Kamis, 21 November 2013

Resep Ajaib Menulis Novel

Kiranya boleh saya katakan bahwa dalam setiap karya tulis memang selalu ada perbedaan aliran, gaya penulisan,  bahasa serta daftar isinya dan lain sebagainya. Lain dari pada itu selalu ada satu hal yang menjadi kekhasan antara satu buku dengan buku yang lain. Maka jangan takut rugi untuk membaca buku ini, atau buku apapun itu, karena walaupun inti pembahasan adalah menulis, tapi selalu  ada perbedaan yang menjadikan buku itu berbeda, sehingga dapat dirasa apakah buku itu sesuai dengan persi kita atau tidak. Sama halnya seperti ‘tidur’, inti tujuannya adalah ‘istirahat’, tapi untuk mencapai kenyamanan dalam istirahat, orang-orang mencari beraneka ragam macam cara; ada yang dengan menghidupkan music instrument, ada yang menutup tubuhnya dengan selimut, ada yang mematikan lampu kamar sehingga kamar menjadi  gelap gulita, dan ada juga yang meminum obat tidur baru bisa tertidur pulas. Kira-kira begitu jugalah menulis, selalu ada cara berbeda dalam memilih buku untuk membangkitkan semangat dan mengasah kemampuan kita agar dapat memahami tata cara penulisan yang sesuai dengan persi kita. yaa… begitulah kira-kira menurut saya.

            Kalau diatas sebagai sebuah ‘mukoddimah’ maka disini saya ingin memperkenalkan buku baru yang juga baru muncul dan menyapa para pembaca Juni 2013 kemarin; terutama menyapa mereka yang teramat sangat lekat dengan bacaan karya novel bang Ma’mun Affany. Kali ini beliau menghadirkan sebuah buku panduan menulis, berjudul “Resep Ajaib Menulis Novel”.  ‘Bukan berawal dari sebuah teori hingga terbitnya buku ini akan tetapi berawal dari karya jadilah teori ini’ agaknya kalimat ini yang tepat mengamini pengakuan penulis sendiri yang berkeinginan menulis buku panduan menulis novel bagi para pembaca aktifnya yang juga ingin berkarya seperti sang penulis novel.

Sebuah penggalan kata di awal lembaran buku, tampil sebagai kata pembuka: “Saya menulis novel bukan karena keturunan, atau juga bakat. Saya menulis justru mulai dari keinginan kuat untuk bisa membuat cerpen hingga kemudian bertanya pada teman-teman yang sudah sering menulis agar selanjutnya bisa mengajarkan kepada saya tentang seluk beluknya, namun justru kemudian saya kecemplung dengan sendirinya dalam dunia menulis novel. Oleh sebab itu lagi-lagi secara teoritis saya banyak kelemahan” sebuah ungkapan kejujuran dari seorang penulis membuat pembaca terkagum.

Kalau penulis mendeklarasikan kelemahannya dalam teori, saya juga ingin mengatakan saya tak lebih dari seorang pembaca biasa yang juga lemah dalam analisis hanya sebagai apresiasi suka cita, yang membuat saya ingin berbagi kepada calon pembaca lain, atau bahkan calon penulis novel yang belum jadi, atau hampir ingin jadi, tinggal merampungkan beberapa sub, chapter atau tinggal proses editing tulisan. Saya kira buku ini akan sangat bermanfaat, jika dapat di share kepada banyak peminat dan pembaca novel yang produktif, terlebih kepada mereka yang haus akan karya.

Hampir setiap saya menerangkan tentang sebuah buku, saya selalu tidak bosan mengulang-ulang untuk mengatakan, “Bukan promosi yang menjadi landasan saya menulis catatan ini, hanya sebagai apresiasi atas sebuah karya tulis yang bagus dan layak di share kepada pembaca yang lain itulah yang mendasarinya. Itu saja, sederhana saya kira.”

Setelah saya tuntaskan membaca buku berukuran 11 x 18 cm mini  ini, saya temukan sebuah kekhususan pembahasan, dan ini yang menjadi poin perhatian pokok bagi saya. Banyak buku tentang kepenulisan menulis rangkaian penjelasan secara keseluruhan, baik itu tentang cara menulis esai, cerpen, novel, hasil wawancara, menulis ilmiah, dan lain sebagainya, mungkin itu di nilai bagus karena bernilai ekonomis dan praktis ‘all in one’ (semua ada dalam satu buku); mungkin ini yang menjadi nilai tambah buat buku-buku penulisan pada umumnya, sekaligus menjadi kelemahan dari buku mini ini; tapi  sayangnya bukan itu intinya. Pokok pembahasan yang lebih mendalam, lebih mengerucut, gamblang, dan juga lebih spesifik itulah yang sebenarnya bernutrisi tinggi untuk penulis yang ingin paham secara lebih ‘usuli’ (mendasar); ditambah lagi adanya contoh praktisi dalam setiap step dan tahapannya. Sehingga tidak melulu menjelaskan teori, akan tetapi pembaca serasa hanyut di bawa contoh yang selaras dengan teori, membuat kepala mengangguk sendiri. Tidak percaya! Silahkan coba di baca! J

Buku mungil ini hanya meramu tentang resep-resep menulis novel dari A-Z, tidak membahas karya tulis ilmiah atau cerpen, atau esai  dll. Cukup membahas novel, novel dan novel. Bocoran sedikit dari daftar isi buku ini: “Arti Menulis” bisa di baca di halaman. 1, “Kunci Sukses Penulis” di hal. 9, “Nutrisi Penulis” hal. 13, “Bagaimana Genre Novelku?” hal. 17, “Kendala Pertama” hal. 24, “Kaidah Dalam Menulis Novel” hal 21, “Menentukan Ide Cerita” hal. 35, “Menyusun Krangka Cerita” hal. 46, “Mengadakan Konflik” hal. 59, “Melatih Imajinasi” hal. 78, “Berlatih Adegan Tersulit” hal. 89, “Mulailah Menulis Novel sekarang” hal. 95, “Pembagian dan Fungsi Bab” hal. 103,  “Judul Novel Bukan Sebatas Judul” hal. 115, “Mencari Editor Palsu” hal 127, “Beberapa Penerbit Penerima Novel” hal. 146, begitulah sekilas beberapa dari daftar isi yang ada dalam buku ini.  

            Selanjutnya bagi pembaca selamat membaca, selamat menulis, dan selamat mencoba, karena dengan mencoba karya itu ada, jika tidak ingin mencoba jangan pernah berharap timbul sebuah karya.

Sama-sama  kita selalu berdo’a “Semoga karya terbaik kita segera muncul di permukaan, setelah sebelumnya tertidur panjang dalam buaian angan  dan impian.” Akhir kata dari saya,  “Selamat BERKARYA.” 


Resensi

Judul                    : Resep Ajaib Menulis Novel
Penulis                 : Ma’mun Affany
Cet, thn               : Pertama, 2013, 11 x 18 cm
Halaman              : 163 Halaman
Penerbit              : Affany

0 komentar :

Posting Komentar