Jumat, 11 Oktober 2019

Dunia Hobi dan Skill



Hobi dalam KBBI berarti: Kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Itulah arti yang tertulis di KBBI online, bayangkan apa jadinya jika kesenangan kita berubah menjadi ladang pendapatan? Kita senang bernyanyi dengan bernyanyi kita mendapatkan uang. Kita senang melukis, dengan lukisan kita mendapatkan penghasilan, kita senang menulis dengan tulisan kita menabung, kita cinta mengajar, kita gebar kotak-katik youtube, kita senang up to date vidio, kita senang dengan perangkat komputer, kita tergila-gila dengan bahasa pemprograman, jika semua kegemaran itu, kesengangan itu, kecintaan itu dijadikan pekerjaan utama, pekerjaan yang difokuskan, pekerjaan yang di konsistenskan, bagaimanakah jadinya?

Mari kita coba sepakat untuk menggabungkan antara hobi dan skill, jika hobi dimaknai sebagi suatu pekerjaan yang kita lakukan dengan penuh suka cita, rela, senang dan gembira, maka ada keterkaitan erat dengan skill biasanya. Yaitu sebuah dorongan yang terus memicu kita untuk bisa menjadi lebih baik, berkembang lebih aktif dalam hobi yang sudah mulai merayu simpati kita.

Adanya hobi mengundang rasa keingintahuan, begitu tahu timbul semangat untuk terjun lebih dalam, setelah terjun ternyata semakin bisa di nikmati prosesnya, ujung-ujungnya semua yang di jalani terasa sangat nikmat, sampai-sampai keluar ungkapan, “seandainya pun hobi yang di lakukan ini tidak dibayar, tidak apa-apa, sebab inilah hobi saya, dibayar atau tidak dibayar saya tetap akan melakukan ini.”. Nikmat bukan? dan akhirnya sampailah makna skill sebagai “The ability to do something well; expertise.” Kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik; sesuai keahlian.

Dengan hiruk pikuk cobaan dunia, dengan beranekaragam masalah kehidupan, dan yang lebih dekat dengan kesimpangsiuran berita dan pengalihan isu, masih inginkah kita kehilangan waktu hanya untuk itu? Terbuai dengan isu yang sangat nyata dibuat-buat, terbawa alur ombak gosib yang itu sengaja di buat pasang, termakan kabar bohong yang jelas-jelas tidak bernutrisi, akankah itu terus di konsumsi?  Tidak… Cukupkanlah… Sudah cukup membuang-buang waktu selama ini untuk itu semua.

Sekarang saatnya berfikir bagaimana hobi bisa semakin berkembang, dan kemudian memperbanyak uji coba bakat-kemampuan yang terpendam. Kelak ketika hobi sudah menjadi skill yang diakui orang banyak, nilai kita akan sebading dengan kebermanfaatan kita. 

Nanti jika sudah dapat uang, menjadi orang kaya raya, jangan lupa semakin kuat doa'anya dan berdo’alah agar hidup kita lebih berguna dan bermanfaat lagi untuk masyarakat yang lebih luas, rakyat Indonesia, negara Indonesia serta dunia dan seisinya.

Jadi fokus coretan kali ini adalah bagaimana agar kita tidak tergerus dan terbawa arus medsos dan isu-isu pengalihan, yang tersajikan bebas di sekeliling kita, tapi sebaliknya yaitu bisa menguasai berita, selektif dengan info yang diterima dan akhirnya menjadikan kita lebih sibuk dengan hobi, pengembangan skill, minat serta bakat sehingga berujung pada kebermanfaatan buat orang banyak.  

Semenarik-menariknya berbicara dunia, lebih menarik berbicara manusia, sisi positifnya tidak akan ada habis-habisnya untuk terus di bahas dan di cerna.  itu menurut saya, bagaimana menurut Anda?

0 komentar :

Posting Komentar