KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

NILAI-NILAI KEDISIPLINAN

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

HIKMAH DAN KEBERKAHAN

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

AKHBAR AHWAL SEPUTAR PESANTREN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Rabu, 19 Oktober 2022

Setelah Memperingati 40 Tahun Kesyukuran; Apalagi?

 


Taharrak Fa Inna Fil Harokati Barokatun.


Alamiah alam adalah perubahan, alamiahnya perubahan itu adalah berubah, maka jika ditanya apa sesuatu yang absolut di dunia ini? Selain Allah swt sang maha pencipta, yang abadi adalah perubahan itu sendiri.

Maka perubahan yang dipicu oleh pergerakan harus dipahami betul, bentuk dan arahnya. Harapannya dengan itu, dapat menjadi bangsa yang supel akan perubahan dan akrab dengan penyesuaian, untuk wajah yang lebih baik di masa depan.

Memperingati kesyukuran adalah kebahagiaan yang tiada tara bagi civitas di dalam pondok, tidak terkecuali bagi semua yang merasa memiliki pondok ini, namun perlu diingat kiranya jika nikmat terus disyukuri maka akan diberi nikmat yang lebih lagi, sudah siapkah diri dengan nikmat yang lebih besar? Jangan-jangan tidak siap, jangan-jangan tidak kuat, jangan-jangan bisa berubah niat, jangan-jangan berubah ketulusan, berubah orientasi pemikiran, berubah hal yang telah baik dari pakem sebelumnya. Na’uzubillah tsumma Na’uzubillah.

Maka menurut penulis sendiri untaian kata “Taharrak Fa Inna Fil Harokati Barokatun.” Kiranya hadir sebagai jawaban bijak, syarat kental value kepesantrenan,  memiliki nilai luhur yang mudah diterapkan bagi mereka yang khusyu’.

Ibaratkan lari marathon peringatan 40 tahun ini adalah garis start yang telah dibuka. Maka sedetik disahkan ulang tahun pondok; saat itu juga lari marathon sudah harus dimulai! Jangan tertinggal dengan peserta lain, sebab kita mulai di garis start yang sama, meski lambat pastikan tetap berlari. Meski berjarak pastikan terus bergerak. Meski kebingungan, insafkanlah diri untuk terus rajin bertanya pada guru yang mumpuni. Jangan malu bertanya karena itu nisyful ‘ilmu, dan jangan congkak tak ingin bertanya, seolah mampu mengatasinya sendiri. Sadarlah di atas langit masih ada langit, jangan merasa di atas langit, tidak ada manusia yang memiliki sayap, sehingga bisa terbang bebas di langit, yang ada kaki, maka sadarlah kaki masih memijak Bumi. Bersikaplah membumi, bukan melangit nan tinggi.

Sebelum akhir, kiranya penulis bertanya kembali. SETELAH MEMPERINGATI 40 TAHUN KESYUKURAN, APALAGI?

Jawaban tuan-tuan, jawaban puan-puan adalah jawaban terbijak yang kiranya bisa memberikan banyak perbubahan dan perbaikan bersama. Semoga... Aamiin... Waallahu A’alam.

 

 

 

Selasa, 18 Oktober 2022

Kesyukuran 40 Tahun Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah


 

Medan. Selasa, 18 Oktober 2022. Selamat Ulang Tahun Ar-Raudlatul Hasanah, selamat ulang tahun pondok kami, pondok seluruh umat muslim se-dunia, semoga panjang umur, sehat selalu raga dan jiwamu. Do’a kami tulus demi kejayaan dan kesuksesanmu. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

 

Di hari penuh kesyukuran ini, pesantren memperingatinya dengan perayaan yang melibatkan seluruh lini, baik internal maupun eksternal, dengan mengundang Gubernur Sumatera Utara, seraya meminta arahan dan nasehatnya sekaligus memohon kesediaan untuk peletakan Batu Pertama Gedung Cordoba. Gedung yang diproyeksikan sebagai klinik Kesehatan santri dan santriwati dilantai satu, Gedung 

 

Mengusung tema: “Berkhidmat Untuk Negeri, Menggapai Ridho Ilahi.” “Berkhidmat” dalam artian ibadah; beribadah mesti ada ketaatan dan kecintaan. Sebab tidak disebut sempurna satu ibadah tanpa rasa cinta, dan tidak akan disebut totalitas, jika rasa cinta ada, namun tidak ada ketaatan. Keduanya harus beriringan tidak bisa dipisahkan, demikianlah arti khidmat yang dimaksudkan, diartikan sebagai bentuk sikap taat dan cinta tanah air, syarat membela dan memperjuangan negeri ini.   “Menggapai Ridho Ilahi” adalah tujuan awal dan akhir hidup manusia. Dimulakan dengan mengucapkan nama Allah dan ditutup dengan nama Allah. Semoga khusnul khotimah. 

 

Ada hal yang menjadi tagline dari peringatan kesyukuran 40 tahun pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini, terangkum dalam 5 Indikator keberhasilan. Pertama: Introspeksi dan refleksi diri. Kedua: Silaturrahim dan Publikasi Internal dan Eksternal Pesantren. Ketiga: Menunjukkan prestasi kerja dan keunggulan yang telah dicapai pesantren. Keempat: menjaring dan mengidentifikasi masukan dari dalam dan luar pesantren. Kelima: Menunjukkan kinerja masing-masing unit kerja dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Dengan berbenah dari 5 (lima) aspek di atas berharap pesantren dapat menjadi lebih baik lagi ke depannya.

 

 

Senin, 17 Oktober 2022

Formasi Unik Santri/Santriwati Raudhah Saat Khataman Al-Qur’an


 

Senin, 17 Oktober 2022. Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an 40 kali lebih. Bertempat di Masjid, para santri bersama Asatidz mengaji bersama, dengan 15 orang santri terpilih JQH, memandu bacaan mengaji secara ‘zhohir’ bergantian menggunakan microphone, masing-masing membaca 2 juz, sedangkan santri lainnya dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 30 orang, masing-masing orang membaca 1 juz, sambil membentuk formasi unik santri/santriwati Raudhah menikmati moment mahal tersebut.

 


Pemandangan yang sama juga dari Gedung Fatimah Lt.3,  Para santriwati bersama Asatidzah membentuk formasi unik, sambil mengkhatamkan al-Qur’an 40 kali lebih. Dilaksanakan mulai pukul 7.30 hingga berhenti menjelang azan shalat dhuhur berkumandang. Di tutup dengan pembacaan khataman dari para asatidz bergantian dari surah ad-Dhuha hingga an-Nas, dilanjutkan dengan do’a bersama mendo’akan rahmat atas kesyukuran dan mohon keistiqomahan pondok mengemban Amanah wakaf umat Islam ini.

Hal yang menarik dari mengaji al-Qur’an kali ini adalah formasinya yang berbentuk labirin. Dengan adanya logo 40 tahun pondok di tengah dari formasi. Mengisyaratkan makna menuju dewasa itu tidak mudah. Tak heran ada jalan panjang yang harus dilewati, terkadang dihadapkan pada dua sisi jalan yang bersebrangan, harus berani menentukan pilihan untuk arah yang dituju; terkadang juga salah jalan, harus kembali lagi ke awal; bahkan terkadang menemui jalan buntu, karena salah pilihan, tetap harus rela untuk menyusuri jalan lain guna kembali ke jalan yang benar yang diridhoi Allah swt.

 

Selain formasi labirin, kompak berpakaian serba putih juga menjadi ciri khas khataman al-Qur’an hari ini. Melambangkan kesucian niat, kebersihan hati dan ketulusan ‘ghiroh’ memperingati detik-detik hari kesyukuran ulang tahun Pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke 40 tahun. Diusianya yang telah matang, diharapkan mampu menunjukkan sikap dewasa dan arif lagi bijaksana, terkhusus dalam memberikan contoh, teladan, uswah dan gambaran terbaik bagi segenap lembaga pendidikan Islam pada umumnya dan dan bagi pesantren-pesantren di seluruh Indonesia khususnya. 

Khataman al-Qur’an ini, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun pondok yang ke-40 tahun. Menjadi titik awal introspeksi dan refleksi diri yang semakin dewasa, guna memetik hikmah dari sekian banyak nikmat dan rahmat yang telah diberikan Allah swt., seraya terus berdo’a semoga pesantren, badan wakaf dan pimpinannya, santri-santriwatinya, guru-gurunya, pekerjanya, alumninya, semuanya dapat terus istiqomah menjaga dan menjadi lembaga kaderisasi pendidikan umat yang terbaik dan mampu memberikan layanan bermutu bagi masyarakat, dengan niat semata-mata untuk ibadah mengharap ridho Allah swt.

 

Minggu, 02 Oktober 2022

Santriku Ini Bekal Untukmu

Assalamu’alaikum wr wb

Anak-anakku sekalian, 

Kelak akan kamu dapati dunia ini luas, besar dan melalaikan. Jalanannya terjal seakan tak terbatas, beruntun masalah akan kamu jumpai nantinya, maka baik-baiklah dan hadapilah dengan hati serta pikiran yang bersih. Jaga-jagalah dirimu sebagaimana kamu menjaga shalatmu selama disini, mudah-mudahan Allah meridhoi dan merahmatimu, sehingga kamu menjadi hamba-Nya yang bersyukur.

 

Banyak kata yang ingin kami utarakan di secarik kertas ini untuk menemani langkah panjangmu setelah alumni, namun walaupun hanya selembar kiranya cukup sebagai pengingat. Kami ingin mengingatkanmu pada 6 hal ini, yang jika kamu lakukan hidupmu Insya’ Allah akan baik, semakin baik dan lebih baik lagi biiznillah, wallahu’aalam.

 

1.     Libatkanlah Allah swt dalam segala niat dan aktivitasmu, semoga mudah jalanmu, tercapai angan dan cita, serta bermanfaat sisa umurmu.

 

2.     Jalan hidup yang kamu tempuh setelah ini tidak lurus, mungkin berliku, mungkin buntu dan mungkin berlumuran dosa. Maka, jangan pernah berputus asa untuk meminta ampun pada Allah swt, dan bertobatlah setiap kali kamu berdosa. JANGAN PERNAH RAGU!

 

3.     Jangan terlalu terfokus pada hal besar, sehingga membuatmu menghayal dan lupa pencapain kecil yang lebih berarti. Semangatmu tumbuh dengan penyelesaianmu pada tugas kecilmu yang sempurna. Bergeraklah dari sana secara bertahap; kan kamu dapati proses perkembanganmu yang menjadikanmu bergerak lebih besar, menuntaskan persoalan lebih rumit dan akhirnya berpikir besar, bertindak besar, berkiprah besar, tapi bukan besar kepala, bukan besar ego, bukan besar nafsu dan lain sebagainya, sebab yang maha besar adalah Allah swt. Subhanallah wallahu akbar.

 

4.     Lakukan apa yang mesti kamu lakukan. Bergerak dari apa yang ada di depan mata. Mulai segala sesuatu dari pencapaian-pencapaian kecil yang ada di sekitarmu sehingga membuatmu positif, membuatmu merasa lebih bersemangat, lalu kerjakanlah aktifitasmu sungguh-sungguh, lakukan sepenuh hati, dan tuntaskanlah. Ingat! Diterimanya pahala dari setiap ‘amal’ (pekerjaan) adalah ketika pekerjaannya terselesaikan dengan sempurna.

 


   5. Dawamkan satu amalan yang dengan itu kamu lalui hidupmu di Bumi Allah swt ini. Bentuknya bermacam. Misalkan: Setiap setelah subuh shodaqoh subuh, sebelum tidur membaca surah al-mulk, istighfar 100 kali usai shalat 5 waktu, membaca yasin setiap setelah subuh, apapun itu bentuk yang kamu dawamkan, Insya Allah akan memberikan satu efek dalam perjalanan hidupmu, bisa itu kemudahan, bisa itu kemurahan rizki, bisa perlindungan hidup di dunia, syafa’at di akhirat bahkan rahmat “fiddaroin” (Di Dunia dan Akhirat) dari Allah swt.

 

   6. Terkhir, se-tamatnya kamu dari pesantren ini, jangan lupa tetap hiduplah dengan pola hidup sehat ala pesantren. Ingatlah konsep normal diri seseorang adalah terus menerus membiasakan olah Pikir yaitu dengan membaca, berdiskusi dan menulis. Olah Dzikir dengan ibadah, tadabbur dan dzikir. Olah Rasadengan memahami sekeliling, belajar musik, memperdalami seni dan Olah Raga agar kebugaran selalu terjaga. 

Demikian sekelumit yang ingin ustadz ingatkan pada anak-anaku sekalian, jika mentok jalanmu, jika terbentur langkahmu, jika lemah kakimu, jika hilang kekokohan prinsipmu, jika lemah kondisimu, ingatlah kamu memiliki Allah swt yang Maha Akbar, bersujudlah, tuangkanlah keluh kesahmu di atas sajadahmu di malam-malam tenangmu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang beruntung. Aamiin ya rabbal’alaim. Wa’aalhu’aalam bisshoab.

Wassalamu’alaikum wr wb


Lumut, 15 Maret 2021

Wassalamu’alaikum wr wb

 Kepala Bidang Pendidikan

 

Irwan Haryono Sirait, S.Fil.I

 

*Dokumentasi 2020-2021