1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Jumat, 15 November 2019

Khutbah Jum'at; Sodaqoh Jariah


KHUTBAH PERTAMA


أَيُّهَا الحَاضِرُونَ الكِرَامُ


All praise be to Allah SWT, the merciful and the beneficent one who creates the world to the all mankind.

Sholawat and salam be upon to our prophet Muhammad SAW who saved the human life from destruction in the safety, that’s the right path of Allah.

In this chance I would like to explain you about sadaqah Jariyah, do you know sadaqah jariyah?
أَيُّهَا الحَاضِرُونَ الكِرَامُ
Sadaqah Jariyah means a continuous, flowing and ongoing charity. It is one of the most rewarding acts we can do in our lives as the benefits of giving this type of charity can be reaped in this lifetime and long after we have passed.

 Allah (swt) guarantees to record these continuous acts of charity in the following verse:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ١٢


 “Indeed, it is We who bring the dead to life and record what they have put forth and what they left behind, and all things We have accounted for in a clear register.” (Qur’an, Yasin: 12)

The following famous Hadith gives us the good news that even after our death, Sadaqah Jariyah continues to benefit us:


On the authority of Abu Hurairah (ra) that the Messenger of Allah (saw) said, ‘When a person dies, his deeds come to an end except for three: Sadaqah Jariyah (a continuous charity), or knowledge from which benefit is gained, or a righteous child who prays for him’. (HR. Muslim)

To put it simply, they both count as ‘Sadaqah’ (voluntary charity). However, ‘Sadaqah’ on its own will benefit the recipient on a single occasion and will count as one good deed for the giver. ‘Sadaqah Jariyah’ will benefit the recipients more than once and that good deed will continue rewarding you even after your death.

For example, giving someone something to eat is a Sadaqah and will benefit that person in that moment; whereas building a well where people can regularly draw water is a Sadaqah Jariyah and will benefit people for generations to come and in turn will continue benefiting you in this life and the next in sha’ Allah.

Such as example taken from a true story about The Caliph UTHMAN BIN AFFAN AND THE WELL.

When the Muslim migrated to Madina there was severe shortage  of water which troubled the Sahabah (RA). There was only one sweet water well (known as the well of Rauma) owned by a Jew who used to charge astronomical amounts of money for his water.

Sayyidina Rasul-ullah (Sallallaho Alaihe Wassallam) promised house in paradise for the one who buys this well and dedicates it to the believers for their water needs. Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) went to the Jew and offered to purchase his well which he declined.

Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) persisted in his offer and paid enormous money for half of the well. It is mentioned that he (RA) paid somewhere around 20,000 Dirhams for half of the well which is enormous even by today’s standards. (20,000 dirhams is valued at seven hundred and sixty million thousand rupiahs Rp. 760,000,000,-) Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) then made an agreement to have the well to him for one day while the Jew had the other day, on his day Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) gave out free water to anybody.

Nobody came to fill on the day of the Jew so he eventually sold his half share due to lack of business.

Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) dedicated the well for free water and it continues to pump water even to this day.

Over 1400+ years due to abundant water the area around the well become fertile and developed a garden of high quality dates with as many as 1550 trees during the Ottoman rule of Madina. The entire area was endowed to Muslims by Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA) and he never took a penny while the profits keep growing and growing.

The Accounts (today) are kept in a Bank Account in Madina even today of all the profits in the name of Sayyidina Uthman Ibn Affan (RA).

Saudi Government has decided to build a Hotel with this money and the yearly earning are estimated to be 50 million Saudi Riyals. Half of the profits will be spent on the poor while the other half (of the profits) will be deposited back into the Account.

Truly a very inspiring story, because of the sincerity of the caliph helping Muslims, getting rewarded goodness by Allah swt until now.

And the last There are numerous types of Sadaqah Jariyah but in the following hadith seven are mentioned:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ


By name on the authority of Abu Hurairah (ra) who said, ‘the Prophet (saw) said, “Indeed, the rewards of his actions and good deeds that will reach a believer after his death are: [1] knowledge which he taught and spread; [2] a righteous child whom he leaves behind; [3] a copy of the Qur’an that he leaves as a legacy; [4] or a masjid that he built; [5] or a house that he built for wayfarers; [6] a canal that he dug; [7] or charity that he gave from his wealth in his good health and life. [These deeds] will reach him after his death”’. (Ibn Majah)

That is all what I can convey in this time. Thank you very much for your attention.             I hope you get success and prosperity. May Almighty God bless this meeting and guide us in realizing Islamic doctrine for the Muslim and others who want to accept the light as well. May Allah SWT make us worthy being his servant. Amin. 

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِلطَّاعَاتِ فِي هذَا الْيَوْمِ الْعَظِيْمِ وَاسْتَجِبْ دُعَاءَنَا بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عليهِ وسَلَّمَ  يآأَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.








KHUTBAH KEDUA


Semua yang Ananda kami lakukan di Pesantren ini telah terhitung badah Insyaa Allah. 
Semua yang Ananda kami lakukan di pesantren ini tidak terlepas dari ibadah-ibadah jariah yang pahalanya sungguh sangat luar biasa di sisi Allah swt.

Diantara pahala yang terus khatib jelaskan adalah pahala amal jariah, belajar dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat dan serta menjadi anak yang sholeh yang membuat orang tua bangga telah melahirkanmu dan membsarkanmu serta melihat perumbuhan dan perkembanganmu menjadi anak yang berguna.



Pertama, Sedekah Jariah.
Merupakan sedekah yang pahalanya tidak terbatas masa. Lintas usia, tua-muda bisa bersedekah jariah, lintas alam ilahiah, di dunia beribadah di akhir tetap terkirim pahalanya.

Contohlah Khalifah Ustman Bin Affan yang telah mewakafkan sumur kepada umat muslim, hingga kini sumur tersebut masih bisa diambil manfaatnya, dapat mengairi perkebunan kurma, hasil uangnya di simpan di bank, dibangungkan hotel, hasil darinya sebagian di gunakan membantu orang miskin yang membutuhkan dan setengahnya lagi di depositkan di bank atas nama khalifah Ustman Bin Affan r.a.

Mencontoh hal tersebut, saat ini sedekah jariah nyata, ada di depan mata adalah upaya perluasan tanah pesantren sebagai lahan dakwah. Manfaatnya untuk umat Islam di seluruh dunia, tujuannya mengharap ridho Allah semata. Maka jadilah salah seorang yang pahalanya tetap mengalir walau dirimu telah tiada.

Namun Jika belum mampu mengeluarkan materi dalam dakwah, luangkanlah waktu untuk memotivasi sesama sebab dengan orang lain mendermakan harta di jalan Allah swt, kamu juga mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang bederma tanpa mengurangi pahalanya.

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Selanjutnya, sungguh-sungguhlah dalam berlajar,agar ilmumu bermanfaat di masyarakat, sebab tujuan Ananda kami didik di sini dengan harapan besar menjadi insan kamil. Manusia sempurna, manusia yang menjadi buah bibir masyarakat langit atas kesolehannya; menjadi rebutan manusia di bumi karena keilmuannya, sehingga tidak ada yang keluar darimu, selain manfaat di dunia dan akhirat semata. 

Menjadikan sepanjang orientasi berfikirmu adalah akhirat sebab jika dunia yang kamu kejar tidak akan ada habisnya, namun jika akhirat menjadi tujuanmu maka dunia akan mengikutinya. 

Maka misi utamamu hidup di dunia ini adalah bagaimana dapat menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan sebanyak-banyaknya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ»


Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim. Dishahihkan oleh al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/313, no. 3363, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H / 2000 M]


Dan terakhir jangan lupa do’akan orangtuamu dalam setiap sujud dan shalatmu.Tidak ada hal berharga dari pada keshalehanmu, tidak ada yang paling membahagiakan orang tuamu selain ketaatanmu, dan do’amu untuk mereka, Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an, Surah gafir, yang berbunyi: 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ٦٠


Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir : 60).

Selain dari pada itu dalam hadis rasul menguatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu. Maha Dermawan. Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Maka jangan lupa do’akanlah orang tuamu, mereka butuh do’a tulus dan ikhlas dari anak-anak yang sholeh sepertimu.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita dalam mengisi dan mengoptimalkan amalan-amalan baik pada hari Jumat yang mulia ini.


فَاعْلَمُوْا أنّ الله َأمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَ ثَنىَّ بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ عَزَّ مَنْ قَائِلِ إِنَّ الله َوَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلى النّبِي يَأيّهَا الّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى نَبِيَّنَا مُحَمَّد و عَلَى آلِهِ وَ صَحَابَتِهِ وَ مَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَ اسْتَنَّ بِسُنّتِهِ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ. ثُمَّ اللّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَ عُمَر و عُثْمَان و علي و على بَقِيّةِ الصَّحَابَة وَ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ عَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الأمْوَات.

اللّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَ المُسْلِمِيْن وَ أهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِيْن وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أعْدَاءَ الدِّيْن
اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِك

اللّهمَّ إِنَّا نَسْألَُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَ العَفَافَ وَالغِنَى وَحُسْنَ الخَاتِمَةِ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لنَاَ وَلِوَالِدِيْنَا وَ ارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

ربَّناَ هَبْ لَنَا مِنْ أزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلمُتّقِيْنَ إِمَامًا

ربَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أنْتَ الْوَهَّاب

رَبَّناَ آتِنَا فِي الدُّنياَ حَسَنَةً وَ فِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَ الإِحْسَانِ وَ إِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى و يَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ