Senin, 25 Juni 2012

Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik


Disusun untuk memenuhi tugas pada materi Komunikasi Dakwah
yang diampu oleh As-Sayyid Ust. H Ahmad Suharto, S.Ag

(Oleh: Irwan Haryono S (31.2.2.8353)
Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam [ISID] Siman. Fakultas: Ushuluddin. Prodi: Aqidah Filsafat / 4



بســـم اللــه الرحمـــن االرحيـــــم
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه 
وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد 
     
      Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini, saya ingin meyampaikan tentang apa yang saya ketahui bertujuan saling berbagi bersama dan semoga menjadi berkah adanya.

       Adapun materi dakwah yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah: “Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik” suatu bukti nyata kehidupan yang saya dapatkan ketika ingin menuliskan hal ini, suatu ketika pernah saya mengalami kehidupan galau sepanjang hari dan bahkan kegalauan ini bertahan berhari-hari sampai terkumpul menjadi seminggu, beriringan dengan kegalauan ini ada sebuah sms pendek masuk ke inbox HP saya, bunyinya demikian: “ketika Anda merasa benar-benar jauh dari amalan hati, sehingga menghitamkan hati dan juga melalaikan diri Anda. Maka lakukanlah 4 hal; yang pertama, perbanyaklah dzikir, yang kedua shalatlah anda tepat pada waktunya, ketiga memintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda dan yang terakhir kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah ditengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam” satu sms yang sangat indah menurutku, sangat sesuai  dengan situasi diri yang memang sedang benar-benar membutuhkannya.

      Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas tentang sms diatas dalam pandangan Islam yang saya tahu,

      Pertama: Perbanyaklah Berdzikir.

      Selaku seorang hamba maka sudah sepantasnya dan seharusnya berdzikir menjadi sebuah amalan yang benar-benar harus kita hadiahkan kepada sang pemilik Arsy al’Aziim Allah SWT, dalam berdzikir kita menghadirkan suasana hening yang benar-benar mendukung kita untuk dapat bermuhasabah tentang kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu. Sambil bermuhasabah kita terus mengucapkan “Kalimah Tayyibah" karena dengan berdzikir ini jugalah hati kita bisa menjadi tenang  dan tentram.

(الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) (الرعد:28)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka mejadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Surah: Ar-Ra’d[13]: 28)

      Kedua: Shalatlah Anda tepat pada waktunya

      Dalam pengklasifikasian waktu, sebenarnya umat muslim amat sangat dimudahkan dengan adanya shalat 5 waktu yang bermula pada waktunya masing-masing. Dalam hal kesehatan juga sering diungkapkan dalam beberapa workshop dan seminar-seminar bahwa; jika kita shalat pada waktunya dapat memperlancar sirkulasi metabolisme tubuh, sehingga menghadirkan rasa fresh pada  jasmani dan rohani kita, dan jika kita telisik ulang shalat ini sudah semestinya menjadi hal pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan siapapun dan dengan apapun sebab ini sudah menjadi harga mati yang tidak bisa di nego lagi. Shalat itu adalah tiang agama, mengokohkan iman dan menjebatani rahmat dari Allah SWT sebab shalat juga “Tanha ‘anil fahsya i walmunkar” menjaga dari perbutan keji dan mungkiar. Dalam hal ini saya pernah membaca sebuah catatan dari blog ini : http://fiesh.blogspot.com/2010/08/hikmah-sholat-tepat-waktu.html yang didalamnya menceritakan tentang sebuah kisah nyata, serta lebih mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita meletakkan dan memposisikan shalat itu seharusnya. Berikut kisahnya:


Jumat lalu, ketika saya menghadiri jumatan di masjid kampus UGM, ada sebuah cerita simple tapi nyata yang sedikit menarik untuk diceritakan kembali. ceritanya begini:
Pada suatu masa ada seorang sarjana yang sudah dua tahun mencari kerja. karena tidak dapat kerja akhirnya dia menemui seorang ustadz. Dia meminta bantuan ustadz tersebut agar cepat dapat kerja.  Sang ustadz lalu bertanya, bukan lulusan universitas mana, atau jurusan mana dia kuliah dahulu, tapi sang ustadz bertanya  "Bagaimanakah shalatmu?". Jujur saja sang sarjana berkata bahwa ia shalat hanya sekedarnya saja, belum bagus-bagus amat.  lalu sang ustadz meminta waktu sejenak.  Setelah itu sang ustadz keluar dari kamarnya dengan membawa sepucuk surat.  Beliau berkata kepada sarjana tersebut "Perbaikilah shalatmu, lalu jangan buka surat  ini sebelum kamu sampai di rumah ".

Dengan tergesa-gesa sarjana ini langsung menuju rumahnya dan membuka surat tersebut dan membaca isinya. Surat tersebut berisi:

“Hai sarjana, perbaikilah shalatmu. Shalatlah di awal waktu, dan jangan melakukannya kecuali engkau lakukan di masjid, lalu jangan engkau lakukan di masjid kecuali dengan berjamaah, dan jangan engkau lakukan kecuali engkau mendapat takbiratul ihram pertama, kemudian jangan melakukan rangkaian tersebut kecuali engkau awali dan akhiri dengan shalat sunnah. kemudian lakukan rangkaian ini selama tujuh hari kemudian temui saya.

Nb: Jika Anda sudah membaca surat ini tetapi tidak melakukannya maka akan saya sumpahi anda melarat seumur hidup!”

Karena takut akan sumpah sang ustadz, maka sarjana ini langsung melakukan saran yang ditulis di dalam surat tersebut. namun baru dua hari sarjana ini sudah kembali menemui sang ustadz.  Sang ustadz merasa terheran-heran bukankah saya suruh tujuh hari baru kembali? Batinnya. Kemudian sang ustadz bertanya "kenapa engkau sudah kembali?" Sang sarjana menjawab sambil menangis "Ternyata Allah baik sekali wahai ustadz, saya baru melakukannya dua hari, Allah telah memberi saya pekerjaan" 

Demikianlah kisah yang saya dapat dari khatib jumat lalu, ini merupakan pelajaran yang sangat baik bagi kaum muslimin untuk kembali menertibkan shalatnya.  dan juga ini merupakan kisah yang inspiratif bagi para pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan.  cobalah saran kisah di atas, dan rasakan manfaatnya

      Ketiga: Mintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda.

    Siapa yang tahu hati orang? Siapa yang bisa membaca hati orang  jika si pemilik hati tidak mengungkapkan hatinya sendiri pada orang lain. Dalam sebuah lirik lagu yang sangat familiar berbunyi seperti ini; “pagi beriman siang lupa lagi, sore beriman malam amnesia” menggambarkan sebuah hati yang selalu susah ditebak, bahasa yang sering di gunakan adalah mengatakan bahwa “al-Imanu yazdad wa yangkus” iman selalu bertambah dan berkurang. Inginnya apa dan bagaimana nantinya, tiada yang tahu.

        Maka dalam misteri hati yang selalu terbolak balik tersebut amat sangat dibutuhkan kekonsistenan kita untuk selalu berdo’a dan meminta kepada Allah agar selalu di rahmatin dengan Hidayah-Nya, dan di tolong dengan i’nayah-Nya. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

      keempat: kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah di tengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam.

      Do’a yang dipanjatkan pada waktu malam, Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Sebab waktu tersebut merupakan waktu yang istimewa. Waktu sepertiga malam  merupakan waktu di mana kondisi hati manusia pada posisi tenang, bersih dan suci serta terhindar dari pikiran kotor yang berhubungan dengan urusan keduniaan. Oleh karena itu waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk bermunajat kepada Allah. Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

       Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kami Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi akan turun pada tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman: barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya Aku kabulkan padanya dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka ia akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari).

# الحمد لله رب العالمين #

0 komentar :

Posting Komentar