Senin, 04 November 2013

Kau & Aku Berbatas Arah


Mentari di ujung laut sana orange keemasan cinta
Awan putih diatasnya melindungi dengan kekuatan tersisa
Putih menghilang, biru lenyap; berganti awan hitam kelam
Dalam sandaran batas dunia ku termenung berusaha menyelam.

Ku berdiri miring tak kokoh tegak diatas muara tebing tertinggi
Dingin hembusan angin menyibak jilbabku; membuka lembaran kisah ini
Bukan tak perduli membuatku berbalik arah, tapi dingin ini membuatku tak bisa bertahan lama
Dalam kehampaan hati tanpa sandaran aku hampir rebah menatap kehidupan fana.

Termenung membuai indah kenangan setengah lusin tahun yang lalu
Bayangan indah timbul-tenggelam, kisah lama terungkap terpendam
Di atas perahu yang berhenti di tengah samudra, Aku merindu
Semua tawa-canda-manis; tegur-sapa-ayu; marah-kesal-pedas, tenggelam dimakan karam.

Bayangan indah kehidupan hilang berganti indah senyum khas milikmu
Ku lemparkan fokus pandang; ternyata hanya awan putih bergumpal menyusun diri
Lamunan setiap malam terus terulang; kekokohanku nyaris hilang di telan kasih padamu
Mengharap kau ada disini, sama saja berharap matahari terbit di malam hari.

Mengerti akan rindu; kukira mengerti akan rasa dan perasaan
Hanya sekedar kenangan tidak cukup untuk mewakilkan keduanya bersamaan.

Diamku mengawetkan rasa; membuka hati untuk terbang bebas
Hinggap bertengger bagi pemburu hati yang berhasil menjeratnya.

Langkahku lurus! Meski terjal bebatuan; inilah jalanku
Pandanganku tak menoleh, meski kenangan terus bergentayangan bersiteru
Kunci hati ku buang di tengah samudera ini
Hingga kelak seorang datang membawa kunci seri dari Ilahi …ialah BIDADARI.

Lembaran putih ku raih; inilah kisah baruku
Menutup hati, mata dan telinga; inilah cara terbaikku
Kutitipkan hati kepada sang Ilahi Rabby khusus tentang kisah ini
Berharap hati terhias kembali dengan cinta PRIA titisan Ilahi.

ISID-Ponorogo-
Selasa, 29 Oktober 2013
09.58 WIB

0 komentar :

Posting Komentar