Selasa, 08 Juni 2021

Sabar

 Dalam banyak kesempatan semua orang selalu dihadapkan pada kata sabar. Tertimpa musibah nasehatnya sabar, merasakan sakit yang tak sembuh-sembuh, nasehatnya sabar. Mendapatkan kabar buruk, sabar. Mendapatkan sesuatu yang tidak diimpikan, sabar. Sampai pada satu titik sabar bukanlah kata tapi sebuah sifat yang telah ada, hanya saja dibutuhkan porsi yang besar seiring cobaan dan ujian yang datangnya semakin membesar.

 

Tapi yang menarik dari sini, tolong jangan salah mengartikan sabar. Tidak mendapatkan pendapatan yang sesuai, sabar. Tidak mendapatkan kesempatan yang hoki, sabar. Tidak mendapatkan kepercayaan, sabar. Dilecehkan, dipandang sebelah mata, sabar. Itu bukan sabar namanya, akan tetapi buntung. Salah pemahaman! Salah kira! Salah kaprah! Salah maksud. Seharusnya tidak demikian artinya. Sabar adalah suatu bentuk akhlak yang ditunjukkan setelah proses usaha maksimal dan do’a dijalankan.

 

Terkait tentang sabar, selalu ada hikmah dibaliknya, tidak selalu datang di depan, juga tidak mesti datang dipertengahan, tapi biasanya datang diujung, bahkan nyaris di penghujung ambang batas sadar manusia untuk tetap positif, mengapa sabar berat? Sebab pahalanya besar.

Jika sabar hilang dari manusia seketika bukan menjadi manusia lagilah dia, tapi menjadi makhluk lebih rendah, negative yang akan jatuh terprosok, dan akan terus terjatuh tanpa sadar. 

 

“Jika sabar itu ada batasnya, itu adalah sabarnya manusia, tapi sabar sendiri menurut versiku maknanya adalah kemampuan menahan diri untuk tidak terlalu cepat merespon negative terhadap sesuatu, dan juga tidak terlalu slow untuk mengambil putusan yang memang harus diambil segera, sebab sabar memiliki mata keadilan yang harus dibayar lunas, jika tidak disini, mungkin disana, jika tidak disana mungkin disini.”

 

Bagaimana Sabar menurut versimu?

 

Terima Kasih telah membaca, semoga bermanfaat.

 

Selasa, 08 Juni 2021

0 komentar :

Posting Komentar