Aku dan Rasa

Mencari Ketenangan lewat suasana itu tidak abadi, sebab tenang berasal dari dalam hati. Kesendirian adalah upaya yang dicari, berlibur usaha kedua menjadi antisipasi; timbul pertanyaan apasih yang dicari? Kejernihan jiwa? kemurian niat? nilai harga diri? atau satu cita yang tak pasti?

Bahasa Sebagai Bukti Kehebatan Intelektual

Selama bahasa yang digunakan seseorang adalah bahasa dari planet bumi. Maka kau pasti bisa menguasainya.

Menulis dengan Teori Keseimbangan

Menulis adalah keseimbangan. Ialah menyatukan antara akal, bacaan dan pemahaman.

Qur'an Hamparan Lautan Ilmu

Sejauh mata memandang itulah pemandangan. Sejauh akal membaca itulah pemahaman. Sejauh otak mengingat itulah Rahmat. Qur'an bukan sekedar baik bacaannya tapi ia adalah obat; tuntunan dan pesan. Maka Cari dan Temukanlah!

Deru Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam.Itulah musik hakiki kehidupan.

Kamis, 06 Desember 2018

Manusia Minus 3


Manusia adalah makhluk kompleks yang memiliki daya pilh dan daya fikir. Kebebasannya memilih menentukan nilai dirinya, sebab hanya orang penting yang tahu akan kepentingan dan hanya orang bernilai yang menghargai nilai dari satu pilihan, apapun pilihannya manusia benar-benar bebas untuk memilih jalan hidup terbaiknya. 

jika sekedar menentukan pilihan manusia bisa mendapat gelar bijaksana mungkin tidak akan ada kata ‘bingung’, di kamus besar Bahasa Indonesia, dan mungkin tidak akan ada ajaran shalat Istigharah dalam Islam, namun sayangnya untuk menjadi bijaksana manusia harus menggunakan akalnya untuk berfikir. 

Hanya pola pikir yang benar yang dapat menghasilkan pilihan yang benar, dan pilihan yang benar tentu saja belum tentu lulus dari ujian, keseimbangan melewati penilaian miring, kemampuan menghadapi ujaran sinis dan sambutan sadis adalah ujian pertama yang harus di lewati, oleh sebab itu berfikir sebelum memilih, berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara adalah cara tepat mempertanggungjawabkan pilihan. Sebab hasil akhir pilihan terbaik adalah ketika manusia mampu mempertahankan pilihannya dengan sekian alasan tulus dan realistis dari hatinya.

Kini telah hadir transformasi manusia baru, sebut saja Manusia Minus 3, sebuah upaya besar menciptakan generasi bijaksana. Dengan adanya manusia minus 3 semua pekerjaan dapat terkondisikan dengan maksimal, jika berhasil menjadi manusia minus 3 keuntungan kontan yan di dapatkannya adalah pikiran yang selalu tenang, diri yang tidak terikat waktu dan jiwa yang terbebas dari ikatan janji, dealine dan tagihan oknum.

Pertanyaannya, siapakah manusia minus 3 itu? 

Dia adalah manusia yang selalu menuntaskan pekerjaannya 3 hari sebelum deadline waktu di tentukan tiba. 

Bayangkan jika manusia minus 3 ada di dalam satu perusahaan? Jika ia hidup di lembaga pendidikan? Jika dia berkembang di dalam satu komunitas? Jika ia tumbuh dari rahim organisasi kepemudaan? Bukankah ia anak emas yang merupakan aset alam paling alami yang pernah terlahirkan?

Dengan keputusannya memilih untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggungjawab 3 Hari sebelum deadline, bukankah ia memakai akal untuk berfikir? Jika satu-satunya alasan pilihan adalah demi kemaslahatan apakah itu satu kebijaksanaan?

Kini bijaksana bukan hanya pilihan semata, bukan juga pilihan mata buta, namun bijaksana satu pilihan dari manusia yang selalu berfikir untuk kebahagiaan bersama. Jika tidak untuk bahagia untuk apa kita hidup berjama’ah?


Have fun for your choice

By: Irhas el fata

Sabtu, 01 Desember 2018

Sirait Pulang Kampung

Pulang kampung itu nikmat tak terkira. Dikala semangat diri redup - distrum kembali oleh orang tua. ketika semangat Juang menurun kembali di pompa oleh sanak-saudara. Bercerita masa kecil hingga tukar pikiran menyambut masa depån. Kemajuan mereka menjadi tolak ukur bersama, bahwa kita juga harus berhasil bersama meski dengan bidang yang berbeda. Berguna dengan sekian skill yang ada. Bukankah begitu tujuan hidup kita? Bukankah menyebar manfaat di Bumi Allah ini goal dari kehidupan sebenarnya?

Nikmatnya pulang kampung ketika mampu berbagi keceriaan, mendermakan sebagian rizki, menjenguk sesama dan memperkuat ukhuwah.

Terkadang orang yang jauh di rantau, lama meninggalkan kampung halaman lupa akan niat awal keberangkatan. Hiruk pikuk persaingan melupakan nilai dari kejujuran dan ketulusan, dinamka persaingan melupakan identitas diri yang sebenarnya, untuk itu pulang kampung penting sebagai 'tajdid ruh'.


Rasakan perasaan haru anak kecil saat berlari ke arah Ibu, mengadu atas masalahnya. Tataplah gadis tanggung menangis di pangkuan Ibu seraya bercurah hati pada sang bunda, tétang perasaan yang berkecamuk di pikirannya. Perhatikanlah remaja muda ketika menjumpai ayah, memohon do'a seraya menunggu nasehat berharga sebagai pompaan semangat demi perjuangan yang lebih prima. Adakah ketulusan di sana? Jika ada, itu satu dari sekian banyak defenisi tulus yang kaya akan makna.

Tanah ini tanah batak, Tanah ini tanah kelahiranmu, di bumi ini kamu dibesarkan, setelah dewasa besarkan jugalah kampungmu, binalah wargamu dan rawatlah orang lemah diantara mereka. Jangan seperti kacang lupa akan kulitnya, jangan juga seperti ilalang yang lupa akan tanahnya. Kamu adalah adalah sosok yang tak lupa asal dan muasal diri 'Insya Allah'.

Semangat Putra Tanah air tidak mengenal waktu, kinerja putra bangsa tidak sekedar lisan saja, pergerakan anak negeri tak kenal harı tanpa visi dan misi.

Selama kaki masih berpijak di bumi, di situ juga ladang amal di gali.

Selama nafasmu masih berhembus, semangat tak boleh mati. Selama nyawa masih bersanding dengan jasad upaya tidak boleh surut. Harus terus berinovasi! Kembangkan daya, upaya dan inovasi menuju improvisasi. Yakinlah... Jika mampu berimprovisasi, cita-citamu bukan mimpi.

Kamu adalah apa yang kamu perjuangkan harı ini!

Waktumu sempit, kesempatanmu sedikit. Jika suatu saat kamu merasa sempit, ingatlah kampung halaman, pulangkan pikiranmu sejenak, ingat tujuan perjuangan awal, jangan pulang jika tidak berhasil tapi pulanglah jika keberhasilanmu mampu menginspirasi.

by: Irhas El Fata

Selasa, 16 Oktober 2018

Di Balik Kata Belajar

Ketika upaya belajar menurun ada saja hal merubah kebiasaan, ada saja yang merubah fokus bahkan ada juga yang terang-terangan menghancurkan arah pandang keseriusan, begitulah alasan dibalık semua yang tampak.

Dari ketidak pastian seluruh orang terus dipaksa untuk memiliki sebuah keputusan. Dari keputusan itulah mereka biasa mengambil sikap dan tujuan arah jangka pendek dan panjang. Tidak peduli bagaimana mata memandang tidak peduli bagaimana orang-orang melihat, hanya satu ungkapan yang harus yakini, teruslah bertahan dan fokus pada tujuan yang sebenarnya.

Ada sosok penyokong dan pendukung, ada sosok pendukung sebatas pagar di depan rumah, ada juga sosok tidak hadir depan mata namun mendukung sepanjang kaki melangkah, saat ini kemana arah kakiku melangkah ku sampaikan terang-terangan padamu, aku melangkah ke arahmu, kearah yang kau tuju dan ke arah yang kau sendiri mendukungku untuk itu.

Tak mampu seutas kata terucap jika itu bukan ungkapan pelajar, tak mampu menilai jika itu bukan hasil diskusi kaum pintar terpelajar. 


Saat ini Aku dan kata belajar, Aku dan kau yang cinta belajar, aku dan kita sang pelajar, sepakat jika itu belajar dan untuk kepentingan belajar, tidak ada yang mampu menghalangi sampai kapanpun dan bagaimanapun, Karena sifat belajar tidak akan pernah berujung.

Terima kasih sang pelajar, terima kasih sang pengajar, semoga niat baikmu, upaya kerja kerasmu, semangat juangmu selalu membawamu kearah terbaik dalam hidupmu. Kamu satu tapi nilaimu 1000.

Minggu, 23 September 2018

“Crazy Rich Asians” Mengajarkan Makna Integritas Yang Seharusnya

Awalnya terkesan datar, namun seiring berjalannya durasi, perlahan gambaran, kultur, budaya kaum berada sangat jelas lengkap dengan watak dan lakon yang sesuai dengan dunia nyata. Tampilan drama kehidupan yang sederhana, namun memiliki kharisma tersendiri dalam penyajiannya. Poin penting yang sulit terlupa:

  • Walaupun kamu terlahir dari keluarga biasa saja, maaf katanya terlahir dari keluarga kurang mampu, keluarga broken sekalipun, kamu tetaplah pejuang, petarung, dan pemegang stir kehidupanmu sendiri jangan pedulikan benalu di sekitarmu.
  • Menyalahkan orang lain bukanlah solusi untuk permasalahan apapun itu, sebab inti permasalahan dan solusi ada di dalam diri kita sendiri.
  • Kesempatan boleh datang sekali, ketika kesempatan itu datang, jangan di buang ambil kesempatan itu, jangan pikirkan sisanya. Sebab sisanya tinggal keahlian dan mental beranimulah yang mengambil alih
  • Seberapa kuatpun seseorang mendadani orang yang bermental miskin agar menjadi kaya, tetap akan percuma jika dia tidak ingin. Sebab mental berasal dari  dalam jiwa, jika tidak mau berubah tidak akan terubah.
  • Faktanya orang kaya selalu selangkah lebih maju dari rata-rata orang biasa. Sebelum kekayaan menyelimuti diri dan kehidupannya dia sudah kaya mental terlebih dahulu.
  • Tampil apa adanya, tampil bagaimana adanya adalah satu solusi membuat gerak lebih lues, tanpa ada yang di tutup-tutupi, sebab tampil apa adanya akan membuat hidupmu lebih berarti dan bernilai lebih. Walaupun dihadapan orang paling berkuasa sekalipun
  • Selalu yang cocok yang akan bersatu, dan itulah yang dikatakan jodoh. Cocok bukan hanya sekedar materi, sikaya dengan si kaya, si miskin dengan si miskin namun lebih kepada mental dan passion sendiri. Sebab harta bukanlah pemisah, dan bukan satu-satunya pemersatu pertalian, namun konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan diri itulah penunjang diri yang sesungguhnya.
  • Kamu dan cara kamu menjalani harimu adalah masa depanmu.
  • Ada yang bisa kaya dengan intelektual biasa namun usaha yang luar biasa. Ada yang tidak kaya namun semangat belajar tinggi menjadikannya lebih tinggi dari siapa saja, sebab dia memiliki integritas yang selalu di jaganya.
  • Jangan menyembunyikan sesuatu yang tidak mesti disembunyikan walaupun itu demi menjaga perasaan orang lain, jika ujung-ujungnya menyakitkan. Pilihannya cukup katakan apa adanya, katakan bagaimana seharusnya, jangan di tutup-tutupi, dan jangan curang, nanti kamu yang rugi
  • Patah tumbuh hilang berganti, adalah sunnah kehidupan. Tidak akan ada kesedihan yang berkepanjangan, begitu juga sebaliknya, hanya di butuhkan kesetiaan dan kejujuran.


Note:

In-teg-ri-tas: mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. (sumber KBBI)  

Me: 
Irwan Haryono S

Sabtu, 07 April 2018

Aku Dan Rasa


Mencari Ketenangan lewat suasana itu tidak abadi, sebab tenang berasal dari dalam hati. Kesendirian adalah upaya yang dicari, berlibur usaha kedua menjadi antisipasi; timbul pertanyaan apasih yang dicari? Kejernihan jiwa? kemurian niat? nilai harga diri? atau satu cita yang tak pasti? Apapun itu hal pertama yang mesti kau selamatkan ada dua; yaitu jiwa dan hati. Selamatkanlah itu terlebih dahulu, niscaya kau akan kaya Aura dan Inspirasi.

Aku memiliki cerita tentang hidupku. Tidak terlalu berpariasi meskipun berwarna, tidak terlalu naik turun tapi tetap bergelombang, tidak pelik tapi memiliki permasalahan membutuhkan pembaharuan, sampai akhirnya hidupku berubah dari satu waktu ke waktu yang berbeda, merubah diri dari satu rasa ke rasa yang berbeda, iya.. kamu mulai ada disana.

Bercerita kamu, apakah ia makhluk? Ataukah ia angan? Ataukah ia cita-cita? Impian? Atau hawa yang kau idamkan?

pertanyaanku belum kau jawab, kau tersenyum mencurigakan, membuatku tahu jawabanmu ada di salah satu pertanyaan yang aku lontarkan. Ku beranikan diri untuk simpulkan bahwa kau saat ini sedang bergelut dengan rasa. Ntah apa itu bentuknya, tapi ku yakini ia abstak namun saban waktu berwujud, ia tak terlihat tapi lain waktu muncul di hadapanmu, sampai akhirnya aku ingin katakan:

"Aku, kamu, dia, mereka dan rasa selalu bersahabat mesra. Jagalah ia agar tetap bahagia, ceria dan gembira."

Sabtu, 07 April 2018

Senin, 23 Januari 2017

Sumpah Janjiku Pada Ayah & Ibunda



Lelah hilang,
Semangat tumbuh kembang
Cita-cita menjulang
Impian terbang melayang

Nafasku untuk ibunda
Usahaku untuk ayahanda
Hidup matiku untuk Allah Swt
Aku manusia lebih besar dari dunia

Fakta, Masalah dan Solusi
Faktanya aku terlahir istimewa
Masalahnya aku harus membuat orang tua, keluarga dan Negara bangga
Solusinya, kuliah luar negeri, gali potensi diri,
Solusinya, tanamkan tekat, bermanfaat untuk umat
Solusinya, jadilah manusia tanpa batas; Jadilah mata air.


Irwan Haryono S
SUMUT – INDONESIA
Saturday, January 21, 2017


Selasa, 18 Oktober 2016

SATU JODOH DUA ISTIKHARAH


         Kemarin, Senin siang, 17/10/16. 13.30, kiriman buku ini sampai di pos tempat kerjaku. Ku ambil bukunya, tanpa membuang waktu ku buka lembaran awal, setelah ku baca prolog di belakang kulit buku ini pastinya. Hari ini, Selasa, 18/10/16. 10.15wib, ku tuliskan catatan kecil tuk berbagi kepada teman yang kiranya belum sempat membacanya.

       Kelihaian bang Ma’mun menjadikan pembaca betah menghabiskan buku hanya dalam satu kali duduk itu tidak bohong. hal yang sama selalu ku nikmati dari awal membaca novel-novelnya. Hingga detik ini tidak ada satu novelpun yang luput dari pembacaanku terkait karya bang. Ma’mun Affany.

            Awal melihat judul “Satu Jodoh Dua Istikharah” fitrah rasanya akalku berfikir kalau tidak pria, ya wanita yang beristikharah untuk mendapatkan keyakinan satu dari dua pilihan. Namun apa yang ku terka ternyata berbeda setelah selesai membaca. Tidak hanya keajaiban shalat yang di ceritakan di dalamnya tapi lebih kepada hakikat langkah nyata yang dilakukan setelah shalat istikharah yaitu ‘amaliah’ keyakinan. Sejauh yang ku tahu Ishtikharah bukan memilih satu dari dua kebimbangan, tapi memperkuat pilihan yang telah diyakini; bermohon  pilihan yang diambil  mendapatkan keridhaan  Allah swt, untuk hidup di dunia hingga akhirat nantiya.

Bercerita latar Surabaya serasa sangat tak asing bagiku, Surabaya, Gubeng, Bungurasih, adalah tempat yang selalu aku lewati ketika awal keberangkatan dari kota Batak Medan menuju kota Jawa Surabaya untuk bertolak ke Ponorogo. Kental aroma kota sangat tergambar, hiruk pikuk kehidupan kota dengan sekian gemerlapnya juga tak lupa. Aku serasa kembali ke Surabaya ketika membaca novel ini, serasa kembali mengunjungi taman bungkul, hingga ke lamongan,  melewati seluruh ruas jalanan kota bahari.

Salman, Walda, Fatimah, Tania, Ahmad, Wisam, Salim, masing-masing memiliki karateristik yang jelas untuk menduduki satu peran dan lakon di dalam novel ini. Terbayang kuatnya cinta salman membuat seluruhnya heran bukan kepalang, setianya Walda memberikan perhatian tanpa balasan, Fatimah yang terlanjur cinta mati namun tak pernah patah arang, Tania yang merasa hina setelah bertemu pria yang benar-benar cinta padanya, Wisam yang dulunya menjadikan Salman teladannya, kini berbalik roda menjadi tuan di tempat cafe yang dibangun sesuai petuah salman sebelumnya, hingga kakak kandungnya Salim, merupakan kakak yang bersedia merawat detik-detik akhir, ketika adiknya tak mampu lagi berbuat apa-apa selain terkulai lemas dan tak mampu berbuat apa-apa selain hanya pasrah menanti ajal dalam sisa umurnya.

Seandainya umat muslim diperbolehkan berandai, aku berandai memiliki wanita yang benar-benar tulus cintanya terhadap pria seperti Fatimah yang setia pada Salman. Tak kenal lelah, tak kenal putus asa, tak peduli kata-kata miring para sahabat, tak di gubris semua cibiran, hingga ajakan orang tua untuk mengakhiri hubungannya dapat diyakinkannya dengan kelembutan tutur dan caranya mempertahankan keputusan; menjaga hati yang masih bersemi cinta, dan bertanggungjawab untuk semua kesalahan yang mungkin itu bukan kesalahannya sepenuhnya. 

Sekilas terkesan berlebihan jika pembaca sampai membawa cerita ini kedalam kehidupan nyata, tapi apa daya pembaca yang terhipnotis oleh kelihaian tinta bang Ma'mun, menggores kertas, menghasilkan cerita cinta. Jikalau boleh berandai kedua kalinya aku ingin karakter Fatimah hidup di seluruh wanita Jagad Raya agar tiada pria yang putus asa. Agar tiada pria yang tak mengenal arti cinta sebenarnya. Agar pria benar-benar belajar cinta dari wanita yang penuh dengan ketulusan cinta setelah tumbuh dewasa. Hup... Maaf kalau bermimpi disiang bolong.. 

         Jikalau tidak kuberhentikan catatanku ini, aku yakin tidak akan berhenti sampai disini, mungkin akan berlanjut sebanyak halaman novel ini di tulis, bahkan mungkin lebih. Sebagai pembaca aku punya penilaian, aku punya catatan, aku punya pemikiran dan itu pasti aku bumbuhkan di dalam catatanku jika aku mengomentarinya, bukan tidak mungkin aku membuat catatan yang sama tebalnya hanya untuk mengungkapkan betapa luar biasanya buku yang barusan aku baca ini.

         Kehidupan dalam novel ini, menceritakan awal jual-beli, berawal dari tempat segala jasa di perjual belikan, bahkan tubuhpun memiliki label harga. Namun demikian, buku ini memiliki syarat hikmah membacanya dan penawar jitu bagi siapa saja yang putus asa, tenggelam karena masa lalu, pembaca sendiri baru tahu jika cinta sudah berbicara “Tidak ada kekurangan yang tidak bisa di tutupi dan tidak ada kesempurnaan yang tidak semakin menjadi-jadi” “Cinta adalah keingingan dan Jodoh adalah anugrah” kata bang Ma'mun di dalam novel ini, lantas bagaimana jika cinta berakhir jodoh sehingga menjadi anugrah walau menempuh beribu ujian dan cobaan? Intinya cinta yang di gambarkan novel ini bukan sekedar keinginan, tapi anugerah yang harus tetap disikapi dengan penuh hikmah dan kesabaran.

Akhir kata sebelum ku tutup cerita-menceritakan sekelumit dari novel ini. Menurutku Ini adalah novel Penggugah Rasa dan Cinta yang mengambil alur kisah remaja dan orang tua. Alangkah baiknya jika novel ini di konsumsi anak kuliah keatas bukan abg kebawah, sebab menurutku standar umur segitulah yang mampu membedakan mana benar-mana salah, mana penasaran mendatangkan ilmu, dan mana penasaran yang mendatangkan keingingan mencoba dan mencontoh tanpa menyaring manfaat dan mudharatnya. (Na’uzubillah).

Silahkan baca novelnya! Saran ku, sebelum lembaran novel terakhir habis, pilih tempat yang sunyi, sediakan tissu agar ia menjadi saksi ketika anda berkaca-kaca, dan ikhlaslah meninggalkan akhir episode dari kisahnya. 

Penutupku, bagaimanapun penilaian anda setelah membaca novel ini, tokoh “Fatimah Itu Luar Biasa; Siapapun Anda Jika Anda Wanita Anda Pasti Bisa Seperti Dia Bahkan Lebih”. Dengan Penuh Keyakinan Aku bersuara