KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

NILAI-NILAI KEDISIPLINAN

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

HIKMAH DAN KEBERKAHAN

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

AKHBAR AHWAL SEPUTAR PESANTREN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Minggu, 15 Desember 2019

Aku Belajar Tentang Mental dan Sikap

Mungkin di dalam hati ada berbagai perasaan kerugian jika di nilai dari sudut materi. Tapi tidak jika di telisik dari sudut ruhhiah. Dari sudut materi, Aku merugi tidak dapat Melihat tempat yang paling Indah di kota Sibolga ini, tidak Melihat Pantai dan Pulau yang sangat indah, padahal aku sangat cinta dengan segenap pulau, dan pantainya itu, tapi dari sisi ruhhiah, aku sedang belajar menggambil keputusan sesuai dengan keinginan hatiku, dan aku berusaha kokoh dengan keputusanku. 

Mungkin sekilas Aku merugi dengan kesempatan yang hilang ini, tapi lebih dari pada itu aku beruntung, aku berhasil melewati ujian komitmen, aku bisa mempertahankan tekadku meskipun ujiannya dengan hal yang sangat Aku sukai, meskipun ujiannya terhadap apa yang aku cintai, semoga kedepannya Aku bisa menjadi diriku sendiri bukan orang lain.


Dengan tidak perginya aku, Aku mulai menjadi diriku sendiri, namun sebaliknya dengan perginya aku, aku masih tetap menjadi orang lain, menjadi orang yang mengikuti kehendak orang lain, orang yang terus mengikuti keputusan dan kebijaksanaan orang lain, dan Aku mau bebas dari itu semua, aku adalah aku, aku yang mengatur diriku sendiri, selama tidak menyalahi aturan dan syariat, Aku adalah Aku.