1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Minggu, 01 September 2019

Semangat Tahun Baru Islam 1441 Hijriah Semangat Menjadi “Baik”

Pada umumnya peringatan tahun baru Hijriah selalu di rayakan dengan berbagai macam  kegiatan, baik berupa perayaan besar-besaran ataupun kecil-kecilan. Dalam lembaga biasanya diperingati  dengan upacara civitas lembaga, bisa juga dengan parade baris berbaris, ada juga dengan pawai keliling. Dalam peringatan lainnya, secara umum diadakan pameran artefak hijrah rasul, perlombaan keagamaan, dan lomba-lomba lainnya untuk memeriahkan hari tersebut, namun kali ini bukan itu yang saya maksudkan, lebih kepada semangat perubahan menjadi lebih baik, itulah titik fokus coretan ini.

Berawal dari do’a Kyai Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) yang selalu menyelipkan bait do’a indah ketika memimpin do’a. “Ya Allah jadikanlah kami umatmu yang baik dan perbaikilah umat kami. Jadikanlah kami rakyat yang baik dan perbikilah rakyat kami. Berikanlah kami pemimpin yang baik dan perbaikiah pemimpin-pemimpin kami. Jadikanlah guru-guru Kami guru-guru yang baik dan perbaikilah guru-guru kami. Jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang baik dan perbaikilah anak-anak kami. Jadikanlah wali santri kami baik dan perbaikilah wali santri kami” Petikan do’a yang sungguh 5 tahun lamanya tidak saya dengarkan lagi, kali ini serasa beliau ada di sini, saat salah seorang ustadz di pesantren menyelipkan bait tersebut dalam do’anya usai upacara peringatan 1 Muharram 1441 H.

Yang menarik disini, yang membuat saya sadar adalah ‘matan’ (baca: Isi) dari do’a tersebut, sangat sederhana, kita meminta agar supaya ditetapkan Allah menjadi umat yang baik, pribadi yang baik dan insan yang baik,

Bagaimanakah baik itu sebenarnya?

Setelah pertanyaan ini saya layangkan mungkin setiap kita memiliki defenisi sendiri seputar kata baik. Namun dalam kaca mata saya pribadi, baik adalah ketika kita selalu ada untuk membantu orang lain dengan Penuh keikhlasan dan kesadaran tanpa harap kembali, baik itu balasan maupun ucapan terima kasih, itulah baik menurut saya. 

Berbeda pendapat saya, berbeda juga baik jika dilihat dari sudut pandang pesantren yang mengartikan orang baik adalah orang yang siap terjun ke plosok-plosok negeri, mengajarkan ilmu-ilmu agama, walau satu huruf, walau satu bait, di surau-surau terpencil, di masjid-masjid terpencil, itulah orang baik menurut pesantren sejauh yang saya tahu.

Namun pada intinya bagiku menjadi baik itu adalah upaya besar seseorang agar dapat menaiki tangga kehidupan menjadi “insan kamil” (manusia yang sempurna). Jalannya tidak mudah, upayanya juga cukup sulit, tapi selama ada keyakinan kuat lillah semoga ‘insan kamil’ bukan hanya sekedar cita-cita semata, namun dapat menjadi hal nyata pada akhirnya.

Menarik ketika mengenang samar-samar guru dulu pernah berpesan bahwa menjadi sosok manusia sempurna itu tidak mudah, banyak rintangan dan cobaan, ada yang taat Ibadah namun sombong dengan ibadahnya, mengira bahwa dengan ibadahnya itu ia bisa masuk syurga, ujung-ujungnya ibadahnya sia-sia. Oleh sebab itu, boleh jadi di dunia seseorang diangkat begitu sangat mulia namun di akhirat di anggap biasa saja, nauzubillah bila sampai di anggap hina, namun bisa jadi juga kebalikannya, di dunia di pandang hina namun di akhirat begitu sangat mulia bahkan namanya selalu di sebut-sebut oleh seluruh penduduk syurga, wallahu ‘aalam.

Sebagai penutup dari catatan ini, tidak ada harapan diri yang penuh dengan dosa ini selain dari pada perlindungan Allah swt di hari yang tak mampu seorangpun menolong orang lain selain atas izin Allah swt,. Kepada Allahlah saya memohon pertolongan, kepada Allah lah saya memohon ampunan.

Allahumma sholli wasallim ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Muhammad,
Innallaha wa malaa ikatahuu yusolluuna ‘alannabie ya Ayyuhal ladziina Aamanuu, shollu ‘alaihi, wasallimu taslima,

Wallau musta’aan.

Rabu, 14 Agustus 2019

Khutbah Pernikahan Kakek Hatobangon untuk cucunya

Seorang kakek tertua di kampung Lumut ini berpesan singkat, tidak panjang penyampaiannya padat muatannya, sekilas di terjamahkannya ke dalam bahasa Indonesia, namun lancarnya dengan bahasa batak mandailing,… Intinya ada 5 hal yang beliau sampaikan, yaitu: Belajar, musyawarah, rendah hati, berbakti, bertakwa,

Dengan sedikit penjelasan dari beliau:

1. Belajar

Kehidupan bekeluarga adalah seperti lembaga baru yang harus di pelajari bentuknya, isinya dan cara menjalaninya, anak-anak saya ini telah menamatkan sekolah tinggi, secara keilmuan sudah cukup dewasa, namun dalam ilmu berumah tangga harus banyak belajar dari orang lain, sebab tidak ada sekolah tinggi khusus rumah tangga, namun gurunya ada dan banyak, siapa itu guru-gurunya? Kami-kami inilah gurunya, kami-kami inilah saksi-saksinya,…bertanyalah kepada kami semoga kelak anak-anak kami langgeng, sakinah, mawaddah, warahmah.

2. Musyawarah

Banyak hal yang harus di musyawarahkan dalam berkeluarga. Sebab keputusan tidak bisa hanya dari satu pihak tapi harus keduanya, yang jika di matematikan dalam bekeluarga 1 tambah satu adalah 1 bukan 2, dalam berpedapat, satu pendapat istri, satu lagi pendapat suami, dan hasilnya tetap juga harus satu, harus ada yang mengalah harus ada yang mampu memahami sehingga hasilnya tetap satu, hasilnya tetap keutuhan bukan perpepacahan atau kesalah pahaman. Begitulah idealnya bermusyawarah dalam keluarga.

  1. Rendah Hati
Allah benci dengan orang sombong, Allah tidak melihat orang yang sombong, ada banyak itu Allah berbicara tentang sombong ini di dalam Al-Qur’an yang juga kakek rasa kalian juga sudah paham, dan tahu betul dalil-dalilnya, namun di sini kakek Hanya berusaha mengingatkan kembali yang kiranya lupa agar terus dapat di ingat.
Semasa saat ini harus rendah hati, tidak boleh sombong, tamat sekolah tinggi juga harus lebih rendah hati lagi, tidak ada apa-apanya kita dengan kesombongan. Setinggi apapun kita di dunia tetap kecil di hadadapan Allah, tetap tidak ada apa-apanya di sisi Allah.

Orang yang sombong tidak akan banyak temannya, dalam pergaulan tidak banyak yang akan membantunya.

Perlu kita pahami selalu bahwa kita ini adalah makhluk sosial, kita semua membutuhkan orang lain dalam kehidupan, sebagai contoh kecilnya, saat ini kamu anak-anakku, menikah, di persatukan membutuhkan kami, hatobangon, tokoh masyarakat, perangkat pemerintah, cekdik pandai, alim-ulama, usatadz Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 untuk menyaksikan dan mendo’akanmu, dan memang beginilah layaknya kita hidup bermasyarakat, harus bergaul dan harus bisa masuk di tengah-tengahnya dengan sangat baik.

Dengan bermasyarakat kita mendapatkan banyak hal, pengalaman dan pengetahuan. Dan dengan bermasyrakat juga kita  mengetahui banyak, belajar banyak, mendapatkan apa yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah manapun, yakinlah tak jarang dengan bermasyarakat juga, pintu rizki kita dapat terbuka.

  1. Berbakti Kepada orang tua
Tidak ada yang akan tampil muda selamanya, tidak akan ada yang tampil prima setiap saat, semuanya pasti akan berlalu. Orang tuamu yang saat ini masih terlihat muda kelak akan menjadi seperti saya, tua, kurus dan sakit-sakitan. Maka dari itu harus ingat selalu pada orang tuamu, harus berbakti selalu pada orang tuamu, sebab apa? Sebab merekalah yang membesarkanmu, berjasa penuh dalam kehidupanmu, sampai seperti ini juga kamu tidak lain hasil dari pada do’a orang tuamu. sebab memang begitulah seharusnya seorang Anak bermu’amalah pada orang tuanya.

Jangan membedakan keduanya, sebab keduanya adalah orang tua yang harus kita sayangi, kita hormati, dan kita baktikan seluruh jiwa dan raga ini.

  1. Bertakwa
Dengan muatan menikah ini anak-anak kami telah menjalankan satu dari perintah Allah dan sunnah rasulullah, secara perhitungan agama telah sempurna yang setengah, namun secara proses di butuhkan penyempurnaan di setengah sisanya, maka dari itu jangan pernah berhenti dari bertakwa pada Allah swt, bersedia menjalankan seluruh perintah Allah swt Bersama-sama dan Ikhlas meninggalkan seluruh larangan Allah tanpa terkecuali. Dengan demikian mudah-mudahan Allah selalu Ridho dan meridhoi setiap Langkah anak-anak kami.

Demikian sambutan dan nasehat si kakek dalam khutbah nikah tersebut, singkat memang, sedikit memang namun benar-benar padat dan tersesapi maknanya,… Akhir kata semoga dengan saya menuliskan sambutan si kakek di blog ini dan seterusnya di baca oleh banyak orang, semoga setiap hurufnya  bernilai pahala jariah untuk si kakek. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Lumut, 14 Agustus 2019
19.30 wib - 21.30 wib

Selasa, 02 Juli 2019

My Ambition

Menurutku “Ambisi adalah cita-cita murni yang ada dalam diri yang harus diperjuangkan untuk merealisasikannya.” Untuk itu, diri yang Kecil ini berambisi sedikit sulit namun masih terdapat kemungkinan besar untuk bisa diraihnya, diantaranya:

Pertama: Ia ingin  bisa menghafal Al-Qur’an pada juz 1,2,15,29,30 hanya 5 juz fokusnya, dengan alasan baku bahwa dengan menghafal 5 juz tersebut ia telah menghafal pintu, isi dan penutup al-Qur’an, mari kita do’akan semoga orang yang semangat ini dapat merealisasikan mimpinya menjadi nyata, biiznillah… aamiin.

Kedua: Menjadi Penulis, itu adalah cita-cita lama yang telah begitu sangat lama telah ia impikan, bahkan sejak dia belum tahu cara untuk menulispun cita-citanya sudah ingin menjadi penulis. Namun sayang, remaja muda yang satu ini sering gagal fokus dengan alasan eksternal, sehingga melupakan inti dari dahaga hati kecilnya, jadi untuk saat ini dan seterusnya nampaknya ia harus benar-benar sadar bahwa waktu terus berjalan, seandainya ia tidak mulai sekarang, maka mungkin esok dan lusa dia Sudah terlalu tua untuk menyesal, sebelum semua terlambat, sadarlah hai Anak muda, kamu sekarang adalah kamu yang harusnya produktif untuk semua angan dan cita-citamu. Fokuslah… dan Perjuangkan cita-citamu!

Ketiga: Melukis, tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang pelukis, namun kemampuannya menggambarkan sesuatu dapat mempermudahnya dalam mengingat suatu kejadian atau apalah yang di sebut mind mapping, dengan melihat gambarnya yang sederhana ia dapat mengingat banyak hal tersirat dibalik gambarnya, terlihat biasa memang namun itu dapat membuatnya tenang, dan dapat menceritakan jalan hidupnya menjadi hal yang singkat dan sederhana, jadi pelukis bukan cita-citanya namun salah satu caranya melupakan masalah, dan menenangkan dirinya.

Keempat: Musik dan Lagu, jika di katakan selain penyanyi banyak juga yang suka lagu, maka pria ini jugalah salah satunya, ia menyukai lagu lama dengan irama slow dan syahdu, lagu Malaysia lama, lagu bernada rege, dan lagu yang memiliki lirik yang bermakna.
Ia tidak memiliki suara yang begitu bagus memang namun ia memiliki hobi nyanyi untuk dirinya sendiri, maka agar dia tetap semangat mari kita sebut dia sebagai penikmat lagu,.. kita sebut demikian upaya menghargainya yang telah membeli gitar akustiknya dan belajar secara otodidak untuk semua lagu yang ia senangi, dan yang anehnya sejak ia tinggal di kampung batak, lagu yang menjadi favoritnya adalah Lagu Batak, lagu yang tak pernah masuk list dalam hidupnyanamun menjadi lagu kesukaannya, terkadang begitulah dia jodoh, tidak pernah mengenal, sekali jumpa langsung suka,… hehehe

Kelimat: Pria dengan semangat pantang menyerah ini memiliki satu kebiasaan yang selalu dia pegang teguh “Selesaikan dan tuntaskanlah apa yang Sudah kamu mulai” saat ini dia telah memulai untuk belajar bahasa Inggris dengan serius, untuk melihat peningkatan dan keberhasilan dari usahanya pastilah ia membutuhkan suatu tes untuk menunjukkan bagaimana kemampuannya dalam mengeksplorasi kemampuannya kan? Untuk itu,.. dalam 2 tahun terakhir ini dia telah mengambil tes Bahasa Inggris IELTS, namun kedua hasil ujiannya belum mencukupi untuk bisa di katakan memiliki kemampuan berbahasa yang mumpuni, untuk itu, ia pun harus benar-benar terus berjuang… Mari do’akan untuk keberhasilannya… Sebab dia saat ini tidak mampu berbuat apa-apa selain hanya terus menjaga fokus dan semangat perjuangannya. Berharap ambisinya tercapai, mimpinya teraih.


Hai anak muda, sekali ambisimu di baca orang, dan diketahui oleh para pembaca blog setiamu, tanggungjawabmu untuk merealisasikannya juga harus lebih lagi, harus benar-benar meningkat di atas rata-rata, jangan sia-siakan do’a dan pengharapan mereka akan keberhasilanmu. “Dalam cita-citamu ada hak orang lain yang ingin bahagia melihat itu”, maka realisasikan lah keinginan mereka melihatmu bahagia. 

Senin, 01 Juli 2019

Jadilah Dirimu Sendiri

Jadilah dirimu sendiri, sebab dengan menjadi diri sendiri… Kamu akan melakukan semua kegiatanmu dengan semangat dari dalam dirimu, dan itu jauh lebih luar biasa dari pada semangat yang dihembuskan dari luar dirimu, terasa sejuk sejenak namun kembali ke suhu dasar juga pada akhirnya.

Keberanian diri untuk mengatakan bahwa kamu adalah kamu dan dia adalah dia, merupakan sikap berani yang belum tentu semua orang dapat melakukannya. Dengan keberanian yang ada dari dalam dirimu maka kamulah yang mengontrol sepenuhnya terhadap hidupmu. Kamulah raja dari hidupmu dan kamulah pengendali penuh terhadap hidupmu, cita-citamu, senang dan sedihmu, marah dan ramahmu, ketika kemampuan mengetahui dirimu meningkat pada saat itulah kemudian sikap keyakinan terbatasmupun akan hilang menjadi tak terbatas.

Ketika kamu mengetahui siapa kamu sebenarnya, dengan sendirinya potensimu akan keluar, selalu berupaya mencari jalan keluar dari setiap masalah, mencari benang merah dari setiap sengketa, dan melihat sisi positif setiap kali musibah datang yang menerpa, begitulah kira-kira keutamaan mengetahui diri sendiri.

bahkan sebuah hikmah “Barang siapa mengetahui dirinya sendiri maka dia telah mengetahui siapa tuhannya” bukankah besar kaitannya jati diri dengan nilai ketuhanan? Maka dari itu sangat jarang di dapat orang yang Positif thinking jauh dari keyakinan “iman kepada zat yang maha agung dan maha akbar”.

Setidaknya 3 keuntungan jika kamu berhasil menjadi pribadimu sendiri:

Pertama: Rajin Akan Mengiri Setiap Pekerjaanmu. Banyak pepatah mengatakan, orang rajin/ tekun dapat mengalahkan orang pintar yang malas, dan dapat melampaui orang jenius yang tertutup. Mengapa bisa demikian? Sebab biasanya jika dorongan sesuatu atas kemauan diri sendiri, maka banyak hal akan tercipta begitu saja, bahkan cendrung terarah penuh dengan tekad dan passion. Kalau Sudah passion cirinya dalam tanggungjawab tanpa di perintah, sudah dikerjakannya. Tanpa di suruh berfikir telah berinisiatif duluan, tanpa di ajari sudah mencari tahu sendiri bagaimana cara kerja suatu hal yang tidak di ketahuinya, selalu ada saja jalan bagi mereka yang menemukan jalan dan menentukan pilihan yang tepat. Begitulah efek positif jika rajin sudah bertemu dengan mereka yang paham akan diri dan pribadinya sendiri.

Kedua: Kreatif. Dalam hidup hampir setiap saat permasalahan silih berganti, terlepas apakah itu permasalah sepele, menengah, maupun masalah besar, semuanya mau tidak mau pasti datang bergantian. Namun hal yang menarik ketika semua permasalahan itu ditanggapi dengan hati dingin dan pikiran kreatif.
Hanya di pikiran orang kreatiflah permasalahan menjadi bukan masalah, tapi menjadi peluang. Sebab ketika berhadapan pada masalah dia bukan memikirkan masalahnya tapi berfokus pada peluang di balik masalah yang ada, atau masalah tidak pernah berlarut-larut lama, sebab gilingan otak kreatifnya terus menggiling ramuannya, bagaimana agar masalah itu selesai, dia lebih memilih menjadi bagian dari solusi. 

Menarik bukan? Sedetik setelah itu, baginya tantangan menjadi batu loncatan ke arah yang lebih baik, mendorong kepada sikap yang lebih produktif. Hidup telalu pendek untuk hanya melakukan pekerjaan yang tidak Anda nikmati. Begitulah kira-kira kawan… :-)

Ketiga: Fokus. Orang terbagi menjadi 2 dalam menjalani hidup, ada yang fokus dan ada yang tidak fokus. Yang fokus cirinya selalu mengerjakan semua pekerjaannya tertib dan konsisten. Sebab besar keyakinannya bahwa sukses membutuhkan usaha dan tindakan konkrit yang konsisten, bukan malas yang terus di perlihara, dia yakin betul bahwa kemalasan bukan bagian dari permainan, kemalasan adalah bahan terlarang bagi keberlangsungan masa depan.

Sedangkan yang tidak fokus adalah kebalikannya. Cirinya selalu menunda pekerjaan, mengeluh dalam setiap pekerjaan dan waktu, memandang  dari sisi yang negatif berkepanjangan.dan yang paling menakutkan adalah ketika berangan keberhasilan di banyak bidang namun tidak ada mengerjakan satu tindakan pasti sekalipun untuk mencapai keberhasilan yang dimimpikannya.

Demikianlah 3 keuntungan paling sedikit dari diri yang tahu akan maziyyah diri sendiri, Rajin, Kreatif dan Fokus, rasaku tidak ada tujuan yang tidak bisa tercapai jika semua hal ini bergabung dalam diri seseorang.
Rajinnya dapat melewati setiap ketidak tahuan, kreatifnya dapat membolak balikkan sedih menjadi riag, gundah menjadi senang, dan paling terpenting masalah diubahnya menjadi peluang, dan terakhir Fokus, Karena sikap inilah semua orang bisa lebih terperinci memandang arah kehidupan. Menjadi Diri Sendiri Menjadikanmu Manusia Tak Terbatas


untuk kamu yang punya catatan tambahan efek positif bagi mereka yang tahu akan jati diri, monggo di share… 

Rabu, 26 Juni 2019

Pondok Hantu


Maghrib baru saja hengkang dari rutinitas sadar
Mulailah kegelapan malam mencekam mecusuar
Deru suara kereta dan mobil terasa begitu samar
Angin malam mulai menyapa menyibak tirai kamar

Di sebuah pondok kecil, Gelap, Sunyi, redup dan kosong
Lampu tiada, jalanan sunyi, tanah becek, dataran berlobang
Syaitan keluar dari jiwa penasaran dibalik sela-sela kosong
Syaitan mulai mengganggu dan terus menghantui pikiran kopong

Aku sadar atas kedatangannya
Tiba-tiba ada disampingku berdendang bergaya
Menyamarkan mataku yang tlah rabun tak berdaya
Terpejam di taburi serbuk siraman kencing celaka di plupuk mata

Ku ingin mohon perlindungan, tapi aku telah kafir bukan kepalang
Ku ingin meminta ampunan, tapi ku bisu berbalut topeng setan jalang
Diri terus  dihantui meskipun kini pondok telah terang
Merasa takut meski hari telah siang

Penyesalan datang sebagai satu buah pesan
Bercerita hangat dalam balutan dingin kehidupan
Sembunyi merasa aman dari amukan badai topan
Tak sadar ia telah masuk dikubangan lumpur hidup yang siap menelan.

Selasa, 25 Juni 2019

Sadarlah Kita Sedang Berjuang





Terbuai aku dalam tebal kabut fatamorgana
Menyilaukan mata, menyihir semuanya menjadi indah
Nyanyian merdu mendayu-dayu di telinga
Menghilangkan sadar, menggantikannya dengan buaian manja

Aku sadar tapi aku tidak melihat
Aku hidup, tapi aku tidak bernafas
Aku berjalan tapi kaki tidak menapaki
Apakah aku masih hidup atau telah mati?!!

Dibalik tirani putih ku coba tata ulang diri
Mengingat titah awal pengabdian diri
Tak henti ku benturkan ingatan tuk lepaskan segala mimpi
Hingga bayang-bayang redup menyempurnakan cahaya putih

Aku tidak bisa katakan pedihnya ditusuk onak duri kawan
Aku juga tidak mampu bayangkan digilas waktu yang bergulir
Yang ku yakin akhir dari semua itu adalah penyesalan

Buka matamu kawan,
Derapkan langkah melaju diatas kesuksesan
Singsingkan lengan bajumu, tunjukkan taringmu
Ku yakin kau, kita semua mampu


Garis masa depanmu, kita,…… ada di depan
Silahkan susuri tuk temukan keajaibanmu
Yang perlu kau dan aku camkan, semua itu nihil tanpa ilmu dan pengetahuan
Sadarlah kawan……..sadar……..sadar………
Kita sedang berjuang………..



Senin, 24 Juni 2019

Pesta Malam



Angin berhembus lambat......

Udara menghujam tajam......
Suhu menusuk tulang.........
Sisa rintik di loteng masih terdengar..

Gelap dunia mulai menyelimuti......
Embun malam mulai melapisi.......
Rumputpun terlihat tunduk patuh...
Seakan dipakaikan mahkota embun di ubun-ubunnya....

Disela-sela angin yang menerpa rumput.....
Airpun bergoyang membentuk tetesan..........
Sebuah lingkaran mulai terbentuk di atas permukaan....
Tergoyang seluruh benda yang ada disekitar........

Lubang-lubang dinding bumi mulai dipenuhi suara......
Sebuah ungkapan bahagia seekor serangga....
Menjerit....Melengking..... Bernyanyi dan Berpesta pora......
Seakan keheningan malam hanya miliknya semata......

Tak lama sahutanpun mulai muncul.....
Datang... Bersuara... Membahana dan semakin ria...
Seekor menjadi dua, dua ekor menjadi tiga, tiga ekor.....
Empat ekor,...Hingga tiada bisa dihitung asal muasal suara....

Berbagai nyanyian tambahanpun mulai bermunculan...
Sebuah ungkapan kegembiraan atas turunnya hujan...
Sorak-sorai bersahutan, menjadi sebuah keceriaan.....
Terakhir kami pun bertanya??????


SIAPAKAH KAMI?????