Sabtu, 16 Januari 2021

Ajaran Kiai Gontor (Resensi)


 Ajaran Kiai Gontor (Resensi)

By: Irwan Haryono Sirait

 

“Rindu.”

Apakah ini kata kerja? Atau ini kata benda? Atau ini kata sifat? Tolong bantu aku memaknai kata ini.

Seperti halnya kerinduan yang tak dapat diobati kecuali dengan pertemuan. Tersiksa batin menahan Hasrat perjumpaan. Sangat rindu diri ini, ingin bertemu dengannya, sosok orang tua, guru, uswah dan panutan sepanjang masa, ingin berjumpa wajah dan bertanya tentang hal ahwal dunia, ingin bertukar pikiran tentang menanggapi hal perihal dinamika dunia, ingin meminta nasehat, wejangan dan arahan agar tetap kokoh pijakan kaki ini, agar tidak goyah pendirian hati, agar tetap menjadi manusia dilingkungan manusia, tidak tersesat di jalan domba, tidak salah arah masuk hutan belantara dihuni serigala dan rubah, tidak juga berputar-putar dalam dunia sehingga tak berhasil menemukan jalan lurus menuju syurga. Na'uzubillah.

 

Iri rasanya melihat mereka yang sempat bertemu dengan kyai-kyai trimurti, semangat mereka berbeda dengan semangat yang lainnya, pola kerjanya berbeda dengan pola kerja yang lainnya, apakah yang ditanamkan kyai dulu, hingga nilai hidup begitu terhujam disanubari anak didiknya? Apakah karena kata-katanya yang berapi yang telah terpatri? Atau orasi yang menggelegar yang terus dalam mengakar? Atau keikhlasan mereka yang tak pernah surut walau badai menyerang permukaan, walau gersang mengeringkan daratan? Apapun itu aku iri dengan mereka yang sempat berjumpa dengan panutannya para panutan, ialah kyai trimurti ‘wallahu yarham’. Andai ada kesempatan bertemu, pertanyaan inilah yang ingin kudengar langsung jawabannya dari beliau semua.

 

Ku susuri mencari jejak rinduku, ku kumpulkan semua tulisan yang tersisa untuk mengobati iriku, sampai pada satu titik rindu dan iri, mengantarkanku pada satu titik pengetahuan baru tentang mereka yang sangat luar biasa. Detik ini, “Aku adalah murid mereka” ikrarku saat ini dan untuk kedepannya.

 

Sebuah buku bersampulkan kyai Haji Imam Zarkasyi telah ada digenggamanku, sebuah buku luar biasa yang memberikan arti hidup seharusnya. Dirangkum dalam 72 wejangan, dibuka dengan prolog dan dilanjutkan dengan penjelasan spesifik ke dalam 11 bab.

 

BAB. I 

JANGAN BERKECIL HATI, SONGSONGLAH MASA DEPANMU (p. 1)

“Yang paling utama, jangan kecil hati menghadapi masa depanmu, meskipun kamu akan menghadapi cobaan dan ujian yang berat. Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah.” 

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. II 

LURUSKAN NIAT, BELAJARLAH MENGUASAI DIRI (p. 15)

“Kepintaran itu tidak ada hubungannya dengan kekayaan, maka belajarlah bukan untuk kekayaan tetapi “Lillahi Ta’ala” (Hanya untuk Allah), “Li I’laai kalimatillah” (Untuk menegakkan kalimat Allah).”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. III

JANGAN BERPIKIR SELAMANYA JADI PEGAWAI (p. 35)

“Kalau menjadi buruh, masa depannya gelap, suram, dan itu adalah penyakit.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. IV

HIDUP ITU BISA DI MANA SAJA, BERKARYALAH (p. 63)

“Sesungguhnya semua amal itu harus sampai selesai. Jika suatu perbuatan itu belum selesai, maka artinya dia itu belum beramal.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.V

BEKALI DIRI DENGAN MENTAL JUJUR (p. 91)

“Kamu pulang ke masyarakat harus bermental, bersikap, dan berpikir jujur.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.VI

LAWAN KEMALASANMU, JANGAN BERGANTUNG KEPADA UANG (p. 99)

“Yang paling berbahaya ialah orang yang tidak mau bekerja, tetapi ingin mendapat uang.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.VII

 DUNIA USAHA ITU LUAS, JADILAH PENGUSAHA YANG BERSIH (p. 125)

“Cara menutupi kebutuhan hidup dengan usaha, bukan dengan cara naik pangkat.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. VIII

TATALAH NIAT DALAM MENCARI REZEKI (p. 141)

“Kalau kamu mencari rezeki. Jangan sampai niatmu salah. Niat mencari rezeki adalah mencari alat untuk berdakwah. Rezeki bukan untuk mengumpulkan kekayaan. Cari rezeki sekadar untuk hidup. Jika niat mencari rezeki untuk ibadah dan dakwah, maka pasti Allah akan memberi.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB.IX

MENJADI PEDAGANG DENGAN SERIBU OTAK (p. 153)

“Berdagang dapat dilakukan tanpa modal yang penting terorganisir dengan baik.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. X

MEMULAI USAHA, MENCARI KUNCI HIDUP (p. 167)

Niatlah di dalam “rihlah” (economic study tour): “Saya akan mencoba dan membuat seperti itu bahkan lebih.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

BAB. XI

 UNTUK APA HARGA BENDAMU? (p. 191)

“Kekayaan harta jangan jadi tujuan, jadilah pemuda pejuang yang punya rasa bertanggungjawab kepada umatnya, bangsanya, keluarganya.”

-KH. Imam Zarkasyi-

 

Apa yang saya tuliskan diatas adalah quote yang terdapat di awal bab dari masing-masing judul besar, masih terdapat banyak pesan-pesan, nasehat-nasehat, dan wejangan beliau yang jauh lebih menembus sanubari. Maka bukalah hati benar-benar, kosongkan sikap gelas penuh, agar ilmu baru dari kyai berkah di hidupmu.

 

Judul buku ini Ajaran kiai Gontor. Kata “Ajaran” di sini dipakai penyusun buku ini, untuk menyebut hal yang lebih spesifik, yaitu filosofi, idealisme, tuntunan, serta wejangan tentang kemandirian dan kewiraswastaan yang diajarkan oleh pak Zar.

 


Judul Buku      : Ajaran Kiai Gontor (72 Wejangan Hidup KH. Imam Zarkasyi)

Penulis             : Muhammad Ridlo Zarkasyi

Penerbit          : Rene Islam

Tahun Terbit   : Oktober 2019

Tebal               : 14x21 cm, 248 Halaman

Harga              : Rp. -

Dapat dicari di : Gramedia & atau toko buku kesayangan Anda

 

Buku ini sangat cocok bagi entrepreneur muda, penggiat ekonomi zaman 4.0, santri pengusaha, dan bagi siapa-siapa saja yang rindu alunan tutur bahasa kyai dalam memberikan nasehat.


Buku ini dapat menjadi buku panduan semangat yang berlandaskan nilai-nilai filosofis dalam langkah pasti setiap usahanya. Semoga kita semua dijauhkan dari pengalaman pahit orang-orang sebelum kita yang timbul sejenak dan karam selamanya. jika tidak kokoh terkadang terpaan ombak yang sedikit besar, membuat perahu terombang-ambing, rusak dan nahkodapun kebingungan. Namun jika kokoh landasannya jangankan ombak, badaipun tetap akan diterjang, sebab sudah bulat tekat, sekali layar terkembang pantang laki berbalik arah, pesan Buya Hamka dalam beberapa literasinya.

 

Akhir kata, sebagaimana yang tertulis dalam sampul belakang buku: Membaca buku ini dapat meningkatkan “mindset” hidup dan meruntuhkan “mental block” Anda - untuk menjadi pribadi yang sukses, berani, dan bermanfaat untuk umat.

 

Catatan ini saya dedikasikan bagi kamu; ya kamu mahasiswa yang tak putus asa meraih mimpi bahagianya dengan belajar. Buat kamu yang doyan belajar, ini hadiah untukmu. Buat kamu yang doyan membaca ini daging lezat siap santap. Buat kamu yang selalu rindu dan iri, aku menawarkan ramuan obat untuk itu: Baca fenomena, tulis apa yang dirasa, dan share dalam bentuk karya. Kan kau temukan penawar mujarab disana. Percayalah.

 

Good morning all 

J

 

 

0 komentar :

Posting Komentar