1. Islamic Philosopher

Philosophy - Education - Pesantren - Psychology - Leadership - Journal.

2. My Books

Biography - Novel - Poetry - Motivation and Reflection - Contemporary Scientific - Compilation and Collective - Da'wah - Philosophy - Textbook

3. Podcasts

ku.isikata - Nilai Pengembara

4. Professor

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. and Prof. Dr. Irwan Haryono Sirait, M.Pd.

5. Writerpreneur

Real Writer - Writer's home school - Research home school - Poetry house school - Autism home school - Build an international library - Trillionaire

Minggu, 21 Februari 2021

Nasihat-Nasihat Bijak Dari Jack Ma

 Sunday, February 21, 2021

 

 

1.     Pantang Menyerah Gunakan Otakmu

 

Hari ini kejam. Besok lebih kejam lagi. Tapi esok lusa, hari akan indah. Kebanyakan orang mati saat “besok petang” dan tidak mendapat kesempatan melihat matahari terbit. Jika kamu tidak menyerah, kamu masih punya kesempatan. Dan jika kamu orang kecil, kamu harus fokus dan mengandalkan otakmu, bukan kekuatanmu.

 

2.     Bangun Teamwork yang Tahu Benar Visi Dan Misi

 

Jika kita dalam satu tim yang baik dan tahu apa yang ingin kita lakukan, satu orang saja dari kita bisa mengalahkan sepuluh kompetitor kita.

 

 

3.     Milikilah Misi Yang Lebih Besar dan Tulus

Tidak masalah jika Saya gagal kata Jack Ma. Setidaknya saya mewariskan konsepnya kepada orang lain. Bahkan jika Saya tidak sukses, seseorang akan sukses.

 

4.     Ketekunan.

Kita akan berhasil karena kita masih muda dan kita tidak akan pernah menyerah

 

5.     Bekerja Keraslah

Jika kita pergi bekerja pukul delapan (8) pagi dan pulang pukul lima (5) sore, bekerja layaknya di perusahaan. dan semangat 85 ini terus kita bangun, maka lebih baik jangan pernah bermimpi dan bercita-cita tinggi.

 

6.     Kompetisi Dengan Kreatif dan Inovatif

Kamu wajib belajar dari kompetitormu, tapi jangan pernah menjiplak. Jika kamu menjiplak, kamu akan mati.

 

 

7.     Memulai Bisnis Adalah Mulai Memberikan Solusi.

Temukanlah kesempatan yang baik. Pikirkanlah permasalahan sosial yang bisa kamu beri solusi.

 

8.     Tentang Pertumbuhan.

Dalam membangun bisnis e-commerce. Hal yang paling penting yaitu untuk terus melakukan apa yang kamu lakukan sekarang dengan passion untuk menumbuhkannya.

 

9.     Tentang Memotivasi Orang Lain

Jika kamu ingin menang di abad ke-21 ini. Kamu harus memberi wewenang kepada orang lain, memastikan orang lain lebih baik darimu. Maka, kamu akan sukses.

 

10.  Mengubah Dunia Adalah Mengubah Diri Sendiri

Jika kita ingin mengubah dunia, langkahnya kita mesti mengubah diri kita dulu. Mengubah dunia mungkin tugasnya Obama.

 

11.  Tentang Berubah

Berubahlah selagi kamu dalam kondisi terbaikmu sebelum muncul hal-hal buruk. Akan terlalu lambat untuk membetulkan atap saat musim hujan terlanjur datang. Pinjamlah payung selagi matahari masih bersinar.

 

12.  Tentang Menjaga Semangat

Saat orang-orang menolakmu, belajarlah untuk menghangatkan tangan kananmu dengan tangan kirimu.

 

13.  Tentang Motivasi

Karena saya tidak bekerja untuk uang. Mendapatkan laba tidak pernah menjadi tujuan utama saya. 

 

14.  Tentang Gaya Hidup

Saya benar-benar berharap tidak melihat para pegawai saya bertingkah seperti orang kaya baru. Dengan mentalitas seperti itu, kekayaan mereka tidak akan awet.

 

15.  Tentang Keluar Dari Zona Nyaman

Sekali dalam hidupmu, cobalah bekerja keras dalam suatu hal. Cobalah berubah. Tidak ada hal buruk yang bisa terjadi.

 

16.  Tentang Fokus

Jika ada Sembilan kelinci di tanah, dan kamu ingin menangkap satu, fokus pada satu saja. 

 

Sumber: Alissa Taufiq. 2020. Belajar Cara Berpikir dan Bekerja Para Miliader Dunia. Yogyakarta: Araska. P. 169-173

 

Sabtu, 20 Februari 2021

Jadilah Dirimu Sendiri

 Saturday, 20 February 2021

 

“Banyak orang mencari-cari dirinya bukan di tempat dia berdiri, maka yang ditemukannya adalah bayangan hitam orang lain yang mirip dengannya, mengira itulah dia, kenyataannya keliru, bukan dia tapi hanyalah orang lain yang menyerupainya.”

 

Jangan terlalu jauh mencari jati diri. Sebab aslinya dia dekat tidak jauh. Carilah diri sendiri di titik kita berdiam diri, di tempat kita berpijak, carilah dirimu disana, pikirkan, renungkan, telusuri mendalam tentang hakikat dirimu. Maka jika telah ketemu sisi nyaman dan tentramnya dirimu tanpa gangguan orang lain itulah dirimu.

 

Menjadi orang lain bukan solusi untuk kehidupanmu, menginginkan pengakuan dari orang lain juga bukan cara menemukan diri terbaik dalam upaya pencapaianmu. Jika kamu nekat menjalaninya, mungkin dengan cara itu kamu berhasil secara finansial, namun secara batin kamu miskin, papa butuh santunan. Maka solusinya jadilah dirimu sendiri, ikuti hati nuranimu nanti dia akan menunjukkanmu ke arah yang lebih baik lagi. Teruslah berproses dan bertumbuh!

 

Menemukan dirimu sendiri adalah anugrah terindah dari hadiah termewah yang pernah kamu dapatkan dalam hidupmu, sebab dirimu sendiri adalah sebuah hadiah terbaik Allah swt untukmu. Lahirmu telah membuat bahagia orang tuamu ketika itu, besarmu memberikan pengharapan indah bagi keluargamu, dan jika telah sampai suksesmu, ingatlah kejayaanmu tidak akan lama, ia singkat sesingkat kedipan matamu untuk beberapa ratus ribu kali, hanya sebatas itu. Tugasmu hidup di dunia ini, selalu berikanlah kesan dan manfaat dalam kurun waktu terbatas dan singkat ini.

 

“Singkat kata, jangan mencari barang yang hilang di tempat yang terang, tapi carilah dia tempat kamu yakin betul disana ia hilang.” 

 

Untuk mencari kebahagiaan, jangan mencari di tempat yang terang, tapi carilah di tempat kamu yakinilah itulah sumber power awal kebahagiaan itu tercipta, dimana dia? Ada di alam syukurmu,  dimana itu? Tidak jauh ada dan selalu menemanimu. Siapa dia? Adalah dirimu sendiri. Temukan dirimu sebenarnya, temukan harapan orang tuamu membesarkanmu, temukan surat tersirat dari penciptaanmu, temukan kebermanfaat yang bisa kamu berikan tanpa mencedrai sesama, sebab menolong dengan mencedrai adalah kosong tak bernilai. Jadilah dirimu sendiri, nanti juga ketemu. 


Ku tunggu kabar keberhasilanmu, ku tunggu informasi tentang siapa sebenarnya dirimu!

 

“Kebahagianku bukan terletak pada barang, kebahagianku adalah ketika aku menjadi diriku sendiri”

 

Renungkan ini, semoga membantu.

 

 

Jumat, 19 Februari 2021

Profesionalisme.

 Friday, February 19, 2021

.

.

Benarkah dunia ini professional? Atau benarkah manusia di dunia ini professional? Rasaku tidak 100% semuanya. 

 

Dalam sebuah tuntutan pekerjaan seseorang dituntut untuk bisa professional agar tampil prima dan jaya di masa akan datang perusahaannya, lembaganya dan tempat kerjanya, selalu mengedepankan masalah lembaga dari pada masalah pribadi. Ok jika itu dinamakan profesinalisme.

 

Pertanyaannya, apakah profesionalisme itu kaku? Akankah dia meninggalkan semuanya tanpa ampun tanpa cerita perdamaian? Apakah ciri profesionalisme itu selalu meninggalkan yang tertinggal di dalam kereta? Atau meninggalkan yang tersesat di terminal? Atau meninggalkan yang tersesat di gerbong? “Apapun itu tidak PENTING, yang terpenting waktu adalah waktu, ketentuan adalah ketentuan.” Dengan sombongnya sang sultan berujar. Akankah semuanya berjalan demikian? Jika iya, oo baruku tahu dunia profesionalisme itu seperti wajah belati, tajam hanya ke satu arah, dan tumpul dari arah yang lainnya.

 

Tajam pada arah lurus dan tumbul pada ujung pangkal satunya. Andai saja semuanya bergerak demikian, semua dibawah yang tajam akan terpotong semua yang berada diatas yang tumpul akan selamat dari potongan. Yang diuntungkan siapa? Yang berada pada tempat yang tepat di awal, tak hiraukan, tak apa-apa, semua akan berjalan lancar, tanpanya atau dengannya hasilnya sama saja, kalau begitu lebih baik tidak kita perdulikan dirinya, toh hasilnya sama.

 

Suatu saat kesaamaan sejarah akan terulang dan meminta kesempatan untuk bersama juga, jika tidak sekarang ada besok, jika tidak besok ada lusa, jika tidak lusa masih ada hari lainnya, bersiaplah untuk kecewa jika profesionalisme kaku seperti kayu tua, diterapkan sebagai efek balasan. Jika tidak bisa diarahkan lagi, siaplah dipatahkan, Aku adalah profesionalisme efek dari cause.

 

“Better warrior in the garden, than gardener in the war” Lebih baik kesatria di taman, dari pada perias taman di medan peperangan. Maka bersiaplah menjadi kestatria.

Kamis, 18 Februari 2021

Bila Hujan Turun Berteduhlah!

 Thursday, February 18, 2021

 

Ada fase dunia ini berubah dengan sangat cepat

Datang mendung, tiba-tiba hujan lalu terang mengkilat

Bertemu, akrab bertemen, perselisihan ada, kemudian terurai tali yang terikat

Pertama seakan terbebas, ternyata terjerat, lalu terlepas bersiap untuk yang lebih berat

 

Non absolut pada akhirnya akan masuk dalam dunia absolut.

Sebab absolutlah sang juara dalam perputaran semesta yang kalut.

Alam dan semesta tanpa waktu adalah semu semraut

Manusia tanpa tulang kerut keriput di atas rumput

 

Realita tentang absolut yang terbocor

Tidak ada yang luput, semuanya bertumpu pada satu obor 

Tidak ada yang absolut di dunia ini kecuali Allah swt sang pelopor

Memulai dari sebelum kata mulai itu sendiri ada. Lalu apakah kita sekedar aktor?

 

Lalu sang hujan bertanya, 

 

Akankah turunku ke Bumi adalah rahmat?

Atau kah turunku adalah Azab bagi sebagian umat? 

Atau malah turunku adalah mengabulkan do’a yang terpanjat?

Ataukah turunku meniadakan do’a dari hati yang berkarat? 

 

Benarkah sebelum hujan turun, dia bertanya? 

Rabu, 17 Februari 2021

Hakikat Hidup Persiapan Untuk Mati dan Hidup Kembali

 Wednesday, February 17, 2021

 

Membicarakan hidup selalu membicarakan kemajuan, percepatan hingga pergerakan ke arah yang lebih maju. Benarkah pola pikir seperti itu yang terbaik dalam menjalani hidup? Pernah suatu ketika dosenku berujar, “hidup itu tidak usah memikirkan akhirat, tapi pikirkanlah dunia ini, bagaimana hidup di dunia bisa menjadi lebih bermanfaat. Pastikan juga hidup ini menjadi orang baik dan berjalan baik, maka akhirat akan menjadi baik juga. Akhirat bukan urusan kita, itu urusan Tuhan dan malaikat-malaikatnya” Sekilas terlihat liberal pola pikirnya mungkin, tapi jika dipikirkan ulang ada benarnya juga yang beliau ungkapkan sekilas itu, namun pada intinya kita harus sadar diri, kini adalah saatnya hidup di dunia, nanti akan tiba masanya kita akan kembali hidup di akhirat dan disanalah ada perhitungan untung rugi. Beruntung bagi yang beramal dan merugi bagi yang tak memiliki amal.

 

Dilain sisi pernah juga ku dengarkan sebuah ungkapan hidup seorang bijak, “orang cerdas adalah orang yang memikirkan dan mempersiapkan kematian.” Jika itu tergolong cerdas mungkin patokannya adalah akhirat, mungkin juga perhitungannya adalah lamanya umur hidup, dan Aku mengatakan juga ada benarnya, sebab boleh jadi kita hidup hanya 60 – 63 tahun, jika mengikuti umurnya Rasulullah kalaupun lebih itulah bonus beberapa tahun. Lalu hidup di dalam kubur bisa jadi lebih lama dari umur kita di atas bumi, dan kemudian hidup kita setelah dibangkitkan dari kubur bisa jadi lebih lama lagi,.. hemm… Jadi sebenarnya yang mana lebih lama perhitungan tempat tinggal kita? Di atas Bumikah? Di dalam perut Bumikah? Atau di alam akhirkah? Bolehkah Aku bertanya demikian? Benarkah aku bertanya seperti itu? Atau salah berat? Bantu Aku berpikir teman-teman.

.

.

.

Tidak ada yang benar tidak ada yang salah, jika pokok pembahasan kita adalah kebijaksanaan. Sebab orang yang bijak akan mendapatkan solusi dari setiap permasalahan, dan akan mendapatkan ilmu dari setiap pelajaran dan nikmat kehidupan. Maka dalam hidupnya selalu ditemani dengan ketenangan, sebab orang yang bijaklah yang telah mengetahui arti dan hakikat hidup sebenarnya.

 

Lantas apakah yang harus kita kerjakan kedepannya?

 

Tidak mesti berpikir mendalam untuk satu pemikiran tentang kehidupan, cukup jalani hidup dengan penuh kesadaran, dengan penuh perhitungan baik dan buruk, dan dengan cukup taqwa, sabar, sedekah, istighfar, benar-benar menunaikan rukun islam dan rukun iman, sayangi orang tua, dawamkan yang sunnah, qonaah, dan berbaik sangka dengan Allah swt, Insya Allah semua akan membaik. Biiznillah. Wallahu a’alam.

 

Selasa, 16 Februari 2021

Kerjakan Saja Jangan Dipikirkan

 Tuesday, February 16, 2021

 

Banyak pekerjaan menjadi tambah berat ketika dipikirkan dan menjadi ringan ketika dituntaskan satu persatu, maka jalan tengahnya tidak usah didepikirkan cukup dikerjakan.

 

Menunda pekerjaan sama halnya menumpuk beban. Pekerjaan pagi hari, selesaikanlah di pagi hari. Pekerjaan sore hari, selesaikanlah di sore hari. Tidak ada pagi dan sore yang sama dalam satu hari.

 

Pada saat menunda pekerjaan, mungkin Anda berpikir ingin menikmati suasana santai dan tenang. Padahal, sebenarnya Anda saat itu sedang menabung kesibukan yang nanti lelahnya tidak akan terobati dengan santai sesaat itu.

 

Satu Teknik yang sangat membantu Anda dalam manajemen waktu adalah dengan memecah tugas-tugas Panjang. Yaitu membagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil. Agar terasa ringan, dan mengerjakannya dengan penuh sikap riang. Hal inilah yang harus dibiasakan.

 

Membiasakan artinya adalah melakukan aktivitas dengan rutin, tanpa ada tekanan dari mana pun, jadi ingat bukan mengerjakan pekerjaan sesekali atau asal saja, tapi membiasakan mencicil pekerjaan dengan membagi-baginya menjadi kecil saja.

 

Dan terakhir manfaatkanlah kesempatan sekecil apapun demi kebaikan.

 

Semoga membantu.

 

Senin, 15 Februari 2021

Motivasi Dan Inspirasi Steve Jobs Untuk Generasi Milenial

 


Monday, February 15, 2021

 

1.     Terus Bergerak Mencari Inovasi

“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan hanya diam. Seperti halnya pasangan hidup, kamu akan tahu bila kamu telah menemukannya. Sama seperti relasi yang baik, akan lebih baik dan lebih baik seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, teruslah mencari sampai kamu menemukannya. Jangan diam!” (Steve Jobs)

 

2.     Mencintai Apa Pekerjaanmu Merupakan Sebuah Keharusan

“If you don’t love something, you’re not going to go the extra mile, work the extra weekend, challenge the status quo as much.” (Steve Jobs).

Dengan mencintai pekerjaan, seberat apa pun pekerjaanmu akan terasa menyenangkan sebagai tantangan.

 

3.     Hidup Ini Singkat, Jadikanlah Hidup Ini Sangat Berarti

“kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang pasti kita alami.”

“Mengingat bahwa Saya akan segera mati adalah alat yang paling penting yang pernah Saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup.” (steve jobs)

 

4.     Mencari Inspriasi Dengan Traveling

“Di alam ini banyak sekali konsep yang bisa diambil untuk dijadikan sebuah konsep produk baru. Traveling menjadi salah satu cara menginspirasi untuk ide barunya.”

 

Perspektif baru dalam produk: “Kesimpelan, Keminimalisan, kemudahan, dan juga keindahan.”

 

5.     Bukan Hanya Menciptakan Produk Yang Berbeda, Namun Juga Bisa Berguna

“Saya lebih suka mempertaruhkan visi, dari pada membuat produk yang pasaran.” 

Steve selalu memegang teguh idealismenya yang tidak mau mengikuti pasar, tetapi menciptakan sebuah pasar dari ideanya.

 

6.     Banyak Orang Yang Membutuhkan Sesuatu, Namun Tidak Menyadarinya. Sampai Kita Menyediakan Apa Yang Mereka Butuhkan.

 

“Benar-benar sulit untuk merancang produk melalui diskusi kelompok. Sering kali orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai Anda menunjukkannya kepada mereka.” (Steve Jobs)

 

Menurut steve jobs, banyak orang yang sebenarnya membutuhkan sebuah teknologi/penemuan terbaru dalam hidupnya, namun mereka tidak banyak yang menyadari. Tugas kita adalah mencari apa yang mereka butuhkan, sampai mereka sadar jika selama ini itulah yang mereka butuhkan.

 

7.     Selalu Perfeksionis Dalam Segala Urusan

 

“Ketika seseorang mengedepankan kesempurnaan, maka ia akan menggunakan ide terbaik, bahan terbaik, kerja terbaik, tim terbaik, dan hasil terbaik dalam setiap produk yang dihasilkan.” (inilah yang coba dibangun oleh Steve Jobs di perusahaannya.)

 

Gambaran orang yang bekerja asal-asalan, Steve jobs mengumpamakan istilah tersebut dengan kalimat “Kamu telah memanggang sebuah kue yang sangat cantik, namun kemudian kamu menggunakan kotoran anjing untuk hiasannya.” (Steve Jobs) 

 

Maksundya adalah: Ketika kamu mendapatkan ide yang luar biasa, seharusnya mengerjakannya dan menyelesaikannya juga dengan hal yang luar biasa. Jadi, karya kita tidak akan sia-sia dengan hasil yang sempurna.

Minggu, 14 Februari 2021

Beda Mau dan Tidak Mau

 

Sunday, February 14, 2021 

Apapun yang kamu inginkan, cita-citakan, jika kamu mau, pasti bisa. Jika kamu mau pasti mudah, jika kamu mau pasti akan terbentuk polanya, jika kamu mau pasti akan muncul pintu keluarnya, pertanyaannya hanya satu, apakah kamu mau? Jika yakin kamu mau, maka jalannya akan kamu temukan dengan sendirinya.

 

Jangan pernah kenyang dengan sekali suapan roti, kenyanglah jika semua orang kelaparan di sekitarmu sudah makan dengan porsi cukup, jika belum, maka panjangkanlah laparmu. Jika lapar perut mereka, nasilah jadi obatnya. Jika lapar hati mereka agamalah pengisi kekosongannya. Jika lapar akal pikiran mereka, ilmu pengetahuanlah konsumsinya. Tinggal kamu pilih yang mana, kamu ingin menjadi penyedia nasi, penceramah agama, atau akademisi yang berdiskusi ilmu dan pengetahuan? Apapun itu kamu lah yang berhak menentukannya, tapi jika Aku ditanya, maka saranku pilihlah ilmu pengetahuan, jadikan ia nomor satu.

 

Sebab agama tanpa ilmu sesat, ilmu tanpa agama liar, hati tanpa agama dan ilmu gersang, maka untuk itu startlah dari ilmu. Dari sana ajarkan adab dan akhlak, kemudian isi perutnya hingga terisi rongga kosong lambungnya, lalu kemudian ajarkan agama, semoga dia, kamu, kita semua mendapatkan hidayah dan rahmat Allah swt. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

 

Terakhir, tidak mau adalah kebalikan dari mau. Tidak mau tidak akan menghasilkan apa-apa sebab memang ia tidak mau, dan tidak mau tidak akan kemana-mana sebab ia juga tidak mau, dan tidak mau tidak akan menjadi siapa-siapa sebab dia sedang tidak mau, rugikah orang yang tidak mau padahal diberikan kesembatan berkali-kali? Jika kamu berkenan bantu aku menjawabnya. 

 

 

Sabtu, 13 Februari 2021

Percaya dan Percaya Diri


 Saturday, February 13, 2021

 

Percaya yang kumaksudkan adalah rasa percayamu pada sesuatu bahwa segala sesuatunya mungkin dikerjakan dan mudah diraih. Jika percaya itu sudah ada, maka berikutnya kamu harus percaya juga bahwa untuk meraihnya butuh waktu yang variasi, mungkin cepat, terkadang juga lambat. Tapi yang pasti kamu mungkin melakukannya jika kamu percaya dan berkerja keras, cerdas dan tuntas untuk itu.

 

Selanjutnya adalah percaya diri. Jika kamu tidak dapat meyakinkan dirimu tentang keberhasilan dalam mencapai suatu hal, maka jangan harap orang akan mempercaimu dalam banyak hal. Sebelum meyakinkan orang lain, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meyakinkan dirimu sendiri. Itulah satu-satunya langkah kongkrit yang harus dilewati terlebih dahulu.

 

Sadarlah bahwasannya kamu tanpa percaya dan kepercayaan diri niscaya bukan bukan siapa-siapa, sebab kamu tak bernilai, kamu tidak melahirkan nilai. Seorang tanpa nilai adalah debu, terbang terombang ambing dibawa angin, mengganggu mata yang terjaga sejenak lalu lenyap dan berlalu.

 

Cukup. Sudah itu saja

Jumat, 12 Februari 2021

Jadilah Leader dan Bentuklah Team Work Ideal


 Friday, February 12, 2021

 

Dari sebuah buku kuning, berjudulkan: “Belajar Cara Berpikir dan Bekerja Para Miliader Dunia” Aku mendapatkan kunci menciptakan uang miliaran rupiah ternyata tidak bisa dengan bekerja sendiri. Tapi harus dengan kerja tim, dan kemudian pertanyaannya, bagaimana kita membangun tim yang solid? Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan bersama.

 

1.     Standarisasi pengetahuan

Caranya, ajak semua anggota berkumpul secara rutin untuk berbagi pengetahuan yang tidak diketahui oleh anggota tertentu agar standarisasi dapat diciptakan.

2.     Arahan, contoh dan penjelasan

Seorang leader harus mampu memberikan arahan. Anda harus menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh anggota agar pemahaman yang dikomunikasikan sesuai dengan maksud dan keinginan Anda, dan anggota dapat menyelesaikan tugas tanpa kebingungan.

3.     Sesuaikan tugas dengan kemampuan
memahami kemampuan setiap anggotanya. Setiap orang itu berbeda. Jadi, berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anggota.

4.     Pantau delegasi
Anda harus rajin kontrol kemajuan delegasi yang Anda berikan untuk memastikan semua sesuai rencana dan tidak ada kebingungan penyelesaian delegasi tersebut.

 

5.     Agendakan pertemuan di luar tugas
Luangkan waktu Anda mungkin setiap minggu untuk berbicara dengan setiap anggota tim secara personal maupun secara bersamaan dengan tujuan mengetahui kendala-kendala yang ditemui selama bekerja. Yakini bahwa semakin banyak kendala yang ditemukan, maka akan semakin cepat salah tadi diatasi, sehingga dapat cepat melangkah maju.

 

6.     Jadilah leader, bukan bos

Maksudnya, berikan arahan dan masukan serta bantu memecahkan masalah jika dibutuhkan, bukan hanya mendelegasikan tugas dan pergi. Selanjutnya, pada waktu deadline langsung meminta hasilnya.

7.     Penguasaan konseptual, komunikasi, dan teknikal
Tujuan penguasaan ini yaitu supaya leader dapat memperkirakan waktu deadline, komposisi tugas, dan mampu membimbing anggota.

 

8.     Fasilitas kebutuhan kerja
Fasilitas yang mencukupi akan mendukung terselesainya tugas dengan cepat dan tepat.

 

9.     Ciptakan suasana kerja yang nyaman
Tanamkan bahwa saling menghargai dan memahami dalam menciptkan kenyamanan itu indah.

 

10.  Aktualisasi diri anggota
Aktualisasi diri merupakan tingkatan tertinggi dari teori kebutuhan Abraham Maslow

 

11.  Kultur di setiap Tindakan 

Membuat kultur (budaya) sebagai tolok ukur dalam melaksanakan segala aktivitas.

12.  Sasaran strategis kerja yang jelas
Pemahaman anggota atas sasaran strategis kerja, yang jelas mampu membimbing anggota ke jalan yang searah dengan tujuan. Sebaliknya, jika sasaran strategis kerja tidak jelas, maka anggota dan leader pun akan bekerja tanpa ada petunjuk arah.

 

13.  Setiap anggota memiliki konstribusi yang sama
Keyakinan anggota tim, bahwa setiap dari mereka adalah bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan.

 

14.  Ketahui potensi individu anggota
Yang harus Anda lakukan yaitu menyediakan wadah, minat dan bakat mereka.

 

15.  Terbuka atas saran dan perubahan
Seorang leader diwajibkan untuk peka atas perubahan dan menerima saran dari semua anggota, karena setiap anggota memiliki data yang valid untuk dijadikan pertimbangan.

 

16.  Penyelesaian masalah bukanlah siapa yang bersalah
Mencari tahu letak masalah dan jalan keluar mengatasi masalah. Bukannya mencari orang yang salah dan menghukumnya. Menghukum tidak benar-benar membuat seseorang jera. Justru terkadang juga semakin membuatnya tidak peka. Maka fokuslah pada Tindakan penyelesaiannya bukan pada masalahnya dan juga bukan pada yang ingin disalahkan dari masalah tersebut.

 

17.  Konsisten.

Apapun yang terjadi, kita harus konsisten sebelum apa yang kita yakini terbukti berhasil. Karena tanpa konsistensi, akan sulit mencapai tujuan yang sebenarnya yang hanya tinggal beberapa langkah lagi ke depan.

 

 

Kamis, 11 Februari 2021

Dijiwai

 Thursday, February 11, 2021

 

Aktualisasi puncak pada diri manusia adalah menjiwai segala aktivitas dan visi misi hidupnya. Dengan menyadari semua pergerakan harus dilandasi dengan jiwa yang tulus ikhlas, maka dia akan sadar bahwa sabar dan kerja keras adalah solusi dalam setiap pergerakan. Akan tampak seninya, akan muncul passionnya, akan terbentuk polanya, sampai pada akhirnya akan menjadikannya sosok sedikit berbeda dari yang lainnya, dan perbedaan sedikit itulah yang membuatnya lebih baik.

 

Jika kamu inginkan itu, kamu dambakan ini, suka yang disana, senang dengan yang disini, apa pun itu, gunakan raga, pikiran dan jiwamu untuk menjiwainya. Sebab metamorfosis dari sikap menjiwai itu adalah rasa butuh dan tanggungjawab. Karena butuh kamu dengan penuh tangunggjawab berusaha merealisasikannya. Dan ringannya sebuah tanggungjawab adalah saat kamu menikmatinya dan tahu betul apa yang kamu katakan dan yang akan kamu kerjakan. Selanjutnya perjalanan hidupmu hanya tinggal kegembiraan jika Allah meridhoi dan memberikan pertolongan.

 

Kesalahan adalah bentuk kewajaran, rasanya mungkin ada sedikit sedih, mengenang kekhilafan masa lalu, namun sebaik2 kesalahan adalah yang diikuti dengan keinsyafaan dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali. Jadi maksud dari dijiwai disini adalah bergerak dalam pergerakan apapun, dalam tindakan apapun, tetap harus dibarengi kebulatan tekad, dan keseriusan hati, pikiran, perasaan, dan kesungguhan diri.

 

Kaum negative berkata: “Pekerjaan yang dikerjakan sesuka hati, lamban juga nanti selesai kok.” Sambil tersenyum ku menyahut, “Akan selesai memang pekerjaan bila dikerjakan dengan metode lamban, tapi hasilnya tidak akan memuaskan, sebab lambat biasanya berbatasan dengan deadline, dan akhir masa yang dikejar-kejar biasanya tuntas dengan segala keterbatasan, dan hasilnyapun selesai tapi tidak tuntas. Jika cara ini terus-terusan didawamkan, maka tidak ada yang kamu tinggalkan selain ada cacat dalam setiap usaha dan hasil kerjamu. Dan itu keliru.”

 

Sadarlah bahwa sikapmu, pergerakanmu, cara berfikirmu menentukan siapa kamu kedepannya.

 

Belum terlambat untuk mengucap maaf.

Belum terlambat membuatnya kembali membaik.

 

Dia bukan siapa2 dia adalah pola kerjamu, jika kamu menyanyangi kamu, 

maka sayangi jugalah dia, sebab dia dan kamu adalah satu.

 

Rabu, 10 Februari 2021

Kebiasaan-Kebiasaan Positif Elon Musk



 Wednesday, February 10, 2021

 

Kebiasaan yang dilakukan oleh Elon Musk, hingga ia bisa terus berinovasi hingga saat ini, antara lain sebagai berikut:

 

1.     Rajin Membaca Buku

Ketika di sekolah dasar, ia bahkan menghabiskan waktu 10 jam dalam sehari untuk membaca buku

 

2.     Fokus Pada Hal Penting

Fokus untuk mengembangkan sebuah produk yang berkualitas dan cenderung enggan untuk melakukan promosi besar-besaran.

 

3.     Mandi Setiap Hari

Hal ini ternyata didukung oleh sebuah penelitian yang mengatakan, bahwa kamu bisa memecahkan masalah dengan lebih baik jika kamu sejenak mengosongkan pikiran. Itulah mengapa berbagai ide menarik bisa hadir ketika kita tengah mandi.

 

4.     Tidur Enam Jam Setiap Hari

Demi bisa menyelesaikan semua pekerjaannya setiap hari, Elon Cenderung mengurangi waktu tidur malamnya.

 

5.     Multitasking

Elon Musk dalah sosok yang sangat suka mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang sama. “Saya bisa bermain dengan anak-anak saya, namun tetap membalas email terkait pekerjaan. Jika saya tidka melakukan hal tersebut, tentu saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya” (Elon Musk).

 

Sumber: Alissa Taufiq. 2020. Belajar Cara Berpikir dan Bekerja Para Miliader Dunia. Yogyakarta: Araska. P. 219-221