Aku dan Rasa

Mencari Ketenangan lewat suasana itu tidak abadi, sebab tenang berasal dari dalam hati. Kesendirian adalah upaya yang dicari, berlibur usaha kedua menjadi antisipasi; timbul pertanyaan apasih yang dicari? Kejernihan jiwa? kemurian niat? nilai harga diri? atau satu cita yang tak pasti?

Bahasa Sebagai Bukti Kehebatan Intelektual

Selama bahasa yang digunakan seseorang adalah bahasa dari planet bumi. Maka kau pasti bisa menguasainya.

Menulis dengan Teori Keseimbangan

Menulis adalah keseimbangan. Ialah menyatukan antara akal, bacaan dan pemahaman.

Qur'an Hamparan Lautan Ilmu

Sejauh mata memandang itulah pemandangan. Sejauh akal membaca itulah pemahaman. Sejauh otak mengingat itulah Rahmat. Qur'an bukan sekedar baik bacaannya tapi ia adalah obat; tuntunan dan pesan. Maka Cari dan Temukanlah!

Deru Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam.Itulah musik hakiki kehidupan.

Kamis, 08 November 2012

Ujian mahasiswa


........................................

Selalu ada duri di setiap tangkai mawar
Selalu ada ombak besar ketika angin pantai kencang
Selalu ada hempasan dan terpaan ketika karang bertahan di lautan
Selalu ada saja cobaan ketika tingkatan kehidupan terus menerjang

Aku di sini tidak mengerti mengapa seakan kehidupan saat ini begitu cepat berubah,
Siklus kegembiraan segera berubah dengan kesedihan, siklus kesenangan berubah kesakitan dan penyesalan.

Mungkin benar kata pepatah dahulu:
Selama manusia itu masih berpijak di bumi
Maka seluruh yang meliputinya juga pasti akan mengiringi

Selalu ada perubahan pada setiap perputaran roda waktu
Selalu ada pergantian di ujung masa pengabdian agung
Perubahan dan pergantian adalah 2 hal yang baku
..............................................

ISID [CIOS] 08 November 201212.15 WIB

Keputusan terakhir

Dalam kehidupan semuanya silih berganti. Selalu ada kesenangan dan kesedihan. 

         Senang berubah sedih berubah kembali menjadi senang. Kenangan menjadi realita kembali lagi menjadi kenangan. Ada sebuah torehan masa depan kalut pada masa peralihan; seakan benang pintal yang kusut terus di gulung dalam ketidak pastian kapan benang ini akan lurus kembali.


Keputusan harus benar-benar di ambil jika seorang individu ingin di katakan sebagai sosok yang benar-benar memiliki pendirian dan prinsip. Tapi terkadang kedua hal tersebut melemah ketika keputusan benar-benar telah di utarakan. Banyak hal yang menjadi perdebatan dan pertimbangan setelah itu. Sampai saat ini aku mengerti keputusan untuk meninggalkan adalah keputusan terpahit yang pernah aku utarakan dan I’tiqodkan.

Akhir dari pada keputusan emas seseorang itu adalah yang terbaik. Yakinilah semua yang kau ambil. Dimulai dari keputusan akan membawamu ketitik puncak keberhasilan. Mungkin orang beranggapan keputusanmu salah, mungkin orang beranggapan keputusanmu; keliru, tapi keputusan adalah keputusan. Semua itu akan terbukti rasio dan realita ke sakralannya ketika kau mampu mempertahankannya dengan argumentasi yang benar-benar kau yakini kebenarannya.

Keputusan akhir dari yang kau ambil adalah segalanya. Jangan relakan segalanya hanya demi nafsu semata. Jangan pertaruhkan semuanya jika kelak kau yang akan celaka. Usikum waiyya nafsi….

ISID.Gontor.Ponorogo
08 November 2012-11-08
11.46 WIB


Kamis, 25 Oktober 2012

Sekolah Menulis (Part 1)

Sekolah Menulis
 Bersama: “Mr. Ma’mun Affany”



       Selasa malam, 09 Oktober 2012 adalah menjadi awal pembukaan kursus sekolah menulis bersama Mr. Ma’mun Affany. Bertempat di perpustakaan CIOS awal calon peserta penulis berkumpul, dan akhirnya berkumpul kembali di tempat yang sama untuk tatap muka perdana. Dalam kesempatan kali ini peserta yang hadir berjumlah 17 orang, terdiri dari 15 orang peserta semester 1 dan 2 orang peserta semester 5. Perkumpulan tersebut berlangsung sejak pukul 20.00WIB hingga 21.00WIB tepat. “Dalam pertemuan/ pemberian materi saya usahakan tidak menyita banyak waktu. Karena sebenarnya yang di perlukan adalah latihan yang lebih banyak dan terus-menerus."  Tutur Mr. Ma’mun Affany selaku pelatih kepenulisan.

        “Bebaskan pikiran dan imajinasi kalian, jika melihat suatu benda, coba bertikir dua kali lipat dari orang biasa"  maksud yang kami tangkap dari apa yang beliau sampaikan adalah gambaran bagaimana suatu objek benda tidak langsung dikatakan bentuk aslinya. Akan tetapi lebih kepada ciri-ciri benda tersebut, bertujuan agar orang dapat mengetahui dengan detail akan benda yang di gambarkan. Satu contoh, ketika melihat nenek-nenek apa yang tergambar di benak kalian?"  Tanya beliau kepada para peserta. Dari sekian jawaban ada yang menjawab, rambutnya putih beruban, jalannya bungkuk, pandangan matanya sayu, kulitnya keriput, giginya ompong, tongkatnya menyanggah tubuh.

        Dari sekian ciri-ciri si nenek beliau menggambarkan point-point penting tersebut ke dalam sebuah kalimat aktif yang kira-kira begini: Sejenak aku tertegun ketika melihat seorang nenek berjalan melintasi jalanan, tubuhnya bungkuk, meski tongkatnya kokoh tapi tidak bisa membantunya untuk berdiri tegak seperti dulu, ditambah kulit keriput dan uban yang telah memdominasi menjadikan beliau tampak lebih tua dari perkiraanku sebelumnya." [1] Begitulah kira-kira kursus awal yang di berikan dari pada beliau. Selanjutnya peserta di suruh aktif untuk menuliskan tulisan bebas yang corak awalnya sama dengan yang  telah di sampaikan, tidak usah memakai seluruh panca indra dulu; tidak mesti harus menjelaskan bagaimana suasana yang ia rasakan, dengarkan, atau ia tangkap dari panca indranya yang laen. Jadi sebagai langkah dasar hanya cukup dengan mencoba menulis berdasarkan apa yang di dapat ketika melihat suatu objek.

       Dalam waktu 20 menit, proses latihan perdanapun usai di kerjakan. Mulai dari peserta menuliskan latihan seperti di contohkan sebelumnya, mengumpulkannya dan kemudian di koreksi  beliau. Dari setiap kertas tertulis beragam catatan khusus, salah satu catatan yang paling familiar adalah:"Kurang Fokus!! Pilih satu objek dulu.”  Hal terpenting dari latihan itu kata beliau, “Mencoba terus jangan takut salah. Pertemuan selanjutnya akan kita adakan, jika tulisan kalian untuk sesi pertama ini sudah mencapai batas yang bisa di bilang cukup. Dan hasil nilainya itu akan kalian lihat setiap setelah isya’setelah  setiap paginya kalian mengumpulkan tulisan di tempat yang telah di sediakan secara berkala dan tepat waktu. Latihan akan terus berlanjut hingga nilai perindividunya mendapatkan 9.

Sebelum akhir dari pada pertemuan. Beliau mengevaluasi bahwa:

       “Dari hasil latihan perdana tadi, perlu di ketahui bahwa membedakan bentuk fisik, sifat dan sikap dari satu objek itu perlu, berimajinasilah yang sebanyak-banyaknya, luas tanpa batas karena imajinasi adalah satu modal utama menjadikan tulisan kalian memiliki rasa dan isi sehingga dapat menarik pembaca, karena jika tidak tulisan terasa hambar.”

      “Dalam menggambarkan suasana/objek jangan berpindah ke objek yang lain sebelum hal itu benar-benar tergambar dengan detail dan jelas”
  
       “Pertanyaannya mengapa terkadang orang menulis itu tidak focus? Dan kekurangan bahan?"
(sejenak tampak suasana berfikir para peserta untuk menjawab soal beliau, tapi pada akhirnya beliau sendirilah yang menjawab pertanyaannya tadi) karena hasil imajinasi kita yang sedikit dan proses kepekaan untuk menangkap beragam macam hal di luar dari pada pikiran orang biasa;  itu yang masih minim."

Akhir kata sebagai penutup beliau berpesan:

       “Kalau ada orang lain mengajarkan fiksi dengan cara yang berbeda dari cara ini. Saya katakan  bahwa yang demikian itu juga benar. Sebab, setiap orang memiliki metode masing-masing dalam proses kepenulisannya.”

       Demikian yang bisa kami tulis dalam perjumpaan perdana kali ini. Adapun catatan kedua akan menyusul pada perjumpaan selanjutnya.








[1] Di karenakan tidak sempat menulis kalimat yang langsung dirangkai beliau. Jadi kami mencoba merangkai ulang point-point tersebut semirip tulisan beliau semampu yang kami ingat. Semoga tidak menghilangkan esensi dari pada tujuan kepenulisannya.

Farewell Party (obsession on stage) angkatan 2012 (Part 2)



 Pagi di wisuda, malamnya tasyakkuran. Bukan hal yang asing akan tetapi itulah tradisi yang harus tetap di jaga oleh setiap alumni pondok dimanapun pondok tersebut berada, tidak terkecuali dengan kampus ISID yang insya Allah kedepannya dapat berubah nama menjadi Darussalam University. Aamiin….        

     Pada kesempatan emas tersebut sedikit petikan kata yang bisa kami tangkap dari ust. Amal Fathullah dan Ust. Hamid Fahmi yang kami usahakan menuliskannya kembali dalam rangkuman kata-perkata hingga menjadi seperti ini:


       “Kami benar-benar sangat bangga dan bahagia melihat anak-anak kami sekalian. Semakin hari wisudawan/wati semakin bertambah, tidak sekedar kuantitas akan tetapi kualitas itu yang lebih utama, dan mohon do’akan agar kami dapat merealisasikan ISID menuju Darussalam University dalam waktu dekat ini. Terakhir,……. Benar-benar kami harapkan agar anak-anak kami dapat sungguh-sungguh dan mampu memanfaatkan ilmunya di masyarakat nanti dengan baik.” Ust. Dr. Amal Fathullah Zarkasy (PUREK IV)

Sambutan dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M.A, M.Phil
       Selain itu Ust. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A, M.Phil (Purek III) juga menambahkan sambutan dengan menyampaikan  beberapa pesan-pesan penting beliau:

       “Prodi kita tidak boleh bernama pemikiran, jadinya bernama ilmu aqidah, dan di dalam ilmu aqidah pasti selalu ada pemikiran, maka dari prodi aqidah ini lah yang kelak menjadi embrio yang akan mengislamisasikan ilmu pengetahuan di semua prodi yang akan kita bina nantinya.”

       “Selain mengajarkan bagaimana cara menulis dan berdiskusi. Di ISID kita juga mengajarkan bagaimana agar tidak hanya  berfikir baik, tapi juga berfikir yang benar. Tidak sekedar menulis, tapi bagaimana menulis yang berkualitas. Tidak hanya berbicara yang sopan tapi juga berbicara yang memiliki tujuan.”

       “Dan satu lagi, di sini kita mengharapkan Anda semua bersemangat untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Banyak undangan yang telah terkirim untuk kita, diantaranya adalah USIM, UNISDA Brunnai, dan masih banyak kampus2 yang lainnya. Anda yang bisa mendapatkan toefel 550, maka brunai akan memberikan beasiswa yang sangat besar buat anda, sebesar 5 juta perbulannya. Bagi brunai jumlah nominal yang demikian amat sangat kecil.”

      “Dimanapun Anda berada,  kami berharap kalian mengatahui kedatangan kami, kami bukan ingin di hormati, bukan. Tapi yang kami inginkan; kami ingin mengetahui tempat Anda, dan apa yang Anda lakukan di sana. Agar kami tahu alumni kami telah tersebar dimana saja dan yang terpenting dari ini semua. ‘silaturrahmi’ itu yang kami inginkan."


       “Kita betul-betul membuat program yang serius selama 24 jam dan akan menghasilkan orang-orang yang betul-betul tangguh dalam memperjuangkan islam dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan bahasa.”

       Berikutlah wejangan kata beliau, tidak sebagai kata sepintas lalu tapi lebih kepada apa dan kepada siapa kata-kata yang beliau berikan dan do’akan.

Acara wisuda usai. Usailah ukiran satu sejarah baru. Sebuah Institut yang berhasil mencetak sekian  ratus alumni strata 1 nya dan sekian belas alumni pasca sarjananya.
Persembahan dari sesepuh Tim Ilustrasi ISID

Wisudawan Siman Koor lagu Mars ISID Siman
       Selamat kami ucapkan kepada kakak-kakak wisudawan tahun ini semoga semangat antum dan juga keberhasilan antum saat ini dapat berevolusi menjadi beribu keberhasilan lainnya yang lebih besar dan lebih mencusuar gaungnya lagi…. Amiin.

Rabu, 10 Oktober 2012

Kakak-kakak kami Wisudawan/wati 2012 (part 1)



Wisudawan ISID 2012
       Lama waktu terus melaju, berjalan cepat mengitari seantero perkumpulan, bukan menjemukan ataupun melelahkan tapi benar-benar mengasyikkan dan meggembirakan. bayangan-bayangan diri berdiri seperti merekapun mulai terbayang, semangat wisuda juga terus terangan- agan yang insya Allah tidak jadi sekedar angan tapi juga menjadi kenyataan yang di sepakati dengan segenap kekuatan akal, pikiran dan badan dengan satu kunci utama; “keistiqomahan dan keyakinan."

       Tidak muluk-muluk kami berharap sebagai adikmu, kami hanya ingin bisa mengikuti jejak langkahmu kakak, jujur tanpa ada yang kami sembunyikan. Kami benar-benar bangga padamu, kami benar-benar sangat salut dengan perjuanganmu, tanpa antum-antum sekalian. Kami tidak akan bisa benar-benar berdiri tegak menatap masa depan seperti sekarang ini pastinya.

Senam Peserta Opspek 2010
       Terbayang hari-harimu dahulu, dulu……. ketika kami pertama sekali menginjakkan kaki di bumi ISID tercinta, antumlah yang mengingatkan kami tentang arti sebuah perjuangan, manfaat serta rahasia yang harus kita rauk dan gali lebih dalam lagi dari kampus pondok asrama yang kita tempatin sekarang ini.
Dari antum-antum juga kami mengenal booking card, sebuah relaksasi gerak yang kami tunjukkan dalam lari kencang tiada henti, yang terkadang keluh-kesah selalu mengiringi derap langkah kaki kami, dengan susah payah kami maksimalkan tenaga untuk menuju tempat yang kau tentukan; tidak lain adalah sebagai mediasi agar kami benar-benar bergerak dan berlari menuju satu tujuan utama bukan sekedar berjalan apalagi mengesot tanpa tenang. Maka kali ini dengan ikrar semangat yang terlancur menguasai diri, bersiap untuk menyuarakan satu teriakan keras bersama “kami akan menyusul kalian kakak, lihatlah kami 2 tahun lagi."

       kami juga akan berlari bahkan melaju lebih kencang lagi untuk mengukir sebuah asa yang telah tergambarkan ‘fi azhaaninaa wa afkaarinaa’ dengan harapan yang terus terpatri, kami juga akan menunjukkan kepadamu kisah kejayaan dan keberhasilan kami. Jika sekarang kami memajang foto antum. Do’akan kami agar foto-foto itu berganti dengan foto-foto kami diangkatan kami 2014 kelak, Aamiin.

Calon Wisudawan 2014 Insya Allah,...... AMIIIIN.........

       “Tahan sayyid….., Gak paham-paham,” sebuah yel-yel yang tak kan terlupakan darimu untuk kami yang masih kami ingat jelas kata-perkatanya, dan kini kami lanjutkan estafetmu dengan sedikit merubah redaksi “BONGKAR SAYYID”  dan semoga yel-yel ini dapat terus dilanjutkan ke generasi penerus kita sayyid….. Amiin..






Sabtu, 29 September 2012

Merasa bersalah adalah satu langkah lebih maju.


Teman-teman Publikasi Kampus ISID SIMAN
Berawal dari perkumpulanku dengan teman-teman redaksi publikasi yang berdomisili di kampus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) SIMAN-PONOROGO; dalam pertemuan awal selepas pembukaan tahun ajaran baru ini kami bermaksud ingin membicarakan lebih lanjut tentang proker-proker ke depan. Sebagaimana kumpul-kumpul sebelumnya. Tapi malam ini terlihat ada satu hal yang aneh sehingga akupun berusaha mengingat-ngingat kembali ungkapan gamlang dari seorang teman yang juga kakakan kelasku yaitu Mr. Halim. Bukan karena ingin dilaporkan sebagaimana halnya wartawan mengejar berita membuat aku benar-benar bait demi bait perkataanya. Melainkan hanya ingin mendokumentasikan hasil perkumpulan dalam bentuk tulisan yang bisa di share bersama. (Dengan sedikit meninggikan intonasi suara beliau mengatakan:


Begitu ada kesepakatan untuk mengadakan acara, jangan tunggu-tunggu sampai esok. Ada konsep acara langsung lakukan.

Semakin lama kita mengambil keputusan/ berfikir, itu otaknya juga semakin lamban juga.

Kalau mau cepat, kita harus jalan cepat dari sekarang

Merasa bersalah adalah satu langkah lebih maju.

Selepas berakhir perkumpulan tersebut Mr. Halim mengajakku berdialog santai, dengan gorengan tersaji yang tak tersentuh dari tadi mulai kami nikmati kelezatannya dilidah satu demi satu. Dengan santai perbincangan yang menarikpun mulai mengalir diantara kami, sampai akhirnya  beliau pun menceritakan sebab awal mengapa beliau begitu marah di saat perkumpulan tadi.

“Wan dulu ketika ana kumpul seperti ini, untuk membuat buku kecil sebesar note book biasa aja, sampai ‘jidal kalam’ (berlaga argumen) antar teman. Ana dengan alasan agar cetakan bukunya benar-benar komplit meminta agar percetakan buku tersebut di undur 3 hari lagi, bayangkan hanya 3 hari loo,…. Tapi teman ana gak mau,  tetap teman ana bersikeras untuk mencetak buku tersebut. Akhir kata tercetaklah buku tersebut dan memasuki masa penjualan ternyata buku-bukunya laris terjual, penjualan surplus, buku-bukunya terjual dengan amat sangat memuaskan.


       Sejak saat itu ana mengambil keputusan bahwa ternyata “Berfikir Cepat dan Bergerak Cepat Itu Perlu”, tanpa di minta untuk mengaku bersalah ana juga telah merasa bersalah yang harus ente ketahui; merasa bersalah adalah satu langkah lebih maju wan” dan satu lagi wan, dengan jari jemari mulai menggenggam stik PS, dia pun berujar;“hal yang paling enak dalam hidup adalah menyimpulkan segala sesuatu sesuka kita”.

Senin, 25 Juni 2012

Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik


Disusun untuk memenuhi tugas pada materi Komunikasi Dakwah
yang diampu oleh As-Sayyid Ust. H Ahmad Suharto, S.Ag

(Oleh: Irwan Haryono S (31.2.2.8353)
Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam [ISID] Siman. Fakultas: Ushuluddin. Prodi: Aqidah Filsafat / 4



بســـم اللــه الرحمـــن االرحيـــــم
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه 
وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد 
     
      Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini, saya ingin meyampaikan tentang apa yang saya ketahui bertujuan saling berbagi bersama dan semoga menjadi berkah adanya.

       Adapun materi dakwah yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah: “Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik” suatu bukti nyata kehidupan yang saya dapatkan ketika ingin menuliskan hal ini, suatu ketika pernah saya mengalami kehidupan galau sepanjang hari dan bahkan kegalauan ini bertahan berhari-hari sampai terkumpul menjadi seminggu, beriringan dengan kegalauan ini ada sebuah sms pendek masuk ke inbox HP saya, bunyinya demikian: “ketika Anda merasa benar-benar jauh dari amalan hati, sehingga menghitamkan hati dan juga melalaikan diri Anda. Maka lakukanlah 4 hal; yang pertama, perbanyaklah dzikir, yang kedua shalatlah anda tepat pada waktunya, ketiga memintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda dan yang terakhir kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah ditengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam” satu sms yang sangat indah menurutku, sangat sesuai  dengan situasi diri yang memang sedang benar-benar membutuhkannya.

      Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas tentang sms diatas dalam pandangan Islam yang saya tahu,

      Pertama: Perbanyaklah Berdzikir.

      Selaku seorang hamba maka sudah sepantasnya dan seharusnya berdzikir menjadi sebuah amalan yang benar-benar harus kita hadiahkan kepada sang pemilik Arsy al’Aziim Allah SWT, dalam berdzikir kita menghadirkan suasana hening yang benar-benar mendukung kita untuk dapat bermuhasabah tentang kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu. Sambil bermuhasabah kita terus mengucapkan “Kalimah Tayyibah" karena dengan berdzikir ini jugalah hati kita bisa menjadi tenang  dan tentram.

(الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) (الرعد:28)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka mejadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Surah: Ar-Ra’d[13]: 28)

      Kedua: Shalatlah Anda tepat pada waktunya

      Dalam pengklasifikasian waktu, sebenarnya umat muslim amat sangat dimudahkan dengan adanya shalat 5 waktu yang bermula pada waktunya masing-masing. Dalam hal kesehatan juga sering diungkapkan dalam beberapa workshop dan seminar-seminar bahwa; jika kita shalat pada waktunya dapat memperlancar sirkulasi metabolisme tubuh, sehingga menghadirkan rasa fresh pada  jasmani dan rohani kita, dan jika kita telisik ulang shalat ini sudah semestinya menjadi hal pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan siapapun dan dengan apapun sebab ini sudah menjadi harga mati yang tidak bisa di nego lagi. Shalat itu adalah tiang agama, mengokohkan iman dan menjebatani rahmat dari Allah SWT sebab shalat juga “Tanha ‘anil fahsya i walmunkar” menjaga dari perbutan keji dan mungkiar. Dalam hal ini saya pernah membaca sebuah catatan dari blog ini : http://fiesh.blogspot.com/2010/08/hikmah-sholat-tepat-waktu.html yang didalamnya menceritakan tentang sebuah kisah nyata, serta lebih mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita meletakkan dan memposisikan shalat itu seharusnya. Berikut kisahnya:


Jumat lalu, ketika saya menghadiri jumatan di masjid kampus UGM, ada sebuah cerita simple tapi nyata yang sedikit menarik untuk diceritakan kembali. ceritanya begini:
Pada suatu masa ada seorang sarjana yang sudah dua tahun mencari kerja. karena tidak dapat kerja akhirnya dia menemui seorang ustadz. Dia meminta bantuan ustadz tersebut agar cepat dapat kerja.  Sang ustadz lalu bertanya, bukan lulusan universitas mana, atau jurusan mana dia kuliah dahulu, tapi sang ustadz bertanya  "Bagaimanakah shalatmu?". Jujur saja sang sarjana berkata bahwa ia shalat hanya sekedarnya saja, belum bagus-bagus amat.  lalu sang ustadz meminta waktu sejenak.  Setelah itu sang ustadz keluar dari kamarnya dengan membawa sepucuk surat.  Beliau berkata kepada sarjana tersebut "Perbaikilah shalatmu, lalu jangan buka surat  ini sebelum kamu sampai di rumah ".

Dengan tergesa-gesa sarjana ini langsung menuju rumahnya dan membuka surat tersebut dan membaca isinya. Surat tersebut berisi:

“Hai sarjana, perbaikilah shalatmu. Shalatlah di awal waktu, dan jangan melakukannya kecuali engkau lakukan di masjid, lalu jangan engkau lakukan di masjid kecuali dengan berjamaah, dan jangan engkau lakukan kecuali engkau mendapat takbiratul ihram pertama, kemudian jangan melakukan rangkaian tersebut kecuali engkau awali dan akhiri dengan shalat sunnah. kemudian lakukan rangkaian ini selama tujuh hari kemudian temui saya.

Nb: Jika Anda sudah membaca surat ini tetapi tidak melakukannya maka akan saya sumpahi anda melarat seumur hidup!”

Karena takut akan sumpah sang ustadz, maka sarjana ini langsung melakukan saran yang ditulis di dalam surat tersebut. namun baru dua hari sarjana ini sudah kembali menemui sang ustadz.  Sang ustadz merasa terheran-heran bukankah saya suruh tujuh hari baru kembali? Batinnya. Kemudian sang ustadz bertanya "kenapa engkau sudah kembali?" Sang sarjana menjawab sambil menangis "Ternyata Allah baik sekali wahai ustadz, saya baru melakukannya dua hari, Allah telah memberi saya pekerjaan" 

Demikianlah kisah yang saya dapat dari khatib jumat lalu, ini merupakan pelajaran yang sangat baik bagi kaum muslimin untuk kembali menertibkan shalatnya.  dan juga ini merupakan kisah yang inspiratif bagi para pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan.  cobalah saran kisah di atas, dan rasakan manfaatnya

      Ketiga: Mintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda.

    Siapa yang tahu hati orang? Siapa yang bisa membaca hati orang  jika si pemilik hati tidak mengungkapkan hatinya sendiri pada orang lain. Dalam sebuah lirik lagu yang sangat familiar berbunyi seperti ini; “pagi beriman siang lupa lagi, sore beriman malam amnesia” menggambarkan sebuah hati yang selalu susah ditebak, bahasa yang sering di gunakan adalah mengatakan bahwa “al-Imanu yazdad wa yangkus” iman selalu bertambah dan berkurang. Inginnya apa dan bagaimana nantinya, tiada yang tahu.

        Maka dalam misteri hati yang selalu terbolak balik tersebut amat sangat dibutuhkan kekonsistenan kita untuk selalu berdo’a dan meminta kepada Allah agar selalu di rahmatin dengan Hidayah-Nya, dan di tolong dengan i’nayah-Nya. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

      keempat: kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah di tengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam.

      Do’a yang dipanjatkan pada waktu malam, Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Sebab waktu tersebut merupakan waktu yang istimewa. Waktu sepertiga malam  merupakan waktu di mana kondisi hati manusia pada posisi tenang, bersih dan suci serta terhindar dari pikiran kotor yang berhubungan dengan urusan keduniaan. Oleh karena itu waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk bermunajat kepada Allah. Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

       Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kami Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi akan turun pada tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman: barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya Aku kabulkan padanya dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka ia akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari).

# الحمد لله رب العالمين #

Rabu, 20 Juni 2012

Misykat Menghilangkan kesabaranku.

“Ketika aku membaca Dualisme, rasanya sampai disini hilang kesabaranku untuk bersabar memiliki buku ini”


     Awalnya aku membaca buku misykat ini dengan meminjam dari perpustakaan Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), setiap ada kata-kata yang penting, aku selalu menuliskannya kembali ke dalam buku catatan yang telah ku sediakan. Setiap kali ada kalimat yang mengusik daya nalarku langsung ku tulis tanpa menunggu jeda untuk membaca kalimat sesudahnya, keseriusanku serasa terjun bak air terjun yang melompat bebas menyelusup pada titik poros air yang berpusara.

      Terkadang ingin rasanya jari ini mencoret atau sekedar menggarisinya dengan pensil. Tapi selalu saja ku urungkan. Dengan sangat terpaksa kembali aku bersabar sambil tetap  menulis kata-kata yang kuanggap penting. Semakin lama aku bersabar, rasanya andrenalin di otakkupun semakin kuat menyusun suatu ikatan yang terus bercabang, menyuarakan dan terus berkampanye pada ruang bawah sadarku. Sampai kapankah kau harus tetap seperti ini? Membaca sambil terganggu, (terpaksa berhenti di tengah-tengah kenyamanan membaca), padahal  arus baca militan ini sangat jarang kaudapatkan? (Suara tanya itupun semakin kuat, kuat dan kuat melengking di gendang telingaku.)

      “Untuk kali ini TIDAAAAAAAAAAAAk”, jarit logikaku bebas dari kungkungan. Teriakan animo baca yang meledak-meletup akhirnya berhasil menaklukkan sang kesabaran dari prinsipnya, terpaksa mengalah setelah melihat kesungguhan yang menggebu-gebu dari sang semangat. Pendek kata, sang-kesabaranpun memberi kesempatan kepada hasrat untuk membeli buku ini, itupun setelah sekian lama mampu bertahan dalam kesabaran. :)

      Sebuah buku segar berjudul Misykat yang di tulis oleh: As-Sayyid Dr. Hamid Fahmy Zarkayi M.A, M.Phil.  berisi tentang pengantar terhadap beberapa pemikiran yang sedang gencar-gencarnya merebak saat ini, sekaligus beberapa kritikannya. Dalam louncing pertama di Hall Gedung Robithah Gontor 1, beliau sempat bertutur: "Do'akan semoga buku Misykat yang kedua segera menyusul dimana nanti kita tidak akan berbicara tentang kritik-mengkritiki, akan tetapi lebih kepada solusi." 

sekilas menulis kembali beberapa testimoni yang tertulis di 'cover'  buku misykat ini: 

      "Spektakuler! Kolom Misykat Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi di Jurnal Islamia Republika selama 3 tahun (2009-2012) menjadi kolom yang paling banyak di baca orang. Berciri khas: lugas, cerdas dan bernas. Buku kumpulan Misykat ini membuktikan, Dr. Hamid saat ini merupakan salah satu dari sederet kolumnis terbaik di Indonesia. Selamat membaca!"(testimoni dari Dr. Adian Husaini, selaku Ketua Program Studi Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldung. Bogor)

      Selain itu, Dr. Syamsuddin Arif (Dosen International Islamic University Malaysia) juga berkomentar : "Paduan dari nalar yang tajam dengan ketulusan hati dan tutur yang jernih telah membuat buku ini bernas dan 'gurih'. Bon Lecture!"
                                                                                                 
 ISID Siman, 24/02/2012
                                                                                                                          10.20 WIB

Debat Antar Kampus Cabang


Debat Tiga Bahasa
Membuka Cakrawala Ilmu dan Bahasa
Oleh:Irwan Haryono S (Mahasiswa ISID GONTOR Siman)


Bismillahirrohmanirrohim.....
Kamis - jum’at 31-1/06, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) siman terlihat ramai dengan suasana benner yang tertempel di setiap sudut kampus, salah satunya tepat di depan gapura terpampang tulisan “Debat Interaktif Tiga Bahasa Institut Studi Islam Darussalam Gontor, bertema: Membuka Cakrawa Dengan Ilmu dan Bahasa.”  Itulah nama acara sekaligus tema yang mengantarkan suasanan pada hari kamis dan jum’a terlihat begitu ramai dan meriah. Dalam pertandingan debat tersebut, ISID Siman, dimana notabene menjadi kampus pusat, turut mengundang; seluruh mahasiswa kampus ISID diseluruh cabang dari jawa timur hingga jawa tengah. Mencakup kampus ISID Robithoh (mlarak), kampus ISID Gontor Putra 3(Kediri),  Kampus ISID Gontor Putra 6 (Magelang), kampus ISID Gontor Putri 1 (Ngawi), kampus ISID Gontor Putri 2 (Ngawi), dan kampus ISID Gontor Putri 3(karangbanyu), semuanya hadir dengan membawa kontingen masing-masing, terdiri dari 3 regu; bahasa Inggri, Arab dan Indonesia dengan kuota setiap regu 3 orang. 
Pembagian hadiah yang diberikan
oleh ust. Badrun Shahir kepada para finalis debat

                Acara debat kali ini adalah sebuah refleksi aktif melihat animo mahasiswa/i ISID pada lomba debat Olimpiade Ekonomi Syariah akhir bulan April kemarin, sehingga untuk menyikapi hal ini diadakanlah acara debat interaktif dalam skala yang lebih luas lagi, sampai mengundang seluruh kampus ISID cabang dengan tidak dibatasi kategori fakultas dan semester. Acara debat yang di buka oleh Al-Ustadz  Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil. kamis sore tersebut dibagi menjadi empat babak, yaitu; babak penyisihan 1, semi final, hingga berakhir di final. Dalam perjalanan singkat selama 2 hari; maka keluarlah hasil pemenang lomba debat. Tersebut denga Bahasa Indonesia: Juara 1 dari kampus Pusat Siman, juara 2 dari kampus putra gontor 6. Bahasa Inggris:  Juara 1 dari kampus Robithoh, juara 2 dari kampus gontor putri 1. Bahasa Arab:  Juara 1 dari kampus gontor putri 1 dan juara 2 dari kampus gontor putra 3.

Anggota ISID SIMAN el ANDCIS berpose bersama bapak2 Dosen tercinta
Peserta delegasi kampus Gontor 3 Kediri (Daarul Ma'rifat)
“ Acara debat kali ini adalah acara yang benar-benar sangat amazing, fantastik, bombastik and very spekta-spektakuler” tutur Rusdi rasyid (Mahasiswa Gontor 6) dalam menyampaikan kesan dan pesannya.

Selain itu,  Sulthon Assyam Karimoh Al-Masyhida, juga berkomentar: “Acara yang sangat luar biasa, seharusnya acara seperti ini diadakan dan dilaksanakan setiap tahunnya, bagi orang seperti saya, seperti kami yang dari  kediri Gontor 3 Darul Ma’rifat, mahasiswa sekaligus harus menjadi guru, setiap pagi hingga pagi lagi kami di tuntut untuk trus memberi  dan memberi. Padahal disisi lain kami mengakui bahwa untuk memberi kami perlu masukan yang akan terus memberikan nilai kepada pemberian-pemberian kami, dan masukan-masukan seperti ini sangat jarang kami rasakan, acara seperti ini bisa menjadi pelarian kami, yang paling penting bukan sekedar input ilmi akan tetapi input motifasi dan inspirasi kami.”

Delegasi dari kampus Mantingan Putri dalam menghadiri undangan debat
Selain itu Ziana Nur Hida, salah seorang peserta debat dari Kampus ISID Gontor Putri 1, juga berkomentar: TIDAK MUDAH MELANGKAHKAN KAKI KELUAR DARI PONDOK PUTRI MENUJU KE SINI, perjuangan dan kesulitan yang kami temukan tidak lah seberapa, akhirnya dengan kehendak Allahlah kami benar-benar bisa menginjakkan kaki disini. Suatu acara yang sangat spektakuler dengan melibatkan seluruh fakultas: Syari’ah, Ushuluddin dan Tarbiyah, menandakan bahwasannya kita satu, hal ini juga salah satu dari pemersatu dari pada tujuan mahasiswa/i ISID. Dengan melihat karakteristik dari mahasiswa dan mahasiswi ISID, saya optimis bahwa mahasiswa dan mahasiswi ISID, terlahir untuk melewati beberapa tingkatan yang kelak insya Allah pasti bakal sukses. marilah saling mendo’kan untuk terus sukses dan berprestasi lii’lai kalimatillah ALLAHU AKBAR”


Di penghujung acara setelah pembagian hadiah  al-Ustadz Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.M.Phil. (PUREK III), berdiri diatas podium ditengah-tengah para hadirin untuk memberikan sambutan sekaligus menutup acara tersebut, dengan kata-kata: “Ada masukan dari peserta debat agar menjadikan ini kegiatan tahunan, kalau perlu kegiatan ini kita adakan setiap semester. Ini merupakan satu latihan kepemimpinan juga termasuk latihan bagaimana Anda menjual ide, ide itu akan dapat di terima jika Anda memiliki argumentasi yang kuat. Dan yang namanya ide, sangat luar biasa luasnya, sekarang ini diatas(Hall Wisma lt.2) lagi perang ide, bicara undang-undang kita bicara undang-undang, bicara pasal-pasal kita bicara pasal-pasal. Kemudian dalam soal bisnis, kalau nanti ada yang mau berkecimpung di dunia bisnis meyakinkan klien supaya dia membeli produk Anda ataupun berinfestasi itu pakai argumen.  Argumentasi yang bagus, tidak emosional, bisa di terima, apalagi di tambah do’a, hah itu pasti berhasil.

 Ini zamannya adalah zaman berargumentasi. Adab itu adalah ilmu. Makanya, peradaban itu dari kata-kata ‘manduba’, manduba itu adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah ilmu, jadi sebenarnya kata peradaban itu berasal dari kata-kata adab. Kalau bicara adab, adab bukan hanya akhlak, jadi manusia tidak beradab itu manusia Jahiliyyah; manusia yang tidak memiliki ilmu pengetahuan, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang beradab, tidak mungkin orang tahu berprilaku baik dan buruk kecuali dia memiliki ilmu. Prilaku baik dan buruk itu berkaitan dengan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an. Perintah Al-Qur’an itu bukan satu, puluhan, ratusan, dan diantara perintah yang satu dengan yang lainnya tidak boleh bertentanga. Kalau Anda sudah bisa melaksanakan semua perintah ini sesuai dengan fitrah Anda, Anda mencapai dengan apa yang dinamakan hikmat. Anda menjadi orang yang beradab. Jadi orang yang beradab itu orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itu bisa meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Segala sesuatu itu bukan benda, bukan gelas diatas meja, tetapi konsep pada tempatnya. Meletakkan konsep pada tempatnya itu namanya adil, orang yang adil itu kebalikan dari orang yang dzalim, orang yang dzalim adalah orang yang meletakkan sesuatu perbuatan yang tidak layak bagi seorang mu’min, muslim kepada dirinya. Maka orang yang berbuat maksiat itu adalah orang yang ‘zolimun linafsihi’ (zolim terhadap diri sendiri) karena meletakkan sesuatu pada hati yang suci ‘wanafsun wama sawwahaa’ (betapa indahnya jiwa manusia itu kami ciptakan kok tiba-tiba dimasuki oleh jiwa syaitoniyyah, hayawaniyyah, itu namanya zolim. zolim itu tidak adil, sama juga jika Anda meletakkan duit orang lain pada kantong Anda, namanya  mencuri. Mencuri itu bukan hanya zolim kepada orang lain tapi juga zolim terhadap diri Anda sendiri, itu KONSEPnya.) 

 Saat ini dunia benar-benar sangat membutuhkan orang-orang yang dapat menguatkan idenya dengan argumentasi-argumentasi yang kuat. sebab bagus pun ide Anda jika Anda tidak mampu mempertahakannya dan menjelaskannya dengan argumentasi yang kuat itu akan percuma. Tidak akan di terima, bahkan cenderung sering kecewa. Ada beberapa trik yang bisa Anda pakai: untuk dapat menguatkan argumen anda yang pertama Anda harus PD terlebih dahulu, banyak orang pinter, banyak orang cerdas yang nilainya diatas rata-rata tapi tidak menonjol, begitu banyak orang yang pintar tapi tidak berani berbicara. Maka, percaya diri itu perlu. Kedua, perbanyaklah membaca. Sebab,  lewat membaca tanpa Anda sadari anda menyerap  argumentasi-argumentasi  yang tertulis di dalamnya yang kelak menjadi perbendaharaan di memori Anda tanpa sedikitpun disadari. Kembali lagi saya tekankan, argumentasi itu sangat penting; bagaimanapun ceritanya dan  apapun yang ingin Anda lakukan, walaupun itu bernilai baik, jika Anda tidak mampu mempertahankan dengan argumentasi yang kuat maka sangat besar kemungkinan ide, pesan dan masukan Anda akan di tolak. Maka dari itu tidak bosan-bosannya saya mengingatkan. Bahwa  Anda semua sebagai mahasiswa; hidupkanlah tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis. Ini adalah 3 komponen dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Anda tidak mungkin bisa menulis tanpa banyak membaca, tidak dapat berdiskusi tanpa ada bahan bacaan. Dan setelah anda paham serta menguasai pokok bahasan jika Anda tidak menuliskannya berarti sama saja dengan menyembunyikan ilmu untuk dikonsumsi diri sendiri.” Berikut sekelumit sambutan dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A. M.Phil yang berhasil kami tangkap, dengan barakhirnya sambutan tersebut berakhirlah acara Debat Interaktif Tiga Bahasa di kampus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) tersebut.

Jumat, 25 Mei 2012

Masih bolehkah aku berbicara tentang CINTA?


      Semua teman-teman yang membaca catatan ini.  Maaf jika isinya tidak sesuai dengan makna cinta  yang sebenarnya, maaf juga ku daratkan kepada siapa saja yang berpengalaman penuh dalam lika-liku kehidupan sarat penuh percintaan jika ternyata  catatanku bertentangan dengan Anda.
     Dari sebuah pertanyaan sederhana teman ke padaku. “Seberapa besar dampak positif bagi  seorang pria/wanita yang di motivasi oleh sosok yang ia sayangi? Dan juga, pada usia seperti ini (masa kuliah) mana yang lebih baik antara berteman atau ada hubungan?

     Ditanya seperti ini spontan aku bingung,  terpaku dalam kebisuan ingin menjawab atau hanya ku anggap angin lalu.‘walau berhembus tapi tak terlihat bekasnya.’

Perlahan aku berusaha mencari jalan keluar dan kini aku mendapatkannya.


                                                            *************************

Dalam guratan tinta yang kemudian ku tulis lewat tarian keybord ini. Aku menangkap bahwa makna superior dari cinta adalah kumpulan dari 3 komponen  yang sangat mendasar, yaitu: keikhlasan, kepercayaan dan ketulusan.
Timbul pertanyaan besar, mengapa aku lancang mengatakan demikian????

     Pertama; keikhlasan. Dalam banyak kisah singkat aku pernah mendapatkan intisari dari kata ikhlas tersebut, berawal dari rasa ikhlas tak terhitung berapa banyak kisah cinta tercipta, berawal dari ikhlas juga tak terdata berapa tinta yang telah di bukukan, melalui keikhlasan juga sudah tak terhitung berapa teman biasa berubah menjadi teman sepanjang hidup.
     Semua bermuara pada keikhlasan. Sampai pada titik dimana keikhlasan terpahit yang harus dirasakan; meninggalkan sosok dambaan hati hanya karena keikhlasan melihat dia senang tanpa melihat perasaan sendiri yang terus merundung pilu, itulah makna keikhlasan dalam cinta yang ku tahu.

     Kedua, kepercayaan. Suatu kehormatan jikalau keindahan tiada berujung mana kala kepercayaan ini bersemayam biru dalam rindu dan keharuan, dalam ramai dan kesendirian,  dalam dekat maupun jauh bersebrang pandang untuk memandang.

     Kepercayaan mungkin begitu muda untuk diucapkan, terlalu ringan untuk diobrolkan dan bahkan terlalu renyah untuk  sekedar dihabiskan dalam perbincangan. Tapi kepercayaan yang terjaga, kepercayaan yang begitu erat di dekap dalam dada, hati bahkan melewati jiwa dan raga adalah upaya terbesar untuk mempertahankannya.

Mungkin tak terhitung bagaimana mudahnya orang mendapatkan cinta, tapi adakah mereka setia untuk menjaga cinta?  bukan suatu yang baru jika sedekit menangis karena cinta, 5 detik kemudian terbahak-bahak karena cinta yang kedua muncul sebagai pelipur lara. Tapi apakah begitu wujud dari kepercayaan yang sebenarnya?

     Selalu ada antipati ketika dalam sedih! Selalu ada pelarian lain ketika sedang bertengkar! Bahkan…………. (mudah-mudahan jauh dari harapan), jika menjadikan cinta seolah tambang emas untuk mengkais materi kehidupan.

      Yang ketiga; ketulusan.
Aku belum mengetaui pasti tentang ini, tapi aku mendapatkan penjelasan yang begitu apik dan mendalam terkait bagaimana indahnya cinta didasari dengan ketulusan tanpa harap materi, ketulusan tanpa harap berbalas kasih, ketulusan  tanpa harus bersambut gayung, tanpa harus berbalas senyum, bahkan terlebih teguran manis imbas dari sapaan.
     Makna cinta dalam ketulusan ini tidak ada daya upaya  untuk dapat menuliskannya panjang lebar lagi, karena terlalu indah jika hanya tertulis dalam coretan tinta yang terbatas setiap sisi ujung kertas. Terlalu ringkas jika ingin di ungkapkan dalam satu, dua, tiga paragraph tulisan saja.


     Tiada maksudku untuk menggantung arti makna yang satu ini, sebab maknanya, melebihi dalamnya hidupku yang baru menginjak ke 20 dari asam garam kehidupan di dunia ini.

   Dalam semangat untuk berbagi aku rasa tiada salahnya jika teman-teman meluangkan sedikit waktu untuk bisa membaca sebuah novel menarik berkisah tentang ketulusan cinta insan sejoli; dalam keadaan berbeda kasta, hal, kehidupan, pendidikan, pengalaman, tak sengaja terlilit guratan cinta, yang akhirnya berbalas berjuta hadiah kehidupan dari sudut yang tida di sangka-sangka. Berjudul “29 Juz Harga seorang wanita” karya Bang. Ma’mun Affany(penulis novel kehormatan di balik kerudung).



     Kembali aku titipkan sebuah kata CINTA kepada sang pemilik cinta, aku tak tahu apakah pandanganku menyimpang atau bahkan keluar dari koridor makna cinta yang sesungguhnya, tapi berikutlah yang ku tahu tentang Cinta,  itu juga kalau diriku masih di perkenankan untuk berbicara tentang CINTA.


Untuk selanjutnya jawaban dari pertanyaan di awal rasaku dapat di simpulkan dari catatan singkat yang aku uraikan ini, dan semoga menjadi jawaban/ sekedar hiburan bagi yang sedang mencari arti makna cinta yang sebenar-benarnya.

Senin, 21 Mei 2012

Adakah sosok sholeh dari jiwamu?

-->
    Ketika ku nikmati  lembaran demi lembaran buku ini, maka pecahlah pikiranku membentuk kerlingan-kerlingan kecil berhamburan, tepat pada suatu tulisan yang tercetak dalam lembaran kertas itu “Merajut Cinta Vs Mengalihkan Cinta” ternyata tidak banyak kriteria menjadi sosok pria soleh, tidak harus begitu ekstrim dengan segala tuntutan yang harus di jalani; seakan jauh lebih sulit teorinya dari pada pelaksanaan aslinya.
     Pria soleh tidak mesti harus tampan, pria soleh tidak harus di kagumi banyak wanita, tidak mesti kaya, dan tidak harus terlahir dari nasab yang dianggap mulia. “Tapi cobalah perhatikan akhlaknya yang mulia, kasihnya pada sesama dan imannya yang tiada dua.” Dari sana akan terlahir banyak lagi kriteria pria soleh yang tanpa disebutkan satu persatu; akan muncul dengan sendirinya seiring bergulirnya waktu.

     Maka, sebagai langkah awal pergerakan adalah: “Perbaiki akhlakmu, perbaiki niatmu, kuatkan Imanmu, perbanyak amalmu.”

     lalu, jika hari itu telah tiba, kau akan melihat sosok kesolehan dari dalam dirimu ibarat cermin yang akan memantulkan guratan indah kepribadian dan kesolehan di parasmu.

(terinspirasi dari buku “Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta”  karya: Setia Furqon Kholid)

CIOS,
08 Mei 2012. 14:36WIB

Jumat, 02 Maret 2012

Ketika Hidup Mengajarkannku ketenangan


Dalam kediaman kuterpaku dalam duduk bisu
Pasir menjadi bebatuan kecil yang dijajaki
Gelombang air ombak keras! Kejam menghantam karang
Begitulah hidupku dipaksa keras menghadapi kekangan yang tak berkurang

Berat beban aku emban
Peluh resah keringat bercucuran
Tangis, raung, sedih berkelindan penuh harapan
Tiada kunjung tiba kejelasan kecuali ketidak tahanan ilalang

Kaki terasa kaku, bak tonggak disemen campuran
Tak ingin beranjak, karena memang tak mampu beranjak
Bukan telah rapuh, tapi telah hilang lampu penerang jiwa.
Jauh dimata, jauh jarak, tiada komunikasi selalu mendera.

Dalam keterpakuan aku membaca
Sebuah guratan Indah, pesan sang mega.
Indah, mendayu, bercak-bercak kemerahan menghadirkan tanya
Seribu soal menghampiri, kabur.....gelap,..... terbenam bersama matahari

Tiada kunjung usai
Tiada kunjung selesai
Semuanya baru dimulai
Hidup mesti banyak esai

Sekali lagi ku katakan ku terpaku dalam posisi perpaduan
Diantara pepasiran dan air laut yang saling bertemuan
Aku langsung katakan bahwa aku butuh kejelasan
Aku tidak ingin keterombang ambingan antara air dan daratan

Darat mengajarkanku kegilaan, kemunafikan, dan kearifan. Sedang
Lautan mengajarkanku ketidak pastian dan semangat pergerakan.
Mana yang harus ku pilih jika keduanya minta diagungkan !
Mana yang harus aku agungkan jika semuanya membingungkan?

Ahad. 18/12/11
Publikasi Office

Jumat, 24 Februari 2012

Hakikat Mahasiswa

Mahasiswa adalah agent of change. Segalanya mulai dirubah, karena memang telah tiba saat untuk berubah.

Ada sebuah kata-kata menarik yang tak kan pernah terlupakan dari sebuah cita-cita yang pernah terucap.

"Aku akan menjadikan dunia ini merasa bangga memiliki generasi muda sepertiku"

"Akan aku buktikan aku terlahir bukan untuk menjadi beban terlebih benalu bagi masyarakat Indonesiaku"

"Usahaku tidak akan pernah pudar selama nyawa dan semangat masih berkobar"

"Jangankan dinding beton, tembok Cinapun mampu ku panjat, dengan niat dan teman-teman sejawat"

Aku mahasiswa, selalu memiliki darah muda,
Aku mahasiswa, memiliki semangat untuk terus berusaha,
Aku Mahasiswa, perubahan dan pembenaran adalah tujuan utamaku.