Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI DAN GURU

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

GAGASAN KEMAJUAN UMAT

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Friday, June 30, 2023

Pengalaman Nyantri Unik: Santri Bisa Tertidur Di Mana Saja

Santri bisa tertidur di mana saja. Uniknya pengalaman ini bisa merata, hampir pada setiap angkatan selalu ada saja yang mendapat gelar ‘Nawwam’ (orang yang banyak tidur). Kenangan yang lucu untuk dikenang kembali. 

Dan anehnya lagi, biasanya santri yang tertidur di mana saja itu hampir nyaris diambil alih oleh dua nominasi santri. Kalau dia pintar ya pintar kali, kalau dia bandel ya bandel kali. Sedangkan kalau santri pertengahan, biasanya tidurnya juga setengah-setengah tidak ‘kaffah’ (tidak totalitas) tertidurnya. 

 

Siapa bilang santri kurang tidur? Santri tidak kurang tidur, santri hanya kurang puas tidurnya. Makanya untuk memuaskan tidurnya mereka harus kreatif memanfaatkan setiap detik waktu yang ada, walaupun sebentar lumayanlah untuk penghilang kantuk. Biasanya saat-saat kantuk menyerang tanpa ampun, saat itu juga santri berandai, kalau nanti pulang ke rumah, ingin rasanya, seharian hanya untuk tidur dari pagi sampai sore, ya hanya untuk tidur dan selonjoran nyaman. Simpel ya keinginan santri.

 

Tertidur bukanlah salah, sebab tidur itu sendiri nikmat yang harus disyukuri. Banyak orang yang tidak bisa tidur meski dianugerahi tempat tidur mewah, susah tidur meski kamar dingin nyaman ber ac, sulit lelap walau tinggal di rumah kedap suara, hujan bagaimanapun derasnya  tidak kedengaran dari dalam. Tapi tetap saja tidak bisa tidur, maka beruntunglah santri yang bisa tertidur kapan saja, dimana saja, dalam kondisi apa saja.


Hal ini tidak serta merta menandakan mereka malas, lebih kepada menandakan wujud da’wah. Bahwa lebih baik tertidur dari pada bangun tapi berghibah. Upaya jihad santri untuk meninggalkan hal-hal yang berbau-bau negatif, bisa jugalah disebut berdakwah dengan ‘af’aal’ (suri tauladan).

 

Tertidur bisa kapan saja, kapan ada waktu lebih baik tidur dari pada ngobrol yang sia-sia. Jika berpendapat belum tentu benar, berorasi belum tentu sesuai, berkegiatan belum tentu benar, dan tidur juga mestinya belum tentu benar, maka dari itu, santri mulailah aktif menimbang rasa, mana yang lebih kecil ‘mudhorot’-nya dan lebih besar ‘manfaat’nya itulah yang diambil. Berdasarkan ijma’ sukuti santri biasanya akan mendapatkan satu titik poin menarik, menyimpulkan lebih bermanfaat lagi tidur dari pada berbuat yang tak berguna.  Syukur-syukur dengan tertidur tadi menjaga diri dari banyak dosa, sehingga otomatis mendapat pahala. Bukankah itu konsep takwa, meninggalkan apa yang dilarang dan mengerjakan apa yang disuruh, sia-sia dilarang dan tidur diperbolehkan, maka besar pertimbangan tidur bisa dapat pahala. Untuk itu tidurlah. Hahaha… kajian santri, ada-ada saja memang.๐Ÿ˜…

 

'Dalil' (Baca: Alasan) tidur santri banyak yang ampuh. Jika ditegur saat tertidur, santripun terbangun lalu mengutarakan alasannya, ‘afwan ustadz ana shoim’ (maaf ustadz, saya sedang puasa). Kontan, walaupun sikap santri itu tidak tepat, tapi hampir rata responnya, ya.. Silahkan lanjutkan tidurnya. Hehehe… Iya kali seperti itu ๐Ÿ˜‚

 

Dari tadi kita ngobrolin tentang tidur, sekarang kita kasih contoh menarik dari beberapa kasus tertidurnya seorang santri, kiranya yang lain bisa menambahi jika memiliki pengalaman yang lebih lucu dan menarik, menambahi dari pada kisah yang tertulis ini.

 

๐Ÿ’ค Tertidur saat antri wudhu shalat subuh.


Adalah waktu krusial, bahasanya waktu antara pertemuan dunia nyata dan dunia mimpi adalah di antrian kran wudhu. Di saat sudah masuk antrian mendekati kran dan sampai terbasuh wajah, barulah hilang kantuk tadi, menjadi ‘full tank’ sadarnya. Nyawanyapun kembali utuh masuk ke dalam diri, tepat sebelum naik ke masjid. ๐Ÿ˜

 

๐Ÿ’ค Tertidur saat pergantian les belajar.


Entah apa yang menjadi daya tariknya, tapi meletakkan kepala di atas meja, habis les pertama dan les-les berikutnya sebelum menunggu guru yang lain masuk,  agaknya hal yang sangat berharga. Tidak lama tertidurnya, hanya berselang 5 menit menunggu guru yang lain masuk, tapi cukup meningkatkan fokus untuk bisa menerima pelajaran baru yang akan dipelajari setelahnya. (alasannya sih begitu.. hehehe) ๐Ÿ˜…


 

๐Ÿ’ค Tertidur saat sesi ekstrakulikuler


Saat beragam sesi santri bisa tertidur. Sesi ‘session’ di teriknya siang saat kegiatan pramuka, mencatat apa yang didektikan oleh kakak Pembina, bisa tertidur. Sesi saat pemberian mufrodat pagi, bisa tertidur. Sesi saat belajar malam, bisa tertidur. Sesi saat kumpul kuliah umum, bisa tertidur. Sesi dalam aktivitas menonton cerdas cermat, mendengarkan kuliah umum, mendengarkan laporan pertanggungjawaban OPRH, sesi perkumpulan di masjid, dan beranekaragaman aktifitas di luar belajar, bisa tertidur. Sungguh terlalu. ๐Ÿ˜‰

 

๐Ÿ’ค Tertidur saat absensi sebelum tidur malam. 


Kegiatan pesantren selalu dipenuhi dengan absensi setiap usai shalat. Sehabis shalat subuh diabsen pengurus bagian bahasa. Memastikan kelengkapan santri yang mengikuti kegiatan pemberikan kosa kata setiap paginya. 

 

Sehabis shalat dhuhur santri diabsen oleh ketua kamarnya. Sehabis shalat ashar juga diabsen oleh ketua kamarnya, tepat sebelum pergi olah raga atau aktivitas bebas lainnya. Sehabis shalat isya’ diabsen dan sebelum tidur malam kembali di absen lagi. 


Jika di total pembacaan absen oleh ketua kamar saja, paling sedikitnya bisa diabsen 5 kali. Belum lagi jika ada ‘iilan’ (pengumuman) khusus dari ‘mudabbir’ (pengurus asrama) bisa lebih lama kesempatan untuk tertidur. Sungguh itu waktu, tempat, suasana yang paling nyaman yang pernah ada. ๐Ÿ˜‚

 

Mungkin sampai di sini dulu catatan tentang pengalaman unik santri yang bisa tertidur kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi bagaimanapun itu. 


Kalau teman-teman juga punya pengalaman menarik, lucu pernah tertidur di mana saja, bolehlah bagi di kolom komentar.

 

Terima kasih telah membaca sampai sejauh ini. Semoga bisa sedikit menghibur.

 

Thursday, June 29, 2023

Pengalaman Nyantri: Aktivitas di Pesantren Memiliki 4 Musim Yang Selalu Berputar

Aktivitas di pesantren memiliki 4 (empat) musim yang selalu berputar. Antara satu musim dengan musim yang lainnya merupakan pembelajaran berkelanjutan tidak terputus. Empat aktivitas musiman tersebut adalah: Pertama musim perkenalan disebut dengan khutbatul ‘arsy. Kedua musim aktif belajar. Ketiga musim ujian dan keempat musim liburan. Dalam hal ini antara satu musim ke musim yang lainnya tidak pernah putus, berjalan selama 4 sampai 6 tahun bagi santri-santriwati yang hidup di pondok. 

Menariknya 4 musim ini memiliki agenda kegiatannya masing-masing, sedikit perubahan siklus lingkungan, mampu merubah kebiasaan santri, sehingga menjadi lebih fokus pada yang dituju.

 

Lebih jelas kembali dijabarkan lebih mendetail:


Pertama musim perkenalan yang disebut dengan musim khutbatul ‘Arsy.


Ialah sejenis kuliah umum, pengenalan pesantren di awal tahun kepada penduduknya. Menjadi baru bagi yang baru saja mendengarkannya, dan penguatan ingatan bagi yang terus mengikutinya setiap tahunnya. Semua diperkenalkan di sana, dari mulai wali kelas baru, pesantren secara utuh, visi-misinya, panca jiwanya, lagu hymnenya, kuliah umum tentang materi-materi pentingnya, cara berpakaian di pesantren, pembacaan tenko disiplin santri, perlombaan kegiatan shalawat antar asrama, aneka ria, upacara apel tahunan dan beragam aktivitas keilmuan dan kegiatan fisik lainnya yang masih banyak lagi. 

 


Kedua musim Aktif Belajar.


Tidak ada aktivitas selain dari pada masuk kelas, pemberian ‘mufrodat’ (kosa kata baru), ‘muhadasah’ (percakapan/dialog berbahasa arab), olah raga ringan setiap sore dan belajar bersama wali kelas malam harinya, begitulah sepanjang hari waktu bergulir pada musim aktif belajar. Walau terlihat padat, dan terkesan berat, namun ajaibnya jika dijalani saja, tanpa terasa 3 bulan telah berlalu, diselingi kegiatan ektra kulikuler, eh tidak terasa sudah memasuki ulangan umum, lalu tak lama ujian, setelah itu liburan kembali. Cepat sekali waktu berlalu pada musim aktif belajar ini.

 


Ketiga musim ujian.


Pada masa ini seluruh aktivitas non akademis, mendadak di ‘off’ kan seluruhnya untuk sementara waktu, semua difokuskan untuk belajar, membaca, memahami, menghafal, bertaya pelajaran, berdikusi, mencari referensi, dan menjelaskan kepada orang lain. Begitulah seterusnya.

 


Keempat musim liburan.


Apapun tidak ada yang bisa menggantikan ini, adalah sebuah kebahagiaan tiada tara, kebiasaan yang mahal harganya. Musim yang sangat ditunggu-tunggu ketika di pesantren, namun anehnya sudah lama di rumah rindu pesantren, rindu teman-teman di sana, eh begitu balik pesantren rindu apa-apa dan siapa-siapa yang di rumah.

 

Hal unik dari setiap musim ini, seperti bergerak auto pilot, tanpa ada yang mengarahkan telah otomatis jalan sendiri. Setiap kali musim berganti, selalu ada tradisi-tradisi baru yang datang kemudian mewarnai, lalu tanpa disadari itu adalah penghantar ke fokusan. Tidak merasa terbebani mengikuti disiplin, tapi serasa berjalan normalnya kehidupan manusia, cukup menjalani saja, tanpa merasa diri  ditertibkan dengan sistem yang terbangun. 

 

Setibanya masa ujian, seluruh ‘vibes’ menjadi 'vibes' ujian. Saat tiba pekan olah raga, seluruh lingkungan pondok sibuk dengan beragam macam olah raga dan latihannya. Saat musim belajar, setiap santri fokus menjalani aktivitas sekolahnya, saat liburan, santripun tak pernah muncul di pesantren, walau tuk singgah melihat-lihat. Hal ini agaknya menjadikan santri paham akan kondisi, paham apa yang harus dilakukan apa yang harus dijalani. "di setiap tempat ada perkataan yang baik sesuai dengan tempat tersebut dan setiap perkataan ada tempat yang sesuai dengan kata tersebut" begitu falsafah di pondok selalu mengajarkan.

 

Timbul sebuah pertanyaan lantas kalau dia santri/santriwati baru, apakah ia akan juga mudah memahami sistem tersebut? Dapatkah mereka menjadi bagian dari sistem yang baik tersebut?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kiranya ada beberapa poin yang mestinya mewakili jawaban yang mudah-mudahan tepat sasaran.

 

Pertama: Santri/santriwati baru adalah anak emas yang selalu diperhatikan, jadi wali murid jangan khawatir.

 

Apakah itu santri, atau orang tua santri, jangan ragu dan jangan takut. Sebab seluruh santri baru, akan cepat beradaptasi selama dia tinggal di pondok, tidak terkecuali seorangpun. Dengan syarat mutlak tidak sering-sering izin pulang meninggalkan pondok dengan alasan apapun itu, dan orang tua telah tulus ikhlas agar anaknya dididik di pondok. Insya Allah, anak akan beradaptasi dan perlahan memahami sistem pondok

 

Kedua: Orang tua harus yakin sepenuhnya, jika anaknya telah lulus di pondok itu tandanya dia adalah termasuk anak-anak yang terpilih.

 

Bukankah orang-orang terpilih selalu memiliki kekhususan yang lebih. Lebih baik, lebih aktif, lebih hebat, lebih kuat, lebih cepat berkomunikasi, lebih cepat menangkap pelajaran, lebih cepat bergaul, sudah mulai paham akan sebuah kemandirian, dan walaupun kita tidak tahu apa kelebihan anak kita, yakinilah itu karena keterbatasan kita yang tak paham, tapi si anak dapat paham lebih baik tentang dirinya insya Allah. 

 

Ketiga: Anak akan mengikuti sistem yang baik, sebab lingkungan telah menyokong hal ini secara auto pilot.

 

Adalah sebuah keberuntungan ketika seorang santri membuka mata dan telinga untuk merasakan apa yang terjadi di sekitarnya; sebab dengan demikian apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya, menjadi bagian dari pendidikan yang akan menjadikannya maju dari waktu ke waktu.


Demikianlah catatan singkat Pengalaman Unik ini, semoga para pembaca blog bisa menikmati pengalaman nyantri ini.

Tuesday, June 27, 2023

Pengalaman Nyantri Unik: Pemeriksaan Lemari Santri Sebelum Ujian Upaya Mendisiplinkan Fokus Belajar




Salah satu tradisi unik di pesantren menjelang ujian adalah pemeriksaan lemari. Namun sayang tradisi ini pula yang menjadi mimpi buruk bagi santri. Pasalnya dalam agenda ini, santri harus ikhlas lemarinya diperiksa, harus ridho melihat pintu lemarinya dibuka, buku-buku diperiksa, barang-barang pribadinya ditanyai, sampai bila ada barang terlarang lalu disita, harus siap sedia mengikhlaskannya untuk diamankan ke kantor pengasuhan pusat.

 

Tapi uniknya, menjadi satu kegembiraan sendiri, mana kala barang yang disembunyikan tidak ditemukan, sehingga tidak disita, itu bahagianya luar biasa. Bisa jadi bahan kebanggaan bagi teman yang habis di sita mayoritas barang-barangnya, heheehe… Memang sesederhana itu kebahagiaan santri semasa sekolah.

 

Pemeriksaan lemari sebelum ujian adalah upaya mendisiplinkan fokus belajar santri dan juga bagian dari menjaga tradisi yang baik tetap berjalan, sambil terus berprogres menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

 

Pemeriksaan lemari ini, bukan dilakukan tanpa tujuan, malah tujuannya teramat sangat penting diantaranya menyita barang-barang terlarang yang di simpan para santri. Seperti pisau/cutter, benda runcing seperti paku, obeng dan sejenisnya, lilin, lampu teplok/semprong, barang-barang elektronik, atau barang berbahaya lainnya yang tersimpan di lemari masing-masing santri/santriwati, sumbernya juga beraneka ragam, ada yang terbawa dari rumah, ada yang nemu di jalan, ada juga yang memang dibeli untuk fungsi dan tujuan yang positif jawab santri biasanya.

 

Selain dari pada itu, ada juga barang terlarang dalam bentuk pelanggaran disiplin, seperti surat cinta, photo-photo tidak mendidik, buku yang tidak mendidik, dan segala sesuatu yang menghilangkan fokus bagi santri untuk belajar.

 

Itu semua dilakukan dalam upaya menjaga disiplin pesantren berjalan lancar sesuai koridor yang seharusnya. Apapun kegiatan santri di pesantren, nilai-nilai kedisiplinan tidak boleh hilang dari aktivitas pondok. 


“Siapapun pemimpinnya disiplin adalah identitas yang harus dibawa kemana-mana. Sebab hilangnya disiplin tanda akan hilangnya marwah dan wajah dari suatu lembaga pendidikan.”


Maka dari itu, agenda pemeriksaan lemari/kotak ini adalah salah satu dari sekian banyak disiplin yang masih terus harus dilestarikan sejak awal berdiri hingga kini.

Sitemap Pengalaman Nyantri: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi

 SITEMAP PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi.





  • VALUE NYANTRI
Nasehat. Bijaksana dan Refleksi

  1. Tradisi Mengumbar Aib: Tradisi Buruk yang Telah Dimaklumi
  2. Syukur Melipatgandakan Nikmat Dan Berkah
  3. Hidup Ini Adalah Kesempatan
  4. Alasan Pentingnya Kegagalan Dalam Hidup
  5. Jangan Berjanji Jika Akhirnya Ingkar Janji
  6. Dalam Kondisi Apapun Bersikap Jujurlah Sebisamu
  7. Sebesar Apa Syukurmu Selapang Itu Juga Hidupmu
  8. Jangan Terlena
  9. Belajar Bukan Beban Belajar Adalah Ketaatan
  10. Setiap Keputusan Memiliki "Hikmah" Jangan Pernah Menyesalinya
  11. Berhentilah Menahan Sesuatu Yang Tak Tertahan
  12. Sabar Tidak Ada Batasnya Jika Berbatas Bukan Sabar Namanya
  13. Just Enjoy and DO It Now
  14. Bebaskan Dirimu Dari Mindset Negatif
  15. Hindari Penundaan Sebelum Menyesal
  16. Bertanggungjawablah Atas Keputusanmu
  17. Hakikat Hidup Persiapan Untuk Mati dan Hidup Kembali
  18. Aktualisasi Puncak Diri Manusia Dengan Menjiwai Aktivitas, Visi dan Misi Kehidupan
  19. Hidup Hanya Soal Menjalani: Semua Akan Didapatkan Setelah Mengimaninya
  20. Upaya Mendekati Allah
  21. Nasehat Pernikahan Dari Kakek Hatobangun
  22. Merasa Bersalah Adalah Satu Langkah Lebih Maju

 

Keteladanan Kyai dan Guru. 
  1. Darunnajah Melahirkan Bibit Kreatif
  2. Misykat Menghilangkan Kesabaranku
  3. Mindset Sadar Kaya Mardigu - Bossman Sontoloyo
  4. Ajaran Kiai Gontor Kepada Santrinya
  5. Kunjungan Bapak Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi Pangkostrad Ke Pesantren
  6. Unida Gontor Adalah Gus Hamid Fahmy Zarkasyi
  7. Ma'mun Affany: Seorang Novalis Romantis Lahir Dari Rahim Gontor Tulen
  8. Prof. Wan Titisan Prof. Syed Naquib Al Attas
  9. 7 Prinsip dan Rahasia Kesuksesan Steve Jobs
  10. 3 Prinsip dan Rahasia Kesuksesan Jack Ma
  11. Kebiasaan-Kebiasaan Positif Elon Musk
  12. Motivasi dan Inspirasi Steve Jobs Untuk Generasi Millenial
  13. Lahirnya Orang Besar
  14. Perfect Kata Ideal Yang Tidak Ideal Dalam Pendidikan Pesantren
  15. Bekal Utama Penulis/Jurnalis
Gagasan Kemajuan Umat.
  1. Wajah Pendidikan Pesantren
  2. Setelah Memperingati 40 Tahun Kesyukuran Lalu Apa Lagi?
  3. Debat Antar Kampus Cabang
  4. Dampak Modernisasi Terhadap Dunia Pendidikan di Indonesia
  5. Dunia Hobi dan Skill
  6. Tidak Ada Kata Tua Dalam Diskusi Ilmu Pengetahuan
  7. 8 Prinsip Hidup Simpel
  8. Pendidikan Menurut Hamka
  9.  5 Aturan Penting Berpotensi Memajukan Masa Depan Umat
Falsafah dan Motto Pesantren.
  1. Tiupan Ruh Semangat Bagi Dunia
  2. Mahasantri Menyaksikan Prosesi Wisuda Kakak Senior di ISID Gontor
  3. Farewell Party Obsession on The Stage 
  4. Menapaki Awal Perjuangan Intelektual
  5. Tetapkan Pilihanmu
  6. Apa Yang Dikejar Sebenarnya?
  7. Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik
  8. Shalat Berjama'ah di Awal Waktu
  9. Maafkan Segala Kesalahan
  10. Hukum Tabur Tuai Tetap Berlaku
Resensi dan Ringkasan
  1. Berbelas Kasih: Proses Penyatuan Agama Pluralis
  2. Al-Hikam Ibnu Atha'illah Al-Iskandari
  3. Gender Dan Pembangunan
  4. Mencari Tuhan Sepanjang Zaman
  5. Agama-Agama Besar Masa Kini
  6. Gerakan Islam Simbolik
  7. Logika Agama: Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal Dalam Islam
  8. Tuhan Menurut Abraham Maslow
  9. Agama Tanpa Penganut
  10. Dinamika Kehidupan Keagamaan Di Era Revormasi
  11. Dominasi Maskulin
  12. Feminisme dan Fundamentalisme Islam
  13. Gender dan Demokrasi
  14. Ilmu dan Amal Selalu Beriringan
  15. Failosophy a handbook for when things go wrong
  16. The Magic
  17. Pembacaan Awal Buku Prologomena Prof. Naquib Al Attas
  18. Adakah Sosok Sholeh Dari Jiwamu?
  19. ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ู…ุฑุณู„ุฉ
  20. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan
  21. Jika Melihatmu Rasul Pasti Mencintaimu
  22. Guruku Mengajari Literasi Santri
  23. Penghasilan Jutaan Dari Menulis (Part 1)
  24. Penghasilan Jutaan Dari Menulis (Part 2)
  25. Masih Bolehkah Aku Berbicara Tentang Cinta (NOVEL)
  26. Satu Jodoh Dua Istikharah (NOVEL)
  27. Gadis 12 Rakaat: Agama Di Atas Cinta (NOVEL)
  28. Do'a Anak Jalanan (NOVEL)
  29. Resep Ajaib Menulis Novel (NOVEL)
  30. Tergelincir Sekali Mati Sekali Itu Juga (NOVEL)
  31. Tuan Direktur: Buya Hamka (NOVEL)
  32. Terusir: Novel Buya Hamka (NOVEL)
  33. Di Dalam Lembah Kehidupan: Novel Hamka (NOVEL)

  1. Pemeriksaan Lemari Santri Sebelum Ujian
  2. Pengalaman Membentuk Formasi Labirin Saat Khataman Al-Qur'an
  3. Wawancara Eksklusif Dengan Blogger
  4. Interpretasi Bebas Dari Kata "Anak"
  5. Misteri Di Balik Kata Sekarang
  6. Aku Sendiri Heran
  7. Beda Mau Dan Tidak Mau


  1. Hakikat Mahasiswa
  2. Cita-Cita Terbesarku Ingin Menjadi Lelaki Sholeh Hingga Ku Mati
  3. Sekolah Menulis Bersama Ma'mun Affany
  4. Kesan Menulisku Dengan Bang Ma'mun Affany
  5. Manusia Minus 3
  6. Jangan Menunda Realisasikan Rencanamu
  7. Jadilah Dirimu Sendiri
  8. My Ambition
  9. Khatib Jum'at di Masjid Al Mughni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Lumut
  10. Persiapan Itu Bersifat Fardlu 'Ain Maka Persiapkanlah Semaksimal Yang Kamu Bisa
  11. Di Tempatkan di Pondok Cabang: Berangkatlah
  12. Surat Terbuka Di Buku Nasehat Wisudawan Santri
  13. Kesyukuran Pringatan 40 Tahun Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
  14. Rahasia Menulis Tere Liye Untuk Santri
  15. Apa Itu Ujian Lisan Di Pesantren?
  16. Apa Saja Ujian di Pesantren Selain Ujian Lisan? 

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi