Minggu, 17 Januari 2021

Salam Sukses Bapak Pangkostrad

  

Edisi 1. 
Bercerita Pengalaman 2016

 

Pada saat itu Aku diamanahkan menjadi bagian Sekretaris Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, tepatnya pada tahun 2015 hingga 2018. Banyak hal yang kudapatkan selama mengemban amanah itu di sana. Ilmu birokrasi, pengalaman ngeblog di website, keberanian menyapa guru-guru senior, kecapakan mengatur timing kerja, cara meyambut tamu menurut skala prioritas, seni berbincang saat menemani tamu, menjemput dan mengantar tamu PP Bandara Kualanamu – Medan; Medan- Bandara Kualanamu. Menjadi ‘tour guide’ saat menemani rombongan study tour dari lembaga lain/pesantren lain dan masih banyak lagi pengalaman mengesankan lainnya.

 


Diantara pengalaman yang banyak itu, selalu yang aku syukuri dapat berkenalan dan bertemu dengan tamu-tamu penting dengan jarak yang sangat dekat. Salah satunya pernah menemani Bapak Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi Pangkostrad (Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat) berkeliling pondok. Pada kesempatan emas itu, alhamdulillah sekali lagi saya berkesempatan mengabadikannya dalam beberapa kali jepretan dan inilah jepretan terbaik yang berhasil diabadikan.

 

Kok bisa bertemu dengan beliau?


Ceritanya saat itu sedang Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Pesantren dan beliau hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus Inspektur Upacara dilapangan hijau pesantren. Hal yang menakjubkan tanpa disangka-sangka, selesai sambutannya beliau turun dari podium dan berjalan cepat ke tengah lapangan seraya menyalami komandan upacara, sontak seluruh hadirin terkejut dan mengikuti derap langkah laju beliau, dalam perjumpaan singkat itu beliau membisikkan kata-kata pada santri yang beruntung itu, apa kata-katanya, beliau dan santri akhir itulah yang tahu. Momen itupun diabadikan tukang jepret, dalam beberapa jepretan kameranya seingatku.

 

Usai pertemuan di lapangan beliau diajak berjalan mengelilingi Pesantren, mengitari sekeliling pondok dari pojok lapangan hingga bagian terdepan pesantren, kebetulan di sana ada bangunan yang sedang masa pengerjaan Gedung Al-Jihad Namanya dirobohkan bangunan kayunya ingin dipermanenkan, Pada saat melihat itu beliau berdiri dan melihat Gedung al-Jihad yang sedang dibangun, dengan ringannya beliau langsung bersedekah semen sekian sak, dan beberapa kalimat singat lainnya yang memiliki efek panjang untuk tabungan ibadahnya, sebagai bekal menuju akhirat nantinya.

 

Sebenarnya ceritanya Panjang, kesannya juga ada,.. Tapi sisanya cukup menjadi konsumsi pribadilah kayaknya.


Syukron teman-teman. Ini ceritaku, mana ceritamu?

 

Salam traveler

 

#traveler #dokumentasi2016 #pangkostrad #bongkar-bongkarfilelama

 

2 komentar :

  1. Saya tau siapa santri nya 😄

    Sukses terus ust...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya perasaan dari konsul kan ya kan, hehehehe

      thank you ush, wa iyyaki

      Hapus