Aku dan Rasa

Mencari Ketenangan lewat suasana itu tidak abadi, sebab tenang berasal dari dalam hati. Kesendirian adalah upaya yang dicari, berlibur usaha kedua menjadi antisipasi; timbul pertanyaan apasih yang dicari? Kejernihan jiwa? kemurian niat? nilai harga diri? atau satu cita yang tak pasti?

Bahasa Sebagai Bukti Kehebatan Intelektual

Selama bahasa yang digunakan seseorang adalah bahasa dari planet bumi. Maka kau pasti bisa menguasainya.

Menulis dengan Teori Keseimbangan

Menulis adalah keseimbangan. Ialah menyatukan antara akal, bacaan dan pemahaman.

Qur'an Hamparan Lautan Ilmu

Sejauh mata memandang itulah pemandangan. Sejauh akal membaca itulah pemahaman. Sejauh otak mengingat itulah Rahmat. Qur'an bukan sekedar baik bacaannya tapi ia adalah obat; tuntunan dan pesan. Maka Cari dan Temukanlah!

Deru Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam.Itulah musik hakiki kehidupan.

Selasa, 22 Januari 2019

Terima Kasih Telah Merindu


Rindu ungkapan bebas yang setiap orang berhak untuk mengatakan, mengungkapkan bahkan sampai menyembunyikannya. Mana yang paling membuatmu nyaman silahkan rasakan dan jalankan.

Selama hidupmu menginginkan sesuatu yang belum ada pada dirimu tanpa usaha terpadumu, semuanya akan menjadi berat, namun tidak demikian hasilnya jika kamu menikmatinya. Sampai pekerjaan yang paling tidak mungkin sekalipun akan menjadi sangat mungkin, dan Insya Allah akan kamu dapatkan jika totalitas menjadi sikapmu saat menjalani proses tanpa hitungan waktu.

Sebagai contoh, selalu menghabiskan waktu dengan menunggu terasa lebih panjang, dari pada menjalani waktu tanpa menunggu; selalu menghitung-hitung energi dalam bekerja, menjadikannya berat dari pada menjalani pekerjaan tanpa hitungan dan pekalian untung rugi. Semuanya akan terlihat dan tergambar persis sebagaimana yang kamu rasa.

RINDU, lima huruf yang memiliki mantra luar biasa dalam ikatan dan kemesraan,.. Rindu pada Allah swt akan mendorongmu giat dalam ibadah lillah, rindu pada nabi akan menjadikan shalawat padanya setiap waktu tanpa henti, sedang rindu pada ciptaan Allah, seorang makhluk ciptaan Allah, biasanya akan berujung pada 2 kemungkinan, apakah itu akan abadi selamanya, atau hanya seperti udara, sepoi sesaat, hilang sedetik kemudian. Begitulah rindu yang saat ini kupahami.

Ada 5 turunan dari kata rindu yang ku tafsirkan sendiri:

Pertama: Rasa, merupakan irama terkecil dalam hati yang slalu hadir seiring bergantinya waktu, bisa setiap tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, bahkan detik, tergantung bagaimana rasa yang di pupuk, di rawat dan di jaga bagi setiap individunya. Tidaklah berbeda antara rasa dan suara jika keduanya dapat di utarakan, namun sayangnya sering kali salah satu tidak transparan.

Kedua: Indah, bukankah karena hal itu indah menjadi susah untuk dilupakan? atau karena itu terlalu menyedihkan sehingga sulit untuk di hilangkan? Walaupun itu moment sejenak, walaupun bertemu juga hanya sekedar, walaupun tidak menghabiskan waktu seharian, mingguan dan bulanan, namun kenangan waktu pendek tersebut menggelembung menjadi satu kenangan sulit untuk dilupakan, selalu tersimpan dalam, sangat dalam dan begitu dalam.

Ketiga: Nostalgia, apa hal yang paling membuat diri menjadi seorang lembut hatinya, kuat semangatnya, dan pantang menyerah mottonya? salah satunya dengan sering nostalgia,… Bernostalgialah terhadap sesuatu yang mengubahmu ke arah yang lebih baik, ambil hikmah dari setiap tragedi, ambil pelajaran dari setiap kejadian, dan sigaplah ambil peran untuk masa depan, sebab nostalgiamu akan berujung pada satu tindakan, jika kamu bisa menjadikannya pelajaran yang sangat berarti.

Keempat: Dorongan, apakah selain rindu ada hal lain yang mampu mendorong seseorang melakukan sesuatu? Akankah keinginan berjumpa sekali menyebabkan ingin bertemu lagi? Dan setelah berjumpa sekian kali masih bersisa semangat ingin berjumpa lagi? Jika demikian, berhati-hatilah, periksakan hatimu,.. Di takutkan hatimu telah menyukai salah satu ciptaan sang ilahi rabbi,.. Jaga hatimu, semoga dorongan itu selalu suci

Kelima: Umpama, bukan perjumpaan itu yang membuat hatimu bergetar, tapi perjumpaan dipikiranmu yang membuat dirimu tak karuan, jika nanti bertemu harus bagaimana… Kalau sudah duduk ingin bercerita apa… Jika sudah berjalan bersama apakah harus diam atau memulai membuka bicara… Jika nanti tidak sesuai rencana apakah ini akan menjadi perjumpaan terakhir… Umpama ini perjumpaan terakhir akankah hal ini menjadi suka atau duka… Begitulah umpama meniupkan nyawa kehidupan, seakan kita hidup dimana-mana, seakan-akan kita hidup dalam berjuta rasa, dan seakan-akan kehidupan kitalah yang paling memliki sensasi luar biasa.


Umpama pertemuan itu terjadi apakah rindu itu akan berhenti? atau malah sebaliknya? kalau sudah demikian mana yang lebih mendominasi, apakah kegembiraan atau kesedihan? Umpama berjumpa kembali akankah pelukanmu lebih hangat dari sang mentari pagi? Ataukah angan itu terbakar dengan teriknya sang mentari tengah hari? 

Pada intinya, “waktu dan rindu belum bertepi, terima kasih telah merindu.”
.
.
.
.

Irhas el Fata
Lumut, TAPTENG - SUMUT - INDONESIA

Selasa, 22 Januari 2019. 21.35 wib

Selasa, 15 Januari 2019

Jangan Menunda; Realisasikan Rencanamu!




Hidup manusia berjalan sesuai dengan peredaran waktu. Jika mampu memanfaatkan waktu secara maksimal, biasanya hasil akhirnya juga akan maksimal, begitu jugalah sebaliknya. Melalaikan waktu sama saja menelantarkan kesempatan. Maka dari itu segalanya tergantung kebijakan masing-masing dalam mewujudkan semua rencana sesuai dengan waktunya. 

Secerdas mungkin kamu menjauhi kata-kata penundaan, secepat itu juga keberhasilanmu bisa didapatkan. Sebab menunda dan penundaan adalah salah satu faktor yang mampu mengacaukan rencana yang sudah terencana.

Beragam macam hal ku pikirkan dan ku desain sedemikian rupa, namun kesalahan ada di tanganku, aku yang selalu menunda, menunda dan menunda dengan mengalihkan waktu untuk sesuatu yang bukan prioritas, kali ini aku benar-benar keliru…” Pengakuan penunda rencana

Jika kamu cerdik, kamu tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kecuali jika itu memang maumu, dan itu berbeda!

Berapa banyak orang yang memiliki rencana  indah di kepalanya. Namun berakhir dengan satu harapan kosong belaka? Lebih disayangkan lagi jika menghadapi kegagalan sebelum di mulai. Untuk itu sebelum memulai niatkan dalam hatimu untuk tidak berteman dengan penundaan, dan mengubah semuanya menjadi bagian dari perencanaan, bisa rencana A, B, dan rencana C.

Merencanakan keberhasilan akan membuahkan keberhasilan, merencanakan kegagalan akan membuahkan kegagalan, seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Hasil akhir tidak jauh dari niat awal mulanya.

Disamping niat yang kuat perlu juga mental yang membaja. Tidak perlu merasa asing ketika menjalankan rencanamu secara maksimal. Sekilas kamu terlihat aneh bagi orang di sekitarmu, tapi sebenarnya kamu bintang di kejauhan, mereka hanya mampu menatapmu kecil, karena jarak pandang mereka yang terlalu jauh, begitu mereka mendekat, kan didapatinya bahwa bintang itu bersinar lebih besar dari yang ia kira. Bersabarlah dengan proses yang baru kamu mulai.

Perlu kamu sadari tidak semua yang kamu lakukan saat ini, mampu di lakukan orang lain. dan juga tidak semua impianmu mampu tergambarkan di pikiran orang lain, maka dari itu jika kamu memiliki impian, pertahankan dan perjuangkanlah itu sungguh-sungguh. Tidak semua orang mampu merealisasikannya. Hanya dirimu dan keyakinanmulah yang akan melakukannya, dengan kesungguhanmu kelas di atas rata-rata menjadi maqommu.

Jika keinginanmu hanya berbuat biasa dan sederhana, bukan cita-cita luar biasa yang kamu impikan, karena sesuatu yang besar harus di raih dengan usaha yang besar, tidak ingatkah kamu, selama bumi masih berputar, selama itu juga hukum dunia akan terus berlaku. Jangan pernah bermimpi instan, sebab kamu terlahir juga melewati proses panjang, bukan instan. Bangun… Sadarkan dirimu, hidup ini bukan mimpi!

Jangan menunda, mudah-mudahan dengan prinsip hidup tidak menunda, akan mendekatkanmu pada semua angan dan cita-cita.

Terakhir sebelum tulisan ini berakhir, Perlu di ingat bahwa menjalankan rencana, adalah bagian dari kesuksesan kecil yang dapat kamu raih setiap waktu, semakin sering kamu berhasil menjalankan rencanamu, akan semakin dekatlah kesuksesanmu; biasanya kumulatif dari keberhasian kecil itu akan berevolusi menjadi satu hall yang besar, luar biasa dan tak terhingga, untuk itu kamu harus berusaha, totalitas, berdo’a, bersabar dan jangan menunda.

Masa depanmu ada di depan mata!

Selasa, 15 Januari 2019

Selasa, 01 Januari 2019

Apa yang Di Kejar Sebenarnya ?


Dalam banyak kesempatan, kadang diri berlomba mengejar yang tak pasti, memperjuangkan yang belum pernah terjadi, namun apakah itu salah? Jika itu salah, musti ada penjelasannya dan apabila benar pasti ada alasannya. Pada intinya selama semuanya niat ibadah lillah, menjalankannya tidak menyalahi syariah, ku kira hati kecil juga tidak memberontak untuk memberikan kesaksian dan pembenaran.


Apa hal berkata demikian ?

Seiring berjalannya waktu, tubuhku berevolusi menjadi sosok yang lebih dewasa dari waktu ke waktu, wajar agaknya pikiran ini memikirkan akan baik-buruk/benar-salah/cocok tidak cocoknya suatu perbuatan dan apa ganjaran dari setiap kesalahan yang telah dilakukan.

Menahun aku merenung, lumayan panjang ku coba berganti solusi dari satu ke yang lain, hingga pada akhirnya ku memutuskan ingin menjadi penulis. Berharap dengan menulis, tulisanku bisa di baca orang lain, syukur-syukur yang membaca banyak, sehingga bisa memberikan manfaat. Dengan tulisan itu, aku jadikan ia sebuah amalan, berharap ia menjadi amal ibadahku yang bisa menghapus dosa-dosaku. 

Secara hitungan singkat ekonomis, terhitung bahwa aku akan menjadi orang yang beruntung; sebab walaupun Aku Sudah tiada tapi tulisanku ada. Dan berharap selama tulisanku masih terus di baca dan dinikmati banyak orang, maka saat itu juga pahala mengalir padaku. Sehingga dapat menutupi dosa-dosa yang telah ku kerjakan baik itu sengaja maupun tidak di sengaja.

Apakah itu hitungan yang tepat atau keliru aku juga tidak begitu yakin, tapi begitulah pola pikirku beberapa tahun yang lalu.

***

Dihadapkan pada moment pergantian tahun 2018 menjadi 2019 ini, aku seakan tersadar, samar-samar ku dengarkan bisikan suara Kecil ustadzku menyampaikan ceramahnya, akankah kita masuk syurga karena amal kita? Bukankah sebanyak apapun amal kebaikan, jika Allah belum ridho, syurga belum berhak menjadi tempat kita? Mulai pikiran remajaku berkelana mencari jalan kebenaran dari ungkapan samar tersebut,

Kalau memang dengan ridho Allah baru bisa masuk syurga dan mudah menjalani hidup di dunia, harus bagaimana aku menjemput ridho-Nya ?

Pikirku keras mencari jawaban, yang ku tahu, rahmat Allah mendahului azabNya, dan ridho Allah melampaui murkaNya. Pertanyaan baru timbul, terus bagaimana mendapatkan rahmat dan ridhoNya? Bagaimana caranya?

***

Sebelum coretan sore ini berakhir, agaknya bahwa hidup ini harus terus berusaha memperbaharui niat lillah, dan menguatkan tekad istiqomah di jalanNya. Dengan demikian kiranya dapat mengundang rahmat dan ridhoNya. Aamiin ya rab.

Sebagai penutup, pertanyaanku berulang lagi, sebenarnya apakah yang berhak untuk di kejar? 

Dalam posisi memberanikan diri untuk menjawab, kiranya ada 5 hal yang mudah-mudahan dapat mengundang datangnya rahmat dan ridho Allah pada kita. Yaitu: 

Pertama: Bertakwa kepada Allah swt. Tinggalkan apa yang dilarang Allah dan kerjakan apa yang di perintahkan Allah. Mudah-mudahan Allah swt akan membukakan jalan keluar dari setiap kesusahan dan memberikan rizki dari arah yang tiada di sangka-sangka.

Kedua: Yakin sepenuh hati akan semua janji dan Ancaman Allah itu nyata. Islam itu jelas, lukas dan tegas, tidak ada keraguan di dalamnya, bahkan tingkat keyakinan padanya harus diletakkan pada derajat tertinggi, sebab hakikat dari semua kebenaran adalah Islam dengan segala ajaran dan keyakinanya. Dengan demikian mudah-mudahan kita akan terus menjadi generasi muslim yang kuat beragama tidak kehilangan identitas diri.

Ketiga: Bahagiakan dan wujudkan keinginan orang tua. Ku kira hadist yang menerangkan bahwa keridhoan Allah terdapat pada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah terdapat pada kemurkaan orang tua, merupakan hal yang sudah finish, tanpa butuh diskusi dan perdebatan panjang untuk yang satu ini.

Keempat: Tulus membantu orang lain karena Allah swt (lillah). Bukankah Allah selalu menolong siapapun dari hambaNya selama ia selalu menolong sesamanya dengan tulus hati? Yakinilah bahwa janji Allah itu pasti, karena sesungguhnya Dia tidak pernah ingkar janji.

Kelima: Hindari hutang perbanyak sedekah. Sebab Hutang menimbulkan kecemasan di malam hari dan ketakutan di siang hari, sedangkan sedekah hadir sebagai solusi, walau dalam keadaan mepet sekalipun, bagi Allah tidak ada yang mustahil, “Jika Dia katakan terjadilah, maka terjadilah!”  .

Berhentilah sejenak, mari meluangkan waktu luang waktu tuk membaca pesan tersirat Allah di balik alamnya,… Bukankah jika ridha Allah yang di kejar, Insya Allah semuanya akan lapang? semuanya akan mudah, semuanya akan terlewati dengan baik? Berlaku juga sebaliknya.
“Mulai tahun ini… Aku ingin mengejar ridho Allah swt lewat ridho orang tuaku!” 
Tidak salah kiranya itu menjadi contoh ungkapan awal resolusi 2019 ini.

Waalahu’alam bisshoab.

#Renungan Pergantian tahun
#edisilembaranbaru
#2019membawaperubahankearahyanglebihbaik


Selasa, 01 Januari 2019, 18.46 wib

Minggu, 23 Desember 2018

BUKIT TINGGI PENUH ARTI

Perjalanan Mencari Hidayah dan Petunjuk

Jika langkah kaki kesana merupakan awal dari hidayah, keinginganku hidayah itu tidak selesai hanya sekedar kehangatan namun juga berakhir dengan sebuah kebahagiaan. 

Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya, sama halnya juga aku, sampai pada ujungnya kita menyimpulkan bahwa dunia ini tidak terlepas dari hal-hal yang sifatnya materi dan secret, apa yang di yakini belum tentu itu terjadi, bisa saja yang tak terpikirkan itu yang terealisasi, atau bahkan sebaliknya, atau juga mungkin semakin parah, semua memiliki porsinya masing-masing.

“Jika mentok dalam satu urusan maka bergeraklah, jika mentok dalam satu tempat maka berpindahlah, jika mentok pada satu permasalahan maka diskusikanlah, jika telah terang jalanmu, tidak ada lagi yang mampu menolongmu selain usahamu.”

Dukungan eksternal akan selalu ada di luar, datang dari luar, bersifat luar dan berbanding terbalik dengan semangat internal. Maka dari itu, mulai saat ini datangkan semangat itu dari dalam diri, yakini semua niat baik adalah aplikasi dari wahyu ilahi, tidak ada ujung dari dunia ini selain keinginan mencapai tujuan suci, bersama mimpi, mati menghadap ilahi dan di dampingi bidadari, aku mencintai bukit tinggi yang penuh arti.

Irwan Haryono S
BackpackerIndonesia
16 Desember 2018 (06.00.34)

Kamis, 06 Desember 2018

Manusia Minus 3


Manusia adalah makhluk kompleks yang memiliki daya pilh dan daya fikir. Kebebasannya memilih menentukan nilai dirinya, sebab hanya orang penting yang tahu akan kepentingan dan hanya orang bernilai yang menghargai nilai dari satu pilihan, apapun pilihannya manusia benar-benar bebas untuk memilih jalan hidup terbaiknya. 

jika sekedar menentukan pilihan manusia bisa mendapat gelar bijaksana mungkin tidak akan ada kata ‘bingung’, di kamus besar Bahasa Indonesia, dan mungkin tidak akan ada ajaran shalat Istigharah dalam Islam, namun sayangnya untuk menjadi bijaksana manusia harus menggunakan akalnya untuk berfikir. 

Hanya pola pikir yang benar yang dapat menghasilkan pilihan yang benar, dan pilihan yang benar tentu saja belum tentu lulus dari ujian, keseimbangan melewati penilaian miring, kemampuan menghadapi ujaran sinis dan sambutan sadis adalah ujian pertama yang harus di lewati, oleh sebab itu berfikir sebelum memilih, berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara adalah cara tepat mempertanggungjawabkan pilihan. Sebab hasil akhir pilihan terbaik adalah ketika manusia mampu mempertahankan pilihannya dengan sekian alasan tulus dan realistis dari hatinya.

Kini telah hadir transformasi manusia baru, sebut saja Manusia Minus 3, sebuah upaya besar menciptakan generasi bijaksana. Dengan adanya manusia minus 3 semua pekerjaan dapat terkondisikan dengan maksimal, jika berhasil menjadi manusia minus 3 keuntungan kontan yan di dapatkannya adalah pikiran yang selalu tenang, diri yang tidak terikat waktu dan jiwa yang terbebas dari ikatan janji, dealine dan tagihan oknum.

Pertanyaannya, siapakah manusia minus 3 itu? 

Dia adalah manusia yang selalu menuntaskan pekerjaannya 3 hari sebelum deadline waktu di tentukan tiba. 

Bayangkan jika manusia minus 3 ada di dalam satu perusahaan? Jika ia hidup di lembaga pendidikan? Jika dia berkembang di dalam satu komunitas? Jika ia tumbuh dari rahim organisasi kepemudaan? Bukankah ia anak emas yang merupakan aset alam paling alami yang pernah terlahirkan?

Dengan keputusannya memilih untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggungjawab 3 Hari sebelum deadline, bukankah ia memakai akal untuk berfikir? Jika satu-satunya alasan pilihan adalah demi kemaslahatan apakah itu satu kebijaksanaan?

Kini bijaksana bukan hanya pilihan semata, bukan juga pilihan mata buta, namun bijaksana satu pilihan dari manusia yang selalu berfikir untuk kebahagiaan bersama. Jika tidak untuk bahagia untuk apa kita hidup berjama’ah?


Have fun for your choice

By: Irhas el fata

Sabtu, 01 Desember 2018

Sirait Pulang Kampung

Pulang kampung itu nikmat tak terkira. Dikala semangat diri redup - distrum kembali oleh orang tua. ketika semangat Juang menurun kembali di pompa oleh sanak-saudara. Bercerita masa kecil hingga tukar pikiran menyambut masa depån. Kemajuan mereka menjadi tolak ukur bersama, bahwa kita juga harus berhasil bersama meski dengan bidang yang berbeda. Berguna dengan sekian skill yang ada. Bukankah begitu tujuan hidup kita? Bukankah menyebar manfaat di Bumi Allah ini goal dari kehidupan sebenarnya?

Nikmatnya pulang kampung ketika mampu berbagi keceriaan, mendermakan sebagian rizki, menjenguk sesama dan memperkuat ukhuwah.

Terkadang orang yang jauh di rantau, lama meninggalkan kampung halaman lupa akan niat awal keberangkatan. Hiruk pikuk persaingan melupakan nilai dari kejujuran dan ketulusan, dinamka persaingan melupakan identitas diri yang sebenarnya, untuk itu pulang kampung penting sebagai 'tajdid ruh'.


Rasakan perasaan haru anak kecil saat berlari ke arah Ibu, mengadu atas masalahnya. Tataplah gadis tanggung menangis di pangkuan Ibu seraya bercurah hati pada sang bunda, tétang perasaan yang berkecamuk di pikirannya. Perhatikanlah remaja muda ketika menjumpai ayah, memohon do'a seraya menunggu nasehat berharga sebagai pompaan semangat demi perjuangan yang lebih prima. Adakah ketulusan di sana? Jika ada, itu satu dari sekian banyak defenisi tulus yang kaya akan makna.

Tanah ini tanah batak, Tanah ini tanah kelahiranmu, di bumi ini kamu dibesarkan, setelah dewasa besarkan jugalah kampungmu, binalah wargamu dan rawatlah orang lemah diantara mereka. Jangan seperti kacang lupa akan kulitnya, jangan juga seperti ilalang yang lupa akan tanahnya. Kamu adalah adalah sosok yang tak lupa asal dan muasal diri 'Insya Allah'.

Semangat Putra Tanah air tidak mengenal waktu, kinerja putra bangsa tidak sekedar lisan saja, pergerakan anak negeri tak kenal harı tanpa visi dan misi.

Selama kaki masih berpijak di bumi, di situ juga ladang amal di gali.

Selama nafasmu masih berhembus, semangat tak boleh mati. Selama nyawa masih bersanding dengan jasad upaya tidak boleh surut. Harus terus berinovasi! Kembangkan daya, upaya dan inovasi menuju improvisasi. Yakinlah... Jika mampu berimprovisasi, cita-citamu bukan mimpi.

Kamu adalah apa yang kamu perjuangkan harı ini!

Waktumu sempit, kesempatanmu sedikit. Jika suatu saat kamu merasa sempit, ingatlah kampung halaman, pulangkan pikiranmu sejenak, ingat tujuan perjuangan awal, jangan pulang jika tidak berhasil tapi pulanglah jika keberhasilanmu mampu menginspirasi.

by: Irhas El Fata

Selasa, 16 Oktober 2018

Di Balik Kata Belajar

Ketika upaya belajar menurun ada saja hal merubah kebiasaan, ada saja yang merubah fokus bahkan ada juga yang terang-terangan menghancurkan arah pandang keseriusan, begitulah alasan dibalık semua yang tampak.

Dari ketidak pastian seluruh orang terus dipaksa untuk memiliki sebuah keputusan. Dari keputusan itulah mereka biasa mengambil sikap dan tujuan arah jangka pendek dan panjang. Tidak peduli bagaimana mata memandang tidak peduli bagaimana orang-orang melihat, hanya satu ungkapan yang harus yakini, teruslah bertahan dan fokus pada tujuan yang sebenarnya.

Ada sosok penyokong dan pendukung, ada sosok pendukung sebatas pagar di depan rumah, ada juga sosok tidak hadir depan mata namun mendukung sepanjang kaki melangkah, saat ini kemana arah kakiku melangkah ku sampaikan terang-terangan padamu, aku melangkah ke arahmu, kearah yang kau tuju dan ke arah yang kau sendiri mendukungku untuk itu.

Tak mampu seutas kata terucap jika itu bukan ungkapan pelajar, tak mampu menilai jika itu bukan hasil diskusi kaum pintar terpelajar. 


Saat ini Aku dan kata belajar, Aku dan kau yang cinta belajar, aku dan kita sang pelajar, sepakat jika itu belajar dan untuk kepentingan belajar, tidak ada yang mampu menghalangi sampai kapanpun dan bagaimanapun, Karena sifat belajar tidak akan pernah berujung.

Terima kasih sang pelajar, terima kasih sang pengajar, semoga niat baikmu, upaya kerja kerasmu, semangat juangmu selalu membawamu kearah terbaik dalam hidupmu. Kamu satu tapi nilaimu 1000.