1. Islamic Philosopher

Philosophy - Education - Pesantren - Psychology - Leadership - Journal.

2. My Books

Biography - Novel - Poetry - Motivation and Reflection - Contemporary Scientific - Compilation and Collective - Da'wah - Philosophy - Textbook

3. Podcasts

ku.isikata - Nilai Pengembara

4. Professor

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. and Prof. Dr. Irwan Haryono Sirait, M.Pd.

5. Writerpreneur

Real Writer - Writer's home school - Research home school - Poetry house school - Autism home school - Build an international library - Trillionaire

Kamis, 08 November 2012

Ujian mahasiswa


........................................

Selalu ada duri di setiap tangkai mawar
Selalu ada ombak besar ketika angin pantai kencang
Selalu ada hempasan dan terpaan ketika karang bertahan di lautan
Selalu ada saja cobaan ketika tingkatan kehidupan terus menerjang

Aku di sini tidak mengerti mengapa seakan kehidupan saat ini begitu cepat berubah,
Siklus kegembiraan segera berubah dengan kesedihan, siklus kesenangan berubah kesakitan dan penyesalan.

Mungkin benar kata pepatah dahulu:
Selama manusia itu masih berpijak di bumi
Maka seluruh yang meliputinya juga pasti akan mengiringi

Selalu ada perubahan pada setiap perputaran roda waktu
Selalu ada pergantian di ujung masa pengabdian agung
Perubahan dan pergantian adalah 2 hal yang baku
..............................................

ISID [CIOS] 08 November 201212.15 WIB

Keputusan terakhir

Dalam kehidupan semuanya silih berganti. Selalu ada kesenangan dan kesedihan. 

         Senang berubah sedih berubah kembali menjadi senang. Kenangan menjadi realita kembali lagi menjadi kenangan. Ada sebuah torehan masa depan kalut pada masa peralihan; seakan benang pintal yang kusut terus di gulung dalam ketidak pastian kapan benang ini akan lurus kembali.


Keputusan harus benar-benar di ambil jika seorang individu ingin di katakan sebagai sosok yang benar-benar memiliki pendirian dan prinsip. Tapi terkadang kedua hal tersebut melemah ketika keputusan benar-benar telah di utarakan. Banyak hal yang menjadi perdebatan dan pertimbangan setelah itu. Sampai saat ini aku mengerti keputusan untuk meninggalkan adalah keputusan terpahit yang pernah aku utarakan dan I’tiqodkan.

Akhir dari pada keputusan emas seseorang itu adalah yang terbaik. Yakinilah semua yang kau ambil. Dimulai dari keputusan akan membawamu ketitik puncak keberhasilan. Mungkin orang beranggapan keputusanmu salah, mungkin orang beranggapan keputusanmu; keliru, tapi keputusan adalah keputusan. Semua itu akan terbukti rasio dan realita ke sakralannya ketika kau mampu mempertahankannya dengan argumentasi yang benar-benar kau yakini kebenarannya.

Keputusan akhir dari yang kau ambil adalah segalanya. Jangan relakan segalanya hanya demi nafsu semata. Jangan pertaruhkan semuanya jika kelak kau yang akan celaka. Usikum waiyya nafsi….

ISID.Gontor.Ponorogo
08 November 2012-11-08
11.46 WIB