Kamis, 01 Januari 2015

Gerakan Islam Simbolik


         
            Pada akhir dekade 1990-an, yakni setelah tumbangnya rezim otoriter Orde Baru dan lahirnya era reformasi, kita dikejutkan dengan munculnya banyak kelompok Islam-radikal-Fundamentalis di negeri ini. Keterkejutan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, secara soio-antropologis, gerakan Islam-radikal-fundamentalis tidak memiliki basis sosial yang kuat di negeri ini; dalam arti bahwa masyarakat Indonesia tidak mengenal tradisi radikal dalam beragama. Oleh karena itu, munculnya Front Pembela Islam (FPI), yang sering disebut sebagai bagian-atau bahkan merupaan sala satu-dari gerakan Islam-radikal-Fundamentalis yang muncul pada era reformasi, menarik perhatian dan sekaligus mengagetkan banyak pihak.
            Sejak Front Pembela Islam ini didirikan oleh sejumlah haba’ib dan ulama pada 17 Agustus 1998, namanya begitu populer di hampir seluruh masyarakat perkotaan di tanah air, khususnya di Jakata. Hal ini tidak terlepas dari aksi-aksinya yang sempat menghebohkan banyak pihak, terutama dalam melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar (perintah untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah sera memberantas segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan), seperti melakukan aksi Sweeping, Penggerebekan, dan bakan terkadang juga melakukan tidnakan anarkis. Dengan mengatakan demi “menegakkan kebaikan dan memberantas kejahatan/kemaksiatan”, para aktivis FPI ini seolah berhak dan boleh melakukan apa saja untuk tujuan tersebut, meskipun aksi-aksi yang merkea lakukan itu terkadang (atau bahkan sering) merugikan dan mebbahayakan harta dan juga nyama orang lain.
            Buku yang ada ditangan pembaca ini merupakan kajian mendalam atas fenomena gerakan-Islam –radikal FPI. Lewat buku ini, al-Zastrouw mengajak kita untuk mencermati secara kritis segala sesuatu yang terkait dengan FPI. Selain itu, penulis buku ini juga mengingatkan kita agar tidak mudah terjebak dengan simbol-simbol keagamaan yang sering ditampilkan oleh pada aktivis FPI di dalam setiap aksi atau gerakan yang merka lakukan, yang seolah mencerminkan perjuangan memabla agama.
            Di sisi lain, al-Zastrouw melihat bahwa gerakan Islam radikal FPI sebenarnya merupakan cermin dair adanya proses sosial. Dalam gerakan ini, Islam hanya berfungsi sebagai alat legitimasi gerakan politik. Sebab, apa hakikatnya gerkan ini hanya merupakan perpanjangan tangan dari suatu kekuatan politik yang sebenarnya tidak memiliki spirit keagamaan. Di sini, penggunaan simbol, bahasa, dan tokoh Islam hanya sbagai bungkus untuk menutupi kepentingan politik yang sedan dimainkan. Oleh karena wataknya yang demikian maka penulis buku ini smpai pada kesimpulan bahwa gerkana Islam radikal FPI beukanlah gerakan Islam-radikal-Fundamentalis yang berjuang untuk kepentingan Islam, demi mendirikan negra Islam dan menerapkan syari’at Islam dinegeri ini. Akan tetapi, ia hanyalah gerkan Islam Radikal Politik yang menjadikan agam sebagai kedok ntuk mentunutupi kepaentingan politik dan ekonomi para aktivisnya.

Kesimpulan (temuan) diatas tentu cukup mengejutkan sehingga menarik untuk terus diperbincangkan dan di diskusikan.

Judul buku    : Gerakan Islam Simbolik
Pengarang       : Al-Zastrouw Ng.
Penerbit           : LKIS
Cetakan           : Pertama, November 2006
Tebal               : 192 Hlm, 12x18 cm

Sumber Foto: https://etnikaos.files.wordpress.com/2009/12/gerakan-islam-simbolik.jpg?w=340

0 komentar :

Posting Komentar