1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Kamis, 21 November 2013

Resep Ajaib Menulis Novel

Kiranya boleh saya katakan bahwa dalam setiap karya tulis memang selalu ada perbedaan aliran, gaya penulisan,  bahasa serta daftar isinya dan lain sebagainya. Lain dari pada itu selalu ada satu hal yang menjadi kekhasan antara satu buku dengan buku yang lain. Maka jangan takut rugi untuk membaca buku ini, atau buku apapun itu, karena walaupun inti pembahasan adalah menulis, tapi selalu  ada perbedaan yang menjadikan buku itu berbeda, sehingga dapat dirasa apakah buku itu sesuai dengan persi kita atau tidak. Sama halnya seperti ‘tidur’, inti tujuannya adalah ‘istirahat’, tapi untuk mencapai kenyamanan dalam istirahat, orang-orang mencari beraneka ragam macam cara; ada yang dengan menghidupkan music instrument, ada yang menutup tubuhnya dengan selimut, ada yang mematikan lampu kamar sehingga kamar menjadi  gelap gulita, dan ada juga yang meminum obat tidur baru bisa tertidur pulas. Kira-kira begitu jugalah menulis, selalu ada cara berbeda dalam memilih buku untuk membangkitkan semangat dan mengasah kemampuan kita agar dapat memahami tata cara penulisan yang sesuai dengan persi kita. yaa… begitulah kira-kira menurut saya.

            Kalau diatas sebagai sebuah ‘mukoddimah’ maka disini saya ingin memperkenalkan buku baru yang juga baru muncul dan menyapa para pembaca Juni 2013 kemarin; terutama menyapa mereka yang teramat sangat lekat dengan bacaan karya novel bang Ma’mun Affany. Kali ini beliau menghadirkan sebuah buku panduan menulis, berjudul “Resep Ajaib Menulis Novel”.  ‘Bukan berawal dari sebuah teori hingga terbitnya buku ini akan tetapi berawal dari karya jadilah teori ini’ agaknya kalimat ini yang tepat mengamini pengakuan penulis sendiri yang berkeinginan menulis buku panduan menulis novel bagi para pembaca aktifnya yang juga ingin berkarya seperti sang penulis novel.

Sebuah penggalan kata di awal lembaran buku, tampil sebagai kata pembuka: “Saya menulis novel bukan karena keturunan, atau juga bakat. Saya menulis justru mulai dari keinginan kuat untuk bisa membuat cerpen hingga kemudian bertanya pada teman-teman yang sudah sering menulis agar selanjutnya bisa mengajarkan kepada saya tentang seluk beluknya, namun justru kemudian saya kecemplung dengan sendirinya dalam dunia menulis novel. Oleh sebab itu lagi-lagi secara teoritis saya banyak kelemahan” sebuah ungkapan kejujuran dari seorang penulis membuat pembaca terkagum.

Kalau penulis mendeklarasikan kelemahannya dalam teori, saya juga ingin mengatakan saya tak lebih dari seorang pembaca biasa yang juga lemah dalam analisis hanya sebagai apresiasi suka cita, yang membuat saya ingin berbagi kepada calon pembaca lain, atau bahkan calon penulis novel yang belum jadi, atau hampir ingin jadi, tinggal merampungkan beberapa sub, chapter atau tinggal proses editing tulisan. Saya kira buku ini akan sangat bermanfaat, jika dapat di share kepada banyak peminat dan pembaca novel yang produktif, terlebih kepada mereka yang haus akan karya.

Hampir setiap saya menerangkan tentang sebuah buku, saya selalu tidak bosan mengulang-ulang untuk mengatakan, “Bukan promosi yang menjadi landasan saya menulis catatan ini, hanya sebagai apresiasi atas sebuah karya tulis yang bagus dan layak di share kepada pembaca yang lain itulah yang mendasarinya. Itu saja, sederhana saya kira.”

Setelah saya tuntaskan membaca buku berukuran 11 x 18 cm mini  ini, saya temukan sebuah kekhususan pembahasan, dan ini yang menjadi poin perhatian pokok bagi saya. Banyak buku tentang kepenulisan menulis rangkaian penjelasan secara keseluruhan, baik itu tentang cara menulis esai, cerpen, novel, hasil wawancara, menulis ilmiah, dan lain sebagainya, mungkin itu di nilai bagus karena bernilai ekonomis dan praktis ‘all in one’ (semua ada dalam satu buku); mungkin ini yang menjadi nilai tambah buat buku-buku penulisan pada umumnya, sekaligus menjadi kelemahan dari buku mini ini; tapi  sayangnya bukan itu intinya. Pokok pembahasan yang lebih mendalam, lebih mengerucut, gamblang, dan juga lebih spesifik itulah yang sebenarnya bernutrisi tinggi untuk penulis yang ingin paham secara lebih ‘usuli’ (mendasar); ditambah lagi adanya contoh praktisi dalam setiap step dan tahapannya. Sehingga tidak melulu menjelaskan teori, akan tetapi pembaca serasa hanyut di bawa contoh yang selaras dengan teori, membuat kepala mengangguk sendiri. Tidak percaya! Silahkan coba di baca! J

Buku mungil ini hanya meramu tentang resep-resep menulis novel dari A-Z, tidak membahas karya tulis ilmiah atau cerpen, atau esai  dll. Cukup membahas novel, novel dan novel. Bocoran sedikit dari daftar isi buku ini: “Arti Menulis” bisa di baca di halaman. 1, “Kunci Sukses Penulis” di hal. 9, “Nutrisi Penulis” hal. 13, “Bagaimana Genre Novelku?” hal. 17, “Kendala Pertama” hal. 24, “Kaidah Dalam Menulis Novel” hal 21, “Menentukan Ide Cerita” hal. 35, “Menyusun Krangka Cerita” hal. 46, “Mengadakan Konflik” hal. 59, “Melatih Imajinasi” hal. 78, “Berlatih Adegan Tersulit” hal. 89, “Mulailah Menulis Novel sekarang” hal. 95, “Pembagian dan Fungsi Bab” hal. 103,  “Judul Novel Bukan Sebatas Judul” hal. 115, “Mencari Editor Palsu” hal 127, “Beberapa Penerbit Penerima Novel” hal. 146, begitulah sekilas beberapa dari daftar isi yang ada dalam buku ini.  

            Selanjutnya bagi pembaca selamat membaca, selamat menulis, dan selamat mencoba, karena dengan mencoba karya itu ada, jika tidak ingin mencoba jangan pernah berharap timbul sebuah karya.

Sama-sama  kita selalu berdo’a “Semoga karya terbaik kita segera muncul di permukaan, setelah sebelumnya tertidur panjang dalam buaian angan  dan impian.” Akhir kata dari saya,  “Selamat BERKARYA.” 


Resensi

Judul                    : Resep Ajaib Menulis Novel
Penulis                 : Ma’mun Affany
Cet, thn               : Pertama, 2013, 11 x 18 cm
Halaman              : 163 Halaman
Penerbit              : Affany

Senin, 04 November 2013

Kau & Aku Berbatas Arah


Mentari di ujung laut sana orange keemasan cinta
Awan putih diatasnya melindungi dengan kekuatan tersisa
Putih menghilang, biru lenyap; berganti awan hitam kelam
Dalam sandaran batas dunia ku termenung berusaha menyelam.

Ku berdiri miring tak kokoh tegak diatas muara tebing tertinggi
Dingin hembusan angin menyibak jilbabku; membuka lembaran kisah ini
Bukan tak perduli membuatku berbalik arah, tapi dingin ini membuatku tak bisa bertahan lama
Dalam kehampaan hati tanpa sandaran aku hampir rebah menatap kehidupan fana.

Termenung membuai indah kenangan setengah lusin tahun yang lalu
Bayangan indah timbul-tenggelam, kisah lama terungkap terpendam
Di atas perahu yang berhenti di tengah samudra, Aku merindu
Semua tawa-canda-manis; tegur-sapa-ayu; marah-kesal-pedas, tenggelam dimakan karam.

Bayangan indah kehidupan hilang berganti indah senyum khas milikmu
Ku lemparkan fokus pandang; ternyata hanya awan putih bergumpal menyusun diri
Lamunan setiap malam terus terulang; kekokohanku nyaris hilang di telan kasih padamu
Mengharap kau ada disini, sama saja berharap matahari terbit di malam hari.

Mengerti akan rindu; kukira mengerti akan rasa dan perasaan
Hanya sekedar kenangan tidak cukup untuk mewakilkan keduanya bersamaan.

Diamku mengawetkan rasa; membuka hati untuk terbang bebas
Hinggap bertengger bagi pemburu hati yang berhasil menjeratnya.

Langkahku lurus! Meski terjal bebatuan; inilah jalanku
Pandanganku tak menoleh, meski kenangan terus bergentayangan bersiteru
Kunci hati ku buang di tengah samudera ini
Hingga kelak seorang datang membawa kunci seri dari Ilahi …ialah BIDADARI.

Lembaran putih ku raih; inilah kisah baruku
Menutup hati, mata dan telinga; inilah cara terbaikku
Kutitipkan hati kepada sang Ilahi Rabby khusus tentang kisah ini
Berharap hati terhias kembali dengan cinta PRIA titisan Ilahi.

ISID-Ponorogo-
Selasa, 29 Oktober 2013
09.58 WIB