VALUE PESANTREN

Saturday, January 15, 2022

Lelah Aku Menunda

Penundaan membawaku dalam satu penyesalan. Menunda pekerjaan menyesal di akhir kemudian. Penundaan sekali, dua kali, ketiga kali pada akhirnya pekerjaan menumpuk, menunda menulis menyesal karena tidak konsisten padahal telah diniatkan sedari awal, menunda membaca menyesal padahal membaca itu satu pil penenang diri yang mujarab, menunda meresensi, menunda itu, menunda ini, semua penundaan membuat diri semakin menyesal, agar tak menyesal mulailah harimu saat ini tanpa kata penundaan. 

Biasanyaanya penundaan itu karena rasa malas. Tidak begitu dominan awalnya, namun karena dibiarkan sejenak, ia pun membelah diri seperti sel, beranak pinak semakin banyak, seketika malas mendominasi dalam pikiran, sehingga mempengaruhi gerak tubuh untuk mengamini pikiran, pada akhirnya benar-benar malas menjadi realita kehidupan seharian. Namun sebenarnya hal ini bisa dikawal sedari awal, bisa diperbaiki sedari pagi, dapat dikuasai selama diri masih sadar setiap kemasalasan akan berakhir penyesalan tiada henti.

 

Pada intinya penundaan adalah sahabat akrab kemalasan, jika berteman akrab dengan penundaan awas hati-hati malas juga menjadi teman akrab secara otomatis, untuk itu perlu agaknya mengingat selalu tujuan hidup, dan motivasi awal mengapa melakukan hal ini dan hal itu, dan sadarkan dirimu betul, sudah berapa jauh langkahmu saat ini meninggalkan langkah awal keberangkatan, haruskah langkah berikutnya terhapus karena penundaan sesaat dan kemasalasan yang berkepanjangan. 

 

Sudahi penundaan, sudahi kemalasan, mereka berdua teman lama yang telah berteman akrab denganmu di masa lalu, namun demi masa depanmu mereka telah ikhlas melepaskanmu, dan jangan kecewakan mereka, sebab penundaan dan kemasalahan sendiri sayup-sayup dari kejauhan menunggu kabar keberhasilanmu, jangan kecewakan pengorbanan mereka yang telah merelakanmu tidak lagi menjadi teman akrab mereka.

 

Selamat memulai pagi hari yang cerah. 

Semoga hari-harimu menyenangkan J

 

Sabtu, 15 Januari 2022

Medan, Sumut, Indoensia.


 

0 comments :

Post a Comment

Terima kasih telah berkenan mengunjungi situs ini.