Kamis, 01 Januari 2015

Mencari Tuhan Sepanjang Zaman


            Konsep “Tuhan” dalam pemikiran Whitehead merupakan hasil dari intuisi dan sistematisasi. Dalam Process and Reality, sistematisasi itu boleh dikatakan mencapai bentuknya yang lebih ketat. Tuhan dalam system metafisika Whitehead pertama-tama dikaitkan dengan “permanensi”. Aspek pertama berkait dengan permanensi dari forma-forma yang tertata yang dalam istilah penulis di formatkan, diinstruksikan, diinformasikan, atau dipersuasikan kepada dunia semesta. Aspek kedua berhubungan dengan permanensi dai apa saja yang “menjadi”, semua yang pernah datang dan semua yang menghilang.
            Mencari Tuhan Sepanjang Zaman ialah renungan tentang perkembangan agama dan penghayatan ketuhanan berdasarkan kosmologi proses. Berbeda dengan konsep evolusi Darwin, kosmologi proses menganggap alam semesta berevolusi menurut “pola” atau “hukum” kebaikan menuju suatu finalitas (tujuan). Pola atau hukum itu menjadi “format” dalam evolusi semesta, namun manusia yang merdeka harus jatuh bangun menafsirkannya. Sedangkan, tujuan itu ialah Tuhan sebagai “muara” dari kehidupan setiap makhluk, sehingga kehidupan duniawi ini tak sekadar gelembung sabun dari ke sia-siaan yang tandas.
            Whitehead melihat perkembangan “agama-agama dunia” dari kacamata pengalaman manusia dalam kebudayaan. Meskipun bertolak dari penghayaatannya sebagai seorang kristiani, yang dibicarakannya sebagai filosof sebenarnya adalah semua agama dunia. Dalam penafsiran Whitehead, agama-agama dunia berkembang dari “masa kanak-kanak” berupa “agama suku”, kearah kesadaran bahwa agama bersangkutan adalah “rahmat bagi seluruh alam”. Dalam perkembangannya itu, agama semakin melengkapi diri selain dengan unsur-unsur ritual yang menggugah emosi, juga dengan pernyataan-pernyataan iman, dan akhirnya dengan penalaran-penalaran teologi atau ilmu kalam.

            Filsafat Agama dari Whitehead ini mengantar pembaca dan Filsafat ketuhanan yang oleh Charles Hartshorne diberi nama “Pan-en-theisme”. Filsafat ketuhanan itu mereguk inspirasi spiritual dari agama-agama dunia yang lahir di Timur Tengah dan yang lahir di India. Tak berlebihan kalau dalam zaman yang dieja oleh Habermas sebagai “the post-secular Age” ini, membaca perenungan Whitehead akan menyegarkan masing-masng, betapapun berbeda kosakata yang kita pakai.

Judul buku    : Mencari Tuhan Sepanjang Zaman
Pengarang       : Alfred North Whitehead
Penerbit           : MIZAN
Cetakan           : Pertama, Juli 2009
Tebal               : 204 Hlm, 13x20,5 cm

*Sumber Foto: http://bukutren.com/product_info.php/manufacturers_id/89/products_id/926

0 komentar :

Posting Komentar