1. Islamic Philosopher

Philosophy - Education - Pesantren - Psychology - Leadership - Journal.

2. My Books

Biography - Novel - Poetry - Motivation and Reflection - Contemporary Scientific - Compilation and Collective - Da'wah - Philosophy - Textbook

3. Podcasts

ku.isikata - Nilai Pengembara

4. Professor

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. and Prof. Dr. Irwan Haryono Sirait, M.Pd.

5. Writerpreneur

Real Writer - Writer's home school - Research home school - Poetry house school - Autism home school - Build an international library - Trillionaire

Rabu, 24 November 2021

5 Aturan Penting Berpotensi Merubah Masa Depanmu

 

1.     Dalam hidup. Ada orang yang melihat peluang di depannya, disaat yang sama ada yang mengira di depannya adalah halang rintang yang membuatnya tidak nyaman, bahkan rugi. Padahal objek yang mereka berdua lihat adalah sama. Maka di sini aturannya adalah kamu dapat mengejar apa yang kamu inginkan, namun kamu tidak dapat mengatur apa yang diinginkan orang lain. Kamu dapat mengejar apa yang kamu inginkan dengan caramu tanpa memakai cara orang lain, dan biarkan mereka mencapai apa yang mereka inginkan dengan cara mereka.

 

2.     Terkadang kamulah masalahnya. Bertanggung jawablah atas semua tindakanmu. Kamu bisa mengambil semua pujian di dunia, untuk hal-hal yang kamu lakukan dengan benar, selama kamu juga bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu perbuat. Itu harus menjadi persamaan yang seimbang.

 

3.     Peduli satu sama lain. Pada posisi kehilangan energi fisik dan mental tanpa ia (seorang prajurit) sadari terdapat energi luar biasa yang keluar dari dua titik kelemahan tersebut yaitu energi terpendalam dari rasa kepedulian antar sesama. Bermodalkan rasa ingin membantu dan peduli pada orang-orang samping kanan dan kiri, dengan sendirinya tanpa ia telah lulus menjadi pasukan elit.

 

4.     Latihlah dirimu agar menjadi pembicara terakhir. Jika ada pendapat yang sesuai denganmu jangan menganggukan kepala, jika ada yang tidak sesuai dengan kepalamu jangan menggeleng, cukup kamu tanyakan, apa maksud perkataan mereka, mengapa mereka mengatakan demikian, dengan seperti itu kamu akan membuat mereka merasa berkonstribusi, dan memberikan ruang bahwa mereka didengarkan. Kedua itu sangat penting.

 

5.     Ingatlah pelajaran kerendahan hati dan rasa syukur itu! Kamu bisa mendapatkan apapun fasilitas yang istimewa itu, tapi sadarilah dan syukurilah bahwa itu bukan untukmu; itu hanya penghormatan untuk jawabatan atau posisi yang saat ini kamu duduki, sedangakan yang pantas untukmu adalah secangkir kopi strofom.

 

Sedikit catatan singkat hari ini, semoga bisa menginspirasi, ingin lebih lengkap, silahkan kunjungi link youtube di bawah ini. Semoga hidupmu menjadi lebih baik. Aamiin.

 

Catatan ini disadur dari link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=VpxIVZwE914

 

Sabtu, 06 November 2021

SQUID GAME; Hidup Adalah Sebuah Pilihan.

Film ini adalah salah satu film yang sangat menegangkan dan benar-benar sangat luar biasa alur penasaran yang dibuat per-episodnya.

 

Film Squid Game ini tidak disarankan bagi anak-anak dan juga tidak disarankan bagi yang tidak kuat melihat adegan kekerasan.

 

Sampai saat aku mengetikkan tulisan ini, aku masih terkesima dengan lakon yang dimainkan para aktor di dalamnya.


Dari awal tersimpan penasaran mengapa permainan ini dibuat, sampai di episode terakhir juga serasa jawabannya belum tuntas, walaupun gamblang diungkapkan di akhir oleh si kakek tua kaya raya, namun tetap tidak cukup mewakili rasa penasaran akan cerita yang telah dibuat. Masih dibutuhkan SQUID GAME 2 untuk menjawab penasaran ini rasa-rasanya. :-)

 

Deretan pasukan pink, memiliki 3 bentuk dasar: segitiga, segi empat, dan bulat. Masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawabnya, tidak terlalu penasaran awalnya namun hingga seorang detektif menyamar menjadi salah satu dari mereka, mulai rasa was-was terbawa dalam alur sang film. Beberapa kali penyamarannya nyaris terbongkar, namun karena kecerdasannya berhasil mengembalikan suasana, sungguh penyamaran yang luar biasa.


Semakin lama menonton film ini, semakin timbul banyak pertanyaan, awalnya satu, bertambah dua, bertambah tiga, dan selanjutnya dan selanjutnya, hingga menjadikannya satu list film dengan suasana menegangkan menghadirkan rasa keingintahuan yang tinggi, aku jempoli, film ini cerdas. Sedikit keragu-raguan muncul, apakah film ini membawa misi mencuci otak? atau mencoba menanamkan nilai baru? atau dengan gamblang menyodorkan realita kebuasan manusia? apakah sikap dan sifat asli manusia memang begitu adanya? Benarkah memang demikian? ragu-ragu berputar-putar menyaksikan film ini.

 

Tidak hanya sekedar menonton yang kulakukan, berusaha mencari ibroh, mencari hikmah, mencari harta karun yang dimiliki mu'min dari sekilas film pendek ini, berikut beberapa petikan hikmah disarikan oleh penulis yang telahmenontonnya dengan penuh antusias… hehehe… Dah macem apa aja. :-)

.

“Manusia yang baik akan tetap baik peragainya

Manusia yang buruk akan tetap buruk perangainya

Manusia baik bisa berubah buruk jika terdesak

Manusia buruk bisa berubah baik jika telah sadar

Pada umumnya manusia dapat berubah-ubah, dalam kondisi sempit-terhimpit, terpojok, tersudut, terancam,  dan terisolasi dapat merubah manusia menjadi sosok orang lain dalam hidupnya.”

 

“Untuk bertahan hidup, manusia memiliki sejuta cara,  bisa bersifat baik atau keji. Namun selalu yang terbaik adalah yang memakai cara yang baik, sebab yang keji akan berakhir dengan keji pula.”

 

“Sejarah akan terulang kembali. Sebagai pelaku sejarah, jangan diam, ingatkanlah generasi muda yang mengikuti arah jalanmu, sebab masa depan mereka bisa jadi masa lalumu yang kelam, tahan mereka, pahamkan mereka, jangan biarkan mereka berjalan tanpa ilmu menyusuri jalan gelam dan kelam. Kamu memiliki tanggungjawab moral untuk itu!"


"Belajarlah dari sejarah sebelummu untuk mengantisipasi dan bersiap bangkit kembali dengan perbaikan trik, keberanian untuk memperbaiki kesalahan”

 

“Orang terdesak, orang berhutang, biasanya berpikir pendek, mengambil solusi dekat tanpa memandang resiko jangka panjang, itu keliru! Jangan terbawa-bawa terus, segera sadarlah”

 

“Persahabatan dalam kesusahan lebih erat terekam dibandingkan saat senang”


“Gaya hidup orang ber-ada dan orang tak ber-ada, memiliki ciri khas, sama-sama memiliki masalah dalam menjalani hidup yang berbeda hanya cara menyikapinya. Pada hakikatnya orang yang paling sulit (teramat miskin/terlilit hutang) itu sama dengan orang yang berkelimpahan uang dalam hidupnya. Sama-sama lupa cara untuk bersenang-senang, lupa cara untuk bahagia.”

 

“Hal paling menyedihkan dalam hidup ini adalah saat sosok yang seharusnya digugu dan ditiru hilang rasa kepercayaan dirinya; sosok ayah yang hilang kepercayaan dirinya sebagai seorang ayah, karena tak mampu membahagiakan anaknya. Atau bahkan sebaliknya, seorang anak yang hilang rasa kepercayaan dirinya sebagai anak untuk bisa membantu orang tuanya, ketika mampu untuk menolong ternyata sudah tidak ada kesempatan. Hilang rasa inilah yang menyebabkan sosok digugu dan ditiru tertutup dan hilang cahaya semangatnya. Tak ada yang menganggapnya ada”

 

“Percaya pada manusia adalah kepercayaan terbatas, sedang pada sang pencipta adalah kepercayaan yang tidak terbatas”

“Sebenarnya yang menjadikan seseorang kuat atau terlihat kuat, bukan sekedar terlihat dari fisik dan raut wajah, namun lebih kepada keberanian dalam diri (mental), jika ini kuat, fisik yang terlihat kuat sekalipun bisa kecut, dengan satu kali mop logika yang logis”

 

“Orang tanpa tujuan akan menjalani hari-hari tanpa tantangan, sebaliknya orang penuh tujuan akan menjalani hari-hari tanpa ketenangan hati. Lebih tepatnya jalanilah hari-hari dengan tujuan yang memiliki tantangan dengan segenap ketenangan hati, hasilnya adalah sebuah keberhasilan yang hakiki”

 

“Kepercayaan orang terhadapmu tidak dapat disamakan, biarkan waktu yang akan membentuk kepercayaan mereka padamu. Tidak usah memaksakan diri, cukup menjadi bagaimana dirimu yang terbaik, selanjutnya biarkan. nanti juga mereka tahu"

 

Banyak hal dan pelajaran yang selalu hadir dalam hidup ini, ketika diri memang mencarinya.


Mungkin ini sekilas yang didapat hasil tontonan akhir pekan ini, semoga dapat menjadi sebuah reflesi yang bermanfaat.


Sabtu, 6 November 2021.

Senin, 11 Oktober 2021

Penghidupan Itu Ialah Pendirian & Perjuangan (Dari Lembah Cita-Cita)

 “Sebelum mati bukankah hidup? Mengapa kita mesti mengingati mati saja. Padahal kita yakin bahwa sekarang kita hidup? Bukankah sebelum melalui pintu mati, kita mesti menjalani hidup? Pertanyaannya. Hidup seperti apa yang ingin kamu jalani? Hidup seperti apa yang mampu kamu pertanggungjawabkan?”



                    Judul         : Dari Lembah Cita-Cita

Penulis      : Prof. Dr. HAMKA

Penerbit    : Gema Insani Press

Tempat      : Jakarta

Cetakan     : Pertama, Februari 2016

Tebal         : 102 hlm,; 18,3 cm

ISBN          : 978-602-250-291-3

Harga        : Rp. 33.000,-


**

Di halaman 4 dari buku ini menyiratkan ungkapan menarik ,mengatakan bahwa:“Pemuda itu adalah satu bagian dari gila. Dengan kegilaannya, ia mengadakan yang belum ada, dipahatnya batu, dibelahnya gunung.” 

 

Tidak cukup hanya itu, di halaman 5 tercatat sebuah ungkapan Presiden Soekarno, sejak saat itu kata-katanya menjadi catatan seluruh dunia “Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi berikan kepadaku 10 Pemuda, Aku sanggup mengguncangkan dunia.” Setelahnya Hatta berkata pula berorasi, demi melihat bagaimana semangat pemuda menyelenggarakan revolusi, “Hai Pemuda, kamu adalah pahalawan dalam hatiku”

 

Buku saku berhasil menggambarkan begitu sangat antusias tak terhingganya seorang Buya Hamka, beliau merasa lebih berfaedah ketika berhadapan dengan dua orang pemuda yang bersemangat dan bercita-cita yang senantiasa resah dan gelisah, yang tiada merasa puasa, yang hendak memahat batu yang hendak mengisarkan bukit yang berkata “Inilah saya!”

 

Pada halaman 82 ada logika menarik memahamkan kita bahwa tidak ada yang perlu ditakuti di Bumi Allah ini, sebab siklus hidup sudah terpola dengan rapi, tinggal kita mengikuti pola yang mana, atau tinggal kita ingin memasuki pola yang mana, semua pilihan ada dalam hidup kita. “Kalau tidak ada kejahatan, mana orang tahu memilih kebajikan. Kalau tidak ada kejahatan, di mana akan dapat dibuktikan bahwa setan itu ada. Kewajiban kita ialah berlomba menegakkan keadilan, di samping setan mempropagandakan kejahatannya; menegakkan budi di tengah-tengah kesesatan manusia; dan menghidupkan cahaya Allah di dalam jiwa kita masing-masing. Itulah ia perjuangan, itulah ia hidup, “Wal Aqibatu lil muttaqiin” Kemenangan akhir akan diberikan Allah swt bagi orang yang bertakwa kepada-Nya.”

 

Buku ini lebih cocok dibaca ketika dalam kondisi sedang dalam jatuh-jatuhnya semangat diri, sebab isi dalamnya begitu sangat menyulutkan emosi, meningkatkan semangat diri, di halaman 86 sebelum akhir bercerita tentang pendirian dan perjuangan “tegaklah pada pendirianmu di dalam hidup ini dan berjuanglah. Sesungguhnya, penghidupan itu ialah pendirian dan perjuangan. Untuk apa kita diberi Allah SWT akal dan pikiran? Supaya kehidupan kita berbeda dengan makhluk yang lain. Sebab itu, tiap-tiap pikiranmu bertambah, tiap-tiap mata bernyalang, pandanglah alam ini dengan pandngan sendiri. Jangan dibiarkan segala sesuatu berlalu di hadpaanmu dengan selalu -lalunya saja, tetapi pertalikanlah dengan dirimu. Karena segenap alam ini bertali senantiasa dengan manusia.”

 

 

Buku ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Hamka menyebarkan semangat pada generasi muda, di awal-awal masa kemerdekaan, supaya mereka berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

 

Pembahasan Buya Hamka mengenai tauhid, ibadah, iman, negara, perjuangan, dan cita-cita dalam buku ini mampu mengajak kita kembali merenungi diri, merenungi iman, Islam , cita-cita dan hidup kita. Sekukuh apa jiwa kita menjadikan Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dan sebesar apa cita-cita kita terhadap kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia ini.

 

Drs. Zainul Yasni dan satu temannya, yang awalnya menerima petuah-petuah dalam buku ini secara khusus dari Buya Hamka merasa sangat perlu menyebarkan ilmu yang mereka peroleh kepada seluruh generasi muda Indonesia. Sehingga, dengan izin Buya Hamka, mereka berhasil membukukan kumpulan materi yang mereka dapat dari Buya Hamka menjadi sebuah buku saku, meskipun ringkas insya Allah memiliki bobot yang sangat besar bagi jiwa yang membacanya.

 

Dalam buku ringkas ini terdapat 13 judul inti menjadi pembahasa menarik dari buku ini. Diantaranya: Dua Orang Pemuda Bertanya; Zaman Jahiliyah; Tauhid; Ibdah; Iman; Pembalasan; Iman dan Negara; Cita-Cita; Mencapai Cita-Cita; Khutbah Socrates; Pendirian dan Perjuangan; Tidakkah Tuan Takut?; Menyesali Zaman Lalu. Demikian rentetan daftar isi yang beberapa dari judulnya menggelitik rasa penasaran diri untuk terus melahapnya segera.

 

 

**

Sebagai akhir dan penutup beberapa petikan kata-kata Buya Hamka, kiranya dapat menutup bacaan kita dengan penuh rasa semangat: 

 

Selidiki, periksa, dan alami. Buah dari penyelidikan, pemeriksaan, dan pengalaman, itu ia pendirian. Pertahankanlah pendirian itu dan bawalah berjuang, tetapi kamu harus menang sebab itulah ia hidup!

 

Lautan hidup itu amatlah dalam. Kalau hanya dengan kail yang sejengkal saja, tidaklah lautan itu akan dapat diduga.

 

Kiranya penutup singkat dari ucapan Buya Hamka di atas. Dapat menutup tulisan ini, semoga bermanfaat, ingin lebih mendapatkan ruhnya, silahkan miliki buku tersebut, dan silahkan baca isinya segera, tidak perlu buru-buru, perlahan, terhayati lebih baik dan lebih menentramkan hati. 

 

Akhir kata selamat menikmati.

 

Medan, Senin, 11 Oktober 2021: 3:59 wib

Minggu, 10 Oktober 2021

Hanya Ingin Menulis


Ahad, 10 Oktober 2021


 


Pagi.

Gemericik air kran membawaku berkhawal akan pagi buta beberapa tahun lalu, dengan setengah mata terbuka, berderu pukulan gagang kayu di depan pintu, membuatku harus bergegas memakai sarung sambil terus mengembalikan nyawa yang belum Kembali sempurna. Sayup-sayup mata terbuka tertutup, langkah kakipun terus melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga satu persatu dan berjalan menuju kran air, sedikit putaran kekanan mengeluarkan hembusan air kencang, hawa air segar deras mengalir masuk kedalam paru-paruku, basuhan pertama, mata mulai terbuka, basuhan ke dua badan mulai merasa dingin, basuhan ketiga ingin segera menyudahi wudhu,… ‘piyuuuuuhh’…. Semburan angin dingin serasa menusuk tulang sum-sum membuat sekejap mengingil kedinginan.

Ceritaku dulu; ketika berwudhu hampir setiap subuh ketika masih menjadi santri.

.

Banyak hal ingin diceritakan sebenarnya, namun apakah itu terkesan biasa, atau menjadi kesan luar biasa, tidak ada yang tahu benar adanya, yang ada hanya kisah berbeda selalu memberikan hikmah yang berbeda pula.

.

Sama seperti hari ini, persis seperti pagi ini, semua memiliki nama hari yang sama, memiliki matahari yang sama, dan memiliki jatah waktu yang sama, hanya dengan sedikit aktifitas yang berbeda membuatnya menjadi beraneka rasa. 

.

Kamu yang sedang berusaha; semoga usahamu tidak sia-sia

Kamu yang sedang menderita; semoga penawarnya segera datang menghapus lara

Kamu yang saat ini sedang sakit; semoga cepat disembuhkan Allah swt

Kamu yang saat ini sedang kehilangan; semoga digantikan orang lain yang bisa menghidupkan senyummu kembali.

Kamu yang saat ini sedang berjuang; yakinilah diujung jalan panjang ada keberhasilan yang akan kamu raih.

Kamu yang sekarang sedang mengejar mimpi-mimpimu, jangan ragu kamu sangat luar biasa untuk itu.

.

Semoga pagi ini menjadi pagi yang berkah dan cerah gembira bagi kita semua.

.

Tidak ada inti dalam tulisan ini, hanya ingin menulis saja.

.

Terima kasih banyak sudah mau membaca 

Jazakumullah khoir 

 

Sabtu, 09 Oktober 2021

Jangan Terlena!

Sabtu, 9 Oktober 2021

 


Terlena memiliki kata lainnya seperti terbawa arus, mengalir mengikuti irama, berjalan tanpa fokus pada tujuan, hingga berbuat sesuka tanpa memikirkan jatah waktu terus berkurang. 

 

Terlena sama seperti penyakit yang tidak mematikan awalnya namun menggerogoti imun tubuh, sampai pada akhirnya ketika kita dalam kondisi lemah, ketika kita dalam kondisi kurang vitamin, habislah tubuh kita…. Tidak mampu menahan kekokohan diri, akhirnya tumbang.

 

Terlena menurutku sama seperti lalai dan tidak bersyukur. Sebagai ilustrasi ketika seseorang diberikan nikmat berupa kemudahan dalam urusan, kemurahan dalam rizki, dan kecepatan dalam hal karier, biasanya banyak manusia yang mulai lupa diri, lupa akan makna kesungguhan dari kerja dan belajar, lupa bagaimana cara untuk bersyukur,  sehingga meninggalkan aktifitas harian dan memulai dengan aktifitas baru jauh dari kebermanfaatan. Begitulah menurutku, hingga akhirnya penyesalan yang ada. Sebab tanpa terasa waktu bergerak lebih cepat dari yang ia kira. Ternyata sudah terlalu lama ia tidak sadarkan diri. Gelap telah berganti terang, terang telah berganti temaram, dan malam Kembali lagi menjadi terang.

 

Bangkit dan sadarlah segera. Cukup kelalaian masa lalu, cukup waktu terbuang di masa lalu, cukup tertutupi dengan sekian banyak hal dulu, biar yang lalu pada tempatnya di masa lalu, sekarang adalah waktu sekarang, nanti adalah gambaran hasil dari sekarang, ingin sukses di masa depan, kuncinya sekarang, bekerja keraslah saat ini. Ingin gelar professor nanti belajar sungguh-sungguhlah sekarang, ingin menjadi penulis terkenal membaca dan menulislah sejak sekarang, ingin membangun pondok yang besar dan terkenal tanamkan jiwa kepemimpinan dan mental baja sejak saat ini, tentang nanti tidak usah berpikir terlalu panjang hingga tanpa sadar menjadi menghayal, tentang nanti biarkan cukup menjadi impian. Biar hari ini bekerja sesuai porsi semaksimal yang ia bisa.

 

Kamu saat ini adalah upaya kerja kerasmu dimasa lalu, 

Kamu nanti adalah upaya kerja kerasmu saat ini, 

Jika kuat kakimu, kokoh pijakanmu maka melangkahlah tanpa ragu,

Sebab yang berbeda akan lebih baik dari yang sedikit lebih baik.

Jangan Lalai_Perjuangkanlah Apa yang sudah kamu mulai!

 

Bersiap siagalah, saat ini garis lintasan ada di depan, tarik nafas dalam-dalam, bersiaplah bermaraton, dan………Bismillah, Langkahkanlah kaki kananmu,… Kesuksesan adalah jalan panjang. 

Bersiaplah untuk terus berlari kecil, dan keluarkan seluruh kemampuanmu jika garis finish sudah mulai terlihat. Aku yakin kamu mampu, Aku yakin kamu terlahir untuk sukses.

 

Tersenyumlah kawan. Kamu PEMENANGNYA.

Jumat, 17 September 2021

Create Your Own Success by Bill Gates


 

Ciptakan Kesuksesanmu Sendiri

 

1.     Creat The Future (Ciptakan Masa Depan) 

Memprediksi yang akan dibutuhkan di masa depan.

 

2.     Work Hard (Bekerja Keras) 

Pola Berpikir seminggu untuk Masa Depan. “Think Week” (Minggu Berpikir) kita harus memiliki prioritas, melakukan perbaikan terhadap apa yang ditanggapi oleh orang terdekat kita dengan baik. exp. baik untuk menyelesaikan sesuatu, maka selesaikanlah. baik memperdalami satu bidang, maka perdalamilah.

 

3.     Enjoy What You Do (Nikmati Apa yang kamu lakukan)

Poin yang terpenting adalah kamu harus menikmati apa yang kamu lakukan setiap hari

 

4.     Ask For Advice (Meminta Nasehat dan Koreksi) 

Sedikit orang baik yang tahu tentang kita dan mengkritisi kita jauh lebih baik, sebab keputusan kita tidak selamanya adalah pilihan terbaik, bisa saja masukan sekitar adalah masukan yang luar biasa. Lakukan itu setiap kamu inging mengambil keputusan besar dalam bisnismu atau dalam hidupmu.

 

5.     Pick Good People (Memilih Mitra Kerja Yang Baik)

Orang cerdas memiliki visi misi yang sama jauh lebih baik untuk tumbuh kembangnya usahamu, karena pada saat berdiskusi dia akan memberikan masukan diluar nalar otak kita, seperti: coba tunggu sebentar kayaknya ada satu hal yang hilang, kenapa ini terlewatkan, mengapa tidak kita masuk dari sini, dll.

 

6.     Don’t Procrastinate (Jangan Menunda-Nunda) 

Penundaan Bukanlah hal yang baik. Saat kamu menunda pekerjaanmu kamu tidak akan mendapatkan pujian/penghargaan dari pekerjaanmu. Seharusnya dapat kamu selesaikan dalam waktu singkat namun kamu memilih untuk menyelesaikannya di waktu yang mepet ke ujung, padahal jika hal yang seperti itu kamu lakukan diawal, toh pekerjaannya juga bakalan dikerjakan dan bakalan diselesaikan, mengapa harus diselesaikan diakhir jika diawal bisa dikerjakan. 

 

7.     Always Have Energy (Selalu Bersemangat) 

Yang kamu tahu, kamu bisa mengatasi perasaan berisikomu dengan lebih baik. Sehingga semangat dalam setiap Tindakan tidak menjadi masalah serius dalam hidupmu.

 

 

 

Inspirasi tulisan ini disadur dari link youtue berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=pGa_WnF9CKs

Kamis, 05 Agustus 2021

Terlalu Lama Bertindak Itu Juga Penundaan

 Penundaan saat ini telah meluas ke berbagai bentuk, berbagai rupa. Pada intinya apa yang seharusnya kita lakukan pada waktunya, jika kita lakukan sebelum waktunya berarti kita memiliki kepribadian yang jarang dimiliki orang lain, itu luar biasa baik sekali. Jika dilakukan tepat waktu artinya kepribadian kamu cukup baik, sebagaimana orang baik biasa lakukan. Namun jika dilakukan setelah waktu akhir, itu namanya terlambat, dan itu yang salah satunya banyak dilakukan orang yang tidak berhasil. Selalu ada alasan, kadang juga ada proses menyalahkan, bahkan tak jarang juga menderita sebelum mengerjakan. Saranku... Hindari yang ketiga, sebab itu menyakitkan, aku sering akrab bertemu dengan no. 3, dan itu pengalaman buruk yang harus ditinggalkan. Gimana setuju kawan?

Tidak usah banyak mengambil kaca perbandingan dari orang lain, cukup mengambil ibroh dari pengalaman pribadi untuk hal ini. Gampangnya  apapun itu yang kamu lakukan, jika hal itu sering kamu ulangi itulah dirimu. Sistem diri akan membentuk kepribadianmu sesuai dengan yang sering kamu lakukan dan ulangi. Maka berhati-hatilah jika melakukan hal yang buruk berulang kali, karena itu akan menjadi pola hidupmu yang kamu rasa benar, padahal belum tentu; jika kamu tahu itu salah, maka akan sulit memperbaikinya, sebab itu sudah mulai mengeras, cara satu-satunya waspada sejak dini, dan berubahlah sejak kini.

Cukup menunda pekerjaan dikala muncul kepentingan prioritas, jika tidak, maka dirimu adalah sebuah prioritas untuk kehidupan dan pekerjaanmu yang lebih bertanggungjawab. Jeda sejenak hanya untuk berpikir bagaimana caranya kamu melaksanakannya, selanjutnya kerjakan, tanpa rasa takut, kerjakan hingga tuntas, eksekusi yang kini yang utama, sebab dia yang akan memberikan hasil yang benar-benar nyata. bukan bualan kata, atau janji dusta, maka bergeraklah. Kamu akan tampil beda.