Sabtu, 02 Januari 2021

PENGHASILAN JUTAAN DARI MENULIS (Resensi part 2)

 back to part 1: click here 


PENGHASILAN JUTAAN DARI MENULIS (Resensi part 2)


Bab. 4. Pemasaran Sistem Nekat. (h. 65)

“Pesan dan nilai-nilai harus mengikuti idealisme seorang penulis, tapi persoalan serta cara menyampaikan harus mengikuti idealisme pembaca”

 

Bab. 5. Pembicara Tanpa Gelar. (h. 81)

“Buku yang bagus selalu mengundang tanda tanya lebih dari pembaca kepada penulis. Tanda tanya itu bisa berupa isi yang lebih dalam, proses di baliknya, dan sudah tentu orang ingin tahu siapa penulis yang bisa melahirkan karya yang indah dalam sudut pandang pembaca.”

 

Bab. 6. Penghasilan Penulis. (h. 93)

            Sub: Jadi Reviewer. (h. 100)

·      Kuncinya sebagai reviewer harus memiliki pengetahuan tentang dunia yang menjadi objek reviewnya. 

 

Bab. 7. Untung Ada Internet. (h. 104)

Sub: Pemesanan Langsung. (h. 110)

·      Ibu bang Ma’mun pernah berpesan, jangan remehkan uang seratus rupiah, karena satu juta belum lengkap jika kurang seratus rupiah.

 

Sub: Pentingnya Mbah Google. (h. 115)

·      Selepas mencetak buku, bang Ma’mun menyediakan porsi untuk membagikan karyanya secara gratis, kepada pembaca yang memiliki blog. Biasanya berkisar lima sampai sepuluh eksemplar. Dari mereka lah selanjutnya buku akan muncul menjadi pembahasan hangat di mesin pencari. Paling tidak mereka pasti mencantumkan bahwa penulisnya Ma’mun Affany. Ketika diketik di Google Ma’mun Affany, novel yang direview akan terlihat. (Dan nampaknya Aku salah satu dari yang dijelaskan ini, hehehehe :) )

 


Bab. 8. Investasi Penulis. (h. 123)

Sub: Akumulasi 7 Buku. (h. 139)

·      Pembahasan ini mulai membahas pembahasan menarik tentang logika pendapatan, sungguh sangat luar biasa hitungannya, logis dalam kepala awam ini. Jika pembaca ingin tahu isinya bisa membaca buku tersebut pada halaman 139 hingga 140. Pada intinya hal yang paling indah dari dunia tulis-menulis buku adalah income passive yang didapatkan. Silahkan cari buku ini, jika Anda penasaran.

 

Bab. 9. Bermain Website. (h. 141)

            Sub: Mengelola Webiste Sembari Nulis Buku (h. 142)

·      Tujuan kedua menulis adalah bisa sebagai tempat mendapatkan tambahan kepingan rezeki. Tapi jangan lupa tujuan pertamanya adalah untuk portofolio kita, blog tetap akan menjadi penyebab pendapatan meski tidak langsung.

·      Yang paling utama bukanlah websitenya, tapi bagaimana cara kita memeliharanya dengan isi tulisan-tulisan berkualitas.

·      Penulis buku ini menggunakan website berbayar pertahun sebesar Rp. 500.000,- murah jika dibandingkan dengan efek domino yang disebabkan oleh kegiatan blogging tersebut. 

·      Bisa jadi orang ingin tahu lebih dalam tentang Anda sebagai penulis, ketika tertangkap website kita, maka mereka seperti kita jamu di rumah kita sendiri tapi di dunia maya.

 

Sub: Fokus Tema Tertentu (h. 144)

·      Kalau kita merasa tidak punya banyak ide, maka tulislah tentang sesuatu yang kita sukai, satu tema saja. Jangan banyak-banyak. Dunia internet menyukai sesuatu yang fokus. 

 

Sub: Konsep Itu Lebih Penting (h. 155)

·      Di internet rumusnya sederhana, semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula kita akan mendapatkan imbal balik. Imbal balik tidak selalu berupa uang, tidak hanya iklan dari google adsense, tapi bisa beragam hal lainnya, yang itu sifatnya keajaiban.

·      Yang terpenting dalam membuat website adalah konsep yang matang. Dan eksekusi segera lan istiqomah.

 

 

 

Bab. 10. Dunia Informasi, Dunia Penulis. (h. 157)

            Sub: Semua Bidang Butuh Penulis (h. 158)

·      Bisa dikatakan tulisan akan mengalikan nilai dari profesi. Contoh, profesi guru bernilai 10, ketika guru itu bisa menulis, maka nilainya dikali 10. Alhasil akumulatifnya 100. Begitu pula dengan para pimpinan perusahaan. Mungkin nilainya 9, namun ketika dikalikan 10, maka dia bernilai 90. Menulis mengalikan sebuah profesi menjadi nilai tinggi.

 

 

Sub: Dunia Informasi Butuh Tulisan (h. 162)

 

“Sekarang adalah masa di mana semua orang membutuhkan penulis, tapi tidak banyak yang menyadarinya dan jarang yang menggelutinya. Penulis semakin langka, semakin banyak yang mencarinya.”

 

Dari varian buku penulisan yang pernah saya lahap, inilah yang terasa cukup dilambung, cukup gizi dan cukup energi, membacanya tidak menghabiskan waktu lama, mencernanya tidak terlalu memeras otak, dan poinnya begitu mengena, sehingga terus bisa dipraktekkan seketika. 

 

Akhir kata terima kasih gurunda Ma’mun Affany, jazakumullah khoir untuk hadiahnya, semoga pahala Allah swt menjadi balasan atas keikhlasan Antum yang luar bisa,  sekali lagi Jazakumullah Khoir.

.

Kiranya pembaca penasaran membaca versi lengkapnya, monggo bisa mengontak beliau untuk urusan lebih lanjutnya. 

 

“Tulisan sumber inspirasi banyak orang, lebih menghujam di sanubari pembacanya. Siapa saja ketika sudah menjadi gula, semut pasti tahu alamatnya, akan terus berdatangan”

.

Selesai.

#

 

0 komentar :

Posting Komentar