5 Syarat law of Attraction Berjalan
Ada 5 syarat Law of Attraction bekerja untukmu yaitu:
* Bersyukur,
* Ikhlas,
* Cinta diri sendiri,
* Bahagia dan
* Usaha yakini intuisimu.
Mari lanjut membaca, hanya 2 menit:
1. Bersyukur
Banyak pertanyaan berseliweran, bersyukur untuk apa? Dalam kondisi terjepit apa yang mesti disyukuri? Dalam posisi terlilit apa yang bisa disyukuri?
Jawabannya hanya satu, pantaskan diri untuk tetap melihat satu nikmat dengan cara yang positif, maka kesyukuran akan semakin bertambah, bisa dimulai dari syukur atas nyawa yang masih bisa membawamu hidup yang sehat, tidak sakit-sakitan, masih bisa menghirup oksigen tanpa bantuan selang pernapasan dan tangki oksigen, bersykurlah dari yang paling dekat, bersyukurlah dari yang paling kecil. Maka hal besar hanya tinggal menunggu waktu.
Bersyukurlah banyak-banyak! Sampai dalam kondisi terjepit sekalipun bersyukurlah, bersyukur karena masih bisa hidup mandiri, masih memiliki keluarga yang mengasihi, masih memiliki teman-teman, anak, adik, suami dan istri yang selalu mendukung dalam perjalanan sunyi.
Bersyukurlah karena kamu masih bisa bersedih, nikmatilah kesedihanmu, habis-habiskan sedihmu untuk dirimu sendiri. Jika saat ini kamu memiliki secangkir kesedihan habiskan isi cangkirnya, luapkan, tuang, habiskan, nikmati proses kesakitan mengosongkan cangkir tersebut, dengan syarat tanpa banyak menceritakannya kepada orang lain.
Kalau tidak mau disepelekan oleh orang lain, jangan umbar kesedihan, nggak boleh, emang nggak boleh, sedih ya sedih sendiri saja, nanti kamu juga akan kuat dengan sendirinya. Tidak ada sedih yang berkepanjangan seperti tidak ada tawa yang tak berhenti.
Buatlah prinsip: “Kesedihan itu untuk saya sendiri, tapi kebahagiaan saya untuk orang lain.”
Maka jangan lupa bersyukur, walau dalam kondisi paling terpuruk sekalipun bersyukur tetaplah menjadi sebuah solusi.
Bersyukur itu seperti menarik diri kita untuk bertemu dengan rasa syukur lainnya. Bersyukur seperti menarik solusi demi solusi untuk menyelesaikan persoalan demi persoalan, permasalahan demi permasalahan, hingga pada akhirnya, cukuplah syukur menjadi suka di atas lara yang tiada tara.
Ucapan syukur sejatinya tidak mengurangi apapun dari diri kita, malah menambah hal baik dan keajaiban. Dengan bersyukur energi kehebatan alam semesta ikut tertarik datang kepada kita, sebab pancaran energi yang kita berikan adalah energi syukur, energi positif sehingga yang tertarik juga positif.
Hukum tarik menarik ini seperti hukum takdir bekerja.
Bayangkan kita berdiri di tengah lapangan hijau, dan rasakan kita dikelilingi oleh banyak takdir Allah swt; bukan satuan, bukan puluhan, bukan juga ratusan, akan tetapi jutaan takdir mengelilingi kita bahkan tak terhingga.
Kita hidup dikelilingi takdir, jutaan takdir setiap saat menjadi opsi pilihan yang bebas kita pilih secara acak. Saat kita terdiam berdiri di tengah lapangan bola, saat itu kita bebas memilih aksi sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
Jika kita berpikir ingin bermain bola, maka kita bisa langsung bermain bola. Jika kita berpikir enaknya berjemur, maka saat itu juga kita bisa berjemur. Jika kita berpikiran akan merapikan lapangan supaya rumput liar tidak tumbuh, saat itu juga takdir bekerja untuk membersihkan lapangan itu kita Tarik.
Jadi untuk menarik takdir, ada pikiran, gerak dan perasaan yang memiliki irama yang sama untuk menjadikannya sempurna.
Jika kita berkeinginan sukses, tapi gerak-gerik masih bermalas-malasan, maka perasaan dalam diri akan menghasilkan ketidak yakinan, pesimis terhadap diri sendiri, sehingga di saat bersamaan antara pikiran, tindakan dan perasaan tidak selaras, membuat ketiganya tidak seirama, sehingga apapun keinginan kita, tetap tidak akan terealisasi; sebab kita tidak menjaga ketiga hal tersebut untuk tetap seirama. Seketika itu juga, sekitar kita pun akan menarik pembenaran-pembenaran bahwa kita tidak bisa sukses.
Hal kebalikannya juga berlaku, ketika kamu semangat dan yakin akan kesuksesanmu suatu saat nanti, kamu yakin akan mendapatkan rezeki 100 juta dari arah yang tidak disangka-sangka, yakin keajaiban itu bisa bekerja, dan gerakmu menunjukkan kerja keras yang pantang menyerah, maka perasaan yakinmu juga akan kuat, kelak pikiranmu, gerakmu dan perasaanmu akan berkomunikasi dengan otak untuk menjadikan apa yang kamu impikan terealisasikan dengan sempurna.
Otak menerjemahkan bahasa pikiran, tindakan, dan perasaanmu dalam bentuk frekuensi positif, yang kemudian dipancarkan ke alam semesta dalam bentuk frekuensi positif pula, dan perlu diingat, alam semesta memiliki bahasa, dan bahasa mereka adalah bahasa frekuensi.
Dengan suka rela alam semesta juga akan mengamini frekuensimu. Datang kepadamu, mempercepat energimu untuk mencapai impianmu tanpa terkecuali. Maka sejak saat ini, perbaikilah frekuensimu agar alam mengikutimu dengan caramu, sebab sekali lagi, bahasa alam semesta adalah bahasa frekuensi.
Diibaratkan sebuah botol minum, air minum di dalamnya adalah kita, dan diluar botol tersebut adalah takdir, botol itu dikelilingi oleh jutaan takdir, botol bisa dibeli, dijual, dipajang, dibawa ke kendraan, dimasukkan dalam ransel, dibuang di tong sampah, bahkan dibiarkan hingga kadarluarsa juga bisa. ada banyak kemungkinan takdir yang bisa terjadi. Kita tidak mampu merubah takdir, tapi tugas kita menarik takdir yang paling sesuai dengan siapa kita , sefrekuensi apa kita. itu tugas sebenarnya.
2. Ikhlas
Ikhlaslah dalam berbuat; berbuatlah yang baik ke banyak orang.
Jangan dihitung-hitung, jangan dikira-kira, investasikan sebanyak-banyaknya kebaikan kepada banyak orang, sebab dalam hidup ini, hampir kebaikan yang kita berikan pada orang lainlah yang menyelamatkan diri dari setiap kesempitan.
Dalam dunia kerja, bukan tidak mungkin orang yang pernah dibaiki justru yang menjadi penolong bagi kita, sehingga lapang jalan bisnisnya. Meskipun tidak selalu demikian, namun ada banyak kemungkinan orang baik lain yang membalasnya.
Dalam network mungkin saja orang yang kita tolong, menjadi penyambung lidah dari kolega bisnis atau bahkan menjadi atasan kita yang memiliki wewenang penuh atas instansi/Lembaga/perusahaan tempat kita ditempatkan.
Banyak keajaiban di alam semesta ini yang semuanya masih bersifat misteri, maka ikhlaskanlah, ikhlaslah,.. Semua akan membaik pada waktunya. Dan yakinilah bahwa keajaiban itu ada.
Konsep ikhlas itu bukan berarti kita pasrah tanpa berusaha, tapi konsepnya adalah kita mengejar, di saat yang sama kita juga harus melepaskan. Dengan metode ini, biasanya yang selalu kita impikan menjadi mudah didapatkan.
Saat kamu mengejar suatu impian, saat yang sama kamu harus mengikhlaskan, jika impian itu tidak sampai.
Kamu punya plan A dan berusaha untuk mewujudkannya, maka di saat yang sama kamu harus melepaskan dan mengikhlaskan segala kemungkinan terjadi setelahnya.
Bisa jadi kamu mendapatkan lebih baik, menjadi A+ atau bakan kurang baik menjadi A- atau bukan A tapi B, C, D, dan F, menjadikan lebih banyak opsi, menjadi pembuka jalan yang baru, untuk segala kemungkinan terbaik yang tersedia.
Dengan begitu ikhlasmu akan menghasilkan kesyukuran, sebab di batas itu kamu sadar, bahwa kamu adalah manusia, sekuat apapun kamu berusaha dan berencana, Allah jua yang akan menentukan hasil yang sempurna buatmu. Sampai di sini yakinilah bahwa Allah sebaik-baiknya pembuat rencana.
Dengan menerapkan hal ini semoga keajaiban bukan lagi hal yang jarang, tapi menjadi rutinitas harian yang kamu dapatkan tanpa jeda kekosongan sedikitpun. Wallahua’lam.
3. Cintai Diri Sendiri
Terlalu banyak orang yang tidak sayang dengan dirinya sendiri, selalu menyalahkan keputusan yang diambilnya, menyalahkan dirinya berlebihan dalam setiap tindakan yang diambilnya, ironisnya menyalahkan hidup yang sedang dijalaninya; padahal hidup untuk dijalani dan dinikmati bukan untuk dikeluhkan maupun disesali.
Jika sedihmu timbul karena lahir tanpa bakat terpendam misalnya, maka ketahuilah bahwa bakat bukanlah segala-galanya, sebab ia bisa dikalahkan dengan sesuatu hal yang diulang-ulang.
Kuncinya satu, coba untuk tidak melawan arus, coba untuk mengikuti arus terlebih dahulu, sebab itu jauh lebih gampang. Hidupmu akan jadi lebih ringan.
Ada saatnya kamu boleh melawan arus, jika telah naik kapal very mungkin; tapi selama masih berlabuh dengan skoci, gunakan kayuhmu untuk mengikuti irama riak ombak, dan seimbangkanlah tubuhmu. Singkat kata, mulailah dari yang paling gampang untuk mencintai dirimu sendiri.
4. Bahagia
Bahagia itu adalah kunci dari segala hal di muka Bumi ini. Dengan bahagia, dirimu mendapatkan segalanya dengan mudah. Dengan bahagia, kamu akan merasakan lapang dan rileks, semua kerja otot menjadi ringan, inovasi dan inspirasi akan timbul dan mengalir seperti arus deras mengaliri kehidupanmu untuk menciptakan solusi.
Makanlah secukupnya, tidurlah secukupnya, dan olah ragalah secukupnya tapi untuk kebahagiaan, berbahagialah sebanyak-banyaknya. Semoga bahagia tidak hanya sekedar kata, tapi bisa juga menjadi wujud nyata dari kehidupan kita Bersama. Aamiin.
Kunci dalam hidup ini adalah bahagia. Tidak ada kesulitan yang benar-benar membuat kita sulit, tapi sedikit bahagialah yang membuat hidup terasa sulit, karena berpecah focus, berpaling dari rasa bahagia ke bentuk kurang bahagia hasilnya merasa selalu dalam kekurangan.
Timbul satu pertanyaan, jadi kapan sebenarnya harus berbahagia?
Jawabnya kapan saja, di mana saja, dalam kondisi apa saja, sebab bahagia itu pilihan, sama seperti kita memilih untuk bersedih dan meratapi nasib, atau bahagia dengan tersenyum dan bangkit kembali dari setiap keterpurukan.
Maka carilah kebahagiaanmu, bersenang-senanglah, selama itu halal dan toyyib (baik) jangan berikan batasan untuk kebahagiaan itu masuk dalam hidupmu.
5. Usaha dan yakin pada intuisi.
Bagaimana caranya menemukan usaha yang sesuai dengan bakat bawaan diri kita? Sehingga effort yang dikeluarkan menjadi lebih ringan dan hasilnya signifikan?
Nah barusan saja, tanpa kamu sadari pertanyaan kedua itu menjawab dari pertanyaan pertama dan kedua sekaligus.
Coba berhenti sejenak, dan mari bermenung hal-hal apa saja yang kamu suka melakukannya, tanpa dibayar kamu tetap melakukannya dengan riang gembira, tanpa imbalan kamu mengerjakannya dengan suka cita, dan setiap kali kamu selesai mengerjakan pekerjaan itu orang-orang memujimu, karena begitu indahnya karya buatanmu.
Kamu rasa memasak itu gampang mungkin, semua yang kamu masak, setiap yang merasakannya suka, bukan tidak mungkin itu kelebihanmu.
Hanya coretan di atas kertas kamu bisa menjadikannya letter yang epic dan indah, menggambar karakter, sketsa bangunan, pernah kamu melihatnya sekali, kamu langsung bisa menggambarkannya bahkan dengan tambahan yang lebih estetik.
Tampa kamu sadari, kesempatan untuk memperkenalkan potensimu itu sudah berulang berkali-kali dalam beribu kesempatan, tapi sayang kamu kurang peka untuk menganalisis intuisimu, asahlah perasaan dan intuisimu kembali, semoga yakinmu membawa ke arah keberhasilan usaha tanpa ujung.
Masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya, dari mulai orang suka racikan masakanmu, suka ngebaca diarimu, suka mendegarkan nyanyian merdu suaramu, suka menyimak murottal dan mujawwad misalnya, suka memperhatikan caramu mengaransemen lagu, suka dengan cara penyampaianmu saat orasi misalnya, dan masih banyak lagi yang lainnya, dan itu semua adalah bakatmu tanpa kamu sadari, sekali lagi jangan melawan arus.
Apa bakat/skill/keahlian/kemampuan yang kamu rasa gampang untuk melakukannya, dan hasilnya sangat baik bahkan di luar dari ekspektasimu, secara alamiah itulah sebenarnya bakatmu.
Maka perdalam bidang itu, kembangkan dalam bentuk bisnis, usaha, dan perdalami secara ideologi, literasi akademik, kolega bisnis, serta peluang-peluang lainnya. sehingga kamu tahu dengan sedirinya paham akan segala kespesialan dari dirimu yang kini menjadi penopang hidupmu. Dan saat itu tiba, yakinilah rencana Allah swt lebih indah dari rencanamu.
Sekali lagi kunci mengetahui kehebatan dari dalam diri kita adalah: “Menyadari sesuatu yang kita lakukan gampang dan hasilnya luar biasa (sesuatu yang gampang dan hasilnya di luar ekspektasi kita), itu adalah pemberian dari sang pencipta untukmu.” sadarilah Allah swt tidak pernah meninggalkanmu!
Akhir kata, sebenarnya hukum tarik menarik itu selalu bekerja, disadari atau tidak disadari, bagi kamu yang sadar, selalulah mulai dengan rasa syukur, sebab syukur itu mudah, lalu ikuti saja alur yang telah Allah swt berikan, coba untuk mengikuti aturan Allah, dan jangan melawan arus dengan melawan aturannya. Perlahan keyakinan dan keimanan pasti akan menguat dengan sendirinya.
Yakinlah bahwa Allah swt adalah perencana yang terbaik, jadi buat apa dilawan dengan keinginan yang belum tentu baik, atau mengusahakan sesuatu yang terkadang sudah jelas mudhoratnya. Wallahua’lam.



