1. Islamic Philosopher

Philosophy - Education - Pesantren - Psychology - Leadership - Journal.

2. My Books

Biography - Novel - Poetry - Motivation and Reflection - Contemporary Scientific - Compilation and Collective - Da'wah - Philosophy - Textbook

3. Podcasts

ku.isikata - Nilai Pengembara

4. Professor

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. and Prof. Dr. Irwan Haryono Sirait, M.Pd.

5. Writerpreneur

Real Writer - Writer's home school - Research home school - Poetry house school - Autism home school - Build an international library - Trillionaire

Senin, 11 Oktober 2021

Penghidupan Itu Ialah Pendirian & Perjuangan (Dari Lembah Cita-Cita)

 “Sebelum mati bukankah hidup? Mengapa kita mesti mengingati mati saja. Padahal kita yakin bahwa sekarang kita hidup? Bukankah sebelum melalui pintu mati, kita mesti menjalani hidup? Pertanyaannya. Hidup seperti apa yang ingin kamu jalani? Hidup seperti apa yang mampu kamu pertanggungjawabkan?”



                    Judul         : Dari Lembah Cita-Cita

Penulis      : Prof. Dr. HAMKA

Penerbit    : Gema Insani Press

Tempat      : Jakarta

Cetakan     : Pertama, Februari 2016

Tebal         : 102 hlm,; 18,3 cm

ISBN          : 978-602-250-291-3

Harga        : Rp. 33.000,-


**

Di halaman 4 dari buku ini menyiratkan ungkapan menarik ,mengatakan bahwa:“Pemuda itu adalah satu bagian dari gila. Dengan kegilaannya, ia mengadakan yang belum ada, dipahatnya batu, dibelahnya gunung.” 

 

Tidak cukup hanya itu, di halaman 5 tercatat sebuah ungkapan Presiden Soekarno, sejak saat itu kata-katanya menjadi catatan seluruh dunia “Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi berikan kepadaku 10 Pemuda, Aku sanggup mengguncangkan dunia.” Setelahnya Hatta berkata pula berorasi, demi melihat bagaimana semangat pemuda menyelenggarakan revolusi, “Hai Pemuda, kamu adalah pahalawan dalam hatiku”

 

Buku saku berhasil menggambarkan begitu sangat antusias tak terhingganya seorang Buya Hamka, beliau merasa lebih berfaedah ketika berhadapan dengan dua orang pemuda yang bersemangat dan bercita-cita yang senantiasa resah dan gelisah, yang tiada merasa puasa, yang hendak memahat batu yang hendak mengisarkan bukit yang berkata “Inilah saya!”

 

Pada halaman 82 ada logika menarik memahamkan kita bahwa tidak ada yang perlu ditakuti di Bumi Allah ini, sebab siklus hidup sudah terpola dengan rapi, tinggal kita mengikuti pola yang mana, atau tinggal kita ingin memasuki pola yang mana, semua pilihan ada dalam hidup kita. “Kalau tidak ada kejahatan, mana orang tahu memilih kebajikan. Kalau tidak ada kejahatan, di mana akan dapat dibuktikan bahwa setan itu ada. Kewajiban kita ialah berlomba menegakkan keadilan, di samping setan mempropagandakan kejahatannya; menegakkan budi di tengah-tengah kesesatan manusia; dan menghidupkan cahaya Allah di dalam jiwa kita masing-masing. Itulah ia perjuangan, itulah ia hidup, “Wal Aqibatu lil muttaqiin” Kemenangan akhir akan diberikan Allah swt bagi orang yang bertakwa kepada-Nya.”

 

Buku ini lebih cocok dibaca ketika dalam kondisi sedang dalam jatuh-jatuhnya semangat diri, sebab isi dalamnya begitu sangat menyulutkan emosi, meningkatkan semangat diri, di halaman 86 sebelum akhir bercerita tentang pendirian dan perjuangan “tegaklah pada pendirianmu di dalam hidup ini dan berjuanglah. Sesungguhnya, penghidupan itu ialah pendirian dan perjuangan. Untuk apa kita diberi Allah SWT akal dan pikiran? Supaya kehidupan kita berbeda dengan makhluk yang lain. Sebab itu, tiap-tiap pikiranmu bertambah, tiap-tiap mata bernyalang, pandanglah alam ini dengan pandngan sendiri. Jangan dibiarkan segala sesuatu berlalu di hadpaanmu dengan selalu -lalunya saja, tetapi pertalikanlah dengan dirimu. Karena segenap alam ini bertali senantiasa dengan manusia.”

 

 

Buku ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Hamka menyebarkan semangat pada generasi muda, di awal-awal masa kemerdekaan, supaya mereka berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

 

Pembahasan Buya Hamka mengenai tauhid, ibadah, iman, negara, perjuangan, dan cita-cita dalam buku ini mampu mengajak kita kembali merenungi diri, merenungi iman, Islam , cita-cita dan hidup kita. Sekukuh apa jiwa kita menjadikan Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dan sebesar apa cita-cita kita terhadap kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia ini.

 

Drs. Zainul Yasni dan satu temannya, yang awalnya menerima petuah-petuah dalam buku ini secara khusus dari Buya Hamka merasa sangat perlu menyebarkan ilmu yang mereka peroleh kepada seluruh generasi muda Indonesia. Sehingga, dengan izin Buya Hamka, mereka berhasil membukukan kumpulan materi yang mereka dapat dari Buya Hamka menjadi sebuah buku saku, meskipun ringkas insya Allah memiliki bobot yang sangat besar bagi jiwa yang membacanya.

 

Dalam buku ringkas ini terdapat 13 judul inti menjadi pembahasa menarik dari buku ini. Diantaranya: Dua Orang Pemuda Bertanya; Zaman Jahiliyah; Tauhid; Ibdah; Iman; Pembalasan; Iman dan Negara; Cita-Cita; Mencapai Cita-Cita; Khutbah Socrates; Pendirian dan Perjuangan; Tidakkah Tuan Takut?; Menyesali Zaman Lalu. Demikian rentetan daftar isi yang beberapa dari judulnya menggelitik rasa penasaran diri untuk terus melahapnya segera.

 

 

**

Sebagai akhir dan penutup beberapa petikan kata-kata Buya Hamka, kiranya dapat menutup bacaan kita dengan penuh rasa semangat: 

 

Selidiki, periksa, dan alami. Buah dari penyelidikan, pemeriksaan, dan pengalaman, itu ia pendirian. Pertahankanlah pendirian itu dan bawalah berjuang, tetapi kamu harus menang sebab itulah ia hidup!

 

Lautan hidup itu amatlah dalam. Kalau hanya dengan kail yang sejengkal saja, tidaklah lautan itu akan dapat diduga.

 

Kiranya penutup singkat dari ucapan Buya Hamka di atas. Dapat menutup tulisan ini, semoga bermanfaat, ingin lebih mendapatkan ruhnya, silahkan miliki buku tersebut, dan silahkan baca isinya segera, tidak perlu buru-buru, perlahan, terhayati lebih baik dan lebih menentramkan hati. 

 

Akhir kata selamat menikmati.

 

Medan, Senin, 11 Oktober 2021: 3:59 wib

Minggu, 10 Oktober 2021

Hanya Ingin Menulis


Ahad, 10 Oktober 2021


 


Pagi.

Gemericik air kran membawaku berkhawal akan pagi buta beberapa tahun lalu, dengan setengah mata terbuka, berderu pukulan gagang kayu di depan pintu, membuatku harus bergegas memakai sarung sambil terus mengembalikan nyawa yang belum Kembali sempurna. Sayup-sayup mata terbuka tertutup, langkah kakipun terus melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga satu persatu dan berjalan menuju kran air, sedikit putaran kekanan mengeluarkan hembusan air kencang, hawa air segar deras mengalir masuk kedalam paru-paruku, basuhan pertama, mata mulai terbuka, basuhan ke dua badan mulai merasa dingin, basuhan ketiga ingin segera menyudahi wudhu,… ‘piyuuuuuhh’…. Semburan angin dingin serasa menusuk tulang sum-sum membuat sekejap mengingil kedinginan.

Ceritaku dulu; ketika berwudhu hampir setiap subuh ketika masih menjadi santri.

.

Banyak hal ingin diceritakan sebenarnya, namun apakah itu terkesan biasa, atau menjadi kesan luar biasa, tidak ada yang tahu benar adanya, yang ada hanya kisah berbeda selalu memberikan hikmah yang berbeda pula.

.

Sama seperti hari ini, persis seperti pagi ini, semua memiliki nama hari yang sama, memiliki matahari yang sama, dan memiliki jatah waktu yang sama, hanya dengan sedikit aktifitas yang berbeda membuatnya menjadi beraneka rasa. 

.

Kamu yang sedang berusaha; semoga usahamu tidak sia-sia

Kamu yang sedang menderita; semoga penawarnya segera datang menghapus lara

Kamu yang saat ini sedang sakit; semoga cepat disembuhkan Allah swt

Kamu yang saat ini sedang kehilangan; semoga digantikan orang lain yang bisa menghidupkan senyummu kembali.

Kamu yang saat ini sedang berjuang; yakinilah diujung jalan panjang ada keberhasilan yang akan kamu raih.

Kamu yang sekarang sedang mengejar mimpi-mimpimu, jangan ragu kamu sangat luar biasa untuk itu.

.

Semoga pagi ini menjadi pagi yang berkah dan cerah gembira bagi kita semua.

.

Tidak ada inti dalam tulisan ini, hanya ingin menulis saja.

.

Terima kasih banyak sudah mau membaca 

Jazakumullah khoir 

 

Sabtu, 09 Oktober 2021

Jangan Terlena!

Sabtu, 9 Oktober 2021

 


Terlena memiliki kata lainnya seperti terbawa arus, mengalir mengikuti irama, berjalan tanpa fokus pada tujuan, hingga berbuat sesuka tanpa memikirkan jatah waktu terus berkurang. 

 

Terlena sama seperti penyakit yang tidak mematikan awalnya namun menggerogoti imun tubuh, sampai pada akhirnya ketika kita dalam kondisi lemah, ketika kita dalam kondisi kurang vitamin, habislah tubuh kita…. Tidak mampu menahan kekokohan diri, akhirnya tumbang.

 

Terlena menurutku sama seperti lalai dan tidak bersyukur. Sebagai ilustrasi ketika seseorang diberikan nikmat berupa kemudahan dalam urusan, kemurahan dalam rizki, dan kecepatan dalam hal karier, biasanya banyak manusia yang mulai lupa diri, lupa akan makna kesungguhan dari kerja dan belajar, lupa bagaimana cara untuk bersyukur,  sehingga meninggalkan aktifitas harian dan memulai dengan aktifitas baru jauh dari kebermanfaatan. Begitulah menurutku, hingga akhirnya penyesalan yang ada. Sebab tanpa terasa waktu bergerak lebih cepat dari yang ia kira. Ternyata sudah terlalu lama ia tidak sadarkan diri. Gelap telah berganti terang, terang telah berganti temaram, dan malam Kembali lagi menjadi terang.

 

Bangkit dan sadarlah segera. Cukup kelalaian masa lalu, cukup waktu terbuang di masa lalu, cukup tertutupi dengan sekian banyak hal dulu, biar yang lalu pada tempatnya di masa lalu, sekarang adalah waktu sekarang, nanti adalah gambaran hasil dari sekarang, ingin sukses di masa depan, kuncinya sekarang, bekerja keraslah saat ini. Ingin gelar professor nanti belajar sungguh-sungguhlah sekarang, ingin menjadi penulis terkenal membaca dan menulislah sejak sekarang, ingin membangun pondok yang besar dan terkenal tanamkan jiwa kepemimpinan dan mental baja sejak saat ini, tentang nanti tidak usah berpikir terlalu panjang hingga tanpa sadar menjadi menghayal, tentang nanti biarkan cukup menjadi impian. Biar hari ini bekerja sesuai porsi semaksimal yang ia bisa.

 

Kamu saat ini adalah upaya kerja kerasmu dimasa lalu, 

Kamu nanti adalah upaya kerja kerasmu saat ini, 

Jika kuat kakimu, kokoh pijakanmu maka melangkahlah tanpa ragu,

Sebab yang berbeda akan lebih baik dari yang sedikit lebih baik.

Jangan Lalai_Perjuangkanlah Apa yang sudah kamu mulai!

 

Bersiap siagalah, saat ini garis lintasan ada di depan, tarik nafas dalam-dalam, bersiaplah bermaraton, dan………Bismillah, Langkahkanlah kaki kananmu,… Kesuksesan adalah jalan panjang. 

Bersiaplah untuk terus berlari kecil, dan keluarkan seluruh kemampuanmu jika garis finish sudah mulai terlihat. Aku yakin kamu mampu, Aku yakin kamu terlahir untuk sukses.

 

Tersenyumlah kawan. Kamu PEMENANGNYA.

Jumat, 17 September 2021

Create Your Own Success by Bill Gates


 

Ciptakan Kesuksesanmu Sendiri

 

1.     Creat The Future (Ciptakan Masa Depan) 

Memprediksi yang akan dibutuhkan di masa depan.

 

2.     Work Hard (Bekerja Keras) 

Pola Berpikir seminggu untuk Masa Depan. “Think Week” (Minggu Berpikir) kita harus memiliki prioritas, melakukan perbaikan terhadap apa yang ditanggapi oleh orang terdekat kita dengan baik. exp. baik untuk menyelesaikan sesuatu, maka selesaikanlah. baik memperdalami satu bidang, maka perdalamilah.

 

3.     Enjoy What You Do (Nikmati Apa yang kamu lakukan)

Poin yang terpenting adalah kamu harus menikmati apa yang kamu lakukan setiap hari

 

4.     Ask For Advice (Meminta Nasehat dan Koreksi) 

Sedikit orang baik yang tahu tentang kita dan mengkritisi kita jauh lebih baik, sebab keputusan kita tidak selamanya adalah pilihan terbaik, bisa saja masukan sekitar adalah masukan yang luar biasa. Lakukan itu setiap kamu inging mengambil keputusan besar dalam bisnismu atau dalam hidupmu.

 

5.     Pick Good People (Memilih Mitra Kerja Yang Baik)

Orang cerdas memiliki visi misi yang sama jauh lebih baik untuk tumbuh kembangnya usahamu, karena pada saat berdiskusi dia akan memberikan masukan diluar nalar otak kita, seperti: coba tunggu sebentar kayaknya ada satu hal yang hilang, kenapa ini terlewatkan, mengapa tidak kita masuk dari sini, dll.

 

6.     Don’t Procrastinate (Jangan Menunda-Nunda) 

Penundaan Bukanlah hal yang baik. Saat kamu menunda pekerjaanmu kamu tidak akan mendapatkan pujian/penghargaan dari pekerjaanmu. Seharusnya dapat kamu selesaikan dalam waktu singkat namun kamu memilih untuk menyelesaikannya di waktu yang mepet ke ujung, padahal jika hal yang seperti itu kamu lakukan diawal, toh pekerjaannya juga bakalan dikerjakan dan bakalan diselesaikan, mengapa harus diselesaikan diakhir jika diawal bisa dikerjakan. 

 

7.     Always Have Energy (Selalu Bersemangat) 

Yang kamu tahu, kamu bisa mengatasi perasaan berisikomu dengan lebih baik. Sehingga semangat dalam setiap Tindakan tidak menjadi masalah serius dalam hidupmu.

 

 

 

Inspirasi tulisan ini disadur dari link youtue berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=pGa_WnF9CKs

Kamis, 05 Agustus 2021

Terlalu Lama Bertindak Itu Juga Penundaan

 Penundaan saat ini telah meluas ke berbagai bentuk, berbagai rupa. Pada intinya apa yang seharusnya kita lakukan pada waktunya, jika kita lakukan sebelum waktunya berarti kita memiliki kepribadian yang jarang dimiliki orang lain, itu luar biasa baik sekali. Jika dilakukan tepat waktu artinya kepribadian kamu cukup baik, sebagaimana orang baik biasa lakukan. Namun jika dilakukan setelah waktu akhir, itu namanya terlambat, dan itu yang salah satunya banyak dilakukan orang yang tidak berhasil. Selalu ada alasan, kadang juga ada proses menyalahkan, bahkan tak jarang juga menderita sebelum mengerjakan. Saranku... Hindari yang ketiga, sebab itu menyakitkan, aku sering akrab bertemu dengan no. 3, dan itu pengalaman buruk yang harus ditinggalkan. Gimana setuju kawan?

Tidak usah banyak mengambil kaca perbandingan dari orang lain, cukup mengambil ibroh dari pengalaman pribadi untuk hal ini. Gampangnya  apapun itu yang kamu lakukan, jika hal itu sering kamu ulangi itulah dirimu. Sistem diri akan membentuk kepribadianmu sesuai dengan yang sering kamu lakukan dan ulangi. Maka berhati-hatilah jika melakukan hal yang buruk berulang kali, karena itu akan menjadi pola hidupmu yang kamu rasa benar, padahal belum tentu; jika kamu tahu itu salah, maka akan sulit memperbaikinya, sebab itu sudah mulai mengeras, cara satu-satunya waspada sejak dini, dan berubahlah sejak kini.

Cukup menunda pekerjaan dikala muncul kepentingan prioritas, jika tidak, maka dirimu adalah sebuah prioritas untuk kehidupan dan pekerjaanmu yang lebih bertanggungjawab. Jeda sejenak hanya untuk berpikir bagaimana caranya kamu melaksanakannya, selanjutnya kerjakan, tanpa rasa takut, kerjakan hingga tuntas, eksekusi yang kini yang utama, sebab dia yang akan memberikan hasil yang benar-benar nyata. bukan bualan kata, atau janji dusta, maka bergeraklah. Kamu akan tampil beda.

 

Minggu, 01 Agustus 2021

Hi Agustus Apa Kabar?

Hari terasa begitu panjang jika dilalui dengan penuh rasa kesadaran menunggu.  Menunggu akan kesembuhan, menunggu akan lepas infus, menunggu hilangnya lemas tubuh, menunggu kembali pulih tenaga seperti sedia kala, menunggu kapan sembuh, yah.. Begitulah waktu terasa panjang bagi si sakit yang mendambakan kesembuhan.

Namun bagi waktu, ia hanya menjalankan tugas, ingin rasa hati menolong tapi ia tidak mampu, ingin rasanya berlalu sesuai keinginan orang-orang namun ia juga tidak berdaya, sang waktu melihat ke kanan dan ke kiri melihat berbagai keadaan orang-orang, ia hanya mampu terus berjalan, menolong orang dengan cara lari dari tugasnya tidak mungkin, siapa yang akan bekerja mengatur waktu jika ia menolong orang, satu-satunya yang ia mampu adalah terus bekerja tanpa henti, itulah hakikat pertolongannya pada orang-orang.

Tanpa terasa kini masuk di bulan baru, Agustus menyapa hangat dengan senyum sumringah,.. pertanyaannya apakah bulan ini seperti bulan yang lalu? Apakah bulan ini awal kemunculan peradaban baru? Apapun itu harapannya sang waktu, bulan, alam sudah memohon kepada Tuhan untuk sebuah kebaikan, memohon untuk seluruh kesehatan umat, memohon untuk kemajuan peradaban dan keilmuan umat dari waktu ke waktu di masa yang akan datang.

Semoga negeri lekas sembuh dari pandemi. Aamiin ya Rabbal'alamiin.

Cukup itu saja.

Selamat Datang Agustus. 


Rabu, 30 Juni 2021

Hukum Tabur Tuai Tetap Berlaku


 Hukum Tarik menarik adalah hukum universal, apapun yang kita pikirkan dan kita yakini dapat menjadi kenyataan. Itulah yang akan terjadi. Hukum Universal maksudnya adalah sama seperti hukum gravitasi yang berlaku untuk seluruh umat manusia, semua yang kita alami, semua yang ada di Bumi ini adalah manifestasi dari apa yang ada di pikiran kita, menurut hukum LA.

 

Saya bahagia, saya sehat, saya umur panjang, diberkahi, saya beruntung.

 

Cara kerja low of attraction untuk mempelajarinya kita harus memahami cara kerja otak.

Dan cara kerja otak dibagi menjadi 3 bagian. 

 

1. Conscious Mind (pikiran sadar) adalah apapun yang kita pikirkan di saat tersadar.

 

2. Unconscious Mind (pikiran alam bawah sadar) isinya memory, pikiran, emosi, dan pengalaman (baik/buruk), seperti harddrive yang isinya pikiran, emosi, perasaan, kebiasaan, kecewa, cinta, skill, kehidupan masa lalu (seperti harta karun terpendam) mempengaruhi sifat dan cara kita mengambil keputusan.

 

3. Superconscious Mind (sumber energi) maksudnya adalah pikiran akan Tuhan, malaikat, intinya  SESUATU yang mempunyai kuasa yang jauh lebih besar dari pada sekedar conscious dan unconscious.

 

10 Prinsip Hukum Tarik Menarik/LA (Law of Attraction)

 

Setelah mengetahui cara kerja otak yang 3 tadi, kini bertahap kita mulai masuk pada 10 Prinsip Hukum Tarik Menarik. Diantaranya: 

 

1. Kita adalah Magnet

Maksudnya bahwa manusia memiliki sebuah daya magnet yang dapat menarik semua hal melekat pada dirinya. Cara kerjanya, magnet menarik apapun kepada diri kita dengan cara pikiran kita juga menariknya secara bersamaan dengan sangat kuat. 

 

Jika ingin lebih kuat lagi magnet tarik menarik berpengaruh pada diri kita, maka tanamkanlah emosi dan perasaan yang teramat sangat kuat dalam suatu yang kita inginkan. Maka dengan sendirinya pikiran, dan hal yang terjadi mulai merapat dengan diri kita. Untuk itu hati-hati berbicara buruk terhadap orang lain, karena dalam kata lain kita mengundang untuk dibicarakan negative dengan orang lain. 

 

Hukum tabur tuai tetap berlaku. Jika saat ini seseorang membicarakan negative terhadap orang lain, suatu saat dia sendirilah yang akan menuai berita negative yang sudah dia tabur.

 

Kata-kata kita adalah manifestasi dari apa yang kita pikirkan. Maka berhati-hatilah berpikiran negative.

 

 

2. Memikirkannya saja artinya sama dengan menariknya.

berhati-hatilah dalam memikirkan sesuatu. Terlebih kalau sudah masuk ke dalam ranah keyakinan. Karena alam bawah sadar kita tidak mampu memilih mana yang baik dan buruk buat kita. Pikirkan yang baik-baik. Agar yang baik datang kepadamu, jauhi berpikiran yang buruk agar yang buruk tidak terjadi padamu. 

 

3. Ada masa tunggu (Buffer time)

 

Unsur pemaaf dalam prinsip law of attraction.

 

Menarik suatu hal yang belum tentu kebenarannya. Baik atau burukkah itu tetap masuk ke daftar tunggu. Maka bijak-bijaklah memilih apa yang harus tersimpan. Jika lebih banyak yang negative itulah yang tersimpan, jika lebih banyak yang positif dengan terus berusaha menghapus yang negative maka hilanglah  yang negative tadi menjadi positif. Pilihan yang bijak, isilah banyak-banyak yang positif. Tetab sabar, positif, dan tetap bekerja. Semoga semuanya membaik.

 

4. Perasaan kita mengalahkan pikiran kita.

Makanya untuk memperkuat apa yang kita pikirkan harus dengan perasaan. Menjadikannya memori yang memiliki power bisa melalui kisah atau itu dengan music atau dengan apa saja yang bisa menyentuh bagian terdalam dari perasaan kita. sehingga jadi efek bolah kasti yang membalnya lebih tinggi dari hempasannya ke bawah. 

 

5. Menolak sesuatu sama dengan memberikan fokus terhadap sesuatu.

Saat kita mengatakan TIDAK DAN YA dalam sesuatu, maka itu akan mengundang kita. Kita akan memberikan fokus lebih padanya, dan dalam LA kata ‘tidak’, TIDAK ADA! Yang ada hanya kata ‘iya’, maka semuanya pasti diberikan fokus.

 

6. Memikirkannya + Emosi = Mempercepat Manifestasi.

Caranya kerjanya dengan teknik visualisasi. Bertindaklah seolah-olah kita sudah mendapatkannya, tambahkan bumbu emosi, tambahkan emosi yang meledak-meledak, ini akan menghasilkan efek yang lebih luar biasa lagi. 

 

Cara membangkitkan emosi diri bisa lewat musik, cerita sukses, mengingat pengalaman yang sudah-sudah, mengambil I’itibar dari pengalaman orang lain dan lain sebagainya. Banyak cara untuk memahami itu semua.

 

7. Supercouncious kita berbicara lewat perasaan. 

 

Perasaan biasanya merespon lebih cepat dari segala yang terjadi. Merasa tidak enak perasaan setelah mengambil keputusan, maka berarti superconcius kita  bicara dengan diri kita, bahwa keputusan kita ini tidak sejalan dengan value dan tujuan hidup kita, bahkan mungkin bukan itu rencana dari superconcius kita. Maka segeralah introspeksi diri, agar tidak jauh langkah meninggalkan arah tujuan lurus yang seharusnya.

 

Kalau kita merasa positif dalam memutuskan sesuatu, berarti supercouncious kita sejalan dengan keputusan kita. yang artinya antara Planning dan eksekusi serta pemikiran superconscious sudah berada dalam jalur perjalanan yang tepat. Karena dialah yang menyimpan rahasia masa depan kita. (Boleh percaya boleh tidak, itu hak Anda pribadi).

 

8. Kita akan menarik pikiran/perasaan yang dominan. 

Mulailah berlatih menarik sesuatu yang kecil. Prosesnya dari menarik yang kecil, terus membesarkan tarikan untuk yang lebih besar, dan terus menjadi yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari kamu lebih besar memberikan efek kepada orang lain.

 

Sehingga lingkaranmupun terbentuk oleh karena pancaranmu. Setelah itu bayangkan kita merasakan sesuatu yang besar-besar. Keajaiban akan terjadi, tunggu saja.

 

9. LA bisa di co create. 

LA bisa digabung dengan pikiran orang lain. Maka tak heran apa yang sedang kita pikirkan, muncul juga di pikiran orang lain. Sehingga apa yang terjadi adalah apa yang sama-sama kita dan orang lain pikirkan. Tanpa sadar pikiran menghantarkan sebuah kekuatan besar. Untuk bisa berkomunikasi nonverbal terhadap apa yang kita dan orang lain pikirkan. Jika telah bergotong royong, yakin sebuah pekerjaan tidak tuntas terseleseikan?

 

10. LA selalu bekerja meskipun kita tidak mengetahuinya

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan, dalam dunia manusia ini adalah kata lumrah yang diyakini bahwa manusia adalah apa yang ada di kepalanya, jika baik isi kepalanya, baiklah ahwalnya. Jika buruk isi kepalanya buruk jugalah ahwalnya. 

 

Pada akhirnya prinsip tarik menarik ini lebih mengarah kehati-hatian dalam berpikir. 

 

Baik yang kamu pikirkan, baik juga yang kamu dapatkan. Buruk yang kamu pikirkan, buruk jugalah yang kamu dapatkan.

 

Lantas jika berpikiran baik ternyata buruk yang terjadi, itu apa namanya?

Jika itu ujian, apakah tetap harus berpikiran baik juga?

Dan apakah selalu pikiran positif menghadirkan hidup yang lebih baik dari negate?

 

Bagaimana jawabannya menurut kamu, Mari kita berdiskusi.

 

Terima Kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

 

Rabu, 30 Juni 2021