Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Monday, November 9, 2020

Nilai Pengembara Mulai Mengudara



Assalamu’alaiku wr wb..

Hai kawan-kawan, pertama-tama aku ingin memperkenalkan diri, namaku: Irwan Haryono Sirait, berasal dari Medan, mencintai dunia tulis menulis dan membaca sejak duduk di bangku KMI kelas 3 tepatnya waktu itu.  

Nilai Pengembara: “Nilainya di dapat dari Mengembara”

.

Adalah podcasts kedua yang aku rilis untuk kujadikan sebuah wadahku menuangkan ide-ide segar, cerita hidup dan cerita dibalik semua yang kulalaui.

 

Awalnya ingin membuat podcast yang membahas sesuatu dari dasar. Seperti pembahasan filsafat hidup gitu, mencari makna hidup, nilai-nilai dalam kehidupan atau filosofi dari nilai kehidupan, sebenarnya banyak opsi-opsi namalah yang mau dibuat.

 

Kalau boleh sedikit cerita, Nilai pengembara adalah nilai nidup, nilai kehidupan yang didapatkan dari hasil perjalanan panjang, selama kaki mampu berjalan, selama mata masih bisa memandang, itu adalah pengembaraan, dan itu pasti ada nilainya.

 

Ide pokoknya:

Pengembara itu adalah manusia. Sejatinya manusia ini adalah pengembara alam semesta, karena ketidaktahuan timbul kaingintahuan, melihat hal indah, merasakan ketakukan, sesekali keragu-raguan, diselingi kebahagiaan, hingga akhirnya  pengembara hanya singgah sebentar, untuk Kembali pulang, jadi tugasnya juga mencari arti hidup dan kehidupan.

 

Nilai: 
ide nilai ini muncul Ketika membaca tulisan kyai H. Hasan Abdullah Sahal dari Ali bin Abi Thalib

Orang yang perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perut, nilai seperti yang keluar dari perut.

 

Jadi mempertinggi filsafat hidup, hidup jangan hanya untuk urusan perut dan syahwat, hendaknya hidup untuk memperjuangkan nilai-nilai luhur yang kita yakini, maka hidup akan lebih berarti dan kelak kalau mati akan mulia.

“qimatul mar’i biqodri maa yuhsinuhu”
Kaliberitas seseorang sesuai dengan kadar kebaikan yang dia lakukan.

  

Pernah minta pendapat beberapa orang tentang nama podcasts, diantaranya:

1.     Filosofi Nilai luhur

2.     Filosofi Nilai

3.     Filsafat Hidup

4.     Nilai-nilai Luhur (nilai-nilai tinggi/agung)

5.     Nilai Pengembara

 

Panjang diskusi, telpon sana sini, tanya sana-sini, minta pendapat sana sini, sampai pada akhirnya terbentuklah podcast ini, “Nilai Pengembara” jadi poin nomor 5 yang terpilih. 


Dari rencana mengudara di Rabu, 9 September 2020, akhirnya baru dapat meluncur di hari ini, Senin, 9 November 2020, tanpa terasa udah 2 bulan juga ya terlewati. 

 

So, mungkin sementara sampai disini penjelasan tentang apa itu podcast nilai pengembara, rencana kedepannya, aku pengen kolaborasi ke beberapa narasumber, jadi mungkin bahasa untuk panggilan diri disesuaikan dengan kondisi.

 

Kadang bisa dengan panggilan Aku, kau, saya, kamu, anda, ana, ente, atum, anti, antunna, ustadz, ustadzah, kakak, adik, dirimu, diriku, ya banyaklah… panggilan yang bakalan dipakai nanti, sesuai pribahasa pernah bilang: “Lain lalang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya, maka panggilanpun mengikuti tutur sopan yang berlaku di tempat dan kondisinya.

 

 

Insya Allah Podcastnya akan terbit, setiap hari Jum’at, pukul 05.00 pagi, wib

 

Yah begitu saja dulu perkenalannya kawan-kawan, do’akan untuk kekonsistenan podcast ini, 

Salam Nilai Pengembara: “Nilainya di dapat dari mengembara”

Assalamu’alaiku wr wb..

Wednesday, October 21, 2020

Guruku Mengajarkan Literasi Santri


Layaknya guru, tidak ada yang mampu dikomentari muridnya selain ta’zim dan menyimak setiap untaian kata-katanya, sebab tidak keluar darinya kecuali baik, yang dilakukannya juga baik, yang diajarkannya juga baik, yang ditanamkannya juga baik, selalu kebaikan yang diberikan bak hujan deras, muridpun harus sigap mempersiapkan wadah besar dalam akal dan hatinya untuk menanmpung guyurannya.

 

Ku ikuti jejak guruku ini, sejak beliau menjadi santri hingga kini. Waktu itu, beliau duduk di kelas 5 KMI RH sedangkan aku duduk di kelas 3 KMI di pesantren yang sama. Terpaut 2 kelas dari tingkatan akademik. Tidak begitu kenal dengannya selain beliau sosok sederhana, sosok yang selalu tampil apa adanya, tidak begitu menarik dari penampilan, tapi selalu disenangi teman-temannya, tidak selalu ke kantin, tapi selalu datang ‘to’am’ ke hadapannya, dan puncak banjir rizkinya, ketika masa ujian tiba, mendadak menjadi guru bagi teman-temannya, layaknya syaikh yang menguasai segudang ilmu, selalu dikhususkan dan sangat tinggi derajatnya, tidak pernah kekurangan apalagi kelaparan, dengan rizki ilmunya dia menjadi terpilih diantara teman-temannya untuk mendapatkan beasiswa dikelas akhir KMI.  J

 

Sekedar memperkenalkan guruku yang hebat ini:

Beliau adalah Radinal Mukhtar Harahap, orang yang berpenampilan biasa, tapi memiliki ilmu di atas rata-rata orang biasa. Kalau tidak ditanya tidak akan banyak bicara. Hari-harinya banyak dihabiskan berduduk ria menatap layar monitor kesayangannya, begitulah tentangnya sesimpel penampilannya. Jika ingin tahu beliau lebih mendalam, bisa cari tahu lewat medsosnya, dan cuitan-cuitannya. Heheheh… suka-suka, aja bah nulisnya. 

 

Oh ya ada satu rahasia yang belum pernah Aku bongkar dimana-mana tentang guruku ini. Tapi tolong jangan bilang sama siapa-sapa ya, janji ini antara aku dan pembaca saja ya, janji ya… “Baliau pantang melihat peluang dan ide segar, pasti jadi buku”  itulah dia bocorannya, ni kutuliskan list Sebagian buku dan karyanya, mohon maaf tidak bisa seluruhnya, terlalu banyak:

 

1. Menulis Itu Asyik lho! FIkrul Mustanir Surabaya, 2010

2. Peaceful Jihad For Teens, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2011

3. I love Study, QM-Publishing, Medan 2011

4. 5 Jiwa Pemberani, Indie Publishing, Depok, 2012

5. Hammasah, Litbang-Publishing, Medan 2013

6. Asyiknya liburan Santri, Litbang-Publishing, Medan 2014

7. Santri Menulsilah, Litbang-Publishing, Medan 2015

8. Cerita Sejuta Makna, Litbang-Publishing, Medan 2015

9. Kulihat Dalam Dirimu Tanda-Tanda Kebesaran Allah, Maniz for publishing, Medan 2016

10. Pedoman Penulisan Makalah dan Karya ilmiah sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah,Medan 2017

.

.

Banyak lagi karya tulis beliau yang lain, bisa dilihat selebihnya di halaman:  v,vi,vii,viii pada karya ter-anyarnya berjudul: “Literasi Santri (Menggagas Budaya Baca-Tulis Islami)” terbit di Rawda Publishing, September 2020.

 

Begitu memegang buku ini, aku langsung bergegas membuka lembaran daftar isi, seketika terkunci 6 judul dari pandanganku, yaitu: 1). Andai Membaca Menjadi lifestyle.. p. 21,  2). Setelah membaca, menulislah… p. 27,  3). Lima Langkah Menulis Apapun… p.55, 4). Menulislah dengan Cinta…89, 5). Jangan berhenti (di) Menulis… p.95 dan terakhir 6). Impian Setiap Penulis… p.101. Membacanya sungguh membuatku bersenyum syukur.

 

Buku ini adalah buku maskotnya para penulis. Jika ingin mencari tips menulis, carilah disini. ingin mendapatkan contoh resensi, ulasan singkat, resume buku, di dalam buku hijau ini banyak contohnya. Beragam jenis tulisan seperti: pemikiran, ilmiah kontemporer sampai cerita motivasi menulispun ada disini. Pesan moralnya sungguh sangat luar biasa, sedikit ku kutip dari ininya halaman 22: “Jika kamu tidak bisa hafal dan paham, maka segudang buku yang kau kumpulkan tidak akan berguna. Apakah kamu membicarakan kebodohan pada suatu majelis sedangkan ilmumu tertinggal di rumah?” 

 

Petikan yang lainnya lagi pada halaman 103, “Sukses tidaknya sebuah tulisan adalah Ketika seorang penulis dapat membaca apa yang ada dipikiran orang lain. Menulis itu untuk dibaca. Menulis itu untuk membaca. Menulis itu untuk dibacakan kembali.”

 

Ku nikmati karya beliau dari waktu ke waktu, seperti merasakan sejuknya udara pagi, selalu ada embun baru di setiap harinya, begitu jugalah dengan karya-karya terbarunya, selalu ada saja ide segar yang siap menyapu kedunguan menjadi pengetahuan yang menyenangkan. 


Karena buku adalah pedoman, pembaca mesti mengenal siapa yang memberi pedoman, karena bila salah intruksi, bisa salah pemahaman, salah pemahaman bisa salah pengerjaan, salah pengerjaan terlalu jauh dari nilai yang ingin ditanamkan. Sedangkan nilai adalah kualitas diri agar tetap ternilai tanpa seri, tanpa bandingan.

.

Mmmmm… rasanya sudah cukup cuplikannya, paling kalau penasaran dengan orangnya, ini aku kirimkan photonya, kalau penasaran dengan suara dan pergerakannya,  bocorannya beliau banyak mengisi pelatihan, dan sudah diundang ke mana-mana, beliau orangnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia lah pokoknya…. Tapi ssssssttt…… Para pembaca, beliau agak ke si doel-doel-an, “ketinggalan zaman.” Masak penulis tersohor gini, belum eksis di youtube… Kan si si doel banget kan? Heheheehe…….  Semoga sang guru membaca tulisan ini sampai habis, sampai di tulisan hijau di atas, agak tebal sih memang, tapi lambang perdamaian ya guru. Heheheheeh  

.


Udahlah ya,… Kepanjangan nulis jadi semakin ngelantur nanti, Pokoknya beliau guru yang sering bermain dibelakang layar dan banyak kali karyanyalah pokoknya. Best for you teacher.

 

Ilustrasi sederhanaku tuk sang guru: “Pabila layar terkembang, gelap ruang penonton, merah layar tirai, putih cahaya ilmu yang akan diberikan.” Terima kasih guru 

Akhir kata, buku ini sungguh sangat luar biasa, sangat menginspirasi, membakar semangat diri, sungguh sangat rugi jika tidak dimiliki.

 

Kepada pembaca Selamat menikmati 

Sunday, October 4, 2020

Jika Melihatmu Rasul Pasti Mencintaimu

Jika Melihatmu Rasul Pasti Mencintaimu

***

لو رآك لأحبك

“Seandainya dia melihatmu, pasti dia mencintaimu!” (Ibn Mas’ud)




Untuk kesekian kalinya Aku mendapatkan buku-buku yang sangat luar biasa dari Ust. H. Qosim Nursheha Dzulhadi, Lc., M.Ud. Buku terakhir yang beliau hadiahkan berjudul: “Menulis Rindu Untuk Nabi” tebalnya 200 halaman, ditulis oleh beliau sendiri, diterbitkan oleh: Rawda Publishing, cetakan pertama, pada Agustus 2020.

 

Sesuai yang tertulis dalam cover belakang. Buku: “Menulis Rindu Untuk Nabi” adalah catatan tentang kerinduan Ust. Qosim kepada Sang Nabi Agung: Muhammad saw, isinya berbicara tentang multidimensi keagungan Sang Nabi: Mulai akhlaq, kepemimpinannya, orasinya, hingga keselamatan kedua orangtuanya di Akhirat ini.

 

Sebagai penikmat buku, Aku rasa tahapan membaca epilog dan kata pengantar adalah tahapan awal yang alhamdulillah telah kulalui, lanjut kubuka daftar isi untuk melihat semua judul yang tertera, terlihat ada 40 judul tulisan yang ada di dalam buku ini, 13 judulnya memicu andrenalin penasaranku untuk melahab judul-judul bahasan tersebut. Bergerak lebih cepat dari rasa lapar, seakan kaingintahuan ini menaiki kereta super cepat Arab Saudi, tidak banyak berhenti, hingga sampai pada halte tujuan, yaitu selesainya rasa penesaran tersebut.

 

Untuk coretan singkat kali ini, Aku mencoba untuk menceritakan pengalaman membaca pada judul: “Jika Melihatmu, Rasul Pasti Mencintaimu”, judul kedua dalam buku ini, benar-benar membuatku bertanya-tanya sebelum membacanya, Apa yang membuat Rasul mencintai umatnya jika beliau melihatnya? Apakah Rasul menghampiri umatnya meski mereka jarang bersalawat kepadanya? Begitu ikhlasnyakah beliau terhadapat umatnya? Atau apakah tips agar Rasul mencintai kita saat diberikan waktu untuk berjumpa nantinya? Berbagai pertanyaan berseliweran dibenakku sebelum judul ini kubaca.

 

Tahukah teman-teman apa poin berharga dari judul ini? (berikut beberapa petikan isi, dari buku yang sangat luar biasa ini)

·      Ibnu Masud adalah Sahabat Rasulullah selama 23 tahun. Jadi dia tahu betul apa yang disukai Rasulullah dan apa yang dibencinya. Dia juga tahu akhlak yang baik dari manusia, kelembutan sikapnya, kebaikan pergaulannya. Karena Rasulullah adalah baik, dan hanya cinta kepada yang baik-baik. Sehingga sangat wajar jika para sahabat berusaha meraih cinta Rasulullah.

·      Siapakah orang -orang yang paling dicintai Rasul?

“Orang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku nanti di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi).

·      Dalam satu Riwayat Rasulullah berkata kepada Asyaj ibn ‘Abd Qais: “Dalam dirimu ada dua perkara yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya.” Asyaj begitu sangat gembira, lalu bertanya: “Apakah itu, hai Rasulullah?” Rasulullah kemudian menjawab: Lemah Lembut dan kehati-hatian (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).

·      Di lain kesempatan Rasulullah ditanya tentang hakikat kebaikan, (beliau menawab): “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik”

·      Juga ketika Rasulullah ditanya tentang apa saja yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik” (HR. At-Tirmidzi).

·      Dalam Riwayat Imam at-Tirmidzi yang lain, Rasulullah saw bersabda:

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah: yang paling baik akhlaknya dan membuat nyaman orang yang berada disekitarnya. Yaitu mereka yang: Menyatukan persaudaraan dan dipersatukan. Maka, tidak ada kebaikan bagi orang yang tak menyatukan dan tak disatukan hatinya.” (HR. At-Tirmidzi)

·      Dalam kitab al-Adab al-Mufrad Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya di hari kiamat dari akhlak yang baik.”

·      Bahkan orang yang berakhlak baik itu, kata Rasulullah: “Sungguh, dengan keindahan akhlaknya, seseorang dapat mencapai derajat orang yang senantiasa qiyamul-lail dan puasa sunnah di siang hari.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

·      Dalam sekali waktu ibunda kita, Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah: “Hai Rasulullah, ada seorang wanita yang ketika hidup di dunia punya dua suami (menikah dua kali). Lalu, mereka meninggal dan semua masuk surga, perempuan tadi jadi milik siapa?” Apa jawaban Rasulullah? Untuk yang lebih tinggi? Untuk yang lebih banyak puasa? Atau untuk yang ilmunya lebih luas? Ternyata tidak. Rasulullah menjawab: “Untuk yang akhlaknya lebih baik” Ummu salamah terkejut. Ketika menyaksikan hal itu, Rasulullahpun bersabda,: “Hai Ummu Salamah, sungguh akhlak yang baik itu meraup semua kebaikan dunia dan akhirat.”

·      Sahabatku, yang menjadikan kita dicintai Rasulullah adalah: Keindahan perangai kita, kemuliaan akhlak kita, dan bukan yang lainnya. Karena risalah puncak Rasulullah adalah ‘Menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.’Untuk itu, mari kita berusaha membersihkan lisan kita dari dusta, dari sumpah serapah, dari caci-maki, dari kata kasar, dan yang lainnya. Bukankah Allah mengajarkan tiga tingkatan teknik dakwah kepada kita, yaitu dengan cara: hikmah (bijaksana), mau’izah hasanah (nasihat yang baik), dan adu-argumen, bukan sentiment (QS. 16:125)

·      Dengan begitu semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad yang dicintainya, dan kelak:

لو رآك لأحبك

“Seandainya dia melihatmu, pasti dia mencintaimu!” (Ibn Mas’ud)



Ingin rasanya menuliskan teks hadist dan pesan ini dengan tulisan arab sebagai mana yang tertulis dalam buku ini, akan tetapi rasaku tidak salah juga aku melewatkan teks arabnya, karena dengan demikian teman-teman akan penasaran dan rasa ingin memilikinya juga menggebu-gebu bukan? Hehehehe…. (semoga saja

 

Selanjutnya untuk memiliki buku tersebut dengan dibubuhi tanda tangan penulisnya, teman-teman bisa menghubungi penulis langsung: Ust. Qosim Nursehaha, melalui akun instagram beliau @qosimnursheha_dzulhadi, karena buku ini dihadiahkan untukku, maka kurang tahu tentang harga. J Betapa bersyukurnya Aku, alhamdulillah...., kepada al-Ustadz, terima kasih atas hadiah bukunya semoga menjadi pahala jariah untuk Antum dan keluarga, aamiin. J


Selanjutnya selamat membaca teman-teman… 


Selain itu beliau juga memiliki buku baru yang masih diterbitkan di tahun yang sama, hanya berbeda bulan, yaitu terbit di bulan Juni 2020, dengan Judul: “Fiqih Peradaban (Upaya Membangun Kembali Peradaban Islam).” Jika teman-teman ingin saya mereviewnya bolehlah tinggalkan komen di kolom komentar, terima kasih.


Contact Me:

FB: @irwanharyonos

IG: @irwanharyonos

Twitter: @irwanharyonos

Linkedin: @irwanharyonos


Sunday, September 27, 2020

Mindset Sadar Kaya Mardigu - Bossman Sontoloyo

 Review Buku Sadar Kaya Bossman Mardigu Wowiek Prasantyo

Oleh: Irwan Haryono Sirait

.



Awal mengenal pak Mardigu karena kebetulan melihat beliau di podcastsnya Om Deddy Corbuzier, disana beliau saya rasa berbeda, sangat unik, dan menarik. Kedua kalinya melihat shownya di youtubenya Pak. Helmy Yahya, kesan sederhana dari penampilan, luar biasa dalam retorika semakin tampak jelas, setelah itu saya mulai mengikuti beberapa akun sosial medianya mardigu, dan beberapa akun bisnis yang dia bangun dan kembangkan seperti santara, dinaran, dan beberapa anak-anak Bisnis yang pernah beliau ceritakan lewat youtube dan IGTVnya. Jadi pada intinya Bossman Sontoloyo ini mengundang rasa penasaran saya untuk lebih mengenalnya.


Pada kesempatan kali ini, dalam waktu 1 1/2 hari saya habiskan bukunya si Bos Sontoloyo ini dengan judul “Sadar Kaya” sebuah buku yang bahasa ulasannya sangat aktif dan aplikatif, menjadikan pembaca seketika menyukai dunia psikologi, apalagi yang bersangkutan dengan mindset dan alam bawah sadar. 


Agar tidak terlalu lama di pembukaan, maka saya hanya ingin menuliskan judul daftar isi dari buku ini dan poin penting yang saya dapatkan, semoga bisa menginspirasi teman-teman secara langsung dan jika ingin lebih menjiwai, membaca buku ini solusinya: Bahasanya ringan, seperti membaca “misykat” nya Gus. Hamid saya rasa. Unik, asyik, dibawa mengalir mengikuti alur cerita yang tanpa sadar menghanyutkan pembaca ke lembar akhir cerita.


Langsung ke pokok tulisan, buku yang memiliki 206 halaman ini, memiliki 34 Daftar isi, dengan pembahasan sangat singkat tergantung dengan judulnya, dan kerjaan saya disini hanya mengambil petikan-petikan dari setiap judul yang kiranya dapat menjadi quote atau inspirasi bagi yang kebetulan membutuhkan, langsung kita mulai Saja dari Daftar pertama ya:


  1. Prakata [p. iii]

“Baca buku ini dengan santai, kemudian ulangi lagi. Anggap saya ada di samping Anda, sebagai sahabat yang menemani Ada dan membagi rahasia kecil ini kepada Anda. Bacalah buku ini dengan hati. Tapi gunakan lebih dari satu hati: hati-hati. Banyak informasi dalam kehidupan ini, terutama dalam mencari kemakmuran, menjadi tidak akurat setelah Anda membaca buku ini.”


  1. Otak Sama, Nasib Beda? … [p. 1]

“Sekarang kita kembali lagi ke ‘prosperity consciousness’ kesadaran kemakmuran, IQ kaya, tulang kaya, balung sugih. Atau apapun itu. Bagi mind master atau sang pemilik otak, ini semacam software. Jadi 375 orang kaya memiliki software ini, sedangkan 3 miliar yang lain hanya memiliki hardware-nya, tetapi tidak memiliki software itu.”


  1. Millionaire Mindset [p. 5]

“Ubah mindsetmu terlebih dahulu”

“… Semua masalah yang kita alami, itu berasal dari diri sendiri, hal lain di luar diri sendiri hanyalah pelengkap.”


  1. Jangan Membatalkan Do’a … [p. 21]

“Yakinlah 100% bahwa semua do’amu pasti terkabul tanpa tapi, jangan batalkan do’amu dengan persepsimu sendiri, Allah swt maha kuasa untuk mengabulkan do’amu yang terucap maupun yang terlintas, maka Percaya dan yakinlah 100%”


  1. Lepaskan Beban yang Tak Perlu … [p. 36]

“Bagaimana membentuk keyakinan baru? Milikilah keyakinan yang sejalan dengan kemajuan.”


  1. Pertanyakan Keyakinan Anda … [p. 43]

“Jika keyakinan tidak diuji maka keyakinan-lah yang akan menguji Anda”


  1. Magnet Hidup … [p. 46]

“Anda adalah magnet hidup, dan pikiran Anda adalah motonya. Artinya, Anda akan menarik orang-orang, peluang-peluang dan keadaan yang serasi dengan pemikiran-pemikiran dominan Anda ke dalam kehidupan Anda. Intinya semua yang datang ke Anda adalah yang Anda tarik”


“Ubahlah cara pikirmu, maka hidupmu juga akan berubah, sebab apa yang kamu pikirkan itu yang akan terjadi”



  1. Ketidakmungkinan yang Disegerakan … [p. 48]

“otak dan tubuh kita adalah Hardware; cara kita berfikir adalah software; sistem keyakinannya adalah operating system dan aplikasi”



  1. Memahat Itu Butuh Waktu … [p. 51]

“Membangun pola pikir membutuhkan waktu panjang, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, demi mengeluarkan semua bakat dan kebiasaan sukses yang terdapat jauh di dalam diri kita”


“Harus menerobos pemikiran terbatas, dan bersiap membayangkan kemungkinan yang tak terbatas”



  1. Pilih yang Ingin Anda Pikirkan … [p. 58]

“OTAK ANDA HANYA MEMPUNYAI CUKUP RUANG BAGI SATU PIKIRAN SETIAP KALINYA,  baik itu positif ataupun negatif. Anda dapat MENGGANTI sebuah pikiran negatif dengan sebuah pikiran positif, kapanpun Anda Mau.”


  1. Anda Diciptakan untuk sukses … [p. 63]

“Satu-satunya BATAS NYATA yang menjadi penghalang Anda untuk mencapainya adalah batasan-batasan yang ada dalam diri Anda. Batasan yang di dalam pikiran Anda. Hasil pikiran Anda sendiri. Padahal, masa Depan Anda sesungguhnya terbuka lebar, nyaris tak terbatas.”


  1. Pikiran Itu Mencipta … [p. 66]

“Akan lebih baik jika Anda mencoba menenangkan diri terlebih dahulu; beri getaran bahagia pada diri sendiri dulu; dan buat suasana hati damai terlebih dahulu.”


  1. Pahami Cara Kerja Otak Anda … [p. 70]

“Pahami cara kerja otakmu, dan bersiaplah membangun pola pikir yang baru”


  1. Persepsi adalah Biang Masalah … [p. 81]

“Apa yang kamu idamkan dan inginkan, akan mengunci dirinya untukmu, percaya itu akan terealisasi, maka itu akan terjadi”


  1. Melihat ke Dalam Diri … [p. 87]

“Kemana tujuan Anda dan bagaimana Anda mencapainya. Sesungguhnya tujuan Anda hanya dibatasi oleh imajinasi Anda, maka bebaskanlah pikiran Anda.”


  1. Dobrak Mitos … [p. 92]

“Ingat, ketika Anda berbicara dengan diri sendiri, otak Anda menerima kata-kata itu sebagai perintah. Your wish is a command!”


  1. Anda Patut Mendapat yang Terbaik … [p. 95]

“Sukses atau kaya adalah masalah perilaku atau attitude. Kaya Atau sukses adalah produk sampingan dari sebuah perilaku kaya.”


  1. Apa Itu Pikiran? … [p. 106]

“Jika Anda memiliki sofware kemakmuran, seberapa pun miskinnya Anda saat ini, seberapa pun terbatasnya sumber materi Anda, dalam waktu singkat Anda akan hidup berkecukupan.”


  1. Hardware Buatan Tuhan, Software Buatan Manusia … [p. 109]

“Software akan terpasang otomatis melewati apa yang kamu lakukan berulang-ulang, disadari atau tanpa disadari. Maka pasanglah software suksesmu setiap hari”


  1. Apa Saja Isi Alam Bawah Sadar Seseorang? … [p. 112]

“Pengorbanan itu juga adalah pilihan”


  1. Seberapa Laparkah Anda? … [p. 122]

“Ceburkan dirimu dalam lautan kesuksesan, dan bergeraklah agar kepalamu masih terus dipermukaan atau berenanglah menuju tepian agar kamu bisa terus bernapas”


“Jika lapar, carilah makanan halalmu, kamu sudah tahu bagaimana caranya! Jika bertanya lagi hanya akan menunjukkan betapa ragu-ragunya dirimu dalam hidupmu”


  1. Harga sebuah kesuksesan … [p. 130]

“Inilah harga sebuah keindahan, mas. Bukannya kehidupan pun begitu?”


“Kesuksesan memiliki harga yang harus dibayar”


“Harga sebuah keindahan terkadang cidera yang lumayan parah, tapi sembunyikanlah! Orang-orang tidak mesti tahu apa yang terjadi dibalik layar, cukup apa yang mereka lihat menjadi penilaiannya.”

  1. Pentingnya meraih kepercayaan Seseorang … [p. 140]

“Temanmu saat ini adalah pemimpin di masa depan”


“Berivestasilah pada teman saat ini, sebab kamu akan membutuhkannya jika kelak kamu bukanlah siapa-siapa.”


  1. Kompetensi Bawah Sadar … [p. 148]

“Siapa pun bisa memiliki kompetensi bawah sadar untuk mempermudah langkah masing-masing menuju sukses. Yang diperlukan hanya latihan.”


“Apa saja bisa dicapai dan dipelajari, yang diperlukan hanya latihan”


  1. Cari 20 Cara Meningkatkan Pendapatan … [p. 155]

“Otak pikiran sadar mulai mandek kehabisan data. lalu, Anda mulai menggali ke sisi dalam Anda, inward looking. Inilah sisi menarik karena perjalanan ke dalam diri sebenarnya menuju ketidakterhinggaan. Perjalanan pikiran menuju hati adalah perjalanan transendental.”


  1. Menggenggam Impian … [p. 166]

“Buat Fondasi impian kamu!”


“Jika kehidupan memukulmu keras, pukul kembali lebih keras, jika kamu jatuh tapi mantulmu lebih tinggi dari jatuhmu, itu namanya peningkatan.”


“Impian bisa mengubah fakta, Selama kamu percaya dan tidak menyerah”


  1. Percaya Dulu, Baru Anda Akan Melihat … [p. 172]

“Believe first, then you will see”

“Dalam prosperity consciousness, Anda harus percaya dulu, pasti Anda akan melihatnya”


“Setelah hati memilih, pikiran bekerja, semesta di luar kita akan menerima getaran vibrasi-nya.”


“Beri dulu, rawat dulu, pelihara dulu. give first, then you will get”


  1. Kekuatan Untuk Melepaskan … [p. 175]

“Jalanilah hidupmu sebagaimana yang kamu rencanakan, tanpa kamu sadari hidupmu akan bergeser perlahan-lahan ke arah cita-cita dan impianmu”


  1. Tentukan Tujuan yang Jelas … [p. 176]

“Alasan yang kuat, tujuan, dan arah adalah hal paling dasar setelah Anda mengatakan, ‘saya ingin menjadi sesuatu yang baru.’ Visi-misi Anda harus jelas dan terang. Visi adalah ‘big picture’ Anda. Misi adalah cacahan mencapainya.”


  1. Pengulangan Merupakan keunggulan … [p. 179]

“Fokus pada impian dan terus ulangi”


  1. Lakukan sekarang juga … [p. 183]

“Software pikiran itu hanya mengenal kalimat ‘sekarang’ atau ‘present tense’ jadi, kerjakan Apa pun sekarang, seakan Anda sudah memiliki.”


“Apa pun yang Anda percayai dan inginkan dalam pikiran, Anda ulangi berkali-kali bahwa Anda sudah di sana dan sudah memilikinya.”


“Sebagai catatan, kenalan dan teman nongkrong dua hal berbeda, saya mungkin punya ribuan kenalan, tetapi teman nongkrong sangat sedikit. Mungkin karena pada dasarnya saya introvert, saya harus mengizinkan diri saya dulu untuk menerima mereka menjadi sahabat dan teman nongkrong. Saya jelaskan lagi, teman-teman saya yang miliuner ini adalah teman nongkrong.”


“Install software baru tentang kemakmuran, (ini ilmu praktek bukan teori jadi harus dipraktekkan).”


“Yakin seyakin-yakinnya bahwa saya adalah mereka (miliuner), maka kamu akan menjadi seperti mereka, berpikir seperti mereka, bersikap seperti mereka, bercanda dan bergaul layaknya mereka bergaul”



  1. Kata-kata adalah Do’a … [p. 193]


Bahasa adalah susunan kata-kata.
Bicara adalah cara merangkai kata-kata.

Komunikasi adalah gabungan bicara verbal, intonasi, pemilihan kata-kata, gerak tubuh, mikroekspresi wajah dan pergerakan mata.

Orang sejahtera adalah mereka yang bisa menghidupi dirinya sendiri

Orang Sentosa adalah mereka yang mempu menghidupi dirinya plus keluarganya

Orang Makmur adalah Sentosa ditambah sudah memiliki tambahan aset produktif


Dalam Bahasa Cina kita kenal kata taipan untuk manusia superkaya.

Dalam Bahasa Inggris Amerika kita kenal istilah:

‘sugar baron’ (raja gula), ‘property mogul’ (raja properti), ‘tycoon’, ‘billionaire’, ‘big whaler’ (gamler), ‘big boy’ (market mover valas), dan banyak isitlah lagi yang memberikan arti spesifik akan simbol kekayaan, ‘The Titans’(CEO top), ‘Board Room’, ‘Chamber of commerce’, 

“Kata-kata tidak hanya merubah realita tapi juga merubah mindset manusia.”

“Kata-kata dan manusia adalah dua hal yang sama. Sama-sama harus dipilih katanya dan harus ditata ulang pola pikirnya.


  1. Penutup … [p. 201]

“Mengapa Anda membaca tulisan ini pun bukan hal yang tidak sengaja. Pasti ada yang menuntunnya. Percayalah, tidak ada yang tidak sengaja di dunia ini. Pahami setiap tulisan di sini. Biarkan ide-ide di sini mengubah pemikiran lama Anda, dan mengubahnya menjadi lebih baik.”


terkahir, izinkan saya untuk mengucapkan, “SELAMAT DATANG, ANDA YANG BARU”



  1. Tentang Penulis … [p. 204]

“Dia dikenal dengan banyak identitas dan brand diri, tapi saat pertama saya mengenal Bossman Sontoloyo ini, yaitu sebagai penulis dan bisnis man, jadi lebih lapang mengenalnya sebagai sosok ‘Die Hard Entrepeneur’(pengusaha yang tidak ada matinya). ”


Padahal niat awal ingin menuliskan poin penting buku ini hanya sedikit, ternyata sampai 1600-san kata juga ya, sampai di ujung tulisan lumayan banyak juga rupanya, tapi alhamdulillah sudah selesai review saya, pokoknya selamat membaca, semoga terhibur, dan terinspirasi. 


Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi