Minggu, 11 Januari 2015

Catatan Sore

Sore adalah waktu santai penuh senyum di tunggu-tunggu banyak orang. Terakhir ku mendengar orang-orang pergi ke pantai melihat sunsite; itu sore.  Setiap  bulan puasa, senin-kamis perencanaan membeli ta’jil berbuka; sekali lagi dibeli setiap sore. Ketika hawa panas siang mulai membumbung orang-orang selalu berucap; enaknya nanti sore minum air degan ni ah…. Sekali lagi itu sore. Jadi sore adalah waktu santai multiaktifitas. Sore adalah sumber inspirasi. Waktu termahal yang di berikan Allah setiap harinya. Pernah merasakan udara? Nah, seperti itulah permisalannya.

          Sore itu ku pilih berduduk santai di bangku depan kamar, sambil menatap indahnya mentari sore, ku tuliskan bait-bait jawaban dari pertanyaan yang bersemanyam di benakku, berikut dia:

 Siapakah orang yang berhasil itu?
Ku ingin mengatakan bahwa dibalik ciri tanda orang berhasil  adalah kumpulan orang biasa yang memilih menjadi luar biasa bukan memilih sama atau dibawah rata-rata. Mereka melakukan APA YANG SEHARUSNYA DIKERJAKAN, bukan apa yang mereka mau lakukan. Proses belajar tiada henti menjadikannya produktif, proaktif, aktif dan tidak pasif. Terlatih berfikir inovatif dan kreatif dalam mengambil keputusan. Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah tapi hanya fiktif. Dan Rajin serta disiplinlah satu-satunya prinsip progresif kehidupannya. [Demikian keberhasilan membeberkan resep rahasia merayu mendapatkan hatinya].

Dimanakah diri Anda seharusnya ?
Teringat perkataan kakakan kelas dari Gersik “Setiap kali ada orang yang berbicara tentang apapun itu; seperti seminar-seminar, pelatihan-pelatihan, uji keterampilan, uji skills atau bahkan ketika menghadapi penilaian orang terhadap saya sekalipun. Saya selalu memberi ruang pada diri saya sendiri. tidak akan terpengaruh. Hingga akhirnya kemampuan menyaring nilai postif dan negative terbangun. Yang baik bisa di ambil, sedangkan yang buruk bisa di buang. Sebab tidak bisa dipungkiri. Setiap orang tidak semuanya memiliki jalan hidup yang sama. Masing-masing berbeda kisahnya, berbeda juga masalahnya. Maka tak heran cara pandang dan cara menjalani hidupnya juga berbeda. Karena memang diri sendirilah yang lebih mengetahui diri pribadi.

Saya harus bagaimana?
Saya bukan orang hebat. Saya tidak punya beribu kesempurnaan. Satu pekerjaan yang saya wajibkan hanyalah menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Dan berusaha mencapai apa yang telah saya inginkan. Kebahagiaan saya sebenarnya adalah ketika mampu untuk terus belajar. Sebab nikmatnya pencapaian tidak saya rasakan kecuali dari proses yang begitu pahit. Teringat satu pesan dari pengelana kehidupan “Kalian disebut gagal jika kalian berhenti sebelum sampai tujuan. Demikian juga sebaliknya. Disebut berhasil manakala tujuan tercapai. dan sebaik-baik keberhasilan adalah keberhasilan yang bisa dirasakan orang lain.

UNIDA, 10 Januari 2015. 17.30WIB 

0 komentar :

Posting Komentar