seperti ini spontan aku bingung,  terpaku dalam kebisuan ingin menjawab atau hanya ku anggap angin lalu.‘walau berhembus tapi tak terlihat bekasnya.’

Perlahan aku berusaha mencari jalan keluar dan kini aku mendapatkannya.


                                                            *************************

Dalam guratan tinta yang kemudian ku tulis lewat tarian keybord ini. Aku menangkap bahwa makna superior dari cinta adalah kumpulan dari 3 komponen  yang sangat mendasar, yaitu: keikhlasan, kepercayaan dan ketulusan.
Timbul pertanyaan besar, mengapa aku lancang mengatakan demikian????

     Pertama; keikhlasan. Dalam banyak kisah singkat aku pernah mendapatkan intisari dari kata ikhlas tersebut, berawal dari rasa ikhlas tak terhitung berapa banyak kisah cinta tercipta, berawal dari ikhlas juga tak terdata berapa tinta yang telah di bukukan, melalui keikhlasan juga sudah tak terhitung berapa teman biasa berubah menjadi teman sepanjang hidup.
     Semua bermuara pada keikhlasan. Sampai pada titik dimana keikhlasan terpahit yang harus dirasakan; meninggalkan sosok dambaan hati hanya karena keikhlasan melihat dia senang tanpa melihat perasaan sendiri yang terus merundung pilu, itulah makna keikhlasan dalam cinta yang ku tahu.

     Kedua, kepercayaan. Suatu kehormatan jikalau keindahan tiada berujung mana kala kepercayaan ini bersemayam biru dalam rindu dan keharuan, dalam ramai dan kesendirian,  dalam dekat maupun jauh bersebrang pandang untuk memandang.

     Kepercayaan mungkin begitu muda untuk diucapkan, terlalu ringan untuk diobrolkan dan bahkan terlalu renyah untuk  sekedar dihabiskan dalam perbincangan. Tapi kepercayaan yang terjaga, kepercayaan yang begitu erat di dekap dalam dada, hati bahkan melewati jiwa dan raga adalah upaya terbesar untuk mempertahankannya.

Mungkin tak terhitung bagaimana mudahnya orang mendapatkan cinta, tapi adakah mereka setia untuk menjaga cinta?  bukan suatu yang baru jika sedekit menangis karena cinta, 5 detik kemudian terbahak-bahak karena cinta yang kedua muncul sebagai pelipur lara. Tapi apakah begitu wujud dari kepercayaan yang sebenarnya?

     Selalu ada antipati ketika dalam sedih! Selalu ada pelarian lain ketika sedang bertengkar! Bahkan…………. (mudah-mudahan jauh dari harapan), jika menjadikan cinta seolah tambang emas untuk mengkais materi kehidupan.

      Yang ketiga; ketulusan.
Aku belum mengetaui pasti tentang ini, tapi aku mendapatkan penjelasan yang begitu apik dan mendalam terkait bagaimana indahnya cinta didasari dengan ketulusan tanpa harap materi, ketulusan tanpa harap berbalas kasih, ketulusan  tanpa harus bersambut gayung, tanpa harus berbalas senyum, bahkan terlebih teguran manis imbas dari sapaan.
     Makna cinta dalam ketulusan ini tidak ada daya upaya  untuk dapat menuliskannya panjang lebar lagi, karena terlalu indah jika hanya tertulis dalam coretan tinta yang terbatas setiap sisi ujung kertas. Terlalu ringkas jika ingin di ungkapkan dalam satu, dua, tiga paragraph tulisan saja.


     Tiada maksudku untuk menggantung arti makna yang satu ini, sebab maknanya, melebihi dalamnya hidupku yang baru menginjak ke 20 dari asam garam kehidupan di dunia ini.

   Dalam semangat untuk berbagi aku rasa tiada salahnya jika teman-teman meluangkan sedikit waktu untuk bisa membaca sebuah novel menarik berkisah tentang ketulusan cinta insan sejoli; dalam keadaan berbeda kasta, hal, kehidupan, pendidikan, pengalaman, tak sengaja terlilit guratan cinta, yang akhirnya berbalas berjuta hadiah kehidupan dari sudut yang tida di sangka-sangka. Berjudul “29 Juz Harga seorang wanita” karya Bang. Ma’mun Affany(penulis novel kehormatan di balik kerudung).



     Kembali aku titipkan sebuah kata CINTA kepada sang pemilik cinta, aku tak tahu apakah pandanganku menyimpang atau bahkan keluar dari koridor makna cinta yang sesungguhnya, tapi berikutlah yang ku tahu tentang Cinta,  itu juga kalau diriku masih di perkenankan untuk berbicara tentang CINTA.


Untuk selanjutnya jawaban dari pertanyaan di awal rasaku dapat di simpulkan dari catatan singkat yang aku uraikan ini, dan semoga menjadi jawaban/ sekedar hiburan bagi yang sedang mencari arti makna cinta yang sebenar-benarnya.

Selasa, 25 November 2014

Adakah sosok sholeh dari jiwamu?

-->
    Ketika ku nikmati  lembaran demi lembaran buku ini, maka pecahlah pikiranku membentuk kerlingan-kerlingan kecil berhamburan, tepat pada suatu tulisan yang tercetak dalam lembaran kertas itu “Merajut Cinta Vs Mengalihkan Cinta” ternyata tidak banyak kriteria menjadi sosok pria soleh, tidak harus begitu ekstrim dengan segala tuntutan yang harus di jalani; seakan jauh lebih sulit teorinya dari pada pelaksanaan aslinya.
     Pria soleh tidak mesti harus tampan, pria soleh tidak harus di kagumi banyak wanita, tidak mesti kaya, dan tidak harus terlahir dari nasab yang dianggap mulia. “Tapi cobalah perhatikan akhlaknya yang mulia, kasihnya pada sesama dan imannya yang tiada dua.” Dari sana akan terlahir banyak lagi kriteria pria soleh yang tanpa disebutkan satu persatu; akan muncul dengan sendirinya seiring bergulirnya waktu.

     Maka, sebagai langkah awal pergerakan adalah: “Perbaiki akhlakmu, perbaiki niatmu, kuatkan Imanmu, perbanyak amalmu.”

     lalu, jika hari itu telah tiba, kau akan melihat sosok kesolehan dari dalam dirimu ibarat cermin yang akan memantulkan guratan indah kepribadian dan kesolehan di parasmu.

(terinspirasi dari buku “Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta”  karya: Setia Furqon Kholid)

CIOS,
08 Mei 2012. 14:36WIB