Iklan Multipleks Baru

Sunday, June 13, 2021

Misteri di Balik Kata "Sekarang"

 Defenisi sekarang sebenarnya adalah aktifitas yang mesti dilaksanakan sesegera mungkin, secepat kata itu diucapkan, dan langsung dieksekusi. Namun sering kali makna menyempit dan mengecil, diartikan dengan sebebas-bebasnya oleh para pelakunya. Sehingga sekarang dapat berarti pekerjaan yang bisa dikerjakan nanti.

 

Kapan mau mengerjakan itu? Sekarang/ artinya nanti setelah ini.

Kapan mau pergi ke pesta? Sekarang/ artinya nanti setelah siap-siap.

Kapan mau belanja? Sekarang/ artinya nanti setelah mall buka.

Kapan Mau makannya? Sekarang/ artinya nanti tunggu belanja dan masak dulu.

Kapan mau menemuinya? Sekarang/ artinya nanti tunggu beli oleh-oleh dulu.

 

Pada intinya kata sekarang itu juga tidak serta merta melakukan segala sesuatu dan terjadi saat ini juga, ternyata semuanya juga memilki proses sepersekian jam, menit, bahkan detik setelahnya, kita ambil contoh.

 

Kapan kamu mau pergi ke pesta? Sekarang. Kita kira sekarangnya itu capcus langsung berada di tempat pesta. Tidak... Sekarangnya itu, bisa saat ini sang wanita atau prianya sedang berdandan dan bersiap-siap. Wanita sedang berdandan di depan kaca, prianya sedang manasi motor/mobil, sang anak masih mau pakai kaos kaki dan sepatu, dan bahkan amplopnya-pun masih akan mau dibeli di toko pinggir jalan nanti. Jadi fix-kan arti kata sekarang itu selalu ada jeda waktu?

 

Pada intinya, sekarang itu ternyata tidak mewakili pekerjaan itu harus terselesaikan saat ini, saat dimana ucapan itu terucap, perlu ada ungkapan baru, yang itu mengartikan bahwa pekerjaan itu selesai pada saat ucapan itu diucapkan. 

 

Selain sekarang, apa lagi kira-kira kata yang pantas untuk mewakili waktu yang benar-benar harus dikerjakan saat ini juga ya.

 

Apakah teman-teman ada ide?




Terima kasih sudah membaca. 
Semoga bermanfaat.

 

Ahad, 13 Juni 2021

0 comments :

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi dan berkomentar bijak di situs ini.

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi